
** Di Sebuah Halaman Luar Kota Tian.
Diatas langit, Puluhan Ribu orang mengenakan pakaian serba warna putih tiba-tiba berdatangan ke wilayah luar Kota Tian.
Setiap orang dari Puluhan Ribu orang yang berdatangan itu, mereka masing-masing sedang duduk sambil menunggangi Seekor Beast Burung.
Terlihat beberapa Ratus Orang berada didepan Puluhan Ribu orang yang menunggangi Beast Burung itu. Ratusan orang itu sedang berdiri dengan sepasang sayap Douqi berada dibelakang punggungnya.
Diantara Puluhan ribu orang yang berpakaian serba warna putih itu, terdapat sosok wanita muda yang memiliki paras wajah yang sangat cantik.
Dia mengenakan pakaian berwarna Putih dengan garis biru menghiasi pakaiannya. Dengan pernak-pernik perhiasan berwarna kuning diatas kepala gadis itu seperti menyerupai Sebuah Mahkota berwarna Emas, yang mana hal itu membuat kecantikan paras dan keeleganan dari sosok gadis itu bertambah.
Gadis itu sedang berdiri didepan Puluhan Ribu orang. ia berdiri dengan sepasang sayap Douqi berwarna Hijau dibelakang punggungnya.
Gadis muda elegan nan cantik itu, ialah Yu Mei. Matriak Sekte Pedang Surgawi.
Yu Mei telah diperintah oleh Patriak Sekte Pedang Surgawi sebelumnya, sekaligus guru yang telah mengajarkan kultivasi padanya.
Dia mendapat perintah dari gurunya untuk mengumpulkan semua orang dari Sekte agar mereka segera bergegas berangkat ke Kota Tian untuk membantu dan membalaskan dendam kematian beberapa Tetua Luar Sekte yang sedang berkonflik dengan salah satu Keluarga besar yang berada di Kota kecil, Kota Tian.
Awalnya, Yu Mei ingin menolak gagasan para tetua yang mengatakan untuk membalas dendam kepada orang yang telah berani memprovokasi dan membunuh orang-orang dari Sekte Pedang Surgawi nya.
Tetapi, ketika gurunya tiba-tiba keluar dari meditasi dan muncul dihadapannya, gurunya itu mengatakan bahwa dia memiliki pemikiran yang sama dengan para tetua. Hal itu membuat Yu Mei tidak berani menolak perintah dari gurunya.
Ketika Yu Mei beserta Puluhan Ribu anggota Sekte Pedang Surgawi hendak terbang memasuki ke dalam Kota Tian, mereka dikejutkan dengan sebuah pemandangan kota yang telah berubah.
Mereka melihat Kota Tian telah hancur berantakan yang sebagian tempat telah rata menjadi debu, seperti pertempuran hebat baru saja terjadi ditengah-tengah alun kota.
Lalu, Yu Mei beserta seluruh anggota Sekte Pedang Surgawi nya kembali dibuat kaget.
Ketika mereka mencoba merasakan Aura Qi dari Tetua Yu Mo dan Para Tetua luar lainnya, beserta Ribuan anggota Sekte Pedang Surgawi yang sebelumnya berangkat pergi menuju Kota Tian bersama dengan Yu Mo, mereka sama sekali tidak bisa merasakan Aura Qi dan menemukan keberadaan Yu Mo beserta seluruh kelompoknya itu berada.
Hal itu sontak membuat Yu Mei dan seluruh Anggota Sekte Pedang Surgawi segera mengetahui suatu hal, yaitu bahwa Yu Mo beserta seluruh kelompoknya telah tewas.
Mereka semua merasa kecewa dan menyesal karena datang terlambat untuk segera menyelamatkan dan membantu Yu Mo beserta Kelompoknya.
Berbeda dengan Yu Mei. Walaupun dia sedikit merasakan amarah didalam hatinya disaat mengetahui orang-orang dari sekte ia telah tewas, dia tidak terlalu memikirkan itu. Karena sifat yang dimiliki Yu Mo dan kelompoknya itu memiliki sifat yang buruk.
Yu Mei bertanya-tanya didalam hatinya. Dia merasa bingung dengan masalah apa yang sebenarnya dimiliki Yu Mo di Kota Tian.
