System Anime Di Dunia Kultivator.

System Anime Di Dunia Kultivator.
kematian tragis


__ADS_3

Dalam mansion, Di lorong gelap gulita terdapat dua orang pelayan yang sedang membawa sesuatu ditangan.


" Hei, zoel. Menurutmu mana yang lebih ganteng dari kedua tamu nona Aria? " Tanya pelayan kepada yang disamping nya.


" Menurutku? Sama saja. Dari sifatnya tuan tatsumi lebih ceria dan aktif. Sedangkan tuan Kazuya seperti orang pekerja keras dan tertutup," jawab orang disampingnya.


"Ohohooo, jadi pilihan mu untuk dijadikan suami itu siapa?" Tanya pelayan itu sambil tersenyum menyenggol bahu nya.


"Tidak ada, Kau juga tahu kan mereka itu dari desa. Mereka tidak memiliki tempat tinggal, uang, pakaian yang baik. Jadi tidak ada guna nya menikah dengan salah satu dari mereka." Jawab logis orang disamping nya.


"Tapi kan misalnya-"


Sebelum berbicara, orang disampingnya telah berbicara terlebih dahulu. " Diam, aku tahu pikiran mu. Jangan lupa sifat nona Aria yang seperti itu."


"Huh, kau tidak menarik," kata pelayan itu.


Tiba-tiba, bulu kuduk mereka berdua berdiri tegak. Rasa krisis muncul seketika. Sebelum tahu apa yang terjadi, pelayan melihat sebuah lubang baru yang muncul di tengah kepala teman nya.


Darah mengalir keluar melewati mata hidung dan mulut, yang akhirnya menetes ke bawah. Orang disampingnya terjatuh ke lantai, mata orang disampingnya kosong tanpa cahaya.


Rasa lemas muncul dan ia terjatuh kebawah, Gemetar sekujur badan nya, saat ingin melarikan diri, ia tidak sengaja melihat di jendela.


Sebuah cahaya berwarna emas putih muncul tengah bulan yang berwarna merah darah.


Cahaya seperti dewa yang menyelamatkan umatnya dalam kegelapan yang pekat, tapi ia tahu itu tidak mungkin.


Perasaan bahaya masih menghantui nya yang menyuruh nya untuk segera melarikan diri dari cahaya tersebut.


" Apa yang-"


Swushhhhh...


Suara pecahan jendela yang tidak sanggup menahan peluru cahaya yang akhirnya menembus kepala Pelayan tersebut.


Ia tidak tahu apa yang terjadi dan tubuh nya seperti diluar kendali nya, kepalanya menyentuh lantai dan perasaan kosong menyebar keseluruhan jiwa nya.


Pandangan semakin gelap dan ia hanya melihat darah yang mengalir di kedua matanya.


'perasaan ini apakah mati?' suara hati pelayan tersebut sebelum menutup mata untuk terakhir kali nya.


"Aaaaaaaaaaa."


Teriakan seorang pelayan yang sedang membuka pintu, ia melihat seluruh kejadian kedua orang itu mati dalam keadaan kepala nya berlubang.

__ADS_1


Ia tidak bisa mengendalikan rasa takutnya dan berteriak sangat keras agar seluruh mansion tahu kalau ada sesuatu.


Di jaring yang melayang di atas, telihat seorang gadis dengan pakaian serba pink yang memiliki rambut twin tail panjang sedang membawa sebuah benda seperti sniper panjang.


Salah satu alisnya mengkerut setelah mendengar teriakan Pelayan itu. Ia menutup salah satu matanya dan fokus dengan sniper nya lalu membidik pelayan tersebut.


Swushhhhh..


Suara nya lambat tetapi peluru cahaya nya sudah melesat menembus mulut pelayan tadi yang berteriak.


Tidak hanya sekali, ia menembak beberapa bagian dari tubuh pelayan itu karena menganggu suasana hatinya yang tenang.


"Sudah cukup menembak nya, mine. Dia sudah mati."


Sebuah suara terdengar di telinga gadis yang bernama Mine itu. Ia menghela nafas dan menoleh ke sumber suara.


"Biar lah, dia merusak suasana hatiku saat ini," kata Mine terhadap orang disampingnya yaitu, Leone. Orang yang menipu Tatsumi kemarin siang.


Saat berbicara, ia melirik orang di jaring dan melihat hanya empat orang tersisa.


" Ngomong-ngomong, dimana Shelee dan Bulat?" Tanya Mine.


