System : Adventure Of Cultivation

System : Adventure Of Cultivation
Ch.62 - Menjelaskan Kepada Orang Tuanya.


__ADS_3

Kota Tian, Kekaisaran Tang.


Suasana Pagi kota berjalan seperti biasanya, Para Penduduk berlalu lalang di jalanan kota dan teriakan riuh para pedagang memenuhi berbagai tempat, hingga menambah suasana ramai didalam kota.


Tidak ada penduduk yang membahas atau menyebarkan isu tentang pemberontakan yang terjadi didalam Keluarga Xiao, karena Xiao Cai dan Patriak Xiao Zhan melarang keras seluruh Orang-orang dari Keluarga Xiao untuk tidak menyebarkan berita itu dan menyuruh mereka untuk menutup mulut rapat-rapat.


Hal itu membuat seluruh penduduk selain dari Keluarga Xiao, tidak ada satupun penduduk yang mengetahui tentang peristiwa itu.


...


Kediaman Keluarga Xiao, Pagi Hari.


Setelah Xiao Cai berhasil membalaskan dendam kepada Xiao Ning dan dia telah berhasil menggagalkan pemberontakan yang terjadi di Keluarga Xiao, ia juga tidak lupa langsung membersihkan bekas pertempuran yang terjadi dihalaman Kediaman Keluarga Xiao. Kemudian, ia diajak masuk kedalam rumah orang tuanya.


Terlihat didalam Sebuah Ruangan yang seperti Ruangan Tamu, terdapat Meja Bundar terbuat dari Kayu yang berdiameter lumayan besar dengan beberapa Kursi yang mengelilingi meja itu.


Terdapat 4 orang yang sedang duduk di kursi itu, ialah Xiao Cai, Xiao Zhan, Xiao Xin dan Xiao Wu.


"Cai'er ... Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Xiao Xin yang duduk didepan putranya, ia melihat wajahnya dengan penuh tanda tanya.


"Iya, Cai'er ... Sebelumnya, Tua bangka Xiao Feng itu mengatakan bahwa kau telah mati dibunuh oleh Xiao Ning, Apakah berita itu benar adanya?" Xiao Zhan duduk disamping Xiao Xin, dia juga melihat putranya sambil memasang telinga lebar-lebar untuk mendengar cerita yang sebenarnya dari Xiao Cai.


Menatap sebentar wajah kedua orang tuanya, dia menghela nafas ringan, ia berkata, "Ayah, Ibu ... Waktu itu, aku mendapatkan sebuah informasi dari Xiao Ning, dia mengatakan bahwa didalam Hutan Beast terdapat Tanaman Herbal yang bisa menyembuhkan Dantian dan Meridian ku ..." Jelas Xiao Cai dengan perlahan-lahan.


Xiao Cai menceritakan bahwa suatu malam dia pergi diam-diam tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya dan orang-orang keluarga Xiao, dia pergi ke Hutan Beast untuk mencari Tanaman Herbal itu, tetapi saat ia baru sampai di Hutan Beast, Xiao Ning menusuknya dengan pedang hingga membuat ia sekarat hampir mati.


"Cih, aku tidak menyangka mereka akan melakukan perbuatan sekejam itu." Mendengar penuturan putranya, segera raut Wajah Xiao Zhan berubah menjadi kesal.


Xiao Xin menganggukan kepala pertanda setuju dengan perkataan suaminya.


"Lalu bagaimana kau bisa selamat dari kejadian itu, Cai'er?" Tanya Xiao Zhan lagi.


"Iya, Cai'er. Bagaimana Dantian dan Meridian mu bisa kembali pulih? Tanya Xiao Xin juga.


Setelah itu Xiao Cai dengan perlahan-lahan menjelaskan, bahwa pada saat ia sedang sekarat seorang kakek-kakek tua tiba-tiba datang menghampiri dan menolongnya.


Dia juga menceritakan bahwa kakek-kakek tua itulah yang telah menyembuhkan seluruh luka didalam tubuhnya. Lalu, berkat bantuan kakek itu juga ia bisa memulihkan kembali Dantian dan Meridian nya.


Tentu saja, Xiao Cai merekayasa cerita itu, jika dia mengatakan bahwa ia sebenarnya bukan Xiao Cai putra mereka, dan jika dia juga mengatakan bahwa ia berasal dari Dunia Lain, bukankah itu akan membuat kedua orang tuanya sangat terkejut, bahkan bisa membuat mereka pingsan dan mati penuh penasaran.


Xiao Cai juga tidak memberitahu keberadaan sistem yang berada didalam tubuhnya.


.