Bahkan membuat seseorang yang berkonflik dengan mereka itu tidak merasakan takut untuk memprovokasi dan membunuh orang-orang dari Sekte Pedang Surgawi yang notabene nya adalah salah satu keberadaan kuat yang berada di Benua Xingchen, khususnya di Kekaisaran Tang.
Yu Mei juga merasa penasaran. Ia mengetahui kekuatan kultivasi yang dimiliki orang-orang yang berangkat bersama Yu Mo.
Selain Yu Mo yang memiliki Ranah Dou Wang, terdapat 30 Tetua Luar juga memiliki Kultivasi berada di Ranah Dou Wang. Apalagi, sudah ditambah dengan Ribuan orang yang merupakan gabungan dari beberapa Murid luar sekte dan prajurit yang dimiliki Yu Mo itu berada di Ranah Dou Zhe hingga Ranah Dou Shi.
Dengan semua barisan pertempuran yang dimiliki Yu Mo itu, Yu Mei merasa yakin bahwa barisan itu sudah bisa menghancurkan sebuah kota kecil, seperti Kota Tian. Padahal, hanya untuk menyelesaikan konflik dengan salah satu Keluarga besar yang berada di Kota Tian, hal itu pasti mudah dan bukan hal yang sulit untuk mereka lakukan.
Setelah itu, Yu Mei mengalihkan pandangannya. Dia melihat Ratusan Ribu orang sedang berdiri didekat pintu masuk kota Tian yang tidak jauh dari bawah kaki tempat ia berdiri.
Ia memiliki pemikiran bahwa ratusan ribu orang dibawah nya itu merupakan Penduduk kota Tian.
.........
Di samping Yu Mei, Para Tetua Sekte Pedang Surgawi juga memandangi Para Penduduk Kota.
"Hei, kalian lihat disitu ..."
"Bu-bukankah itu pemuda dari Keluarga Xiao?"
"Iya, benar. Dia adalah pemuda yang memiliki konflik dengan putra nya Tetua Yu Mo."
Para Tetua dibuat tersentak kaget saat mereka melihat diantara para penduduk kota itu terdapat salah seorang pemuda yang memiliki wajah yang sama dan sesuai dengan informasi yang mereka terima saat sebelum berangkat ke kota tian.
Yu Mei mendengar pembicaraan para tetua, Dia mengalihkan pandangannya. Ia melihat lurus ke bawah dan ia menatap ke tempat sosok pemuda yang berdiri diantara ratusan ribu penduduk.
__ADS_1
Setelah Yu Mei melihat dengan jelas wajah pemuda itu, sontak membuat ia sangat terkejut, "Ca-cai Xiao?! Ba-bagaimana mungkin itu dia? Mengapa ia bisa berada disini?" Dengan wajah anggun yang cepat berubah menjadi ekspresi terkejut, Yu Mei merasakan penuh tanda tanya didalam hatinya.
Dia tidak menduga bahwa ia akan bertemu kembali dengan sosok pemuda yang telah selama ini ia rindukan.
Sejak pertemuan pertama kali dengan pemuda itu di sebuah tempat yang berada didalam Hutan Beast dan sejak dia pernah ditolong oleh pemuda itu, ia sudah merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada sosok pemuda itu.
Beberapa kali, Yu Mei telah mencoba untuk mencari keberadaan dari sosok pemuda itu, tapi sayang sekali waktu belum saatnya mempertemukan dia dengan pemuda itu.
Kini, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan sosok pemuda yang telah membuat ia jatuh cinta secara tidak terduga.
.........
Beberapa Para Tetua melihat riak terkejut dari wajah Matriak sekte, mereka sedikit merasa bingung, tapi mereka hanya memikirkan itu sesaat sebelum mereka berbalik badan.
"Kalian, serang pemuda yang berada dibawah sana! Dia yang telah membunuh para tetua luar Sekte kita!" Salah Seorang yang memiliki jabatan Elder Agung di Sekte Pedang Surgawi, dia berteriak dengan suara yang lantang.
"Ba-..."