"Shelee menjaga di pintu belakang dan bulat menjaga pos prajurit," jawab Leone.


"Haisss merepotkan saja," suara seorang pria yang bernama Lubbock.


" Tidak-tidak, aku hanya memikirkan seseorang yang dapat kabur dari samping mansion," kata Lubbock Dengan takut.


"Kalau begitu aku akan pergi, kalian berdua pantau dari sini," kata Leone yang melompat turun kebawah di ikuti dengan seorang gadis berambut hitam berekspresi datar dan dingin.


_______


di dalam kamar Tatsumi, ia lagi termenung dan berfikir untuk mencari temannya, saat mendengar teriakan Pelayan, ia segera bergegas Dengan pedangnya menuju sumber suara.


ia juga Merasakan hawa membunuh yang berkumpul di mansion tempat ia sementara tinggal.


_____


"Aaaaaaaa"


Mendengar teriakan seseorang, beberapa prajurit yang sedang berpatroli di belakang mansion langsung menuju kedalam.


Mereka bergegas ke kamar Aria untuk melindungi keselamatan nona muda nya. Saat hampir sampai di kamarnya, mereka melihat mayat-mayat yang berserakan di dekat pintu kamar nona Aria.

__ADS_1


Ditengah-tengah mayat, terlihat seorang wanita dengan pakaian ungu serta memakai kacamata sedang duduk dan menundukkan kepala.


Pakaian wanita itu juga memiliki banyak bercak darah, jadi bisa dianggap wanita itu mungkin pembunuh yang membunuh orang disekitarnya.


Saat berjalan, mereka melihat dibawah wanita itu terlihat sebuah gunting raksasa, di kedua bilah gunting tersebut mengalir darah yang banyak.


Dengan gemetar dan rasa takut, salah satu prajurit mengambil tindakan. " Siapa kau, kenapa kau melakukan semua ini."


Mendengar seseorang berbicara, wanita yang menundukkan itu perlahan menampakkan wajah cantiknya.


" Aku hanya ingin mengirim mereka ke tempat tanpa rasa sakit, apakah aku salah?" Suara wanita itu dengan lembut dan halus kepada beberapa prajurit yang gemetar.


"Sialan."


Kata-kata wanita itu menimbulkan gelombang kemarahan di dalam hati para prajurit ini, bahkan melebihi rasa takut.


Mereka segera mengeluarkan pedangnya dan menyerang wanita tersebut, berharap membalaskan dendam temannya yang mati dibunuh wanita itu.


Beberapa saat kemudian, beberapa kepala melayang ke udara. Bilah tajam gunting raksasa itu akhirnya menunjukkan kekuatan nya.


Tubuh yang tidak memiliki kepala pun terjatuh ke lantai. Darah mulai mengalir deras membasahi lantai dengan bau yang tidak sedap.


"Apakah ini yang terakhir? Semoga tidak ada yang memaksa ku lagi," kata wanita itu dengan mengambil tisu di sakunya dan membersihkan sisa noda darah yang ada di bilah gunting raksasa.


Setelah bersih, ia berjalan menuju kamar. Saat memegang gagang pintu, suara tepuk tangan terdengar. Ia melirik dan melihat seorang pemuda dengan pakaian desa yang menatapnya sambil tersenyum.


"Apakah ada masalah?" Tanya wanita itu kepada orang yang bertepuk tangan.


"Tidak, aku akhirnya tahu sesuatu yang tidak pernah aku lihat sebelumnya, " ujar Shuyi sambil berjalan melewati beberapa mayat dan akhir sampai di depan wanita itu.


" Kamu memiliki urusan dengan ku?" Tanya wanita itu sambil menatap mata Shuyi.


"Tentu, aku memiliki urusan dengan semua anggota kalian yaitu Night raid. Kakak Shelee."


[ Anda telah memakai kartu 'haki raja iblis' ]


[ Nama : haki raja iblis'


Jenis : keahlian aura.


Anime : Tensei Shitara Slime Datta Ken.


Pengguna sebelumnya : Rimuru Tempest.

__ADS_1


Pengenalan : sebuah skill aura yang didapat oleh seseorang yang telah mencapai ranah evolusi khusus dengan syarat tertentu. dengan skill ini, musuh akan merasa terintimidasi dan ketakutan setelah melihat pengguna.


Catatan : hati-hati, jangan disalahgunakan skill ini untuk hal-hal yang negatif. ]


__ADS_2