
Sebelumnya, Xiao Cai telah beberapa kali melancarkan pukulan secara terus menerus, dia menyerang Patriak Jie Lao dan Patriak Ba Shen hingga membuat kedua patriak itu penuh dengan luka lebam di seluruh tubuhnya.
Kini, Terlihat Xiao Cai sedang memiliki riak wajah dingin, dia menatap acuh tak acuh dan ia melihat patriak Jie Lao dan Patriak Ba Shen yang sudah terluka dan terbaring di atas tanah.
Ia berjalan dan mengambil langkah kaki dengan pelan, ia mendatangi ke tempat patriak Jie Lao dan Ba Shen yang sedang terbaring penuh luka.
Tap!
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Xiao Cai telah berdiri tepat di hadapan kedua Patriak Jie Lao dan patriak Ba Shen.
......................
Melihat agak kabur sosok pemuda di depan mata nya, patriak jie lao dan patriak ba shen sedang berusaha memulihkan diri dengan cepat agar mereka berdua bisa menyerang balik sosok pemuda yang telah memukuli mereka hingga babak belur.
Tapi naas, saat mereka berdua sedang terbaring sembari mencoba memulihkan diri, riak wajah mereka berdua berubah menjadi semakin gelap, mereka juga dipenuhi dengan rasa takut didalam hati, saat mendapati sosok Xiao Cai telah kembali berdiri di hadapan mereka.
Xiao Cai melihat riak penuh ketakutan di wajah kedua patriak itu, dia hanya acuh tak acuh, lalu ia membungkuk kan badan dan berjongkok.
Kemudian, ia menggerakan tangan kanan, ia menyentuh bawah dagu patriak Jie Lao sambil memunculkan sebuah senyuman melengkung di sudut bibirnya.
"Tua bangka, aku ingin bertanya padamu." Ucap Xiao Cai sambil memberikan riak wajah dingin pada patriak Jie Lao dan Ba Shen.
Jie Lao merespon pertama sambil merajut kan alis, dia bingung kenapa pemuda di depan mata mereka tiba-tiba ingin bertanya,
"Ii-ingin bertanya apa kau kepada kami!" Ucap Jie Lao yang sedikit gelagapan.
"Apa yang kalian berdua rencanakan dengan tentara bayaran kepala kotak?" Tanya Xiao Cai dengan acuh tak acuh.
"Aku tidak mengerti maksud mu, bocah!"
"Ii-iya, bocah ... Ap-apa maksud pertanyaan mu!"
Ekspresi Jie Lao dan Ba Shen sedikit memunculkan jejak rasa kebingungan.
"Apa hubungan yang kalian miliki dengan Ras Demon?" Tanya Xiao Cai dengan nada penuh penekanan dan intimidasi.
Xiao Cai memiliki pendapat bahwa sampel darah yang ditemukan Xiao Ying saat hendak menghancurkan markas tentara bayaran kepala kotak itu ada kaitan nya antara Jia Lao, Ba Shen, dan Ketua Tentara bayaran kepala kotak.
Hanya saja ia belum mengetahui bagaimana bisa mereka bertiga memiliki hubungan dengan ras demon hingga sampai mendapatkan darah dari ras itu, dan ia juga belum mengetahui apa rencana yang dimiliki mereka bertiga dengan sampel darah itu.
Bahkan, saat ini Xiao Cai juga belum menyelidiki dengan serius tentang keberadaan dari Ras Demon.
"Ra-ras Demon?"
Ekspresi kaget tergambar jelas di wajah Jie Lao dan Ba Shen saat Xiao Cai mengatakan kalimat ras demon, Kedua patriak itu tidak menyangka pemuda dihadapan mereka berdua bertanya kepada mereka tentang ras demon, bahkan mereka berdua merasa terkejut mendengar pemuda itu bisa mengetahui keberadaan Ras Demon.
__ADS_1
Melihat ekspresi terkejut di wajah Jie Lao dan Ba Shen, Xiao Cai mengangkat sudut bibir ke atas, ia tersenyum, "Aku mengetahui banyak misi yang telah kalian berikan pada tentara bayaran kepala kotak dan aku juga mengetahui hubungan kalian tidak semudah itu ..."
"Bahkan, sebelum aku menghancurkan tentara bayaran kepala kotak, aku menemukan sampel darah dari ras demon didalam markas mereka." Kata Xiao Cai dengan acuh tak acuh.
Ia sedikit berbohong dengan mengatakan bahwa diri ia yang menghancurkan tentara bayaran kepala kotak, padahal yang sebenernya menghancurkan markas tentara bayaran kepala kotak dan sekaligus yang menemukan sampel darah ras demon itu adalah bawahan nya, yaitu Xiao Ying.
"Ap-apa!"
Ekspresi Jie Lao dan Ba Shen semakin lebih terkejut, ketika mereka berdua mendengar bahwa tentara bayaran kepala kotak telah hancur oleh pemuda dihadapan mereka.
Bahkan, mereka berdua tidak menyangka pemuda itu bisa mengetahui dan menemukan sampel darah dari ras demon didalam markas tentara bayaran kepala kotak.
Jie Lao dan Ba Shen saling memandang untuk sesaat, kemudian salah satu diantara mereka kembali menatap Xiao Cai,
"Ba-bagaimana kau bisa mengetahui itu?" Jie Lao menatap rumit dan penuh keterkejutan melihat ke Xiao Cai.
Xiao Cai menanggapi hanya dengan senyuman misterius, "Darimana kalian mendapatkan darah dari ras demon itu? Apa yang kalian rencanakan? Dan dimana letak persembunyian mereka?" Tanya Xiao.
