
Xiao Cai berjalan dengan mengambil langkah pelan, ia memiliki riak wajah dingin dengan tatapan acuh tak acuh melihat kearah depan.
Sambil berjalan, ia melihat Pria bertopeng yang bernamakan Jian Cok itu telah berdiri dan berjalan kembali ke depan 10.000 Pasukannya.
Ia juga menoleh melihat Tetua Xiao Feng yang telah berjalan dan berdiri di samping Jian Cok.
Kemudian, Ia juga menatap sosok pemuda yang memiliki umur setahun lebih tua darinya dengan tatapan penuh rasa kebencian.
Sosok itu, ialah Xiao Ning yang telah membunuh dan menjadi penyebab Xiao Cai dari Dunia Douqi meninggal.
Sedikit sudut bibir terangkat keatas, ia berkata dengan nada acuh tak acuh, "Sudah lama kita tidak bersua, Xiao Ning." Ucapnya.
Setelah melihat dengan jelas wajah pemuda yang berbicara kepadanya, sontak membuat Xiao Ning terkejut dan merasa ketakutan.
"K-Kau ... B-Bagaimana mungkin ..."
Xiao Ning terkejut mendapati Xiao Cai yang dalam kondisi masih utuh dan masih hidup, karena waktu itu dengan tangannya sendiri, ia telah membunuh Xiao Cai, bahkan ia juga melihat dan telah memastikan kematian Xiao Cai tepat didepan matanya.
Meskipun dia tidak menyangka Xiao Cai masih hidup dan ia sedang dipenuhi dengan perasaan takut didalam hatinya, segera ia kembali tenang ...
"Haha, aku tidak menyangka kau memiliki keberuntungan yang sangat bagus hingga membuatmu masih hidup ... Tapi apa yang bisa kau lakukan sekarang? Tetap saja kau masih menjadi Tuan Muda Xiao Cai, yang dikenal sebagai sampah." Xiao Ning tertawa dengan raut wajah sombong.
Xiao Ning berkata seperti itu karena ketika dia mencoba melihat Qi didalam Tubuh Xiao Cai, ia hanya merasakan bahwa Xiao Cai tidak memiliki Aura Qi sama sekali.
Xiao Cai Menggelengkan kepalanya, dia masih tenang dengan memiliki riak wajah dingin dan tatapan acuh.
Sebenarnya, ia bisa saja langsung membunuh Xiao Ning beserta orang-orangnya dengan sangat cepat. Tetapi, ia tidak mau cepat-cepat melakukan itu, karena itu akan membuat kematian Xiao Ning terlalu mudah.
Xiao Cai ingin membalas perilaku kejam dan membalas perbuatan Xiao Ning yang telah membuat Xiao Cai dari Dunia Douqi tewas, ia ingin membuat Xiao Ning merasakan perasaan lebih baik mati daripada hidup.
Setelah itu Xiao Cai memejamkan matanya untuk beberapa saat ...
Wush!
Sebuah Energi Panas Api dari Siluet Ular Kecil yang tak kasat mata memiliki jumlah Ribuan muncul dan segera melesat terbang menghinggapi seluruh tubuh 10.000 Pasukan Xiao Feng.
Tidak berselang lama kedua matanya kembali terbuka, kemudian Xiao Cai kembali melangkahkan kaki berjalan mendatangi Xiao Ning ...
"Apakah kau masih yakin bahwa aku masih Tuan Muda sampah dari Keluarga Xiao yang kau kenal?" Ucap Xiao Cai sambil tersenyum misterius.
"Ckck, apakah kau hendak mengatakan bahwa seorang Dewa telah membantu dan membuatmu menjadi jenius dalam sekejap mata ..." Balas Xiao Ning.
"Cih, hanya dalam mimpimu saja, Sampah."
Sambil meludah ketanah, Xiao Ning menatapnya dengan tatapan meledek dan menghina.
"Haha, bocah sayangilah nyawamu ... Lebih baik kau segera pergi dari sini, atau kau akan mati." Ucap Xiao Feng sambil berjalan ke sisi samping putranya sambil melihat dan menghina keponakannya.
"Oh." Balasnya dengan nada acuh tak acuh.
Xiao Cai tidak berbasa-basi dan tidak menanggapi omongan kosong mereka lagi, segera ia dengan wajah acuh tak acuh berjalan mendatangi mereka sambil menunjukan sedikit Aura Qi nya hingga Ranah Dou Zong ...
