System Anime Di Dunia Kultivator.

System Anime Di Dunia Kultivator.
salah satu anggota night raid.


__ADS_3

Sore hari, terlihat dua pemuda sedang sedang duduk di salah satu bar jalan kekaisaran. Pemuda itu adalah Tatsumi dan Shuyi.


[ Note : apakah kalau di world anime diganti dengan nama tubuh dunia ini? Atau tetep shuyi? Komen ya. ]


Brakkk.


" Sial, mendaftar menjadi tentara ternyata sangat sulit. Apakah sudah tidak memiliki harapan lagi?" Ujar Tatsumi yang meletakan minum nya dengan keras di meja, ia memandang Shuyi dengan ekspresi sedih.


"Tenang lah tatsumi, mungkin tentara kekaisaran bukan hal baik untuk mu," jawab Shuyi dengan sedikit senyum memandang wajah Tatsumi yang terlihat frustasi.


"Bukan hal baik? Lalu, aku harus kemana kazuya. Apa lagi sekarang kedua teman ku menghilang entah kemana, sial. Baru aja masuk ibukota kekaisaran kenapa seperti ini," kata Tatsumi.


Saat mereka berbincang di meja lain terlihat seorang wanita dengan pakaian yang terbuka sedang memandang tatsumi dan shuyi.


Ia memiliki rambut pirang pendek serta mata emas. Wanita ini adalah salah satu anggota night raid, Leone.


Setelah mendengar perkataan tatsumi, Leone tersenyum seperti melihat mangsa. Ia kemudian berjalan menuju Tatsumi dan menepuk pundaknya.


"Yooo, anak muda. Bagaimana kabar mu?" Kata Leone dengan senyum riang melirik kantong uang di pinggang Tatsumi.


Saat melihat ada orang yang menepuk pundak nya, Tatsumi menoleh ke kanan dan bertabrakan dengan gunung yang ukurannya di luar batas normal.


Hidung nya mengeluarkan sedikit darah dan kemudian ia secara tidak sadar berkata " besar sekali."


Mendengar perkataan tatsumi, Ia menepuk pundaknya lebih keras. ia duduk di samping dan memandang orang disebelah nya.


"Perkenalkan aku leone, siapa nama kalian berdua?" Ucap Leone.


"Ahhh, maaf ya. tentang perkataan ku tadi, Nama ku adalah tatsumi dan dia adalah kazuya," ucap Tatsumi tersenyum canggung memandang Leone.

__ADS_1


"Halo, leone, " ucap Shuyi dengan anggukan kepala.


'ternyata saat menonton anime serta di dunia nyata berbeda. Bahkan ukuran bola nya lebih besar di dunia nyata, ' Kata Shuyi di dalam hati sambil memandang Leone yang sedang menggoda Tatsumi.


"Apakah kalian ingin menjadi tentara dan langsung menjabat menjadi seorang kapten?" Tanya Leone kepada mereka berdua.


"Tentu saja, apakah bisa? " Ucap Tatsumi Dengan bersemangat.


" Aku hanya mengikuti tatsumi saja," ucap Shuyi yang seperti tidak menanggapi serius ajakan leone.


"Baiklah kalau kalian mau, kakak memiliki jalan nya. Tetapi ini tidak gratis karena koneksi di ibukota terlalu sedikit, kalau bisa beri lah kakak uang jajan," ucap Leone dengan panjang lebar kepada Tatsumi yang bersemangat.


Sedangkan Shuyi, ia memandang nya seperti orang biasa karena Shuyi tidak memiliki uang. Bahkan tidak berpenampilan prajurit.


Ia juga tidak melihat pedang di pinggangnya dan beranggapan bahwa Shuyi itu hanya teman Tatsumi yang tidak memiliki keterampilan khusus.


"Tentu, asalkan dapat menjadi kapten aku akan memberimu banyak uang saku," ucap Tatsumi.


"Ada apa, kazuya. Apakah ada masalah?" Tanya tatsumi Dengan heran.


"Hanya memastikan saja, kamu juga tahu kan aku anak pedagang. Jadi kalau ada kesepakatan seperti ini mending aku saja.


Siapa tahu, wanita ini membawa kabur uang seluruh uang mu dan alhasil kita tidak bisa makan," kata Shuyi dengan memandang Leone dengan ekspresi 'kau tidak dapat dipercaya'


Setelah mendengar ini, tatsumi tertegun. Ia merasa perkataan teman nya ini masuk akal, ia kemudian langsung duduk di samping Leone dan memandang nya dengan sedikit hati-hati.


"Tenang lah, aku bukan penipu kok," ucap leone dengan ekspresi riang tanpa peduli ekspresi kedua nya.


Shuyi kemudian mengambil kantong tatsumi dan menaruhnya dimeja. " Di kantong ini ada 100 emas, aku tidak akan memberi mu semua nya karena kamu tidak memiliki jaminan tentang keberhasilan mu untuk menjadikan kami kapten.

__ADS_1


Kemudian, aku akan memberi mu 20% dari total uang ini sebagai pembayaran awal. Apakah tidak masalah?"


" Tentu, tidak masalah," ucap Leone dengan ekspresi seperti kehilangan sesuatu.


"Baiklah, di kampung halaman ku jika seseorang sudah mencapai kesepakatan hanya bilang zecht dan berjabat tangan. Apakah tidak masalah?


Zecth ini jika salah satu pihak melanggar maka harus memenuhi satu permintaan pihak lain."


Di salah satu tangan shuyi yang berada di bawah meja tiba-tiba dua kartu muncul, Kedua kartu itu bersinar terang dan perlahan menghilang lagi seperti kemunculannya.


Leone yang mendengar perkataan dari shuyi tidak mempermasalahkan nya, mungkin ini hanyalah tradisi di kampung halaman nya.


" Zecht" ucap leone dan shuyi secara bersamaan.


Mereka kemudian berjabat tangan dan leone mengambil 20% uang di meja lalu meninggalkan mereka berdua.


Melihat Leone pergi, Tatsumi masih membayangkan bahwa ia akan menjadi kapten.


Ia bermimpi bahwa karirnya akan lancar dan naik jabatan menjadi panglima tentara. Kemudian ia menikahi istri yang cantik dan hidup berbahagia di ibukota.


Sedangkan shuyi, ia menundukkan kepalanya karena mendengar beberapa notifikasi dari system setelah Leone pergi.


[ Misi utama : buat anggota night raid terkesan. ]


[ Leone, selesai. ]


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2