
Setelah siksaan yang sangat panjang, jiwa pemuda itu sangat lemah karena siksaan mental.
Jika jiwa nya mendapatkan wujud fisik atau supranatural Maka hanya setipis kertas.
Ia berdoa kepada tuhan untuk mati saat ini.
Kedengarannya gila bukan? Terkadang orang mati sangat ingin hidup kembali karena memiliki penyesalan. Namun Kazu memilih mati?
Kematian baginya mungkin akhir dari segalanya namun bagaimana jika setelah mati ia ditanyai oleh malaikat?
Berapa kali ia berbuat dosa? Jika ia menghitung nya, maka terlalu banyak.
Dari menghamili sepuluh gadis lalu membunuhnya, menyiksa hingga mati, memeras uang rakyat kota ,merampok, tidak taat orang tua.
Dengan begini apakah ia akan disiksa di alam baka sana oleh dewa kematian?
Sial, ini pilihan yang sulit untuk nya.
"Apakah kau sudah menyerah dan ingin mati dengan tenang?"
Suara iblis bermata merah itu terdengar lagi di telinga Kazu, seketika bulu kuduk nya berdiri tegak.
Membuka matanya lagi, ia tidak disambut oleh pukulan seseorang. Namun, pemandangan di depan membuat nya tercengang.
Disana terlihat sepuluh temannya serta satu penduduk sedang berdiri menundukkan kepalanya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Kazu dengan heran.
Jika seseorang di posisi Kazu pasti juga memiliki reaksi yang sama karena teman-temannya telah dimakan oleh monster ulat besar yang menjijikan.
Bagaimana mereka masih hidup?apakah matanya salah melihat?
"Tidak ada yang terjadi, bagaimana rasanya mati berkali-kali? Apakah enak?" Tanya Shuyi yang sedang berdiri di depan beberapa temannya.
Mendengar kata-kata dari Shuyi membuat rasa takut Kazu kembali lagi. "To-tolong, biarkan aku mati dengan tenang."
"Tentu, setelah menjentikkan jariku maka kalian pergilah ke luar kota dan mencari tempat yang sepi. Lalu bunuh diri kalian sendiri," Kata Shuyi kepada semua orang.
Mereka semua menganggukan kepalanya menyetujui Perkataan Shuyi.
Lalu, Shuyi menjentikkan jarinya. Seketika mereka semua berhenti bergerak bahkan mereka tidak dapat berbicara di dalam hati.
Setelah itu, ia berjalan berdiri di depan adiknya dan menggunakan Sharinggan untuk menghapus sedikit ingatan tentang hal ini.
Kemudian, Shuyi menjentikkan jarinya sekali lagi dan semua orang di kota dapat bergerak.
Kazu, teman-temannya dan penduduk itu langsung melarikan diri keluar Kota.
Sedangkan Layla, ia sekarang merasakan sakit di dalam kepalanya seperti tertusuk oleh jarum.
"Apa ini, kak. Rasanya seperti-" Kata Layla sambil memegang kepalanya memandang Shuyi.
"Seperti apa? Jus jeruk?" Shuyi terkekeh pelan dan menonaktifkan Sharinggan nya lalu matanya kembali normal.
"Bukan!!, Namun aku merasakan kejanggalan bisa dibilang seperti kehilangan sebagian ingatan ku," Layla melototi Kakaknya, ia sekarang kesakitan dan bukan waktunya untuk bercanda.
"Mungkin hanya imajinasi mu, ayo kita pergi makan," Shuyi menggandeng tangan Layla lalu menyeretnya masuk ke restoran.
Sedangkan di sisi lain, sepuluh teman kazu dan penduduk itu sudah berada di luar kota untuk bunuh diri namun, Kazu sekarang berada di depan rumahnya.
Ia sangat ketakutan dan memilih untuk berbicara kepada ayahnya, siapa tahu ayahnya dapat melawan iblis itu.
Hati manusia siapa yang tahu? Awalnya Kazu yang sudah disiksa saja memilih untuk berkhianat.
Salahkan saja Shuyi karena membiarkan dirinya lolos begitu saja.