Boom!
Seketika Sebuah Aura Qi Agung berwarna Emas Kemerahan yang dipenuhi dengan Aura mengerikan dan Aura intimidasi mengalir keluar dari dalam Tubuh Xiao Cai.
Drt!
Qi Emas-Merah itu membuat riak gelombang kejut berkedap-kedip menyelimuti udara diseluruh Kediaman Keluarga Xiao.
Wush!
Lalu Qi Agung Dou Zong itu mengarah kepada Kelompok Xiao Ning, beserta 10.000 Prajurit yang menjadi sebagai titik fokusnya.
Bukk!
Seketika Xiao Ning, Xiao Feng, dan Jian Cok, beserta 10.000 Pasukannya melihat Qi Emas Kemerahan melesat dan mengelilingi Tubuhnya, segera mereka dibuat terjatuh berlutut ketanah. Bahkan, ada beberapa pasukannya yang langsung tewas dalam sekejap.
"I-Ini ... R-Ranah D-Dou Zong?"
A-Apa!
"B-Bagaimana Mungkin ..."
Seketika mereka dibuat terkejut melihat Kultivasi Xiao Cai, karena bagaimana bisa Xiao Cai memiliki Kultivasi begitu mengerikan disaat usia masih muda dan dalam waktu sekejap mata.
Jika mereka mengetahui kultivasi Xiao Cai sebenarnya, itu bisa membuat mereka muntah darah dan lebih baik segera mati daripada harus menatap wajah Xiao Cai.
Uhuk!
Kemudian mereka berbatuk sambil memuntahkan banyak darah segar keluar dari mulutnya.
Mereka juga terkejut ketika berusaha menggerakan tubuh mereka untuk bangkit berdiri tapi tubuh mereka tidak bisa bergerak sama sekali, seperti sedang mati rasa.
Setelah itu mereka merasa bergidik ngeri dan merasakan penuh ketakutan menatap sosok pemuda didepan mereka yang sedang tersenyum misterius kearah mereka.
Bukan itu saja, Douqi Agung Dou Zong itu juga dirasakan Orang Tua Xiao Cai dan orang-orang dari keluarga Xiao hingga membuat mereka terkena dampaknya dengan tubuh juga ikut jatuh berlutut, bahkan sebagian orang dari Keluarga Xiao ada yang jatuh pingsan.
...
Setelah itu Xiao Cai mengambil selangkah maju sambil melihat kearah belakang 3 Orang itu, tepatnya 10.000 Prajurit itu berada, ia melanjutkan teknik yang telah ia keluarkan sebelumnya ...
""
Xiao Cai menggunakan Flame Surgawi Peringkat 14 yang ia miliki, lalu dalam sekejap mata Panas Api dengan memiliki bentuk Ular Kecil tak kasat mata yang telah ia kerahkan, segera berubah menjadi Racun Api hingga mengalir ke seluruh Tubuh Ribuan Pasukan itu ...
__ADS_1
Drt!
Seketika Energi Panas Api itu membuat seluruh Tubuh Ribuan Pasukan meledak ...
Duar!
Terdengar ledakan secara beruntun memenuhi kediaman Keluarga Xiao seperti sedang pesta kembang api.
Terlihat seluruh Ribuan Pasukan itu mati dalam sekejap akibat teknik mematikan itu dengan tubuh yang terpotong-potong dan berceceran hingga berterbangan dimana-mana.
"A-Apa itu ..."
"I-Itu ... Teknik apa itu ..."
"M-Mengapa memiliki daya serang begitu mematikan ..."
Melihat Tubuh 10.000 Pasukannya meledak membuat 3 Orang Xiao Ning terkejut, mereka juga mengetahui bahwa itu Teknik yang dikeluarkan oleh Xiao Cai.
Segera Xiao Feng, Xiao Ning dan Jian Cok semakin ketakutan dan merasakan ancaman seperti sedang melihat Dewa kematian berada didepannya.
"Itu, A-Apakah Teknik Xiao Cai ..."
"B-Bagaimana Mungkin Tuan Muda Xiao Cai ..."
Bahkan, Seluruh Orang Keluarga Xiao melihat tubuh 10.000 Prajurit meledak dalam sekejap mata membuat mereka ikut merasa bergidik ngeri dan mau muntah.