Pada awalnya Xiao Zhan dan Xiao Xin sedikit tidak mempercayai perkataan Xiao Cai, karena bagaimana bisa seorang Kakek-kakek memiliki kekuatan yang mengerikan dan begitu hebat. Bahkan, bisa membuat putranya selamat dari kematian, dan bisa membuat Putranya kembali bisa berkultivasi.


Tetapi setelah memastikan perkataan dan melihat wajah serius Xiao Cai, segera mereka mempercayai apa yang disampaikan putranya.


Jika benar apa yang dikatakan Xiao Cai, mereka memiliki pendapat bahwa Sosok Kakek Tua itu adalah Ahli Tersembunyi, atau Seorang Ahli kuat yang berasal dari Benua Xiantian.

__ADS_1


Meskipun begitu, mereka tetap penuh rasa terimakasih kepada Kakek Tua itu dan mereka juga sangat bersyukur karena putra mereka masih hidup, bahkan Dantian dan Meridian putranya telah pulih.


"Lalu dimana kakek itu berada sekarang, Apa kau tahu, nak?" Tanya mereka berdua.


"Aku juga tidak tahu dimana keberadaan kakek itu sekarang, karena waktu itu dia telah pergi menghilang dan tidak tahu kemana." Jawab Xiao Cai dengan kebohongan sambil menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.


"Ai ... Sayang sekali kami tidak bisa bertemu dengan kakek dermawan itu." Imbuh mereka berdua sambil menghela nafas kecewa.


Mereka merasakan sedikit kecewa karena tidak bisa mengucapkan terima kasih secara langsung atas kebaikan dan pertolongan yang kakek itu lakukan kepada putranya.


Xiao Cai melihat kedua orang tuanya sambil menggaruk pipinya yang tidak terasa gatal.


...


Kemudian, mereka berdua mengingat Aura Qi luar biasa yang mereka rasakan keluar dari dalam tubuh Xiao Cai sebelumnya, "Cai'er, berada diranah apa kultivasimu sekarang?" Tanya Xiao Zhan.


"Iya, Cai'er. Sebelumnya ibu juga merasakan Aura Qi yang sangat luar biasa keluar dari dalam tubuhmu." Ucap Xiao Xin juga.


Xiao Cai sedikit tersentak ketika diberikan pertanyaan seperti itu, dia bingung apakah ia harus jujur mengatakan tentang kultivasi ia yang sebenarnya.


Jika dia mengatakan kultivasi ia yang sebenarnya, bukankah itu akan membuat kedua orang tuanya terkejut melihat ia sekarang.


Dengan berbagai pertimbangan dari beberapa hal, ia memutuskan bahwa sekarang belum saat yang tepat untuk mengatakan kultivasi ia yang sebenarnya.


"Itu ... Sebenarnya berkat bantuan kakek tua itu aku sekarang berada di Ranah Dou Zong*1." Jelas Xiao Cai dengan riak wajah canggung sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


Wush!


"Cai'er ... I-Itu ..." Xiao Zhan dibuat terkejut saat melihat dan merasakan Kultivasi Putranya berada Di Ranah Dou Zong.


"Hiks ... Cai'er ..." Xiao Xin langsung memeluk putranya sambil menangis dengan air mata bahagia dan penuh rasa syukur.


Mereka mengetahui bahwa keberadaan Ahli Ranah Dou Zong itu sudah dianggap salah satu puncak kekuatan dunia, itu membuat mereka berdua merasa sangat bangga pada Xiao Cai yang memiliki Ranah Dou Zong diusia sangat muda yang masih belum genap 20 Tahun.


Karena Seorang yang dianggap sangat jenius saja, pada usia 17 Tahun masih berada di Ranah Da Dou Shi. Bahkan, Para Penguasa yang berada di Benua Xingchen hanya memiliki Ranah Dou Houang.


Xiao Cai sedikit berkedut, karena semua kekuatan yang ia miliki sekarang itu ia capai berkat bantuan dari sistem yang berada didalam tubuhnya.


Kemudian, ia membalas pelukan hangat ibunya.


"Haha, Keluarga Xiao ku pasti akan berjaya dimasa depan." Merasakan bangga pada putranya, Xiao Zhan tertawa dengan keras.


Ia merasakan bahwa Keluarga Xiao nya akan segera menjadi keluarga kuat di Kota Tian, daripada dua keluarga lainnya.


"Putraku tidak akan dianggap sebagai sampah lagi. Kini, Putraku telah menjadi sangat jenius." Sambil melepaskan pelukannya, Xiao Xin merasakan penuh suka cita.


Xiao Cai hanya menggelengkan kepalanya melihat reaksi Orang Tuanya yang sedikit terlalu berlebihan.


Tetapi, ia juga merasa bahagia dan bersyukur merasakan kehangatan dari keluarga barunya.

