System Anime Di Dunia Kultivator.

System Anime Di Dunia Kultivator.
kecurigaan layla.


__ADS_3

Siang hari, suhu matahari telah berada dipuncak. Di dalam Goa yang ukurannya lumayan besar, terlihat seorang gadis kecil sedang memasak makan siang dengan api unggun.


Ekspresi gadis itu sangat ceria, ia sering bersenandung beberapa waktu belakangan ini.


Sambil membalikkan daging rusa yang sudah di potong-potong menjadi beberapa bagian diatas api unggun, ia mengambil beberapa daun yang cukup lebar di dekatnya. Lalu, menata daun tersebut untuk dijadikan wadah makan.


Mencium bau harum dari api unggun, membuat perut gadis tersebut berbunyi seketika, ia segera mengambil daging rusa Tersebut menggunakan alat bantu dan meletakkan nya ke wadah.


Setelah itu, ia berjalan keluar Goa untuk memanggil kakaknya yang sedang berlatih di depan untuk makan siang.


Di depan Goa, Layla tidak melihat keberadaan kakaknya sama sekali. Ia lalu berjalan menuju tempat selanjutnya.


Saat perjalanan, ia mendengar suara percikan air dari depan. Ia tersenyum senang dan langkah nya semakin cepat.


Setelah sampai disana, ia melihat pemandangan yang menakjubkan dari danau. Suasana tenang serta udaranya yang sejuk membuat Layla bahagia.


Ia menoleh ke sekitar danau dan melihat kakaknya yang telanjang dada sedang berendam di danau.


"Kakak, makan siangnya sudah matang," kata Layla yang sedang berjalan menghampiri kakaknya.


Mendengar suara seseorang, Shuyi melirik sumber suara dan melihat adiknya Layla berjalan kemari.


"Oke, aku akan kesana sebentar lagi."


Setelah mendengar jawaban kakaknya, ia memutar arah dan kembali ke Goa untuk makan terlebih dahulu karena lapar.


Melihat siluet Layla yang perlahan menghilang, Shuyi lalu keluar dari danau dan memakai pakaian nya.

__ADS_1


"Huhhhh, sudah sebulan lamanya aku dan adikku berada di hutan. mungkin saatnya keluar untuk mengetahui waktu alur dunia ini," gumam Shuyi sambil berjalan menuju Goa.


Waktu menerima ingatan secara paksa oleh System, ia hanya melihat Moro tidak terlalu jauh pergi dari desa selama hidupnya dan tidak melihat petunjuk tentang keberadaan tanjiro.


'mungkinkah tanjiro sedang berlatih dengan guru pilar air?' tebakan Shuyi dengan samar-samar dan tidak yakin.


Melihat dia telah sampai di Goa, ia segera masuk dan duduk di depan adiknya yang telah memakan makan siang dengan sangat lahap.


"Pelan-pelan, nanti tersedak," kata Shuyi dengan sedikit tersenyum sambil mengambil potongan daging rusa dan memasukan kedalam mulutnya.


Setelah makan, ia menaruh daun itu ke bara api unggun yang masih hidup. Ia lalu menatap adiknya lalu berkata.


"Layla, ayo kita pergi ke kota untuk mencari ibu dan ayah," ajak Shuyi dengan alasan yang masuk akal.


"Sekarang?" Kata Layla memandang kakaknya Dengan ragu. Ia sudah merasa nyaman sebulan ini di hutan dengan gaya hidup sederhana dan tidak ada yang menganggu nya.


Mendengar ajakan Shuyi membuat layla sedikit tersesat, ia kembali mengingat kejadian mengerikan di masa lalu yang ingin dia lupakan selama ini.


"Baiklah," Layla dengan mudah setuju begitu saja.


Walaupun ia ingin menetap disini selama beberapa tahun namun karena ajakan kakaknya ia ikut saja.


Selama satu bulan ini, ia merasa status kakaknya semakin tinggi. Dari dulu yang hanya sebatas kakak kandung saja sekarang menjadi semakin lebih misterius.


Mungkin kah kakaknya bukan kakaknya? Tebakan liar itu tiba-tiba terlintas di benak Layla belakangan ini, karena melihat sifat kakaknya perlahan berubah menjadi seperti orang asing.


Dari Dulu kakaknya bahkan tidak dapat memakai pedang, tapi saat ia hampir dibunuh iblis waktu itu, ia melihat kakaknya dengan mudah melawannya.

__ADS_1


Tebakan ini menjadi semakin kuat diikuti dengan petunjuk dari mana asal katana yang dibawa Shuyi.


Entah dari mana kakaknya mendapatkan katana itu. Ia pernah bertanya namun hanya mendapat jawaban yang asal-asalan saja.


Walaupun curiga, namun ia tetap tidak bisa tidak menerima kebaikan serta kasih sayang yang nyata dari kakaknya.


dan selama sebulan ini ia mengembangkan ketergantungan dengan Shuyi seperti sebuah benalu yang menempel di pohon.


Andai, ia menemukan bahwa ada seseorang yang mengambil tubuh kakaknya. Tindakan apa yang akan ia lakukan?


Apakah ia akan membunuh orang yang menempati tubuh kakaknya? Tidak, dia tidak memiliki kekuatan sama sekali.


Atau dia tetap pura-pura tidak tahu dengan hal ini? Entah, Layla merasa sangat bingung dengan hal ini.


Melihat layla yang melamun, Shuyi mungkin dapat melihat apa yang dipikirkan. "Ayo, kita pergi. Mungkin beberapa waktu, kita akan kembali lagi kesini."


Mendengar suara kakaknya membuyarkan pikiran-pikiran liar di otaknya. Ia menggelengkan kepalanya dan menepuk pipi dengan kedua tangan kecilnya.


Lalu ia segera membereskan api unggun serta hal-hal lain. Pemikiran-pemikiran liar di dalam otaknya masih membekas di hati Layla dan membuat nya merasa tersesat.


Shuyi mengambil katana 'murasame'di dekat tempat ia biasa tidur dan meletakkan di pinggangnya.


Setelah selesai, mereka segera beranjak pergi meninggalkan Goa yang menemani mereka selama satu bulan lamanya.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG...


__ADS_2