...
[Dudu ~ Selamat Tuan telah berhasil membunuh 10.000 Prajurit Ranah Dou Zhe]
[Dudu ~ Selamat Tuan mendapatkan 1.000.000 Poin Sistem.]
Xiao Cai mengabaikan suara sistem yang berdering didalam kepalanya, ia tersenyum tipis menatap kearah 3 Orang itu.
Sambil berjalan mendatangi mereka, dia memandang sebentar ke sosok Jian Cok dengan menggerakan Jari Telunjuk di Tangan Kanan kearahnya ...
"Meledaklah!"
Ctak!
"Argh!"
Sesaat setelah suara Xiao Cai jatuh, Jian Cok merasakan sebuah Energi Panas tidak kasat mata memasuki kedalam aliran darahnya ...
Duar!
Terlihat Tubuh Jian Cok meledak hingga membuat seluruh potongan bagian tubuhnya berterbangan jatuh ketanah.
[Dudu ~ Selamat Tuan telah berhasil membunuh Seorang Ranah Da Dou Shi, Tuan mendapatkan 100.000 Point Sistem.]
"K-Kau ... J-Jangan mendekat ..."
"K-Keponakanku, j-jangan bunuh aku ..."
Xiao Feng dan Xiao Ning merasakan ketakutan setelah melihat Jian Cok dengan mudahnya dibunuh, mereka juga melihat Xiao Cai dengan perasan sulit, seperti sedang ditatap langsung oleh Dewa Pencabut Nyawa.
Cur!
Bahkan, terlihat Xiao Ning yang dipenuhi rasa ketakutan itu sampai membuatnya kencing di celana.
...
Xiao Cai berdiri tepat didepan Xiao Ning, ia mengeluarkan Douqi berwarna Emas Kemerahan, lalu dia mengubah Qi nya menjadi Sebuah Pedang ...
Wush!
Sebuah Pedang Qi muncul dan sedang ia genggam ditangan kanannya.
"A-Apa yang-...."
Belum selesai Xiao Ning berbicara, Xiao Cai dengan tatapan dingin menggerakan Pedang Qi itu ...
Jleb!
Pedang Qi itu bergerak dan menebas Tangan Kanan Xiao Ning ...
Argh!
Terlihat Tangan Kanan Xiao Ning telah terputus dan terpisah dari tubuhnya, itu membuat ia merasakan sakit amat luar biasa.
Sudut bibirnya sedikit terangkat keatas, Xiao Cai tidak berhenti sampai disitu saja, dengan tatapan acuh tak acuh dia kembali menggerakan Pedang Qi itu menebas dan memotong Tangan Kiri Xiao Ning ...
Jrash!
Argh!
Xiao Ning kembali merasakan sakit luar biasa ketika Tangan Kiri nya telah terpotong...
Jrash!
Jrash!
Xiao cai terus menggerakan Pedang Qi nya memotong bagian tangan dan kaki Xiao Ning.
Argh!
__ADS_1
Xiao Ning berusaha mencoba menahan rasa sakit yang dia rasakan, ia melihat Tangan dan Kakinya sudah terpisah dari tubuhnya ...
"J-Jangan Bunuh aku ..." Lirih Xiao Ning dengan riak wajah yang sangat ketakutan melihat Xiao Cai.
Selain merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa, ia juga merasakan nyawanya sudah berada diujung tombak, bahkan sekarang ia menatap Xiao Cai seperti sedang melihat Seorang Iblis.
Xiao Cai tidak menanggapi perkataan Xiao Ning, dengan wajah dingin ia menggerakan pedangnya keatas ...
"Terimalah kematianmu, Xiao Ning!"
Ia mengayunkan Pedang Qi secara horizontal ke depan dan melesat dengan cepat mengarah ke Leher Xiao Ning ...
"Tid-..."
Jrash!
Seketika Kepala Xiao Ning Terputus dan terpisah dari tubuhnya, hingga membuat Xiao Ning tewas dalam sekejap.
[Dudu ~ Selamat Tuan berhasil membunuh Ranah Dou Shi*3, Tuan mendapatkan 20.000 Point Sistem.]
Xiao Cai kembali mengabaikan suara sistem yang berdering didalam kepalanya.
Ia mendongak melihat keatas langit, "Kawan, aku telah membalaskan dendam kematian ..." Gumam didalam hatinya.
