System Anime Di Dunia Kultivator.

System Anime Di Dunia Kultivator.
keputusasaan yang sebenarnya.


__ADS_3

"sihir waktu: time stop"


Kepanikan yang luar biasa melanda tubuh pemuda itu saat ini setelah mendengar suara Shuyi.


Ia kemudian membalikkan badannya dan mencoba melarikan diri. Namun, saat ingin melangkah ia tidak bisa bergerak.


'Apa yang terjadi?'


Pemuda itu mencoba memaksa tubuhnya untuk bergerak namun sia-sia.


Ketakutan meresapi setiap sel-sel tubuhnya saat ini, tanpa sengaja ia pandangan matanya melihat teman-temannya juga tidak bergerak.


'jadi bukan aku saja?'


"Apakah kalian sudah selesai berbicara di dalam hati?"


Suara Shuyi terdengar jelas diseluruh telinga kelompok,pemuda, beserta orang-orang yang mendukung untuk menyerahkan adiknya.


Shuyi kemudian menjentikkan jari kanannya dan seketika orang-orang itu dapat bergerak lagi.


Tanpa ragu, mereka kemudian berkumpul menjadi satu dan bersembunyi dibalik tubuh pemuda itu.


"Tuan-tuan, bukannya ayahmu pemburu iblis, cepat panggil ayahmu untuk membunuh iblis itu" kata salah satu penduduk yang berbicara tadi sambil menunjuk mata merah Shuyi.


"Ya, apa yang dikatakan orang itu benar. Cepat panggil ayahmu kazu," kata salah satu pemuda di kelompok itu menyetujui pendapat penduduk.


"Ya, cepat" x10.


Mendengar suara orang-orang ini, Pemuda yang bernama kazu itu sangat terganggu. Ia merasa baru kali ini begitu tidak tahan.


"Diammmm!!!!"


Seketika semua nya senyap, tidak ada yang berbicara sama sekali.


"Apakah kalian bodoh? Lihat, burung yang terbang saja bisa berhenti di udara. Apakah kalian berpikir selain kita, ada yang bergerak?" Kata kazu dengan keras memandang mereka.


Mendengar suara kazu, mereka pun menoleh dan melihat seekor burung yang sedang terbang disekitar rumah berhenti bergerak di udara.


Mata mereka terbelalak, awalnya mereka tidak percaya namun fakta menampar wajahnya saat ini.


Andai mereka dapat memberitahu seseorang tentang hal ini, mungkin tidak ada yang percaya sama sekali.


Mereka bahkan akan dianggap pembohong!


Namun, bagaimana saat-saat ini mereka dapat berpikir seperti itu?


"Oh, jadi namamu itu Kazu. Hehe, kazu bagaimana menurutmu? Kematian apa yang pantas untuk salah satu penduduk yang berbicara mengenai penyerahan adiku kepadamu?"


"Emmmm, tu-tuan iblis. Bagaimana jika aku memberi tahumu namun aku tidak selamat?" Kata Kazu yang mencoba berdiskusi dan menyelesaikan nya secara damai tanpa pertarungan.


"Tuan iblis? Maksudmu aku ini iblis?" Shuyi menunjuk dirinya sendiri dan memandang Kazu dengan ekspresi lucu.


"Bukan? " Kata Kazu Secara reflek menjawab Shuyi.


"Oooo aku iblis, Baiklah Aku akan membuat kalian mati bersama-sama agar kalian dapat berhati-hati di kehidupan selanjutnya bertemu dengan ku,"


Shuyi kemudian mengeluarkan haki raja iblisnya. Seketika kabut hitam pekat keluar dari pori-porinya lalu berkumpul di belakangnya dan kabut itu membentuk wajah yang tersenyum mengerikan memandang mereka.


Disertai dengan mata sharinggan yang menyala terang berwarna merah menjadikan Shuyi raja iblis yang merangkak naik dari celah-celah bumi untuk menguasai dunia.


