
"sial, dia berani meremehkan kita," suara seorang iblis dengan mata merah dan memiliki empat tangan menunjuk Shuyi yang sombong.
"Ya, hancurkan dia,"
"Bunuhhhhh,"
Para iblis yang memiliki sepuluh anggota tanpa pikir panjang langsung mendekati Shuyi dengan kecepatan yang mencengangkan.
"Kemari lah, biarkan aku melihat kekuatan iblis yang kau banggakan," kata Shuyi dengan senyum tipis di wajahnya.
Ia melompat ke atas dan menendang salah satu Iblis itu dengan mudah, lalu ia memutar tubuhnya dengan katana di tangan kanannya seperti sebuah tornado kecil.
Swoshhhhhh...
Salah satu iblis itu terkena tebasan pedang Shuyi hingga kepalanya terputus!!
Saat Iblis dibawah kaki Shiyu ingin bangkit, dia tiba-tiba merasa di injak oleh Shuyi.
Bruakk!!
"Sial," umpat iblis kesakitan.
Tiba-tiba, Seorang iblis muncul disamping Shuyi, iblis itu mengepalkan tangannya dan mengalirkan seluruh kekuatan nya kedalam tinju nya lalu memukul Shuyi dengan sangat cepat.
Swoshhhhh...
Iblis itu tersenyum penuh kemenangan karena tidak ada yang dapat menahan serangan tinju penuh nya selama menjadi iblis.
Namun, ia melihat Shuyi menusukkan katana murasame ke iblis dibawah kakinya, lalu tangan kanannya membalas serangan tinju penuh dari iblis itu.
"Hahaha, mau bersaing pukulan? Mustahil!!!" Kata iblis itu dengan sombong tepat sebelum kedua tinju itu berbenturan.
Bammmmm
Swingggggggggg
Suara tabrakan antara tinju Shuyi dengan iblis itu membuat suhu udara sedikit berubah.
Kekuatan yang dibawa kedua itu sangat menakutkan, kedua tangan kanan mereka merasa nyeri yang luar biasa dan hampir tidak sanggup menahan tinju dari lawannya.
__ADS_1
Akhirnya, Shuyi yang pertama tidak tahan lalu mundur beberapa langkah dari aslinya. Ia merasa tangan kanannya saat mati rasa karena tidak sanggup menahan beban Pukulan tinju iblis didepannya.
'ternyata rumor itu benar, iblis memiliki kekuatan fisik yang luar biasa,' kata Shuyi didalam hati sambil memikirkan apakah ia akan menggunakan kartu sekarang.
"Ahahahaha, rasakan," kata Iblis itu dengan penuh kesombongan karena menang adu tinju Dengan Shuyi.
Melihat Shuyi tidak fokus dengan dirinya, Iblis langsung memanfaatkan momen tersebut.
Ia melancarkan tinju nya sekali lagi.
Bruakkk!!
Kepala Shuyi terkena serangan dari iblis itu hingga terpental jauh kebelakang, Ia terjatuh ketanah dan pakaian nya menjadi lebih kotor.
"Ahhhh, memang benar kalau bertarung itu harus fokus dan tidak memikirkan hal lain," kata Shuyi kepada dirinya sendiri.
Kejadian ini membuatnya belajar lebih banyak tentang hal yang perlu diperhatikan saat bertarung.
Shuyi kemudian bangkit lalu memandang delapan iblis yang masih tersisa.
"Apa? Sudah tidak kuat lagi bertarung? Maka kesini lah, aku akan membunuh mu sekarang juga," kata Iblis yang memukul Shuyi tadi.
Tiba-tiba kedelapan iblis merasakan aliran udara berubah.
"Apa yang-"
Ucapan salah satu iblis berhenti karena ia melihat sesuatu yang mengejutkan. Pupil mata Manusia di depannya berubah, dari awalnya hitam menjadi merah darah dan memiliki tanda seperti giok disekitar.
Ekspresi manusia itu yang awalnya seperti hidup seperti umumnya berubah menjadi datar dan serius.
"I-iblis?" Kata iblis itu dengan ragu memandang perubahan manusia didepannya.
"Ayo kita mulai, pertarungan yang sebenarnya." Kata Shuyi yang mengeluarkan dua kartu dari sakunya dan melemparkannya ke udara.
Para iblis yang melihat itu menjadi kebingungan tentang tingkah laku manusia itu serta penasaran dengan kartu yang dilemparnya ke udara saat ini.
"Pasti dia melakukan metode rahasia yang membuatnya kuat seketika namun akan lemah dengan seiringan waktu."
"Jangan takut, ayo majuuuuu!!!!"
__ADS_1
Saat iblis yang maju itu mendekat, Kedua kartu yang terlempar ke udara tiba-tiba bersinar sangat terang menerangi kegelapan malam pertarungan Shuyi dengan para iblis.
Para iblis menutup matanya karena tidak tahan dengan cerahnya cahaya yang dikeluarkan oleh kedua kartu tersebut.
[ Anda telah menggunakan kartu 'mana' ]
[ Anda telah menggunakan kartu 'grimoire: cahaya ]
"Sekarang rasakan lah, kekuatan ku yang sebenarnya. Manipulasi cahaya," kata Shuyi yang tersenyum kejam memandang Delapan iblis tersebut.
Tiba-tiba cahaya dari kedua kartu itu semakin cerah dan suhu disekitar menjadi semakin panas, hingga membuat kulit para iblis menguap terbakar.
"Tidak-tidak"
"Tidakk!!!!!!!!"
Melihat para Iblis yang telah menjadi abu membuat Shuyi menghela nafas lega, ia kemudian mengambil katana 'murasame' dan memasukkan nya kedalam sarung sambil berjalan dengan santai menuju Goa.
'Kekuatan fisik yang luar biasa dari iblis dapat membuat ku kesulitan, mungkin kedepannya aku akan berlatih fisik terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ku.'
'dengan begitu, aku dapat meminimalisis pengunaan kartu ku untuk tidak menjadi pusat perhatian semua orang dimasa depan'
'Dan, aku juga harus memiliki teknik pernafasan yang sesuai untuk dapat berbaur dengan yang lainnya dan memudahkan ku menyelesaikan misi dari system.'
Tidak lama berjalan, ia telah sampai di depan Goa. Ia kemudian masuk dan pemandangan pertama ia lihat adalah seorang gadis yang membawa batu ditangan nya tertidur bersandar dinding Goa.
'mungkin, ia berjaga-jaga bila ada Iblis yang datang?' tebakan Shuyi sambil tersenyum tipis mendekati gadis tersebut dan mengelus kepalanya dengan lembut.
"Kakak~~," gumam lemah dan lembut gadis tersebut dengan eskpresi ceria sesaat di wajahnya walaupun dalam keadaan tertidur.
Melihat senyuman sesaat Gadis tersebut membuat hati Shuyi menjadi lebih tenang dan nyaman. Ia membelai kepala gadis itu sekali lagi dan menutup matanya.
'dengan menjaga gadis kecil yang lucu, beban di pundak ku semakin berat. Namun, semuanya sepadan.' kata Shuyi yang menerima identitas nya di dunia ini dan menganggap Layla sebagai adik kandung nya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG...