System Anime Di Dunia Kultivator.

System Anime Di Dunia Kultivator.
pertarungan Tanjiro melawan iblis.


__ADS_3

[ sorry ga update lama karena lulus, sekarang lagi fokus masa depan cari kerja. jadi up mungkin hanya 1 minggu sekali ataupun saat senggang. ]


"Apakah kamu tahu bagaimana cara membuat iblis kembali menjadi manusia seutuhnya?"


Seorang pemuda dengan pakaian kimono bercorak seperti laut berwarna biru sedang melompat mundur dan menebas beberapa tentakel yang menyerangnya.


Setelah menyentuh tanah, pemuda itu menghirup nafas panjang dari mulutnya dan memandang iblis yang memiliki badan besar di depan.


Mendengar perkataan pemuda itu, Iblis berbadan besar tertawa keras.


"Ahahahahaha, bagaimana menurutmu? Berapa kemungkinan iblis dapat kembali menjadi manusia?"


Iblis itu kembali memulihkan beberapa tentakel yang telah ditebas pemuda itu lalu menyerangnya lagi.


"Haiss, sepertinya kamu tidak tahu.. baiklah," Tanjiro menghela nafas kecewa dan kembali menatap iblis dengan tatapan tajam. "Teknik pernafasan air, gaya pertama."


"Irisan permukaan air."


Swosh!!


Diikuti dengan perkataan nya, Tanjiro berlari menuju iblis dengan cepat.


Warna pedang yang ada di tangan kanannya sekarang berubah, di sekitar area sekitar bilah terlihat beberapa tetesan air yang terus membesar hingga membentuk ombak laut.


"Perkataan mu seperti familiar.... Apakah kau seorang pemilik pernafasan air?" Kata Iblis.


Mendengar perkataan iblis membuat Tanjiro berhenti sejenak dan bingung, namun ini lah yang diinginkan iblis itu.


Memanfaatkan Tanjiro yang tidak fokus, tangan kanannya membentuk sebuah palu lalu mengibaskan nya.


Bommmm!!!


Tanjiro akhirnya merasakan akibatnya, ia terlempar ke udara dengan darah yang merembes keluar dari bagian rambut nya.


Setelah beberapa saat terlempar, tubuhnya menabrak pohon hingga pohon itu roboh.


Bruakkk!


"Uhuk uhuk uhuk!!!"


Salah satu tangan Tanjiro memegang dadanya dan satunya lagi mengelus kepalanya yang berdarah.


Perasaan pusing serta rasa sakit tajam membuatnya mengalami penurunan kekuatan tempur serta cedera.


Ingin bangkit, itu yang dipikirkan Tanjiro. Namun, apakah semudah itu?


Iblis itu berjalan mendekati Tanjiro dengan pelan.


Tap...


Tap...


Tap.....


Setiap langkah yang diambil Iblis itu seperti suara jam pencabut nyawa, yang membuat jantung tanjiro berdetak kencang dan memiliki ekspresi horor.


Perasaan takut serta keinginan untuk melarikan diri muncul di hati Tanjiro. Namun, beberapa kenangan tentang Nezuko dulu muncul dan akhirnya berakhir menjadi iblis terlintas.


Tanjiro menggertak giginya, dan menahan rasa sakit luar biasa dari tubuhnya dan memaksa untuk bangkit.


"Demi nezuko!!, Aku tidak akan berakhir di tempat ini," Tanjiro berteriak keras untuk membuktikan bahwa nasibnya tidak akan berakhir sebelum ia menyembuhkan adiknya yang telah menjadi iblis 2 tahun yang lalu.

__ADS_1


Dengan beberapa darah yang mengalir di wajahnya, Tanjiro berdiri dan memegang pedangnya sangat erat.


"Konsentrasi penuh, teknik pernafasan air."


Tanjiro memaksa tubuhnya berlari menuju iblis di depannya yang mendekat.


"Gaya keempat: pasang yang mencekam."


Tubuhnya seperti mendapatkan kekuatan fisik baru, ia yang awalnya berlari dengan tertatih-tatih sekarang sudah kembali dengan kondisi prima nya.


Namun, dapatkah kondisi ini Bertahan dengan waktu yang lama?


Sekali lagi, beberapa perubahan terjadi di bilah pedangnya. Pusaran air mengelilingi pedang itu dan membentuk sebuah aliran ombak yang menakjubkan.


"Hahahaha, kau mirip dua orang yang aku makan Beberapa tahun lalu," Iblis itu menjulurkan beberapa tentakel dari tubuhnya sembari tertawa menuju Tanjiro.


Swoshhh....


Swoshhhh...


Swoshhh..


Beberapa tentakel yang menuju kearahnya dapat dipotong dengan sangat mudah. Tanjiro tidak mempedulikan area sekitar dan apa yang terjadi di tubuhnya karena memaksa bertarung.


Seperti perkataan nya. Fokusnya sekarang adalah membunuh Iblis yang ada di depannya.


Tidak ada fokus lain yang ada di pikiran Tanjiro saat ini.


"Berapa lama kau akan bertahan?"


Iblis itu terkekeh, ia terus membentuk tentakel baru dan menyerang Tanjiro dengan ganas.


Ia menunggu kekuatan fisik Tanjiro habis lalu memakannya.


Kekuatan fisiknya sekarang terkuras habis, teknik pernafasan serta konsentrasi penuh juga sudah hampir mencapai batasnya.


Ia... Ia... Ia tidak ingin adiknya mendengar kematian nya!!


