System : Adventure Of Cultivation

System : Adventure Of Cultivation
Ch.44 - Melawan Miliaran Monster VI


__ADS_3

Diatas Langit, terlihat sosok wanita cantik yang mengenakan pakaian berwarna Putih dengan sedikit motif Bunga berwarna Hijau. Dan Sepasang Sayap Douqi Berwarna Hijau terlihat dibelakang punggung wanita itu.


Wanita itu ialah Yu Mei.


Yu Mei tidak butuh waktu lama dia telah tiba di perbatasan Hutan Beast, kini ia sedang berdiri diatas langit.


Lalu dia melihat kearah depan dan segera ia dibuat terkejut, "Apa yang terjadi? Mengapa Hutan Beast telah menjadi hamparan daratan kosong dan kemana semua Hutan sebelumnya." Gumam Yu Mei.


Lalu dia terbang dengan perlahan-lahan sambil mengamati hamparan daratan tandus dari kejauhan.


Tidak berselang lama, muncul sosok wanita cantik umur 30an tepat disampingnya.


Melihat kedatangan Wanita itu, segera Yu mei memberikan salam kepada wanita itu …


"Salam, Nona Yi Xian."  Ucap Yu Mei dengan hormat sambil menangkup kan kedua tangan kearah wanita itu.


Wanita yg muncul disampingnya itu ialah Ratu Yi Xian, Kaisar Tang saat ini.


Melihat wanita di samping memberi salam, segera Ratu Yi Xian tersenyum dan berkata, "Salam juga, Nona Yu Mei. Anda terlalu sopan." 


Meskipun Ratu Yi Xian seorang Kaisar, itu tidak membuat dia menganggap remeh wanita yang berada disampingnya.


Bagaimanapun, Mereka berdua memiliki basis Kultivasi ditingkat yang sama.


Dan Yu Mei juga seorang Matriak dari Sekte Pedang Surgawi yang memiliki keberadaan kuat di kekaisaran Tang.


Setelah itu Yi Xian melihat ke depan ...


"Itu, Bukankah sebelumnya itu wilayah Hutan Beast, mengapa kini terlihat hanya daratan kosong yang tandus." Yi Xian berfikir didalam hatinya. Lalu dia menoleh kesamping melihat Yu Mei.


Yu Mei yang merasa sedang ditatap oleh ratu Yi Xian, dia hanya mengangkat bahu sambil menggelengkan kepala yang menandakan dia juga tidak tahu apa yang terjadi.


Setelah itu mereka berdua saling mengangguk, lalu segera terbang mencoba melihat lebih dekat.


Wush!


Wush!


Menyusul muncul beberapa Ahli Kultivator dibelakang Yu Mei dan Yi Xian.


Segera mereka berdua berbalik badan dan melihat Para Ahli yang datang.


"Oh, ternyata anda juga datang Kaisar Qing dan kaisar Ming ..." Ucap Yi Xian melihat dua sosok yang lumayan dia kenal.


"Oh, Salam Ratu Yi Xian, Salam Matriak Yu Mei. Sudah lama kita tidak bertemu." Balas kaisar ming dan Kaisar Qing.


"Salam kaisar Qing, Salam Kaisar Ming ..." Ucap Yu Mei juga memberikan salam.


Lalu muncul beberapa sosok lagi yaitu seorang gadis dan pria paruh baya.


"Disini sangat ramai sekali ya." Ucap seorang gadis cantik yang sedang mengenakan pakaian berwarna hitam.


"Haha, sudah lama tidak melihat Para Penguasa bisa mendadak berkumpul ditempat ini." Ucap Pria Paru Baya yang baru saja muncul.


Gadis itu adalah Matriak dari Sekte Racun yang berada di kekaisaran Ming.


Sedangkan pria paruh baya itu merupakan Tetua Agung dari Sekte Teratai Bulan yang berada di kekaisaran Qing.