Ia tidak bodoh seperti temannya yang memilih mati, siapa tahu ayahnya dapat membunuh iblis itu dan naik pangkat menjadi pillar?
Masa depan yang cerah sudah berada di depan mata, bagaimana ia bisa melewatkan kesempatan emas ini.
Walaupun mental dan psikologis nya setipis kertas karena siksaan Shuyi, namun otaknya masih jernih.
Saat ingin membuka gagang pintu, tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit. Otot-ototnya juga menjadi kaku hingga membuatnya terjatuh tersungkur di tanah.
'apa yang terjadi?' tanya Kazu di dalam hati dalam keadaan kebingungan.
Bruakk..
'perasaan ini.......'
Bruakk
Isi perutnya bergejolak, rasanya seperti ada badai hebat di dalam sedang menerjang menghancurkan seluruh perutnya.
__ADS_1
Keinginan muntah pun datang setelah perutnya bergejolak dan terus bertambah kuat.
Karena tidak tahan akhirnya Kazu muntah dan ia sangat terkejut dengan apa yang dikeluarkan nya sekarang.
Darah hitam berceceran di tanah beserta sepuluh ulat yang sebesar ibu jari menggeliat.
"Apakah ini mimpi?" Kata kazu yang mencoba berdiri karena setelah muntah ototnya kembali pulih.
'ini masih mimpi kan?' kata Kazu dengan jantung yang berdetak sangat kencang serta tangannya gemetar.
Seperti mendengar suara hati Kazu, sepuluh ulat itu kemudian berjalan mendekatinya dengan sangat cepat membuat kazu mundur beberapa langkah.
"Tidak"
"Tidak"
"Tidakkkk!!!!!!"
Karena terlalu panik, akhirnya ulat itu berhasil sampai di kaki Kazu dan terus merangkak naik keatas menuju wajahnya.
"Aaaaaaaaaa!!"
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!"
Kazu akhirnya lari, ia berlari secepat yang ia bisa. Entah kemana tujuannya.
Secara ajaib, Kazu tiba di luar kota. Ia terus berlari menuju hutan di depannya.
Sesampainya disana, tiba-tiba ia bertemu sepuluh orang teman nya beserta satu penduduk dalam keadaan tidak bernyawa.
Yang lebih parahnya lagi, jasad mereka sedang dimakan oleh ulat persis seperti yang sedang berada di tubuhnya.
"Tolong!!"
"Aku khilaf!!"
"Ampuni aku!!"
"Aku tidak akan melakukan nya lagi, aku janji!!"
"Tolongg huhuuu!!!!!!"
Tidak ada suara yang menanggapi nya.
aura yang mencekam, keheningan yang menakutkan, serta jasad-jasad manusia yang telah dimakan ulat membuat suasana disekitarnya menjadi sangat horor.
Yang menemaninya sekarang hanyalah sepuluh ulat yang terus berjalan menuju wajahnya tanpa berhenti.
seperti menerima kenyataan, Kazu berdiam diri disana. Tidak ada harapan selamat di dalam hatinya saat ini.
Ia menundukkan kepalanya dan membiarkan ulat itu berjalan.
Setelah ulat itu sampai diwajahnya, sepuluh ulat itu berpencar. Ada yang di telinga, hidung, mulut, dan mata.
Mereka mulai memakannya, dan Kazu merasakan perasaan sakit. Ia mencoba bertahan dan berfikir jika ia berada di dunia yang diciptakan oleh Shuyi.
Ia jika mati, mungkin akan hidup lagi dan bertemu dengan iblis itu kembali.
Namun, sekarang dugaannya ternyata salah.
Setelah sepuluh ulat itu memakan habis seluruh tubuhnya, ia tidak hidup lagi Menyisakan tulang belulang yang tergeletak di jalan menuju hutan.
[ Note: mau tanya, mungkin penjelasan yang di tulis ini terlalu banyak kata? Hehe, maap ya soalnya lagi ada banyak imajinasi ni. Dan kayaknya menarik juga nyiksa satu chara sampe mati ]
.
.
.
.
.