"Semoga kau tenang disana, Kawan." Lanjut Xiao Cai mendoakan Xiao Cai dari Dunia Douqi.
...
Xiao Cai melihat kearah Tetua Xiao Feng yang masih sedang berlutut dan menangis melihat Kepala putranya menggelinding dan berhenti tepat didepan matanya ...
"Ning'er ...."
Xiao Feng menangis dengan penuh kesedihan melihat putranya tewas dalam sekejap mata.
Xiao Cai melihat itu hanya acuh tak acuh, ia berpendapat bahwa Mata dibayar Mata, Nyawa harus dibayar dengan nyawa.
Setelah itu, ia berjalan mendatangi Xiao Feng dengan riak wajah dingin ...
Tap!
Dengan beberapa langkah, ia telah berdiri tepat dihadapan Xiao Feng.
"M-Mohon ampuni Paman, Xiao Cai." Xiao Feng bersimpuh dan berlutut di kakinya.
Sedikit tersentak, Xiao Cai terdiam untuk sesaat melihat Xiao Feng dibawah kakinya.
"Hm ...?" ia merajut alisnya.
Melihat itu, segera sudut bibir Xiao Feng sedikit tersenyum, lalu ia semakin bersandiwara memohon ampunan kepada keponakannya. Setahunya, Keponakannya Xiao Cai masih polos dan sangat mudah dipengaruhi.
Xiao Cai menggelengkan kepalanya, lalu ia menggerakan Jari Telunjuk nya diatas Kening Kepala Xiao Feng ...
Tap!
"Kematian mu disebabkan karena kau telah melukai Kedua Orang Tuaku dan melukai seluruh orang-orang dari Keluarga Xiao." Ucap Xiao Cai dengan nada acuh tak acuh.
"Kep-.." Xiao Feng dengan ketakutan dan bahkan belum sempat selesai berbicara.
"Seni adalah Ledakan."
Duar!
Seketika Tubuh Xiao Feng meledak akibat suatu Aura Qi Panas yang membuat seluruh tubuhnya terpotong-potong, lalu ia tewas dalam sekejap mata.
[Dudu ~ Selamat Tuan telah berhasil membunuh Ranah Da Dou Shi*7, Tuan Mendapatkan 800.000 Point Sistem.]
Xiao Cai tersenyum puas mendengar suara sistem, lalu ia melihat keatas langit yang telah menampilkan Cahaya Matahari terbit dari ufuk Timur.
"Huft, akhirnya selesai juga rasa sakit dan dendam yang ada didalam hatiku." Sedikit bernafas lega ia berbalik badan dan melihat ketempat Orang Tuanya dan Para Orang Keluarga Xiao berada.
Kemudian, Xiao Cai berjalan menghampiri mereka ...
"Ibu, Ayah ..." Ucap Xiao Cai melihat Dua sosok sedang menatap kepadanya.
Xiao Xin dan Xiao Zhan yang telah memulihkan diri dibuat terdiam dan melamun ketika melihat apa yang terjadi didepan matanya. Tetapi, segera lamunan mereka buyar saat melihat sosok putra mereka berdiri dihadapannya.
"Hiks ... Cai'er, Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Xiao Xin khawatir melihat putranya.
Xiao Cai membalas dengan anggukan kepala.
"Cai'er, Itu ... Bagaimana kau bisa berkultivasi kembali, Nak?" Tanya Xiao Xin dengan wajah penasaran dan terkejut.
"Iya, Cai'er. Bahkan, Ranah mu sekarang ..." Xiao Zhan juga penasaran, dia juga ikut berbicara tapi segera terhenti ketika perkataannya langsung dipotong oleh putranya.
"Ayah, Ibu ... Aku akan menjelaskannya nanti." Ucap Xiao Cai dengan nada pelan sambil menatap wajah kedua orang tuanya.
"Huft, Baiklah." Mereka menerima sambil menghela nafas ringan.
Kemudian, Xiao Cai memindahkan pandangannya kesamping, ia melihat Seorang Gadis muda berada disamping orang tuanya ...
"Terima Kasih, Xiao Wu ..." Ucap Xiao Cai sembari memberikan senyuman hangat.
"T-Tuan ..." Xiao Wu segera tertunduk malu sambil menganggukan kepalanya.
Xiao Cai hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Xiao Wu itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...