Melihat kedatangan dua orang lagi membuat semua orang yang telah tiba duluan agak terkejut.


Karena bagaimanapun yang muncul disini memiliki kekuatan diranah yang sama. Yaitu berada di Ranah Dou Houang.


Dan keberadaan mereka masing-masing sangatlah menakutkan di Benua xingchen.


Pertemuan yang tidak terduga oleh mereka semua.


Setelah itu mereka saling memberi salam satu sama lain, kemudian mereka mengamati daratan kosong yang berada tidak jauh dari hadapan mereka.


Karena tidak menemukan apapun membuat Tetua Agung Sekte Teratai Bulan, Matriak Sekte Racun, Kaisar Ming, dan Kaisar Qing menoleh melihat Ratu Yi Xian dan Yu Mei …


"Huft, Kami juga tidak tahu apa yang sedang terjadi disana, tapi pasti ada pertarungan yang sedang berlangsung disana." Seolah mengerti arti dari tatapan mereka, sedikit menghela nafas Yi Xian membuka suaranya sambil mengangkat bahunya.


"Aku merasakan perasaan Douqi yang kuat sedang bertarung di bagian Tengah Daratan itu." Yu Mei juga membuka suaranya.


Karena tidak menemukan jawaban selain hanya melihat daratan kosong dihadapan mereka membuat mereka semua bergerak terbang mencoba memasuki Wilayah Hutan Beast.


Tetapi saat mereka semua sudah mencapai perbatasan Mantan Hutan Beast, segera mereka dihalangi oleh 2, pemuda dan satu orang gadis.


Wush!


3 Siluet Manusia terbang diatas langit menghalangi para penguasa yang hendak mendekati wilayah Hutan Beast.


3 Siluet Manusia itu ialah, Xiao Wu, Sun Ki dan Long Tian.


Mereka bertiga merasakan Douqi yang tidak kalah kuatnya dengan kekuatan mereka, membuat Xiao Wu dan Kedua Pamannya segera teringat perkataan Xiao Cai sebelum mereka diteleportasi kan.


Lalu segera mereka menuju tempat Para Ahli berkumpul.


Xiao Wu maju mengambil selangkah ke depan, lalu berkata kepada Para Ahli didepannya, "Mohon maaf para senior, anda semua tidak bisa memasuki Hutan Beast lebih jauh." Kata Xiao Wu.


"Siapa kamu? Mengapa kamu melarang kami masuk?" Mendengar seorang gadis berbicara kepada mereka semua, Kaisar Ming duluan membuka suaranya.


Sementara yang lain, hanya menganggukan kepala mereka tanda setuju dengan ucapan kaisar Ming barusan.


"Perkenalkan, Nama saya Xiao Wu dan kedua orang dibelakang adalah Sun Ki dan Long Tian. " Kata Xiao Wu memperkenalkan diri.


"Kami diperintahkan oleh Tuan kami, agar kalian tidak melangkah mendekati Wilayah Hutan ini." Sun Ki juga membuka suaranya.


"Karena Tuan kami sedang bertarung dengan Penguasa Hutan Beast, dan alasannya kalian tidak perlu mengetahuinya." Jelas Long Tian juga.


Para Ahli segera dibuat terkejut mendapat jawaban dari 3 orang yang berada dihadapan mereka.


"Siapa Tuan mereka itu yang berani bertarung dengan Penguasa Hutan Beast ..."


"Apalagi Tuan mereka itu melawan seluruh Monster Beast Sendirian, bukankah itu sangat gila ..."


Berbagai pemikiran terlintas dibenak mereka masing-masing.


Ada yang berpikiran kagum, ada yang berpikiran baik, dan ada yang berpikiran negatif diantara mereka.


"Beast Tingkat 6 dan Dua Beast Tingkat 8?" Yi Xian segera terkejut saat memperhatikan dengan teliti ketiga manusia dihadapannya.


Apa!


Segera mereka semua menoleh melihat Ratu Yi Xian sambil dengan wajah yang terkejut.