"Ini tuan, makanannya," kara seorang wanita berpakaian pelayan menaruh tiga piring penuh ke meja yang diduduki oleh dua orang remaja laki-laki dan perempuan berpakaian kumuh.
"Terima kasih," kata Layla yang tersenyum menatap pelayan tersebut.
"Um," jawab singkat Pelayan itu, lalu ia pergi dengan langkah yang sedikit terburu-buru.
Melihat itu, Layla mengalihkan pandangan nya kearah kakaknya meminta penjelasan.
"Bukan apa-apa, dia pergi karena urusan mungkin," kata Shuyi sambil menyenderkan punggungnya ke kursi dan menatap jendela disebelah nya.
__ADS_1
"Oooo, oke. Baiklah, " Layla mengambil sendok dan mulai memakan daging di piring.
Tanpa ada angin atau apapun, Shuyi tersenyum. Ia kemudian mengarahkan tangan kanannya keluar jendela.
Seketika di tangan kanannya saat ini terlihat sosok ulat kecil berukuran 5 cm yang entah dari mana munculnya.
Saat memandang ulat tersebut, ia mendengar notifikasi system yang telah lama diam.
[ Anda telah membuat makhluk hidup tanpa sengaja ]
[ Anda telah menciptakan jenis monster baru ]
[ Anda menerima 10.000 poin system]
[ Karena anda yang menciptakan nya, silahkan beri nama untuk monster ini ]
"Nama ya, bagaimana dengan bob? Itu mungkin nama yang bagus"
[ Nama diterima, silahkan lihat status bob saat ini]
[ Nama monster: bob
Health: 100/100
Mana: 80/80
Ras saat ini: ulat ajaib.
Elemen sihir yang dikuasai: ilusi.
Keahlian yang diketahui saat ini:
{ *Hubungan tuan*(pasif): dengan jarak yang sangat jauh hingga ratusan kilometer, bob dapat merasakan keberadaan tuan nya. Begitu pula sebaliknya.
Konsumsi: tidak ada.
Durasi pendinginan: tidak ada. }
{ *Ilusi mata sharinggan*(aktif): diikuti dengan kelahiran nya yang merasakan dahsyatnya kekuatan ilusi sharinggan membuat bob memiliki sedikit kekuatan tersebut.
Konsumsi: 10 mana sekali pakai.
Durasi pendinginan: 10 detik. }
{ *selalu ada*(aktif): bob dapat seketika muncul di hadapannya saat menggunakan keahlian ini kapanpun dia mau.
Konsumsi: 30 mana sekali pakai.
Durasi pendinginan: 3 kali sehari. }
{ *perut baja*(berkembang) karena terlalu banyak memakan manusia beberapa waktu ini, perut bob dapat beradaptasi hingga membuatnya jarang saat Kenyang memakan sesuatu.
Konsumsi: tidak ada.
Durasi pendinginan: tidak ada. ]
"Kekuatan sejati ilusi adalah tidak dapat membedakan membedakan ilusi ataupun kenyataan."
Entah Tiba-tiba kata itu muncul di benak Shuyi saat melihat melihat ulat kecil tersebut.
__________________
Di suatu gunung yang sangat gelap di dunia demon slayer terlihat seekor makhluk yang memiliki badan besar, ekor sangat panjang serta sayap lebar.
Dibawah makhluk itu, terlihat bukit emas yang sangat berkilau memikat siapapun orang yang datang.
Saat ini, tiba-tiba makhluk itu membuka matanya dan terlihat pupil emas serta aura tajam menyebar keseluruh ruang disekitarnya.
Ia menatap tajam arah kota Shuyi saat ini berada.
"Aku merasakan kekuatan waktu di dunia ini,"
"Hahahaaha, kesempatan ku pasti tiba. Saat merebut kekuatan waktu itu, maka aku akan kembali dan membalas kalian!!!"
Suara makhluk itu bergema dengan sangat keras membuat emas dibawahnya bergetar.
Setelah puas berbicara, ia perlahan menutup matanya dan keadaan kembali seperti semua sebelum ia membuka mata.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG...