
Tiba di kaki gunung Fukikasane, Shuyi memarkirkan kereta kudanya di dekat pohon lalu mengikatnya.
Setelah itu, Mereka bertiga berjalan melewati tangga yang sudah ada dan pergi menuju tempat ujian terakhir bagi pemburu iblis.
Di tengah-tengah tangga, nafas Layla tidak teratur. Ia sekarang memiliki beberapa butiran keringat di wajahnya.
Melirik kakak dan tanjiro, ia juga melihat ekspresi kelelahan. "Apakah masih lama sampai nya?"
Mendengar pertanyaan Layla, Tanjiro menunjuk sebuah tempat seperti kuil di depannya. "Ini sebentar lagi."
"Apakah kamu sudah tidak kuat? Bagaimana jika aku gendong?" Tanya Shuyi kepada adiknya. Shuyi mulai khawatir dengan keadaan Layla.
Layla menggelengkan kepalanya dan menolak tawaran kakaknya dengan tegas. Ia tidak mau terlihat lemah dihadapan nya. "Tidak-tidak, aku masih kuat."
"Benarkah?" Shuyi menatap wajah layla dan melihat ketegasan di dalam matanya. Akhirnya ia menghela nafas dan mendekati adiknya. "Baiklah, jika kamu tidak kuat bilang saja."
Melihat tingkah laku keduanya, tanjiro merasa iri. Ia memikirkan adiknya yang menjadi iblis dan tidak bisa bangun.
Memandang ke depan, ia menatap kuil dengan serius.
'aku harus mencari tahu cara mengembalikan iblis menjadi manusia' gumam tanjiro dari dalam hatinya.
Beberapa saat berjalan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Disana sudah terlihat puluhan remaja laki-laki serta perempuan sedang menunggu acara akhir dimulai.
Saat memasuki kuil bersama Tanjiro serta adiknya, Shuyi memandang sekitar dan melihat beberapa karakter penting yang ada di kimetsu no yaiba.
Dari kanao tsuyuri, calon istri tanjiro. seorang gadis yang pendiam serta sering melamun, Ia sekarang hanya berdiam diri di lapangan dan tidak ada seseorang yang berinteraksi dengan nya.
'itu dia kanao? Memang cantik. Huhhhh, memang benar. Dibanding menonton nya dari layar monitor, kanao menjadi lebih cantik dan misterius jika di lihat langsung.
Tidak heran jika selalu ada fanfic yang menceritakan jika seorang bereinkarnasi di dunia ini selalu menjadikan kanao seorang istri.
Apakah aku akan merebut calon istri tanjiro?' Beberapa pikiran terlintas di benak Shuyi, ia menggelengkan kepalanya dan memilih tidak memikirkan nya saat ini serta tidak memiliki rencana untuk merebut kesempatan protagonis.
Ia kemudian mengalihkan pandangan nya ke yang lain. Dalam pandangan nya sekarang terlihat karakter penting lainnya yaitu Zenitsu agatsuma.
Seorang remaja yang memiliki rambut kuning dan memakai kimono berwarna seperti rambutnya. Ia akan teman dekat tanjiro dan ia memiliki teknik pernafasan petir.
Sedangkan orang di depan Zenitsu adalah sebuah Shinazugawa Genya, seorang adik dari pilar angin.
__ADS_1
'apakah mereka bertarung?' kata Shuyi sambil memandang Keduanya yang memiliki pakaian serta wajah kotor.
Memeriksa sekitarnya, ia juga melihat banyak orang dengan pakaian yang berbeda sedang menunggu.
Tentu saja, mereka adalah karakter pengisi acara untuk memeriahkan Seleksi akhir. Namun, sayang sekali plot tidak membantu mereka dan hanya menjadi karakter yang akan mati dalam seleksi ini.
Shuyi terkadang bingung kenapa hanya lima saja yang lolos seleksi sedangkan yang lainnya gugur.
"Baiklah, karena semuanya sudah sampai disini maka ujian akhir untuk menjadi anggota pemburu iblis akan dimulai. " Kata serang gadis kecil berambut hitam pendek sambil membawa lentera di tangannya. Ia bernama Kiriya ubuyashiki.
"Ujian akhir ini sederhana, kalian hanya harus bertahan hidup di gunung ini selama 7 hari, apakah kalian laham?" kata seorang gadis berambut putih pendek disebelah nya, ia juga memegang lentera di tangannya. Gadis ini bernama kanata ubuyashiki.
Setelah melihat semua orang tidak keberatan, kiriya dan kanata berbicara secara bersamaan, "karena tidak ada yang keberatan maka Ujian akhir untuk menjadi anggota pemburu iblis resmi dimulai!!"
Mendengar suara keduanya, banyak orang langsung menyebar ke berbagai arah.
"Baiklah, kita akan berpisah disini. Semoga kita akan bertemu lagi setelah ujian ini berakhir," kata Tanjiro sambil melambaikan tangannya ke Shuyi dan Layla lalu ia berlari memasuki tempat ujian.
"Sekarang apakah kita harus berpisah kak?" Tanya Layla dengan bercanda memandang kakaknya yang masih menatap punggung Tanjiro yang perlahan menghilang.
