
** Halaman Kediaman Keluarga Xiao.
Terlihat Patriak Xiao Zhan sedang mengerutkan kening melihat kedatangan dua rombongan yang baru saja datang, ia melihat dan menatap dua sosok yang sedang berdiri di depan para rombongan itu.
Ia mengetahui kedua sosok itu adalah Patriak Jie Lao dan Patriak Ba Shen.
Beberapa tahun terakhir, kedua keluarga mereka itu selalu memprovokasi keluarga Xiao nya.
Mereka bertiga memiliki basis kultivasi berada di Ranah yang sama Da Dou Shi*9, hal itu membuat mereka bertiga tidak pernah melancarkan serangan secara terang-terangan.
Dalam bidang bisnis, militer dan berbagai bidang lain nya, kedua keluarga itu tidak memiliki hubungan yang baik dengan keluarga Xiao, dan mereka hanya bisa berperang secara dingin dan tidak terbuka.
"Jie Lao, Ba Shen ... Mengapa kalian datang kemari dengan membawa pasukan begitu banyak, Apakah kalian hendak berperang dengan keluarga Xiao ku?" Xiao Zhan menatap kedua patriak itu dengan tatapan marah.
"Haha, Xiao Zhan ... Aku sudah lama tidak melihat mu, ternyata kau masih saja bersikap seperti itu pada kami." Jawab Jie Lao dengan nada penuh kesombongan.
"Tentu saja, kami hendak membunuh putra sampah mu itu karena dia telah berani melukai anak kami berdua saat di rumah lelang." Lanjut Jie Lao pada Xiao Zhan.
"Iya, kami akan segera menghancurkan keluarga Xiao mu rata menjadi debu." Ba Shen juga berkata dengan nada yang angkuh dan sombong.
Segera riak wajah Xiao Zhan menjadi gelap ketika mendapat jawaban dari Kedua patriak itu, dia tidak menyangka mereka berdua melancarkan serangan disaat yang tepat ketika masalah dengan Tetua Luar sekte pedang surgawi belum selesai dan muncul.
......................
Orang-orang dari keluarga Xiao yang telah berkumpul dihalaman utama, mereka merasa sedikit ketakutan melihat kedatangan Para Ahli Dou Wang, Kedua patriak beserta pasukan nya, dan ribuan prajurit bersenjata lengkap, tapi walau pun mereka dibuat takut, mereka masih memberanikan diri menghadapi jika peperangan pecah.
Hanya saja mereka belum terlalu siap, karena orang-orang dari keluarga Xiao baru saja memulihkan diri dari pertempuran dengan para pemberontak yang terjadi beberapa hari yang lalu, mereka mau tidak mau harus bersusah payah memenangkan pertempuran yang akan terjadi.
Orang-orang dari keluarga Xiao memiliki pendapat, bahwa Patriak Xiao Zhan dan Nyonya Xiao Xin butuh bersusah payah untuk saling bahu membahu menghadapi Kedua Patriak dari dua keluarga besar, bahkan Kedua Tetua masih belum terlalu pulih dari kondisi luka nya.
Xiao Li dan Xiao Mei dan mereka semua hanya memiliki jumlah 200 orang untuk bisa menghadapi ribuan prajurit itu, hal ini akan membawa dan membuat mereka ke sebuah pertempuran yang sulit.
Selain itu, diatas langit bahkan masih ada 30 Ahli Dou Wang dari Sekte Pedang Surgawi yang sedang berhadapan dengan gadis yang datang bersamaan kembali nya Tuan muda mereka, mereka hanya bisa mengandalkan gadis itu.
Semua orang dari keluarga Xiao menghadapi situasi ini dipenuhi dengan perasaan bimbang dan penuh rasa terancam.
...****************...
** Tempat Patriak Xiao Zhan berada.
"Cai Er ..."
Xiao Xin tersentak kaget mengetahui bahwa putra nya telah melukai putra-putri dari Kedua Keluarga besar, dia sangat mengetahui sifat putra nya, jika tidak ada yang mengganggu putra nya atau jika tidak ada yang membuat putra nya marah, pasti putra nya itu tidak akan melukai kedua anak dari mereka.
"Jie Lao, Ba Shen ... Kalian berdua jangan keterlaluan, Apakah kau pikir putra kami yang salah terlebih dahulu!" Xiao Xin menatap ke arah Dua Patriak itu dengan tatapan dingin.
"Dasar ******, jaga bicara mu! Jangan sembarangan kau menuduh putraku!" Ba Shen melirik Xiao Xin sambil menghina nya.
__ADS_1
Xiao Zhan mendengar istri ia dihina tepat di depan mata nya, ia merasa sangat marah dan tidak terima istri nya mendapat perlakukan seperti itu, ia menoleh ke belakang dan dengan riak wajah dingin ia menatap Kedua Tetua Xiao,
"Tetua Xiao An, Tetua Xiao Bu ... Kalian pimpin beberapa prajurit keluarga Xiao jika terjadi pertempuran ..." Titah Xiao Zhan pada kedua tetua.
"Kedua patriak Jie Lao dan Ba Shen itu, aku dan istriku akan menghadapi nya menjelang putra ku kembali." Lanjut Xiao Zhan.
Kedua Tetua terkejut mendengar perkataan Patriak Xiao Zhan, "Ta-tapi, P- ...." Belum selesai Tetua Xiao Bu bicara, dia sudah di sela dengan Tetua Xiao An, "Baik, Patriak. Kami akan menjalani perintah anda." Xiao An menganggukan kepala dengan hormat.
Kemudian, Xiao Zhan menoleh kesamping dan melihat ke istrinya, lalu mereka berdua menganggukan kepala nya berbarengan.