"Sudah saatnya untuk membunuh kalian."

__ADS_1


Dengan haki raja iblis, Shuyi mengarahkan nya kabut itu untuk memasuki tubuh semua orang lewat hidung mereka.


"Apa yang terjadi? Benda apa itu!!!!"


"Ibu, ayah, siapa pun tolong!!!"


"Tolong jangan bunuh aku sekarang, setidaknya biarkan aku merasakan kenikmatan dunia terlebih dahulu!"


"Aaaaaaaaaaaaa"


Mereka mencoba melarikan diri dan menjauh dari kabut yang mendekati nya, namun mereka sekali lagi tidak dapat bergerak.


Mereka dengan pasrah melihat kabut itu memasuki tubuh.


Setelah kabut itu memasuki tubuh, tiba-tiba terjadi keanehan.


Badan mereka tiba-tiba merasakan tidak ada enegi, bau badan yang menyengat serta keluarnya darah dari seluruh lubang di tubuh.


Perasaan pusing serta rasa sakit tajam diperut mereka seperti ada ulat yang menggerogoti seluruh isi perutnya.


"Hoeekkkkkk," salah satu orang dari kelompok itu terlihat memuntahkan sesuatu yang menarik seluruh perhatian.


Mereka pun menoleh dan melihat isi mutahan orang itu adalah ulat-ulat yang terlihat gemuk dan terus menggeliat di dalam genangan darah.


Seketika, keinginan ingin muntah ada. Mereka mencoba menahan nya namun akhirnya beberapa saat tidak tahan dan memuntahkan hal sama seperti temannya itu yaitu ulat-ulat gemuk dan darah.


Tiba-tiba ulat-ulat dari seluruh muntahan mereka berjalan dan berkumpul menjadi satu.


Perlahan, tubuh mereka memeleh dan membuat monster ulat baru yang berbadan besar dan tidak diragukan lagi menjijikkan.


Monster ulat raksasa itu mengeluarkan air liur dari mulutnya dan memandang mereka dengan keempat mata besarnya.


"Agggghhhhhhh" suara ganas monster ulat itu membuat mereka sangat ketakutan.


"Tunggu apa lagi, lari!!!!"


Disadarkan oleh Kazu, mereka kemudian melarikan diri kesegala arah. Namun, keanehan terjadi.


Mereka melarikan diri sangat lambat. Setiap langkah mereka seperti tidak melangkah sama sekali dan tetap berdiam diri disana.


"Apa yang terjadi?" Tanya salah satu pemuda itu dengan keadaan sangat panik.


Sebelum mendengar jawaban dari temannya, pandangan nya menjadi gelap dan akhirnya ia dimakan oleh monster ulat tersebut.


Beberapa menit kemudian, monster ulat itu hampir memakan semua kelompok pemuda tersebut. Sekarang, yang tersisa hanyalah Kazu dan satu penduduk itu.


"Egggggg" suara sendawa monster ulat tersebut karena telah kenyang memakan manusia.


Ia kemudian berjalan mendekati Shuyi dan menundukkan kepalanya seperti meminta pujian terhadap tindakan nya.


Shuyi yang melihat itu terkekeh pelan, ia mengelus kepala monster ulat itu tanpa menunjukkan rasa jijik kepada bentuknya.


"Sudah kenyang makan?" Tanya Shuyi dengan lembut.


Monster ulat itu menganggukan kepalanya, ekornya bergoyang-goyang kesana-kemari seperti menikmati sentuhan Shuyi.


"Baiklah, kalau begitu. Tunggu disini," shuyi kembali mengelus kepala monster ulat itu sebentar dan berjalan menuju kedua orang yang masih hidup.


Monster ulat yang mendengar perintah Shuyi langsung patuh, ia menganggukan kepalanya dan berbaring di tanah lalu menutup matanya.


Ia sekarang tidak tertarik lagi melihat ketakutan manusia dan lebih memiliki untuk tidur.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya muntah ulat dan darah lalu menjadi ulat besar. Keren bukan? " Tanya Shuyi dengan sangat santai tanpa memperlihatkan rasa bersalah setelah melakukan seperti itu.