Melirik adiknya, beberapa pemikiran muncul di benaknya dan akhirnya ia ersenyum aneh. "Kalau itu mau mu maka akan aku lakukan," Shuyi terkekeh dan berjalan menjauh dari Layla.
Di kejauhan, terlihat Kanata dan kiriya sedang menatap samar katana yang berada di pinggang Shuyi saat ini.
Melirik saudara perempuan nya, Kanata membuka mulutnya dan berkata. "Apakah pernah melihat katana itu dulu? Aku memiliki perasaan bahwa ini bukan pertama kalinya aku melihat katana itu."
Mendengar perkataan Kanata, Kiriya berfikir sejenak dan menatapnya dengan samar. "Mungkin katana itu persis seperti katana yang dibawa oleh pillar yang baru diangkat ayah satu tahun yang lalu."
"Apakah mereka memiliki hubungan khusus?" Tanya Kanata.
"Mungkin saja, nanti tanyakan saja jika ia berhasil lolos seleksi ini," kata Kiriya.
"Jika memiliki hubungan kenapa sifatnya berbeda jauh?" Gumam Kanata sambil memandang Bayangan Shuyi dan Layla yang mulai tidak terlihat.
_________
Malam hari yang gelap karena tertutup rindangnya puluhan pohon terlihat dua orang remaja laki-laki dan perempuan sedang berjalan di tanah yang becek.
"Apakah kita akan membunuh iblis selama 7 hari tanpa henti kak?" Tanya Layla sambil menunduk berhati-hati saat melangkah.
__ADS_1
"Kenapa kamu berfikir seperti itu?" Kata Shuyi dengan heran, ia memandang adiknya dengan hati-hati dan tiba-tiba pemikiran buruk muncul dibenaknya.
"Bukan aku yang membunuh iblis, namun kamu," lanjutnya.
"Hah?" Langkah Layla berhenti, ia mengerut kening dan berharap ada yang salah dengan pendengarannya saat mendengarkan perkataan Shuyi. "Bisakah kamu mengulangi perkataan mu kak?"
"Kamu akan membunuh iblis itu dengan katana ini," Shuyi mengambil katana Murasame dan menyerahkan kepada adiknya.
"Kenapa aku harus membunuhnya? Bukankah ada kamu kak?" Tanya Layla dengan heran karena sikap kakaknya yang aneh sejak memasuki gunung ini.
Kakaknya yang baik hati dan melindungi nya berubah menjadi seorang serigala yang selalu menggoda dan membuatnya selalu memberikan pilihan sulit.
"Kenapa aku harus melindungi mu?" Kata Shuyi.
"Bukankah tugas kakak adalah selalu melindungi adiknya?" Kata Layla.
"Ohhh sekarang aku tidak mau melindungi mu, sekarang kakakmu adalah, bob," Shuyi tersenyum dan memutuskan untuk melatih adiknya menjadi pemburu iblis.
Saat ia menyelesaikan tugasnya menjadi pillar dan kembali, bagaimana nasib adiknya yang bahkan tidak dapat membunuh seekor iblis?
"Siapa itu bob? Dan bagaimana kakak membiarkan adiknya yang imut serta berumur dua belas tahun melawan iblis? " Tanya Layla, ia memandang sekitar nya dan tidak melihat manusia sama sekali.
"Oh, aku belum memberitahu mu yaa. bob ayo sapa Layla, adikku," Shuyi memutar matanya mendengar perkataan adiknya dan mengambil bob yang ada di pundaknya lalu mendekatkan bob di depan wajah Layla.
Melihat ulat kecil berukuran 5 cm melambaikan salah satu kaki kearahnya membuat Layla merinding, ia mundur beberapa langkah dan menunjuk-nunjuk ulat itu.
"Ini bob? Ini bob!!!! Dia ulat kak, bagaimana ia menjadi kakak ku?" Kata Layla dengan ekspresi mustahil tertulis diwajahnya.
"Apa? Tidak mau? Bob ini kuat, bahkan kamu sendiri tidak dapat mengalahkan nya," kata Shuyi memegang pundak Layla dan menaruh bob di sana.
"Ihhh, kak suruh Bob untuk pergi dari pundak ku, cepat kak!!!" Layla menjerit keras hingga beberapa iblis yang berkeliaran mendengar nya.
Mereka mulai meneteskan air liur mendengar seseorang yang berteriak, mereka lalu berlari kesana kemari mencari sumber suara tersebut.
Mendengar suara gemerisik membuat Layla berhenti menjerit dan menahan nafasnya, namun ia takut menoleh ke pundaknya yang sekarang dihuni oleh Bob.
"Hehe, apakah kamu takut sekarang?" Shuyi tersenyum dan melirik Bob yang berdiam diri dari tadi.
"Bob, kamu tahu apa yang aku maksud kan?" Lanjutnya.
__ADS_1
Bob yang mendengar perkataan Shuyi langsung mengangguk , ia kemudian menggunakan Teknik ilusi sharinggan dan membuat targetnya terkena ilusi.