System Anime Di Dunia Kultivator.

System Anime Di Dunia Kultivator.
teknik pernafasan buatan sendiri.


__ADS_3

Malam hari, bulan bersinar terang ditemani oleh puluhan bintang menghiasi langit malam. Ditengah-tengah padang rumput yang luas, terlihat beberapa gerbong kereta kuda sedang berjalan Dengan lambat.


Dengan mengantungkan lentera di pojok gerbong membuat Kereta tersebut hanya dapat sedikit melihat jalan di depan.


Suasana yang dingin serta udara yang sejuk membuat para prajurit pemburu iblis yang berjaga di luar kereta masuk.


Waktu sekarang telah menunjukkan tengah malam, rombongan kereta berhenti berjalan dan memilih untuk bermalam di padang rumput ini.


Para kusir, pedagang, serta beberapa pemburu iblis tidur. Sedangkan ada empat orang menjaga kawasan tempat mereka bermalam.


Tiba-tiba dari kejauhan terlihat tiga iblis sedang menuju kemari dengan sangat cepat.


Bagaimana para pemburu iblis yang berjaga dapat melihat iblis itu dalam gelap? Mungkin ada pertanyaan yang menjanggal. Sini aku jawab, mereka dapat melihat karena diterangi oleh sinar rembulan.


Saat ingin memberi tahu semua orang, para pemburu iblis melihat dua orang satu remaja laki-laki serta satu perempuan namun pendek membawa obor ditangan nya.


"Lari, disana ada iblis yang mendekat," ujar salah satu pemburu iblis menatap dua sosok tersebut.


Mendengar suara seseorang, remaja laki-laki itu menoleh dan melihat beberapa orang sedang meneriakinya namun ia tidak dapat mendengar dengan jelas kata-kata mereka.


'mungkin kah iblis?' ucap Shuyi di dalam hati.


Ia menyerahkan obornya ke tangan Layla dan mengeluarkan katana 'murasame' dari sarungnya, lalu menoleh kebelakang.


Dari belakang, ia dapat mendengar sesuatu yang bergerak menuju kearahnya. Ia menyipitkan matanya dan membuat kuda-kuda.


"Kakak, ada apa?" Tanya Layla yang sedang bingung dengan perilaku Shuyi.


"Aku mendengar ada suara mencurigakan dari belakang," jawab Shuyi kepada adiknya namun pandangan nya tidak menoleh.


Mendengar itu, Layla langsung berdiri dibelakang Shuyi.


Tiba-tiba, seorang iblis terlihat melalui sedikit Cahaya obor yang dibawa Layla.

__ADS_1


Shuyi menghirup nafas panjang dari mulut sebanyak-banyaknya dan menatap iblis tersebut dengan tajam.


"Karena sudah muncul, akan aku perlihatkan teknik pernafasan perdana ku yang aku buat selama satu bulan."


"Teknik pernafasan bulan: gaya pertama."


" Belahan setengah bulan."


Katana yang ada ditangan kanan Shuyi kemudian berubah karena perkataan nya.


Disekitar Bilah katana 'murasame', menjadi bercahaya namun sangat redup. Jika tidak diperhatikan khusus oleh seseorang, maka tidak akan terlihat perbedaan nya.


Katana nya saat ini tidak memiliki Suhu yang panas karena cahaya redup tersebut, namun menjadi sangat dingin.


Shuyi melompat dan mengayunkan katana nya, menebas leher iblis tersebut dengan sangat mudah.


Tiba-tiba dari depannya terlihat dua iblis yang melontarkan tinju kearahnya.


"Teknik pernafasan bulan: gaya kedua."


Shuyi menginjak tubuh iblis yang ia tebas lalu mengayunkan katana dari bawah lalu memutar membentuk lingkaran sempurna hingga membuat tangan kedua iblis tersebut putus.


Saat Shuyi meninjak tanah, ia melihat iblis yang ia tebas dengan gaya pertama menjadi abu.


Sedangkan kedua iblis yang ia serang Dengan gaya kedua menjadi terbaring ditanah dan tubuh mereka bergetar sangat hebat serta kaku.


Pandangan mereka seperti kosong, dan terlihat retakan muncul diseluruh kulit. dua detik kemudian, akhirnya mati karena racun menakutkan dari bilah katana 'murasame' nya.


'Racun katana ini memang tidak pernah mengecewakan' kata Shuyi didalam hati sambil melihat ketiga iblis itu mati.


"Kau sangat hebat, kakak," kata Layla yang menghampiri Shuyi.


"Ini hanyalah kebetulan," ucap Shuyi dengan nada rendah hati sambil mengembalikan katana nya kedalam sarung.

__ADS_1


"Ayo kita pergi," lanjutnya diikuti anggukan Layla, Mereka pun mulai melangkah untuk pergi. Namun, mereka mendekat teriakan seseorang.


"Tunggu!!"


Shuyi dan Layla Kemudian menoleh ke sumber suara, lalu melihat dua orang pemburu iblis dengan membawa obor di tangan kanan menuju kearahnya.


"Apakah ada sesuatu?" Tanya Shuyi memandang mereka.


"Tuan pillar terima kasih telah menyelamatkan kami, apakah ada yang bisa kami bantu?" Kata salah satu pemburu iblis menatap Shuyi.


"Pillar? Tidak, aku hanya pemburu iblis lepas saja, bisakah kalian memberi tahu ku lokasi kota terdekat dari sini dan gunung fukikasane?" Tanya Shuyi dengan santai.


Layla yang mendengar kakaknya menjadi lebih curiga dengan tebakan nya, ia menyipitkan matanya menatap Shuyi dengan mata aneh.


'bagaimana kakak tahu tentang hal itu? Padahal ia hidup hanya disekitar kawasan desa'


"Bukan pillar?"


Para pemburu iblis saling memandang dan aneh mendengar perkataan Shuyi. Setelah mendengar pertanyaan Shuyi, mereka lalu menjelaskan.


Setelah mendengar jawaban dari pemburu iblis, Shuyi menoleh ke Layla dan berkata." Ini sudah sangat malam, apakah ingin melanjutkan perjalanan?"


"Aku terserah kakak aja yang memutuskan," kat Layla dengan senyum diwajahnya namun matanya sudah merah karena mengantuk.


Melihat mata merah adiknya, Shuyi enggan memutuskan untuk pergi. Ia meminta pemburu iblis untuk menumpang tidur semalam saja.


"Tidak masalah, silahkan-silahkan," pemburu iblis tidak menolak, mereka bahkan menyambut Shuyi dan adiknya dengan senang hati.


para pemburu iblis itu tersenyum di hatinya, mereka beranggapan kalau Shuyi adalah seorang pillar tersembunyi yang baru muncul karena permintaan tuan mereka.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG...


__ADS_2