"Cih, bocah ... Aku tidak akan menjawab pertanyaan dan memberitahukan tentang itu kepada mu!" Teriak Jie Lao yang enggan membocorkan rahasia dan tidak mau menjawab pertanyaan dari Xiao Cai.
"Lebih baik kau bunuh saja kami daripada kami berdua harus memberitahukan tentang ini kepadamu!" Ba Shen juga berkata.
Xiao Cai melepas cengkraman tangan nya di dagu mereka berdua, lalu ia mengusap-usap kedua telapak tangan, "Apa kalian yakin tidak ingin memberitahu tentang ras jelek itu padaku?" Tanya Xiao Cai dengan acuh tak acuh sambil melengkungkan sudut bibir ia ke atas.
"Meskipun kami mati, kami berdua tidak akan menjawab pertanyaan mu ..."
Walaupun Jie Lao dan Ba Shen merasa penuh dengan ketakutan didalam hati nya saat ditatap oleh Xiao Cai, mereka berdua tetap berusaha menenangkan diri dan tetap teguh dengan pemikiran mereka berdua.
Jika mereka berdua memberitahukan informasi tentang Ras demon itu, mereka berdua tidak tahu lagi apa yang akan terjadi kepada mereka, jika mereka berdua berani memberitahukan keberadaan dan letak persembunyian ras demon itu kepada Xiao Cai.
Bahkan, Jie Lao dan Ba Shen merasa lebih baik mereka berdua mati saja daripada harus memberitahukan letak persembunyian ras demon itu, bagaimana pun mereka mengetahui seperti apa kejam nya ras demon itu jika ada seseorang yang berani membocorkan informasi tentang keberadaan atau pun letak persembunyian Ras Demon itu.
"Oh, baiklah kalau kau tidak mau memberitahukan padaku." Xiao Cai hanya menjawab dengan acuh tak acuh.
Xiao Cai yang melihat Jie Lao dan Ba Shen sangat teguh dan kukuh tidak mau menjawab pertanyaan dan memberitahu informasi tentang ras demon kepadanya, ia menatap Jie Lao dan Ba Shen dengan acuh tak acuh, lalu ia menggerakan jari telunjuk nya horizontal ke depan menunjuk mereka berdua ...
"Meledak!"
Xiao Cai mengarahkan jari telunjuk tangan kanan dia yang sudah ia lapisi dengan Energi alam, ia menunjuk ke arah Jie Lao dan Ba Shen.
"Ap-apa!"
Sesaat setelah suara Xiao Cai jatuh, Jie Lao dan Ba Shen melihat gerakan biasa pemuda tidak jauh berada di depan mereka itu, seketika mereka berdua memiliki riak wajah yang penuh dengan riak ketakutan, mereka berdua merasakan sebuah Aura Qi yang sangat panas dan tak kasat mata keluar dari jari telunjuk pemuda itu yang mengarah kepada mereka berdua.
Jie Lao dam Ba Shen yang tidak bisa melihat arah jalur serangan dari Aura Qi panas itu, membuat mereka tidak sempat menangkis serangan yang datang tiba-tiba menghantam dan akan membuat tubuh mereka terbakar oleh Aura Qi itu.
__ADS_1
Duar!
Seketika Energi tak kasat mata yang dipenuhi Qi panas dan energi alam membuat seluruh tubuh Jie Lao dan Ba Shen terbakar dan meledak hingga mereka berdua tewas dalam sekejap mata.
[Dudu ~ Selamat Tuan telah berhasil membunuh Dua orang Ranah Da Dou Shi*9]
[Dudu ~ Selamat Tuan mendapatkan 2.000.000 Point Sistem]
Xiao Cai dengan acuh tak acuh dia mengabaikan suara sistem yang tiba-tiba berdering didalam kepala nya.
...****************...
"Ga-gawat, Pa-patriak Jie Lao ... telah tewas ..."
"Bahkan, patriak Ba Shen juga telah tewas dibunuh pemuda sampah itu!"
Para Prajurit Jie Lao dan Prajurit Ba Shen yang sedang menghadapi sosok gadis bergaun merah, mereka terkejut saat melihat Pemimpin keluarga mereka telah tewas dalam sekejap dibunuh oleh seorang pemuda yang di anggap sampah.
Bugh!
Seketika Para Prajurit itu jatuh berlutut dan mereka dipenuhi dengan rasa putus asa dan penuh ketakutan.
Bahkan, dua kelompok prajurit itu sudah tidak memiliki semangat bertarung lagi, seperti hanya pasrah menunggu kematian mereka masing-masing tiba.
...****************...
** Kembali ke Mc.
Setelah Xiao Cai membunuh Patriak Jie Lao dan Ba Shen, Xiao Cai masih memiliki ekspresi berwajah dingin dan tatapan acuh tak acuh, meskipun ia tidak mendapat dan mendengar jawaban apapun tentang ras demon itu.
Kemudian, Xiao Cai berbalik badan, dia mendongak kan kepala nya melihat ke atas langit, ia melihat ke tempat Xiao Wu dan Tetua Yu Mo beserta 29 pengikut mereka berada.
ia mendapati sosok Xiao Wu yang sudah sangat terpojok dan terdesak yang sedang bertarung dan menghadapi Tetua Yu Mo dan 29 Dou Raja lain nya dari Sekte Pedang Surgawi.
Tanpa berpikir lama-lama lagi, Xiao Cai perlahan menjadi bayangan transparan ...
Wush!
Xiao Cai menghilang dari tempat ia berdiri dalam sekejap hingga membuat tanah bekas pijakan kaki nya retak menjadi lubang yang sedikit dalam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
** BERSAMBUNG ...
.
__ADS_1
.