Keberadaan Tingkat 6 saja sudah sebanding dengan kekuatan mereka, apalagi Beast Tingkat 8, bisa membunuh mereka semua dengan mudah.


Perasaan ketakutan mulai muncul didalam hati mereka, bagaimana Keberadaan itu bisa berada muncul disini.


"Jika kalian bisa bekerja sama tidak melangkah masuk lebih jauh, maka kami bertiga akan bersikap sopan pada kalian." Ucap Xiao Wu yang melihat keterkejutan di wajah Para Ahli.


"Tapi jika kalian memaksa masuk, maka maafkan kami jika kami bertindak kasar kepada kalian semua." kata Sun Ki dan Long Tian juga sambil mengeluarkan aura intimidasi kepada para ahli itu.


Seketika udara yang sangat mencekam membuat Para Ahli itu bergidik ngeri dan merasakan ketakutan.


"Baik, kalau begitu kami tidak akan melangkah lebih jauh lagi. Tetapi, Bisakah saya bertanya kepada Nona Xiao Wu tentang satu hal?" Yu Mei berusaha mempertebal Douqi nya untuk menghindari tekanan intimidasi dari Kedua Sun Ki dan Long Tian, segera dia mengambil selangkah ke depan.


"Baik, silahkan Nona." Jawab Xiao Wu dengan sopan. Karena seorang gadis bertanya dengan sopan.


"A-Apakah Tuan yang anda maksud itu bernama Cai Xiao?" Tanya Yu Mei sedikit malu-malu dan jejak rasa khawatir muncul didalam hatinya.


"Cai Xiao? hm ... bukan, Nona. Tuan saya tidak bernama Cai Xiao." Jawab Xiao Wu sambil meletakan jari telunjuk ke bawah dagunya.


"A-Apa, bagaimana mungkin bisa tidak sama.  Apakah hanya perasaanku saja ya, semoga saja itu bukanlah dia." Fikir Yu Mei didalam hati.


"B-Baiklah, Terima Kasih Nona Xiao Wu." Kata Yu Mei sedikit sedih karena tidak mendapat jawaban sesuai dengan perkiraannya.

__ADS_1


Xiao Wu membalas dengan anggukan kepala dan melihat Para Ahli didepannya.


Setalah itu, mereka semua tidak ada yang bergerak dan hanya saling tatap saja ... Lalu mereka semua melihat kearah Daratan Kosong seperti sejauh mata memandang.


...****************...


Di atas Langit, Xiao Cai berdiri tegap dengan mengenakan pakaian putih berjubah berwarna merah.Dia telah menggunakan perubahan tubuhnya untuk pertama kali.


Penampilan dia kini terlihat memiliki wajah yang semakin tampan dengan Sebuah Mahkota berwarna Emas diatas kepalanya.


Terlihat Pola Bintang Elemen berada didahi Xiao Cai. Dia juga memiliki sepasang sayap berwarna Merah Darah dipunggungnya yang membentang hingga 5 Meter dari kedua sisi.


Setelah Xiao Cai menggunakan perubahan Ketiga Tubuh Dewa nya kini kultivasi dia semakin meningkat hingga mencapai Ranah Dou Di {Dewa} Tahap Awal.


“System, Mengapa suara pemberitahuanmu tidak terdengar saat aku menembus Ranah Dou Di?” Tanya Xiao Cai.


Xiao Cai merasakan kekuatan Douqi nya telah naik tingkat Ranah Dou Di tapi suara deringan system tidak ada terdengar memberitahukan bahwa dia telah naik tingkat.


[ Dudu ~ Menjawab Tuan, Pemberitahuan system tidak terdengar karena Ranah Dou Di Tuan sekarang bukanlah Ranah Tuan yang sebenarnya.