__ADS_1


...


Kemudian, Xiao Zhan dan Xiao Xin melihat kearah Seorang Gadis muda cantik yang mana sebelumnya gadis itu muncul bersamaan dengan Xiao Cai dan sedang duduk disamping putranya yang sedari tadi hanya diam.


"Ehem ... Cai'er, Siapa gadis muda ini?" Tanya Xiao Zhan.


Xiao Wu yang sedari tadi diam, dengan sedikit tersentak, ia menatap orang tua Tuannya, ia berkata, "Ah, M-Maafkan saya Tuan Besar, Nyonya ... Perkenalkan, saya Xiao Wu, bawahan Tuan Muda Xiao Cai." Ucap Xiao Wu segera memperkenalkan dirinya.


Segera riak wajah kedua orang tua Xiao Cai terkejut, bagaimana bisa putranya memiliki bawahan yang secantik itu, gadis didepan mereka bahkan memiliki usia seumuran dengan putranya dan mereka juga melihat bahwa Xiao Wu juga memiliki kekuatan yang mengerikan.


"Ai ..." Mereka berdua menghela nafas ringan karena sudah beberapa kali mereka dibuat terkejut, lalu Xiao Zhan dan Xiao Xin kembali tenang.


"Darimana kau berasal, Nak?" Tanya Xiao Xian sembari tersenyum melihat Xiao Wu.


Xiao Wu ditanyai seperti itu, ia gugup dan bingung mau jawab apa, lalu ia menoleh kesamping dan melihat Xiao Cai.


"T-Tuan ..." Ucap Xiao Wu kebingungan.


Xiao Cai melihat itu, dia mengangguk paham, lalu ia melihat kedua orang tuanya, ia berkata, "Ayah, Ibu ... Itu sebenarnya ..."


Setelah itu Xiao Cai menjelaskan tentang Xiao Wu dan menceritakan bagaimana awal dia bisa bertemu dengan Xiao Wu hingga sampai bisa menjadi bawahannya. Tetapi, Xiao Cai tidak mengatakan bahwa Xiao Wu berasal dari Dunia Lain dan ia tidak mengatakan bahwa ia telah membasmi seluruh Monster Beast di Hutan Beast sendirian.


Dengan riak wajah yang terus berubah mendengar cerita putranya, Xiao Zhan dan Xiao Xin telah mengetahui tentang Xiao Wu.


Tetapi apa yang membuat mereka tersentuh dan sedih, ketika mengetahui bahwa Xiao Wu tidak memiliki sosok orang tua lagi.


Segera Xiao Xin dan Xiao Zhan saling memandang sebentar, lalu menganggukan kepala mereka berbarengan.


Kemudian, Xiao Xin memegang tangan Xiao Wu, ia menatap Xiao Wu dengan tatapan penuh kasih sayang,sambil tersenyum hangat ia berkata, "Nak Xiao Wu, mulai sekarang kamu bisa memanggil kami berdua dengan sebutan ayah dan ibu ..."


Xiao Xin merasa kasihan melihat gadis muda cantik yang masih muda telah kehilangan orang tuanya.


"Iya, Nak. Kau bisa menganggap kami sebagai orang tuamu mulai sekarang." Sambil menganggukan kepalanya, Xiao Zhan juga tersenyum hangat kepada Xiao Wu.


Seketika Xiao Wu menjadi tersentuh, ia merasakan perasaan hangat yang telah lama tidak ia rasakan dari sosok orang tua, hingga membuat air matanya sedikit keluar membasahi wajah cantiknya ..


Sambil berlinang air mata, dia membalas genggaman tangan Xiao Xin, ia berkata dengan nada yang gugup dan sedikit malu-malu, "Hiks, T-Terima Kasih ... Ibu, Ayah." Ucapnya penuh dengan rasa bahagia.


Sambil menggerakan tangan kanannya mengusap air mata di Wajah Xiao Wu, Xiao Xin menganggukan kepala, ia berkata, "Sudah jangan menangis, anak cantik tidak boleh menangis ..." Ucap Xiao Xin.


"Oh iya, mulai sekarang jangan panggil Tuan kepada Xiao Cai ya, Wu'er." Lanjut Xiao Xin sambil menatap kearah Xiao Cai dengan riak wajah sedikit mengancam.


Xiao Wu malu-malu membalas dengan anggukan kepala.


Xiao Cai yang mendapat tatapan dan mendengar perkataan ibunya, ia hanya bisa menghela nafas ringan.


"Hm, Hm, Hm."


Ia segera cepat-cepat membalas tatapan ibunya dengan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Ai .. Aku merasakan energi mengerikan dari tatapan ibuku." Gumam Xiao Cai didalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2