System : Adventure Of Cultivation

System : Adventure Of Cultivation
Ch.67 - Hari Pelelangan


__ADS_3

Rumah lelang terbesar Kota Tian dan cabang bisnis dari salah satu keluarga besar Kekaisaran Tang, yaitu Keluarga Huang.


Keluarga Huang memiliki kekuatan cukup kuat di Kekaisaran Tang sudah selama beberapa abad.


Mereka memiliki jaringan yang mengesankan dan beberapa Rumor mengatakan bahwa pemimpin keluarga Huang termasuk salah satu dari 10 Besar Ahli Teratas di Benua Xingchen.


Bahkan, Keluarga Huang memiliki hubungan yang dekat dengan Keluarga Kekaisaran.


Oleh karena itu, dengan latar belakang yang dimiliki Rumah lelang itu, tidak ada yang berani untuk mencoba melawan dan memprovokasi mereka.


...****************


...


**Kota Tian.


2 Hari kemudian …


Hari pelelangan telah tiba, semua orang berdatangan ke Kota Tian untuk meramaikan dan menyaksikan pelelangan yang terjadi setiap setahun sekali, serta pelelangan terbesar Se-kota Tian.


Para penduduk merasa sangat berantusias, terdengar suara riuh pikuk dari para pedagang, bahkan jalanan kota sudah mulai padat dengan kereta-kereta kuda yang memiliki berbagai ukuran sedang berjalan menuju Rumah Lelang yang memiliki bangunan 4 lantai.


Disebabkan, pelelangan kali ini dipenuhi dengan harta-harta langka hingga membuat berbagai kekuatan berdatangan.


Para Ahli Kultivator liar, Dua Keluarga besar, dan bahkan perwakilan dari suatu sekte juga ikut menghadiri pelelangan. Mereka semua sangat menginginkan Senjata Dual Tingkat Surgawi kelas Tinggi yang beritanya telah disebarkan sebelumnya.


...****************...


**Kediaman Keluarga Xiao.


Xiao Cai telah terbangun dari tidurnya, dia juga telah selesai mandi dan membersihkan diri, ia mengenakan pakaian berwarna putih dengan dilapisi jubah berwarna merah.


Ia dengan penuh semangat hendak pergi menghadiri pelelangan, ia berjalan dan melangkah keluar dari kamarnya.


Ia telah tiba didepan Rumah lelang yang memiliki bangunan 4 Lantai, ia melihat orang-orang yang sudah sangat ramai hendak menghadiri pelelangan.


Semua orang yang berada disana sebagian mengenali Xiao Cai, mereka hanya menghiraukan nya. Mereka mengetahui bahwa Xiao Cai hanya seorang Tuan muda yang tidak bisa berkultivasi dan dianggap sampah yang berasal dari 3 Keluarga besar, Keluarga Xiao.


Menurut mereka, buat apa membuang-buang waktu untuk mempedulikan seseorang yang dianggap sampah yang hanya bisa mengandalkan latar belakang dari keluarga.


Sebelum tiba, Xiao Cai telah menyembunyikan kultivasi dia yang sebenarnya, agar ia tidak menjadi perhatian dan pusat semua orang. Tetapi, tetap saja dia menjadi perhatian, ia mendapat banyak tatapan menghina dan mengejek sedang menatap ke arahnya.


Xiao Cai dengan riak wajah dingin dan acuh tak acuh, ia menghiraukan dan tidak mempedulikan tatapan menghina dari mereka, ia berjalan memasuki rumah lelang tapi saat ia hendak melangkah masuk, langkah kaki nya dihentikan oleh sebuah suara ...


...


Melihat Pemuda yang memiliki wajah akrab datang dan hendak memasuki Rumah lelang, dua penjaga berlapis baja itu mengerutkan keningnya,


“Salam, Tuan muda Xiao Cai ... Apakah anda juga ingin berpartisipasi dan hendak menghadiri pelelangan?” Tanya Penjaga 1 sambil mengangkat sudut bibir ke atas.


Xiao Cai hanya menganggukan kepala dengan acuh tak acuh.


“Haha … Apakah anda sedang bermimpi untuk kembali menjadi seorang jenius lagi … “


“Cih, jangan terlalu banyak berharap.”


Mengetahui bahwa Xiao Cai hendak mengikuti pelelangan, segera riak wajah Penjaga satu penuh dengan riak penghinaan, ia tertawa mengejek menatap padanya.


“Iya, lebih baik kau segera pulang dan nikmati saja hari-hari mu menjadi sampah.” Penjaga dua juga ikut tersenyum menghina.


“Haha … Dasar sampah!”


Dua penjaga itu saling memandang dan mereka tertawa lepas sambil memberikan tatapan menghina kepadanya.