Melainkan, kekuatan Tuan yang berhasil meningkat karena mengaktifkan Ketiga Tubuh Spesial. Saat ini Tuan hanya bisa menggunakan perubahan Tuan selama 30 Menit. ]


“Oh, jadi begitu.” Xiao Cai menganggukan kepala mendengarkan penjelasan dari system.


“System, tampilkan status Naga Kepala 9 itu.” Xiao Cai berkata dengan nada acuh tak acuh.


[ Nama: Naga Kepala 9 ]


[ Ras: Naga ]


[ Level: Tingkat 9 ]


[ Kemampuan: Elemen Api, Elemen Kegelapan, Elemen Angin, Elemen Ruang. ]


[ Dan jika Tuan hendak membunuh Naga Kepala 9, Tuan harus membunuh 9 Kepala yang dimiliki Naga itu. ]


“Lumayan kuat juga Naga Kepala 9 itu. Jika aku ingin membunuh Naga Kepala 9, aku harus menebas Kesembilan Kepalanya itu. Cih, sungguh merepotkan saja.” Batin Xiao Cai didalam hati.


Xiao Cai merasa terkejut dengan kekuatan Naga Kepala 9 yang sedang dalam wujud asli memiliki kekuatan yang kuat.


Tetapi keterkejutan Xiao Cai hanya sebentar, lalu ia kembali tenang.


Setelah Xiao Cai berbincang-bincang sebentar mengobrol dengan system yang berada didalam kepalanya, segera ia kembali focus dan menatap dengan santai Naga Kepala 9.


......................


Sementara itu, Naga Kepala 9 yang sedang dalam wujud Naganya, dia melihat kekuatan pemuda yang menjadi musuhnya semakin meningkat dalam sekejap setelah perubahan aneh itu.


Walaupun Naga Kepala 9 merasakan ketakutan didalam hati, ia tetap menampilkan riak wajah tenang.


Lalu Naga Kepala 9 saling tatap dengan Xiao Cai ...


Wush!


Seakan saling mengerti, Naga Kepala 9 dan Xiao Cai segera berpindah tempat agak jauh dari tempat Shukaku dan Para Monster Beast berada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Monster Jelek, aku akan memulainya.” Shukaku melihat Para Monster Beast yang berada didepannya dengan tatapan haus membunuh yang lebih kuat dari Para Monster Beast itu.


Tap!


Tap!


Shukaku berlari menuju kerumunan Monster Beast.


Boom!


Booom!


Baam!


Shukaku menyerang dengan Elemen Pasir yang telah dia ubah bentuk menjadi peluru pasir yang sangat banyak menghujani kerumunan Monster Beast.


Begitu juga dengan Para Monster Beast, karena merasa unggul dalam jumlah membuat mereka segera membalas serangan Shukaku.


Boom!


Boom!


Dalam sekejap ledakan-ledakan terjadi hingga memenuhi tempat pertarungan yang sedang berlangsung, lalu berbagai Raungan Monster Beast terdengar menggema dilangit. Beserta Aura yang sangat mencekam keluar akibat pertarungan itu.


Shukaku merasa Monster Beast sedikitpun belum berkurang, segera dia bersiap mengeluarkan teknik selanjutnya.  


Dia membuka mulut dengan lebar-lebar, setelah itu udara yang berada disekitar dia terhisap kedalam mulut membuat angin berhembus dengan sangat kencang disertai dengan udara yang terdistorsi.


Setelah merasa cukup, Mulut Shukaku yang sedang mengembung besar segera dia membuka mulut …


“”


Wush!


Wush!


Wush!


Sebuah Bola Transparan yang memiliki ukuran sebesar Bola Kaki keluar dari mulutnya …


Segera Bola Angin itu melesat terbang menghantam Monster Beast.


Boom!


Boom!


Baam!


Seketika tembakan bertubi-tubi dari Bola Angin meluluhlantakan Gerombolan Monster Beast …


Duar!


Duar!


Duar!


Berbagai suara ledakan beruntun dengan Raungan kematian dari berbagai jenis Monster Beast terdengar memenuhi seluruh tempat berlangsungnya pertarungan.


