System : Adventure Of Cultivation

System : Adventure Of Cultivation
Ch.63 - Xiao Cai Wanted?


__ADS_3

**Kota Sijan


Tuan Muda Yu Lei yang telah dihajar oleh Seorang Gadis dan Seorang Pria, ia merasa telah dipermalukan dan tidak menerima penghinaan itu.


Setelah dia tersadar dari pingsannya, ia segera memberitahukan kepada ayahnya bahwa sepasang pria dan gadis telah memprovokasi dan mempermalukan nya.


Tetua Yu Mo adalah Tetua Luar Sekte Pedang Surgawi yang berada di Kekaisaran Tang. Walaupun Yu Mo hanya sebagai Tetua Luar Sekte saja, dengan latar belakang yang dia miliki membuat Orang-orang dari Kekaisaran Tang tidak akan ada yang berani memprovokasinya.


Mendengar seseorang telah memprovokasi dan mempermalukan putranya, itu membuat Yu Mo sangat marah, ia pun ingin membalas perbuatan orang yang telah mempermalukan putranya.


...


*Penginapan Bulan Perak, Kota Sijan.


Di depan Penginapan Bulan Perak, Terlihat Yu Lei, Yu Mo dan 50 Bawahannya sedang berdiri di Pintu masuk penginapan.


Yu Lei berjalan ke samping ayahnya, "Ayah, Pemuda dan Gadis itu berada disini." Ucapnya.


"Brat, kau kasih tau siapa orang itu, aku akan membunuhnya, karena telah berani mempermalukan putraku." Yu Mo berkata dengan angkuh dan sombong.


"Baik, ayah."


Yu Lei tersenyum misterius dan dia merasa sangat senang, ia tidak sabar ingin membalas penghinaan yang dilakukan mereka, bahkan ia berencana ingin memiliki gadis cantik yang bersama pria itu.


Segera Yu Mo, Yu Lei dan 50 bawahannya mendobrak Pintu masuk ke dalam penginapan Bulan Perak ...


Duar!


Yu Mo menendang pintu masuk penginapan hingga pintu itu hancur dan roboh, lalu mereka berjalan dengan angkuh dan sombong memasuki Aula Penginapan.


Para Pengunjung Penginapan dibuat terkejut saat mendengar ledakan dari pintu masuk, mereka ketakutan melihat siapa yang datang, hingga membuat mereka berkeringat dan membuat mereka tidak berani bergerak dari tempatnya berdiri.


Para Pegawai penginapan juga terkejut mendengar suara ledakan di pintu masuk, setelah melihat dan mengetahui siapa yang datang, Para Pegawai itu menjadi cemas dan penuh ketakutan.


Yu Mo dan Yu Lei menghampiri seorang Resepsionis Penginapan yang sedang berjaga di Meja Kasir.


"Nona Weiwei, Dimana Gadis dan Pria yang telah mempermalukan ku?" Yu Lei bertanya dengan nada kesal dan angkuh.


Weiwei melihat kedatangan Kelompok Yu Lei dan Yu Mo, ia merasakan cemas dan ketakutan hingga air keringat membasahi wajahnya, ia ketakutan karena ia mengetahui Latar Belakang mereka sangatlah kuat.


"T-Tuan Muda Yu Lei, Tuan Yu Mo ... Pria dan Gadis itu menyewa Dua Kamar VIP yang berada di Lantai 4." Jawab Yu Mei dengan penuh ketakutan.


Yu Lei segera tersenyum puas, ia melihat ke ayahnya, "Ayah, orang yang telah memprovokasi dan mempermalukan aku, mereka berada di Lantai 4." Ucapnya.


Menganggukan kepala sambil mengelus Jenggot, Yu Mo menoleh ke Para Bawahannya, "Segera kalian ke lantai 4, tangkap dan bawa orang itu ke hadapanku!" Titahnya.


"Baik, Tuan."


Segera para bawahannya menjalankan perintah tuannya, mereka bergegas menaiki tangga hingga ke lantai 4.


Tidak berselang lama, Para bawahan itu kembali menuruni Tangga, lalu mereka menghampiri Tuannya dengan berjalan dengan terburu-buru.