Xiao Cai menatap kedua penjaga itu dengan memunculkan sebuah senyuman misterius, bagaimana bisa hanya seorang penjaga biasa menghina ia tepat didepan matanya.


Ia dengan riak wajah acuh tak acuh menghembuskan keluar nafasnya …


“Fiuh…”


“Ap-…”


sesaat sedang asik tertawa menghina pemuda didepannya, dua penjaga itu tidak sempat bereaksi ketika merasakan suatu Aura Qi tak kasat mata yang sangat kuat menghantam tubuh mereka seperti tertimpa sebuah gunung yang sangat besar.

__ADS_1


Duar!


Seketika tubuh Kedua penjaga itu meledak dan terpotong-potong hanya akibat dari hembusan nafasnya.


Ap-Apa!


Semua orang yang sedang berada disana menoleh ketika mendengar sebuah suara ledakan, mereka melihat ke tempat seorang pemuda berdiri, segera riak wajah mereka terkejut melihat dua penjaga yang sedang menjaga pintu masuk ke rumah lelang sudah tewas.


Mereka juga merasa bergidik ngeri dan mual melihat tubuh dua penjaga itu sudah terpotong-potong hingga beterbangan jatuh ke lantai.


...


Xiao Cai dengan acuh tak acuh melangkah masuk ke dalam rumah lelang, ia kembali mengerutkan kening saat baru saja melangkah masuk, ia melihat sepasang pria dan wanita sedang berjalan mendatanginya.


"Nona Muda Wantia Jie, bukankah ini adalah Tuan Muda sampah Xiao Cai dari Keluarga Xiao?" Ucap Pemuda sebaya datang berjalan menghampirinya.


"Haha, sepertinya perkataan Tuan Muda Xuan Ba sungguh benar." Seorang Gadis muda berjalan di samping pria tadi sambil berbicara dengan nada menghina.


Mereka berdua adalah, Tuan muda dari Keluarga Ba dan Nona muda dari Keluarga Jie.


"Salam, Tuan muda sampah Xiao Cai. Bagaimana kabarmu? Apakah Dantian dan Meridian mu masih lumpuh dan cacat, haha ..." Xuan Ba menatap dengan senyuman penuh penghinaan sambil tertawa lepas.


"Haha, Tuan Muda Xuan Ba, aku perkirakan bahwa dia masih tetap menjadi sampah dari keluarga Xiao yang tidak bisa kembali berkultivasi."


Wantia Jie menoleh sebentar ke arah Xiao Cai, lalu menoleh melihat Xuan Ba yang berada di sampingnya.


Mereka berdua menatap Xiao Cai dengan wajah penuh penghinaan dan nada yang mengejek.


...


Awalnya, ketika Xiao Cai melihat wajah kedua orang muda itu, dia sedikit merasa bingung, ia tidak terlalu mengingat jelas siapa mereka berdua, karena sebagian ingatan pemilik tubuh yang ia tempati sekarang hanya mengingat beberapa hal yang penting saja.


Akhirnya, Xiao Cai mengetahui siapa mereka berdua ketika mereka sedang menghina dan mengejek nya.


"Oh, ternyata hanya sepasang orang bodoh yang berbicara seperti Seekor A**jing sedang menggonggong ."


Xiao Cai dengan riak wajah acuh tak acuh, dia menggaruk telinga ia yang tidak terasa gatal, ia menatap dan melihat mereka berdua.


...


Ia memiliki riak wajah cemas dan keringat dingin, Segera pegawai itu berbalik badan dan berlari pergi dengan langkah kaki yang cepat, ia hendak memanggil seseorang.


...****************...


*Kembali Ke MC.


"Apakah kalian ingin merasakan dikalahkan oleh seorang yang kalian anggap sampah?" Xiao Cai kembali menatap mereka berdua dengan sebuah tatapan misterius.


"Haha ... Sungguh, kau sekarang sudah lebih berani berkata seperti itu kepadaku, Xiao Cai. Aku tidak ingin mengotori kedua tanganku hanya untuk membunuh mu."


Xuan Ba tidak menyangka, sudah lama dia tidak bertemu dengan Xiao Cai, ia terkejut melihat reaksi Xiao Cai yang masih tenang dan tidak merasa ketakutan saat sedang ia tatap.


"Cih, hanya seorang sampah seperti mu saja, bawahan kami sudah cukup untuk melukaimu, bahkan sudah cukup untuk membunuhmu, Sampah."


Wantia Jie juga ikut memandang Xiao Cai dengan nada yang semakin menghina dan riak wajah yang sangat menyepelekan dirinya.


"Itu, bukankah Tuan Muda sampah Xiao Cai dari keluarga Xiao ..."