"Tu-tu-tuan, kumohon~~. Biarkan aku pergi," kata Kazu dengan membenturkan kepalanya ke tanah yang masih memiliki genangan darah.


"Ya-ya tuan iblis. Maafkan ucapan hamba karena menyinggung perasaan tuan," penduduk itu juga membenturkan kepalanya ke tanah.


"Hehe, dengan mudah sekali kalian bilang begitu. Jika aku tidak memiliki kekuatan ini bagaimana nasibku dan adikku? Kalian tahu sendiri kan," Shuyi tersenyum senang menikmati pemandangan seperti ini.


Mereka berdua pun saling memandang setelah mendengar perkataan Shuyi. Keduanya sudah memiliki Jawaban masing-masing di dalam hati mereka.


"Baiklah, karena aku ini berbaik hati. Silahkan bunuh teman mu sendiri lalu aku akan membiarkan mu pergi. Aku berjanji," Shuyi mengangkat satu tangannya dan memberi isyarat Kedua untuk memulai.


Akhirnya, Kazu dulu yang memulai. Ia meninju perut orang disebelahnya hingga mengeluarkan seteguk darah.


Tidak sampai di situ saja, ia menendang kepala orang tersebut hingga terjatuh ketanah.


Sebelum orang itu bangkit, Ia memukul kepalanya sangat keras hingga kepala orang itu terbentur berkali-kali ditanah dan berdarah.


Awalnya orang itu terus bergerak meronta-ronta tidak terima dengan serangan Kazu. Namun perlahan gerakan orang itu terus melemah hingga berhenti bergerak.


Dengan darah yang menetes di telapak tangan kanannya, Kazu melakukan pukulan terakhir ke jantung orang itu hingga membuat nya berhenti bernafas.


Akhirnya Kazu berdiri, ia menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Shuyi.


Ia sangat ketakutan dihatinya, Baru kali ini ia membunuh seseorang dengan tangan nya serta membuat kelompok temannya dimakan oleh monster ulat.


Andai waktu dapat terulang kembali, ia akan menjauh dan tidak berani menyinggung perasaan iblis ini.


"Selamat kamu telah membunuhnya, sekarang rasakan rasanya bagaimana orang itu dibunuh olehmu,"


Mata sharinggan Shuyi bersinar sangat terang hingga Kazu menutup matanya.


Saat membuka mata, Kazu merasakan perutnya di tinju oleh seseorang.


Bukan hanya itu saja, ia merasakan kepalanya di tendang hingga terjatuh ketanah yang memiliki genangan darah membuat matanya tidak bisa melihat dengan jelas.


'Perasaan ini seperti familiar' kata Kazu sebelum kepalanya dipukul berkali-kali oleh orang misterius.


Rasa sakit yang sangat kuat membuat Kazu ingin berteriak, namun mulutnya sekarang dipenuhi oleh darah.


Pukulan itu tidak berhenti dan terus menerus menyerang Tubuh nya.


Tiba-tiba pukulan itu berhenti, Kazu awalnya berfikir semuanya sudah berakhir. Namun, pemikiran itu salah. Ia kemudian merasakan Pukulan yang sangat kuat mendarat di jantung nya.


Akhirnya setelah Pukulan itu, ia meninggal.


Tapi apakah ini semua berakhir? Tentu saja belum!


Kazu kemudian membuka matanya lagi dan merasakan perutnya di tinju oleh seseorang lagi dan adegan sama ia dipukuli terulang lagi.


Saat membuka matanya lagi, ia dipukul.


Saat membuka matanya lagi, ia dipukul lagi.


Entah beberapa waktu berlalu dalam sekejap, ia kembali lagi dipukul hingga mati dan hidup kembali.


Akhirnya ia merasakan apa itu keputusasaan yang sebenarnya.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.


__ADS_2