"M-Maaf, Tuan Besar. Itu ... Kami sudah mencari Pria dan Gadis itu di kamarnya, tapi kami tidak menemukan siapa-siapa didalam kamar mereka ..." Ucap salah seorang bawahan sambil berlutut dan penuh ketakutan.


"I-Iya, Tuan besar. Kami hanya menemukan Kunci Kamar yang tergantung di Pintu Kamar mereka." Lanjut bawahan lainnya sambil memberikan Dua Buah kunci.


Yu Mo mengerutkan keningnya, ia penuh dengan rasa kesal dan marah, "Sial, Apakah kalian sudah memeriksa baik-baik!" Yu Mo menarik kerah baju bawahannya.


"S-Sudah, Tuan."


"Cih, dasar kalian tidak berguna." Sambil menggertakan giginya, Yu Mo melempar bawahannya.


Kemudian Yu Mo menoleh dan melihat ke Resepsionis Weiwei dengan penuh amarah,


"Weiwei, segera beritahu aku dimana keberadaan Pria dan Gadis itu ... Atau aku akan meratakan Penginapan Bulan perak ini." Ucap Yu Mo sambil mengeluarkan Aura Dou Wang nya.


Yu Mo memiliki Ranah berada di Ranah Dou Wang*3 {Dou Raja}.


Bugh!


Weiwei langsung jatuh berlutut menerima tekanan dari Ranah Dou Wang, karena ia hanya masyarakat biasa bukan Seorang Kultivator.


"M-Mohon ampuni saya, Tuan. Saya tidak tau dimana orang itu berada, bahkan saya tidak ada melihat mereka keluar dari penginapan." Jelas Weiwei dengan penuh wajah ketakutan.


Ia juga merasa terkejut dan bingung, bagaimana bisa Pria dan Gadis itu tidak ada didalam kamarnya, karena setelah mengantar mereka berdua ke kamarnya, dia tidak ada melihat Sepasang orang itu keluar dari kamarnya, bahkan ia tidak melihat mereka berdua keluar dari dalam penginapan.


Yu Mo dan Yu Lei merajut alisnya mendengar penjelasan dari Resepsionis Weiwei, mereka beranggapan, apakah Dua Orang itu mengetahui akan kedatangan mereka. Bahkan, jika iya, darimana Dua Orang itu mengetahuinya.


Dengan Riak wajah yang kesal dan penuh emosi, Yu Lei menghampiri Weiwei yang sedang berlutut, ia mencengkram Leher Weiwei, "Nona Weiwei, segera beritahu kami identitas Orang berdua itu, jika kau tidak memberitahu kami ... Aku akan menyuruh ayahku untuk meratakan Penginapan Bulan Perak ini." Ucap Yu Lei dengan senyuman mengerikan.


"A-Ampun Tuan Muda Yu Lei, itu ..." Weiwei segera berhenti sejenak, dia merasakan bimbang, apakah dia harus memberitahu kepada mereka, jika iya bukankan dirinya tidak tahu terimakasih telah diberikan banyak tips oleh sepasang orang itu.


"Cepat kau katakan!" Yu Lei semakin memperkuat cengkraman tangannya.


Mau tidak mau, weiwei akhirnya memberitahu apa yang ia ketahui tentang identitas Pria dan Gadis itu.


"T-Tuan, sebenarnya saya mendengar Pria yang datang bersama gadis itu, dia memanggil Gadis cantik itu dengan panggilan Xiao Wu." Jelas Weiwei ketakutan dan merasakan sakit karena sulit bernafas.


Plak!


"Cih, dasar tidak berguna." Yu Lei melepas cengkraman tangannya, lalu dia menampar Weiwei.


"Hiks, Aww ... Huft."


Dengan air mata keluar dimatanya, ia sambil memegangi pipinya yang terasa sakit, Weiwei kembali berusaha mengatur nafasnya.


Kemudian, Yu Lei menoleh dan melihat ke ayahnya, "Ayah, Gadis yang aku ceritakan itu bernama Xiao Wu. Apakah ayah tahu atau mengenali seseorang yang memiliki nama seperti itu?" Tanya Yu Lei.

__ADS_1


"Xiao Wu, ya? Hm ...." Sambil mengelus jenggot hitamnya, ia berusaha mengingat seseorang yang mempunyai nama seperti itu, atau ia mencoba mencari tahu informask yang bisa mendekati tentang asal gadis itu.