Wush!
Seketika Douqi berwarna Kuning dan merah mengalir keluar dari dalam tubuh mereka berdua.
Drt!
Douqi Kuning menyelimuti tubuh patriak Xiao Zhan hingga membentuk sebuah Armor Douqi di tubuhnya.
Drt!
Begitu, juga dengan Xiao Xin, Douqi berwarna Merah yang mengalir keluar dari dalam tubuhnya, segera membentuk sebuah Armor Douqi perang yang juga melindungi tubuhnya.
Setelah Armor perang itu terbentuk sempurna hingga melindungi tubuh mereka berdua, Xiao Zhan dan Xiao Xin melirik dan menatap ke tempat patriak Jie Lao dan Ba Shen berada.
Patriak Jie Lao dan Ba Shen mengangkat sudut bibir mereka ke atas, mereka berdua tersenyum melihat reaksi pasangan suami istri di depan mereka, lalu mereka berdua juga saling memandang dan menganggukan kepala berbarengan.
Drt!
Mereka berdua mengalihkan pandangan, melihat ke Xiao Zhan dan Xiao Xin,
"Kemari lah kalian berdua!" Teriak Ba Shen dan Jie Lao sambil bergegas melompat dan melesat menyerang Xiao Zhan dam Xiao Xin.
Baam!
Baam!
Seketika terjadi pertarungan di halaman keluarga Xiao dengan 4 Warna Douqi yang berkedap-kedip menyilaukan siapa saja yang melihat dan berada di dekat pertarungan itu.
Terlihat Xiao Zhan sedang menghadapi Ba Shen, dan Xiao Xin sedang menghadapi Jie Lao.
Kedua Tetua Xiao An dan Xiao Bu melihat Patriak Xiao Zhan dan Nyonya Xin sudah bertarung dengan Kedua Patriak Jie Lao dam Ba Shen, mereka berdua berbalik dan menghadap ke putra dan putri nya beserta 200 Prajurit keluarga Xiao.
"Kita Keluarga Xiao tidak pernah takut akan ancaman apapun, termasuk kematian. Meski pun musuh kita berjumlah sangat banyak, kita harus tetap berani ..." Teriak Xiao An dengan semangat membara.
"Meski pun nyawa kita harus melayang, kita harus memilih lebih baik mati terhormat daripada mati tidak melakukan apa-apa!" Lanjut Xiao An.
"Hidup Keluarga Xiao!"
__ADS_1
"Hidup keluarga Xiao!"
Dua Ratus prajurit keluarga Xiao berteriak dengan semangat dan membara, mereka tidak takut menghadapi musuh apapun, karena dalam kamus mereka tidak ada yang nama nya berlutut didepan musuh.
Xiao An tersenyum melihat reaksi Prajurit keluarga Xiao, walaupun mereka tidak memiliki kekuatan yang besar, dengan kebersamaan dan rasa kekeluargaan itu sudah cukup untuk menambah ikatan kekuatan mereka.
Di samping Xiao An, Tetua Xiao Bu melihat ke arah semua prajurit Keluarga Xiao, "Kalian akan aku bagi menjadi dua kelompok, dengan satu kelompok berjumlah 100 orang ..." Xiao Bu berhenti sebentar, ia melihat ke putra dan keponakan nya, "Xiao Li, Xiao Mei ... Kalian berdua akan memimpin dua kelompok itu."
"Baik ayah, Baik Paman." Xiao Mei dan Xiao Li segera mengangguk dengan hormat.
Setelah itu Xiao An dan Xiao Bu saling memandang, lalu menganggukan kepala berbarengan, kemudian mereka berbalik badan menatap ke arah ribuan prajurit di hadapan mereka ...
"Serang!" Teriak mereka berdua dengan penuh semangat yang membara.
"Hiyaaa!"
Xiao Li dan Xiao Mei beserta 200 prajurit keluarga Xiao segera bergerak dan berlari mengikuti arahan paman dan ayah nya, mereka bergegas menyerang ribuan musuh.
Trang!
Trang!
Seketika pertempuran pecah antara Pasukan Keluarga Xiao dengan pasukan Dua keluarga besar lain nya.
Sedangkan, Tuan muda Yu Lei hanya berdiri tenang didepan para pasukan nya, ia sedang melihat ke atas langit tempat ayah nya, para tetua, dan Gadis cantik bergaun pink berada.
...****************...
** Tempat Xiao Wu.
Diatas langit, Xiao Wu yang sedang menatap Tetua Yu Mo beserta 29 orang lain nya, dia mengalihkan pandangan, ia melihat ke arah bawah, "Gawat, Ayah dan Ibu, beserta orang-orang dari keluarga Xiao, mereka sudah memulai pertarungan nya ... " Batin Xiao Wu melihat pertarungan dibawah sudah pecah.
Kemudian, ia kembali mengalihkan pandangan nya, ia melihat dan menatap ke arah depan, "Aku harus bisa menahan 30 orang itu sampai Cai Gege datang." Lanjut Xiao Wu.
Setelah itu, segera Xiao Wu mempertebal Douqi berwarna Pink hingga menyelimuti seluruh tubuh nya, ia memiliki riak wajah dingin, menatap ke Yu Mo "Tua bangka, aku tidak akan membiarkan mu memusnahkan keluarga Tuan ku!" Teriak Xiao Wu.
Wush!
Xiao Wu mengepakkan sepasang sayap Douqi, dia melesat terbang dengan cepat hingga membuat Gelombang riak energi Qi berwarna Pink sangat indah terlihat di langit, ia mengeluarkan sebuah pedang dan bergegas menyerang Yu Mo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
#BERSAMBUNG ....
.
__ADS_1
.