Belum sempat Puluhan ribu orang yang sedang menunggangi Beast burung itu merespon perkataan Elder Agung, mereka dibuat terdiam saat Matriak Sekte mereka mengangkat tangan sebagai pertanda berhenti.
"Matriak Sekte, ad-ada apa dengan anda?" Elder Agung melirik dan menatap Yu Mei dengan ekspresi bingung diwajahnya.
"Kalian semua! Jangan ada satu orangpun yang berani mengambil tindakan sebelum ada perintah dariku!" Titah Yu Mei dengan pandangan yang masih fokus menatap sosok pemuda yang ia kenali itu.
Semua orang merasa bingung atas perkataan Matriak Sekte mereka, tapi tidak ada satupun dari mereka yang berani melanggar ataupun menentang perkataan dari Pemimpin sekte mereka.
...****************...
**Welcome Back To MC.
Terlihat Xiao Cai sedang berdiri tegap diantara para penduduk kota dan Keluarga Xiao nya.
Ia sedang mendongak melihat ke atas langit dengan kening yang sedikit berkerut.
"Sistem, Apakah kau tahu siapa orang-orang yang berada diatas langit itu?" Xiao Cai berkata pelan.
[Kemungkinan mereka itu hendak membantu Yu Mo beserta pasukannya, Tuan.]
Mendapat penjelasan dari sistem yang berada didalam kepalanya, dia menganggukan kepala ia dengan pelan.
Lalu, ia melihat bahwa orang-orang yang sedang duduk diatas Seekor Beast Burung itu berjumlah 50.000 orang.
ia juga mendapati 130 sosok yang sedang berdiri dengan sepasang sayap Douqi dibelakang punggungnya.
Kemudian, pandangan mata Xiao Cai terfokus dan berhenti disaat ia melihat sesosok wanita yang sedang berdiri dibarisan paling depan.
Tidak berselang lama ia melihat dengan jelas wajah sosok wanita itu, segera Ekspresi wajah datar Xiao Cai berubah menjadi wajah yang penuh keterkejutan.
"Yu Mei?! Apakah itu benar dia?" Xiao Cai tersentak kaget ketika ia mengenali wajah dari sosok wanita yang berada diatas langit.
Xiao Cai teringat momen waktu dimana dia pertama kali bertemu dengan Yu Mei, beserta ketika ia membantu mengobati luka yang diderita Yu Mei.
Dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan gadis Yu Mei disini.
Setelah mengingat kembali kenangan yang ia miliki dengan Yu Mei, Xiao Cai tersadar akan suatu hal.
"Sistem, tampilkan status gadis yang berada disana." Ucapnya pada sistem, sembari ia ingin memastikan apa yang sedang ia pikirkan.
[Nama: Yu Mei]
[Umur: 21 Tahun]
[Level: Dou Houang*9]
[Gelar: Matriak Sekte Pedang Surgawi]
__ADS_1
Ketika sistem menampilkan status yang dimiliki Yu Mei, ia melihat tampilan status Yu Mei dengan riak wajah sedikit terkejut. Ternyata benar apa yang sedang ia pikirkan. Ia memiliki pemikiran bahwa dengan kekuatan Yu Mei yang berada di Ranah Dou Houang, pasti Yu Mei memiliki latar belakang yang lumayan kuat.
Setelah itu, Riak Wajah Xiao Cai kembali acuh tak acuh. Jika kedatangan Yu Mei bersama Puluhan Ribu orang diatas langit itu hendak membalaskan dendam atas kematian Yu Mo beserta kelompoknya, maka ia tidak akan segan-segan untuk menghadapi keberadaan kuat seperti Sekte Pedang Surgawi.
Kemudian, Xiao Cai mengeluarkan sepasang sayap Douqi berwarna Emas Kemerahan muncul dibelakang punggungnya.
Wush!
Lalu, Xiao Cai mengepakkan sepasang sayap Douqi nya, dia melesat terbang ke atas langit.
Diatas langit, ia tidak butuh waktu lama telah berdiri tepat tidak jauh dari hadapan tempat Yu Mei berdiri.
Untuk sesaat, Xiao Cai menatap Ratusan orang yang memiliki sepasang sayap Douqi yang berada dibelakang punggung mereka dan ia juga menatap 50.000 orang yang sedang menunggangi Seekor Beast Burung sebelum ia kembali melirik wajah cantik Yu Mei.