Tidak berselang lama, akhirnya Yu Mo mengingat sesuatu, "Aku tidak tahu seseorang yang bernama Xiao Wu ... Tetapi ayahmu memperkirakan jika dilihat dari Nama Belakangnya yaitu Xiao, kemungkinan Gadis itu memiliki Marga Xiao ..." Jelas Yu Mo sambil melihat kearah putranya.


"Dan yang aku ketahui, bahwa Keluarga Xiao itu berada di Kota Tian." Lanjutnya.


"B-Benarkah, Ayah?"


Sontak membuat Yu Lei senang, karena jika benar gadis itu berasal dari Keluarga Xiao di Kota Tian, dengan latar belakang yang dia miliki, ia pasti bisa memiliki gadis cantik itu, dan ia juga bisa membunuh pria yang bersama gadis itu.


Sambil tersenyum angkuh dan sombong, Yu Mo menganggukan kepalanya, "Aku yakin perkiraan aku itu benar, Gadis Xiao Wu dan Pria itu berasal dari Keluarga Xiao di Kota Tian."


Lalu Yu Lei menganggukan kepalanya dengan bahagia.


"Segera kalian hancurkan penginapan ini ..." Ucap Yu Mo sambil memberi perintah kepada bawahannya.


"Dan bunuh Gadis Weiwei itu." Lanjut Yu Mo.


"Baik, Tuan."


"Haha ..."


Kemudian Yu Lei dan Ayahnya tertawa bersama, lalu mereka berbalik melangkah keluar meninggalkan penginapan itu.


...****************...


Kota Tian, Kediaman Keluarga Xiao.


Setelah Xiao Cai berbincang-bincang dengan Kedua Orang Tuanya, dia melanjutkan makan bersama dengan kedua orang tuanya dan Xiao Wu.


*Di Rumah Xiao Cai.


Terlihat Xiao Cai sedang membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, dia sedang merasa bosan tidak tahu mau melakukan apa.


"Aku melakukan apa ya, Xiao Wu sedang bersama orang tuaku..." Gumamnya.


"Ai ... Lebih baik aku periksa statusku." Mengacak-ngacak rambutnya, ia bangkit duduk bersila diatas kasur.


"Sistem, Open Status." Ucapnya dengan nada malas.


[STATUS]


[Nama: Xiao Cai]


[Gelar: Tuan Muda Xiao, Penguasa Xiao Land]


[Umur: 17 Tahun (L)]


[Ras: Manusia, Naga, Elf, Ular]


[Profesi: Alchemist Tingkat 9{Dewa}]


[Spiritual: Di State Tahap Awal]


[Tubuh]


Ø  Dewa Asura [100%]


Ø  Dewa Surgawi [100%]


Ø  Dewa Elemen [100%]


[Seni Bela Diri]


v   5 Pedang Dewa


v   Creation Heavenly Flame (Dewa)


v  1000 Bayangan (Dewa)


v  Heavenly Destroyer Lotus Flame


[Kemampuan]


v  Elemen Api (100%), Element Air (100%), Element Tanah (100%), Element Angin (100%), Element Petir (100%), Element Logam (100%), Element Kayu (100%), Element Es (100%), Element Ruang (100%), Element Cahaya (100%), Element Kehidupan (100%), Element Kematian (100%), Element Kegelapan (100%), Elemen Magma (100%), Elemen Yin-Yang (100%), Element Waktu (100%), Element Racun (100%)


v  23 Heavenly Flame


v  Supreme Rainbow Lotus Flame


[Vena Ilahi]


v  Naga {1.000.000/100.000.000}


v  Qilin {100.000/100.000.000}


v  Phoenix {500.000/100.000.000}


v  Kura-Kura {150.000/100.000.000}


v  Harimau Suci {200.000/100.000.000}


v  Ular Kepala 9 {1.000.000/100.000.000}


v  Kelinci {500.000/100.000.000}


[Senjata]

__ADS_1


v Pedang Dual Surgawi (Surgawi)


[Poin Sistem: 1.929.500/100 Kuadriliun]


[Poin Kekayaan: 65.104.875 Koin Emas]


[PET]


v  Shukaku Beast Tailed


[BAWAHAN]


. Xiao Wu dan 5002 Beast Spirit


. Xiao Ying{Phoenix Api}


[PENYIMPANAN]


o   Cincin Penyimpanan Yu Lei


o   2 Box Surgawi, 3 Box Ilahi, 7 Box Dewa


o   Topeng Dewa


o   Harta Keluarga Ao


[SHOP]


[MISI]


[UPGRADE]


[Versi.200]


Lalu Sebuah Layar Hologram Putih dengan garis berwarna emas muncul terpampang didalam kepalanya.