“Haha, Matilah kau Monster Jelek!” Shukaku mengejek Para Monster Beast yang terpecah belah akibat serangan yang ia kerahkan. Bahkan tidak sedikt Monster Beast mati terkena serangan Bola Angin itu.


Shukaku adalah Seekor Beast Tailed yang memiliki sifat suka bertarung membuat dia belum merasa bergairah dengan pertarungan saat ini dan ia juga belum merasa puas dengan serangannya. Setelah itu ia kembali mengeluarkan serangan …


Tetapi saat Shukaku hendak menyerang sekali lagi, dia terkejut melihat Ratusan Juta Monster Beast telah mengepung mengelilinginya.


Lalu terlihat di Mulut Para Monster Beast di isi berbagai Teknik yang sedang berkumpul menjadi Energi yang mengerikan.


Sebagian Monster Beast juga sedang memegang senjata yang sangat mengerikan ditangan mereka


Shukaku segera mengerutkan kening ketika melihat sekelilingnya, “Gawat, aku ceroboh hingga membuat diriku terkepung Para Monster jelek ini.” Shukaku berfikir dalam hati sambil mendengus kesal.


Setalah itu semua Monster Beast yang mengelilingi Shukaku sudah selesai mempersiapkan teknik terkuatnya dengan berbagai kemampuan dan berbagai bentuk jenis serangan …


Wush!


Bzzt!


Clang!


Energi yang sangat besar segera melesat dengan sangat cepat mengarah ke Shukaku.

__ADS_1


Seketika udara semakin menjadi lebih terdistorsi dengan aura yang sangat mencekam memenuhi seluruh Daratan Mantan Hutan Beast.


Boom!


Boom!


Boom!


Duar!


Ledakan!


Semua serangan Monster Beast menghantam keras Shukaku sehingga membuat ledakan desruktif beruntun yang mengerikan.


Ledakan itu memunculkan Gelombang Energi sangat besar terlihat dipermukaan tanah dengan dibarengi gumpalan debu yang muncul, kemudian menghalangi pandangan disekitar.


Butuh beberapa saat debu yang menghalangi pandangan perlahan-lahan menghilang …


Wush!


Terlihat Shukaku sudah tidak berada ditempat dia berdiri tadi, serta terdapat kawah yang sangat besar dan sangat dalam dibawah tempat Shukaku berdiri sebelumnya.


Melihat serangan Para Monster Beast sepertinya berhasil, segera membuat Monster Beast meraung gembira …


Auuum!


Groaaar!


Guuuuk!


Ciiiit!


Raungan bahagia Para Monster Beast menggema dilangit hingga membuat angin yang berhembus menjadi dipenuhi dengan Aura Kegelapan.


Tetapi tidak berselang lama mereka meraung bahagia, segera ekspresi bahagia mereka berubah ketika melihat Gumpalan Pasir disekitar mereka bergerak, lalu menyatu dengan sangat cepat.


Drt!


Drt!


Wush!


Terlihat Gumpalan Pasir yang bergerak dan menyatu sangat cepat membentuk Siluet Seekor Monster Rakun berekor satu …


“Dasar, Monster Sialan. Aku akan membunuh kalian semuanya!” Teriak Binatang yang muncul itu.


Siluet yang muncul itu tidak lain ialah Shukaku yang telah bangkit kembali dari Gumpalan Pasir.


Sebelumnya, pertahanan yang dia gunakan untuk menahan serangan dahsyat Monster Beast telah hancur hingga membuat dia berpecah menjadi Gumpalan-gumpalan pasir.


Shukaku yang merasa dia telah seperti dihina dan diinjak-injak, segera rasa amarah dia memuncak. Lalu tanpa basa-basi lagi ia mengeluarkan Teknik berikutnya.