"Sepertinya kali ini dia akan bernasib sama hingga dipukuli sampai babak belur ..."


"Sungguh kasihan sekali dia bertemu dengan Tuan Muda dan Nona Muda dari Dua Keluarga Besar Kota Tian ..."


"Cih, hanya Tuan Muda sampah buat apa kalian merasa kasihan padanya ..."


Semua orang yang berada didalam rumah lelang, khususnya di aula lantai 1, mereka tidak menyangka melihat Xiao Cai sangat berani membalas perkataan dan menghina Putra dan Putri dari dua keluarga besar, mereka merasa kasihan karena Xiao Cai telah salah memilih orang yang ia singgung.


...


Kemudian Dua bawahan dari Xuan Ba dan Wantia Jie bergegas mengarahkan tinju mereka ke wajah Xiao Cai ...


"Sampah, jangan sampai kau menangis pulang dipangkuan orang tua mu..." Ucap Xuan Ba.


"Haha, Tuan Muda Xuan Ba, aku rasa orang tua nya juga tidak berguna karena telah melahirkan sampah seperti dia ..." Wantia Jie juga bersuara.

__ADS_1


...


Xiao Cai yang hendak melangkah pergi menghiraukan mereka berdua, langkah kaki ia berhenti, ia melihat dua tinju yang melesat hendak mengenai tubuhnya.


Wush!


Xiao Cai mengeluarkan sedikit aura intimidasi dari dalam tubuhnya, hingga membuat dua tinju bawahan itu berhenti.


Bukk!


Dua bawahan itu merasakan aura intimidasi yang mengerikan seperti tertimpa sebuah gunung jatuh menimpa kepala mereka hingga membuat kedua bawahan itu jatuh berlutut dan pingsan tidak sadarkan diri.


Wush!


Xiao Cai dengan riak wajah dingin, dia menghilang dari tempat ia berdiri, dan muncul dalam sekejap di depan Tuan Muda Xuan Ba ...


Baam!


Sambil menyipitkan mata kanan, sedikit memiringkan tubuh ia ke samping, ia mengangkat kaki kanan dan menendang tubuh Xuan Ba ...


Ugh!


Tidak menyangka bahwa Xiao Cai muncul tiba-tiba di hadapannya, Xuan Ba tidak bisa bereaksi dan ia tidak bisa menghindari tendangan dari Xiao Cai, hingga membuat ia memuntahkan darah segar keluar dari sudut mulutnya, ia terbang menghantam sebuah dinding di aula ....


Boom!


Xuan Ba melesat terbang menghantam dinding dengan sangat keras, seketika dia pingsan dan tidak sadarkan diri.


Wush!


Xiao Cai dengan wajah acuh tak acuh, ia kembali menghilang dan muncul di depan Gadis Wantia Jie ...


Tap!


Xiao Cai menggerakan tangan kanannya, dia menggenggam kepala Wantia Jie, lalu ia melemparkan Wanti Jie ke dinding ...


"Ap-..."


Melihat Xiao Cai tiba-tiba muncul kembali didepannya, ia tidak sempat bereaksi dan ia tidak bisa melepaskan cengkraman tangan Xiao Cai di kepalanya ...


Wush!


Wantia Jie terlempar dengan sangat cepat hingga menghantam dinding dengan sangat keras ...


Duar!


Wantia Jie menghantam dinding hingga membuat dia tidak sadarkan diri dan ia penuh dengan luka lebam.


"Ap-apa!"


Semua orang yang berada disana melihat Xiao Cai dengan perasaan terkejut, bagaimana bisa seorang sampah dalam beberapa helaan nafas saja, dia sudah membuat kedua Tuan Muda Xuan Bu dan Nona Muda Wantia Jie terluka hingga pingsan tak sadarkan diri.


...


Xiao Cai mengusap jejak debu di pakaiannya, dia menatap tempat kedua Xuan Ba dan Wantia Jie yang telah menghantam dinding hingga tak sadarkan diri dengan tatapan acuh tak acuh.


"Sampah! Apa yang kau lakukan terhadap putraku!"


"Sialan, berani sekali kau yang hanya seorang sampah membuat putriku pingsan dan terluka!."


Xiao Cai menoleh dan melihat ke arah pintu masuk rumah lelang, dia melihat beberapa rombongan yang baru saja melangkah masuk ke dalam.


"Ckckck, sekarang giliran An**ng tua yang sedang menggonggong kepadaku." Ucapnya sambil mengorek telinga yang tidak terasa gatal.


Setelah itu Xiao Cai memiliki tatapan acuh tak acuh sambil berdiri dengan riak wajah yang dingin menatap ke rombongan yang baru saja datang.


...----------------...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2