Akhirnya Tanjiro memutuskan untuk menyerang daripada selalu bertahan.


Ia melompat dari beberapa sulur yang menyerangnya lalu memanfaatkan untuk mendekati iblis itu.


Iblis itu pasti melihat apa yang akan ia lakukan, iblis itu memunculkan sulur baru dari tentakel dibawah kaki Tanjiro.


Tanjiro melihat apa yang terjadi, ia langsung melompat ke sulur baru dan terus melompat hingga akhirnya ia berada sangat jauh dari tanah.


Sulur itu tidak dapat menyerangnya karena terlalu jauh dan mencapai batas tinggi.


Akhirnya tanjiro memanfaatkan momen tersebut. Ia menghirup nafas sangat banyak dari mulutnya dan berputar-putar di udara.


"Teknik pernafasan air, gaya ke satu."


"Irisan permukaan air."


Dari udara, Tanjiro yang berputar-putar sekarang berhenti dan menguatkan kekuatan fisiknya di tahap ini hingga mencapai batas maksimum.


Ia akhirnya bertaruh dan memutuskan untuk menyelesaikan semuanya disini.


Bagaikan pedang yang turun membelah udara di langit.


Tanjiro terus melesat kebawah di ikuti dengan dorongan gravitasi yang kuat, membuat kekuatan serangan pedangnya mencapai ke tingkat yang lebih tinggi.

__ADS_1


Melihat sekarang Tanjiro sudah memasuki jangkauan nya, Iblis itu memyerangnya lagi dengan beberapa sulur tentakel.


Namun, sebelum menyentuh tubuh Tanjiro, beberapa sulur tentakel itu seperti hancur seketika dan tidak sanggup menahan kekuatan ataupun membelokkan Serangan Tanjiro saat ini.


Akhirnya, seperti Tanjiro. Iblis itu juga memutuskan membuat tentakel yang sangat banyak di kepalanya dan membuat kepalanya menjadi keras.


Ia bertaruh bahwa serangan Tanjiro kali ini tidak dapat menghancurkan pertahanan yang ada di kepalanya.


Swoshhh...


Ternyata serangan Tanjiro berhasil menembus pertahanan Yang dimiliki iblis.


Bukan hanya itu saja, Pedang tanjiro tidak berhenti. Ia terus mengiris anggota tubuh iblis itu dan akhirnya tubuh iblis terbelah menjadi dua bagian.


Setelah mencapai tanah, Tanjiro menoleh kebelakang dan melihat semua tubuh Iblis terbakar dan akhirnya nenghilang menjadi abu.


Huhhhhh.......


Tanjiro akhirnya bernafas dengan lega, ia berhasil membunuh iblis tersebut.


Namun apakah semua telah berakhir? Tentu jawabannya tidak.


Tiba-tiba dadanya sangat sesak, pernafasan nya tidak stabil dan pandangan nya menjadi kabur.


Ia memegang bagian kepalanya dan mencoba bertahan.


"Sepertinya efek samping menggunakan pernafasan serta konsentrasi penuh mulai muncul,"


Tanjiro berjalan dengan hati-hati dan mencoba untuk tidak pingsan.


Kali ini, ia memiliki tantangan baru yaitu menunggu matahari terbit dan itu adalah waktu aman untuknya.


Beberapa saat berjalan, akhirnya merasakan sinar hangat matahari pagi. Ia seketika langsung roboh dan berbaring di bawah pohon lalu menutup matanya untuk berisitirahat karena terlalu lelah.


Tubuh perlu istirahat, begitu pula mentalnya.


Beberapa saat kemudian, kekuatan fisik serta mentalnya kembali. Ia perlahan membuka matanya.


Namun, sekarang ia terkejut karena melihat dua orang dalam pandangannya sedang duduk dengan santai dan memiliki pakaian yang sama sekali tidak kotor.


Memegang kepalanya yang lumayan sakit, ia bangkit dan mencoba duduk. "Dimana aku?"


"Ahhh, kau sudah bangun tanjiro. Kau masih di gunung Fukikasane, Layla menemukan mu tadi pagi dalam keadaan tidak sadarkan diri," Shuyi tersenyum dan membantu Tanjiro untuk duduk lalu ia memandang adiknya yang sedang memakan daging bakar.


"Layla, bisakah kamu menyiapkan beberapa daging untuk Tanjiro?" Lanjutnya.


Mendengar perkataan kakaknya, Layla melirik dengan dingin lalu mengambil daun besih dan meletakkan daging di atasnya.


"Nih, makan," Layla menaruhnya di depan Tanjiro dan perlahan berdiri lalu berjalan menjauh dari mereka berdua.


"Apa yang terjadi dengan kalian? Sepertinya adikmu marah dengan mu?" Tanya Tanjiro dengan Bingung menatap Layla yang perlahan punggungnya menghilang dari pandangan nya.


"Ahh soal itu, mungkin sudah waktunya ia pubertas. Beberapa pemberontakan itu wajar, lagipula semua orang pasti pernah melakukan hal yang tidak ia sukai," Shuyi terkekeh dan tidak mempermasalahkan nya.


"Lagipula, di usianya seharusnya ia menikmati kasih sayang orang tua serta bermain dengan beberapa teman. Namun, keadaan harus membuatnya dewasa lebih awal."


"Aku hanya berharap dia tidak salah berfikir untuk memahami tindakan yang aku lakukan untuk nya saat ini."


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG...


__ADS_2