"Sudah lama kita tidak bertemu, Nona Yu Mei." Xiao Cai duluan menyapa Yu Mei dengan sedikit memunculkan sebuah senyuman disudut bibirnya.
"Sa-saudara Ca-cai Xiao?! Apakah itu benar anda?" Ucap Yu Mei dengan nada gugup, ia melirik wajah pemuda yang berdiri didepannya.
Xiao Cai menganggukan kepalanya sembari tersenyum pada Yu Mei.
Mendapat jawaban dari Xiao Cai, riak wajah Yu Mei semakin gugup dengan sedikit kerinduan didalam hatinya.
"Apakah kau yang bernama Xiao Cai?" Salah seorang paruh baya bertanya dengan tatapan sinis kepada Xiao Cai.
Sesaat Xiao Cai baru saja menyapa Yu Mei, salah seorang yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka berdua itu berjalan menghampiri mereka.
"Guru, nama pemuda itu bukanlah Xiao Cai, tapi Cai Xiao." Jelas Yu Mo sembari melirik sosok yang tiba-tiba berbicara.
Xiao Cai merajut alisnya melihat pria paruh baya yang tiba-tiba bertanya padanya. Dia melihat pria paruh baya itu berjalan diatas udara kosong.
"Ckck, Apakah kau bertanya nama seseorang tanpa memperkenalkan diri mu terlebih dahulu?" Sedikit tertawa menghina, Xiao Cai kembali memberikan pertanyaan kepada pria paruh baya itu dengan nada acuh tak acuh.
Ia tidak berniat untuk bersikap sopan kepada seseorang yang melihat diri ia dengan tatapan sinis dan kepada orang yang tiba-tiba bertanya nama tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Bukan jawaban yang ia terima, melainkan sebuah kata-kata yang tidak sopan sama sekali. Segera Wajah pria paruh baya itu berubah menjadi gelap,
"Haha ... ini pertama kali ada seorang pemuda yang memiliki nyali berkata seperti itu padaku." Ucapnya dengan nada penuh kesombongan.
Xiao Cai masih bersikap tenang dengan menampilkan riak wajah datar memandangi pria paruh baya itu, dia telah merasakan kultivasi pria bayah itu berada di Ranah Dou Zun*1.
..........
Setelah itu, Elder Agung berjalan mengambil langkah maju, ia menghampiri tempat Xiao Cai, Yu Mei, dan Pria paruh baya sedang mengobrol.
Lalu, Elder Agung itu dengan penuh hormat, dia membungkukkan miring tubuhnya menghadap Pria paruh baya dan Yu Mei. Kemudian, ia kembali berdiri dan melirik wajah Xiao Cai,
"Patriak Sekte sebelumnya, Matriak Sekte Yu Mei ... Pemuda itulah yang bernama Xiao Cai, dia juga yang telah memprovokasi dan membunuh Tetua luar Yu Mo dan pasukannya."
Dengan riak wajah penuh kekesalan dan penuh kebencian, Elder Agung itu menatap wajah Xiao Cai sembari menggerakan jari telunjuk tangan kanan ia menunjuk Xiao Cai.
"Apa?! Ba-bagaimana mungkin?" Yu Mei pertama bereaksi. dia tersentak kaget saat mendengar perkataan dari Elder Agung itu.
"Sa-saudara Cai Xiao ... Ap-apakah benar nama anda, ialah Xiao Cai?" Tanya Yu Mei dengan nada gugup dan wajah terkejut sembari menatap wajah Xiao Cai seperti meminta sebuah jawaban.
Xiao Cai terdiam untuk sesaat, lalu ia menatap wajah Yu Mei, kemudian ia mengangkat sudut bibirnya ke atas, "Iya, Namaku sebenarnya adalah Xiao Cai." Ucap Xiao Cai dengan nada acuh tak acuh.
Xiao Cai tidak menunggu reaksi Yu Mei, dia kembali melirik dan menatap wajah Ketiga orang didepannya, "Apa maksud kedatangan kalian kemari?" Tanyanya dengan nada yang dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
#BERSAMBUNG ....
.
__ADS_1
.
.