Dengan menggerakan kedua tangan yang besar, Shukaku mendaratkan kedua tangan dia dipermukaan tanah, sehingga membuat permukaan tanah menjadi terguncang sangat hebat.


Terlihat permukaan tanah yang sebelumnya tenang, kini bergerak sangat cepat berkumpul menuju posisi kedua tangan Shukaku.


Tidak berselang lama Tanah yang telah menjadi gumpalan pasir memiliki jumlah tidak terbatas itu bergerak membentuk dinding yang sangat tinggi …


“”


Drt!


Seketika Dinding pasir berukuran sangat tinggi dan besar itu segera bergetar … Lalu langsung melesat dengan cepat menuju kerumunan Monster Beast …


Wush!


Boom!


Boom!


Dalam Sekejap Gelombang pasir seperti Tsunami menenggalamkan Monster-Monster Beast. membuat sebagian Monster Beast yang tidak berhasil melarikan diri untuk menghindari serangan itu seketika tewas ditelan Bumi.


Sebagian lain, Monster Beast berhasil selamat dari serangan dan melihat serangan barusan, membuat seluruh tubuh mereka bergidik ngeri dan tidak menyangkah bahwa Beast Rakun dihadapan mereka masih memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.


Tetapi disaat mereka sedang berfikir dalam pikiran masing-masing, segera mereka tersadar ketika melihat gerakan yang dilakukan Shukaku selanjutnya …


 


Shukaku menatap dengan ganas Para Monster Beast yang masih berjumlah banyak, lalu dia membuka sepasang mulutnya dengan lebar-lebar mengarah sedikit terangkat keatas langit.


Sebuah kekuatan yang sangat mengerikan dari Elemen Yin dan Yang, berkumpul menjadi bola-bola kecil di mulut Shukaku.


Gelombang Elemen Yin-Yang itu membuat semua Monster Beast merasakan nyawa mereka akan segera berada diujung tombak.


Wush!


Drt!Drt!


Bezzzt!


Setelah beberapa saat Bola-bola kecil berwarna Hitam-Merah bergerak menyatu hingga terlihat lingkaran yang memiliki diameter sangat besar dimulut Shukaku. Lalu dia membuka mulut dengan lebar-lebar dan segera menelan Bola besar itu …


Haaaap!


Suasana menjadi hening dalam sekejap, berbagai perasaan campur aduk dirasakan Para Monster Beast.


Segera Para Monster Beast hendak melarikan diri, tetapi disaat mereka hendak melarikan diri, mereka melihat serangan yang mematikan keluar dari mulut Shukaku.


“Matilah kalian, Monster Sialan!”


“”


Wush!


Shukaku membuka mulut yang sedang kondisi tertutup, seketika dari mulut dia keluar Gelombang Energi sangat besar.


Terlihat Gelombang Energi berwarna Merah-Hitam sangat Panjang dan besar itu memiliki ukuran Ribuan Kilometer dengan diameter ratusan kaki dari Permukaan Tanah melesat menghantam Monster-Monster Beast.


Boom!


Boom!


Tidak cukup sampai disitu, Shukaku menggerakan badan ke samping kiri dan samping kanan dengan mulut terbuka lebar, lalu dia membuat gelombang energi mematikan itu mengikuti arah gerakan badan dan mulutnya.


Wush!


Booom!


Wush!


Baam!


Setelah itu semua Monster Beast tidak ada satu pun yang tersisa karena telah hangus menjadi abu dalam sekejap dampak dari serangan Shukaku.


“Haha, Dasar Monster jelek beraninya membuatku marah.” Shukaku tertawa dengan keras menggema dilangit. Lalu dia melihat sekelilingnya.


Terlihat daratan kosong telah menjadi hancur berantakan dengan kawah-kawah besar yang sangat dalam dari permukaan tanah, beserta Lautan darah memenuhi daratan hingga membuat udara menjadi sangat menyengat.


“Haha, Apakah bocah itu juga sudah selesai.” Fikir Shukaku di dalam hatinya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2