Xiao Cai merasa puas melihat tampilan statusnya, walaupun karena suatu alasan Ranah dia yang sebenarnya berada di Dewa Kuning*1 disegel oleh sistem, dan itu membuat dia hanya bisa mengeluarkan Kekuatan Dou Sheng*9, tidak membuat ia kecewa sama sekali.


Lalu Xiao Cai mengeluarkan Dua barang dari Penyimpanan Sistem ...


Wush!


Dua Buah Cincin penyimpanan muncul di telapak tangannya.


Kemudian, Xiao Cai mengalirkan kesadaran spiritual nya melihat kedalam cincin itu, ia tersenyum manis melihat Dua Cincin penyimpanan itu berisi Barang-barang Tuan Muda sombong Yu Lei dan berisi Harta Keluarga Ao yang dulu pernah ia ambil.


Setelah itu, ia memutuskan untuk menjual semua harta itu ke suatu Toko Pelelangan atau Toko lainnya.


"Yosh, daripada aku tidak tahu hendak mau ngapain, lebih baik aku sekalian jalan-jalan mengelilingi Kota Tian ini." Ucap Xiao Cai sambil bangkit berdiri dari kasur, ia berjalan keluar dari kamarnya.


Xiao Cai hendak melangkah keluar rumah, tetapi saat dia hendak melangkah keluar, ia teringat akan suatu hal.


"Xiao Ying, keluarlah." Ucap Xiao Cai dengan nada pelan.


Wush!


Sosok Wanita dewasa yang memiliki wajah cantik dengan memakai Gaun berwarna Merah muncul dihadapannya.


"Hamba, Xiao Ying. Menghadap Tuan Muda Xiao Cai."


Sambil memberi hormat, Wanita yang bernamakan Xiao Ying itu berlutut kepadanya.


"Berdirilah, Xiao Ying." Ucap Xiao Cai sambil menganggukan kepalanya.


"Baik, Tuan."


"Aku ada misi yang harus kau lakukan untukku ..." Jelas Xiao Cai dengan tanpa berbasa-basi lagi.


"B-Benarkah, Tuan? Yeay..." Ia melompat dengan gembira.


Sontak Xiao Ying merasa bahagia, akhirnya ia mendapatkan misi pertama dari Tuannya, karena ia beberapa waktu ini sudah kesal dengan sosok Rakun yang selalu menggodanya didalam Ruang Binatang.


"M-Maaf, Tuan." Ucap Xiao Ying tersadar atas tingkahnya.


Xiao Cai menggelengkan kepalanya melihat tingkah bawahannya itu.


"Aku ingin kau mencari keberadaan Kelompok Tentara Bayaran, yang bernamakan Tentara Bayaran Kepala Kotak. Mereka bermarkas di suatu tempat di Kota Tian ..." Ucap Xiao Cai dengan nada acuh tak acuh.


"Lalu jika kau sudah menemukan markas mereka ... segera hancurkan dan ratakan markas mereka, tetapi kau ambil dulu semua harta yang mereka punya." Lanjut Xiao Cai sambil tersenyum misterius.


"Eh, Hanya itu Tuan?"


Xiao Ying merasa terkejut, ia kira bahwa Tuannya akan memberikan misi yang sangat sulit kepadanya.


"Iya."


Xiao Cai acuh tak acuh menganggukan kepalanya.


"Baik, Tuan." Xiao Ying tidak membantah atau ingin mengetahui alasan dibalik perintah Tuannya, ia sangat senang sekali saat ini.


Wush!


Kemudian Xiao Ying menghilang dalam sekejap dari tempat mereka berdiri.


Setelah itu Xiao Cai kembali berjalan melangkah keluar dari rumahnya, ia hendak melihat-lihat Kota Tian untuk menghilangkan bosan dan mengisi waktu luangnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2