
Malam hari yang dingin, di sebuah tempat salah satu bar kosong, terlihat seorang pemilik bar sedang membersihkan meja dengan kain lap nya.
Ia menggosok beberapa noda bandel yang tersisa di meja, kemudian membersihkan nya dengan air dan lap bersih.
Satu menit kemudian meja terakhir di bar itu bersih, ia menghela nafas lega dan melirik dua orang remaja laki-laki sedang duduk merenungi sesuatu tanpa memesan salah satu menu nya.
Ia kemudian menghampiri kedua remaja itu. "hei kalian berdua. Kalian menunggu siapa? Ini sudah malam dan aku akan tutup."
Mendengar suara pemilik bar, tatsumi menoleh, ia melihat pemilik bar yang memiliki ekspresi seperti ingin marah.
Ia buru-buru berdiri dan membungkuk, " maafkan aku pak, aku disini hanya menunggu seseorang yang berjanji dengan ku di siang hari."
"Janji? Janji apa?" Ucap pemilik bar itu.
"Kata orang itu, dia akan membuat saya dan teman saya ini menjadi tentara yang berpangkat kapten," jawab Tatsumi.
"Apakah kalian percaya begitu saja? Janji seperti itu hanyalah omong kosong. Dengar, ibukota ini terlalu banyak penipu dan percuri handal, Jadi jangan terlalu berharap. Sekarang pergi sana, aku mau tutup," ucap pemilik bar Dengan eskpresi sedikit kasihan memandang kedua nya.
"Tapi..." Sebelum tatsumi menyelesaikan kata-kata nya, ia di tarik oleh Shuyi keluar bar.
Di luar bar, Tatsumi melepaskan tangan shuyi dan menatapnya dengan ekspresi tidak puas. " Ada apa kazuha, apakah kamu percaya dengan kata-kata pemilik bar itu ketimbang wanita bola besar?"
" Bukan nya aku tidak percaya, tapi buktinya dari tadi apakah kita melihat wanita itu datang kembali sesuai janji nya?" Jawab Shuyi dengan mata kosong memandang Tatsumi.
__ADS_1
Siapa pun dengan mata telanjang pasti tahu, selama ini mereka berdua menunggu Leone tetapi dia tidak datang. Dari sudut pandang pemilik bar kejadian ini Mungkin bukan terjadi hanya sekali.
" Lalu, kita harus bagaimana sekarang?" Kata Tatsumi.
"Ini sudah malam, ayo pergi cari penginapan," kata Shuyi yang menjabat tangan Tatsumi dan mulai berjalan untuk mencari penginapan atau hotel terdekat.
Untung saja yang diambil oleh Leone hanyalah 20 keping emas, di kantong sekarang masih tersisa 80 keping emas untuk mereka berdua tidur.
Dua jam telah berlalu dan sekarang mereka masih belum menemukan satu pun hotel maupun penginapan.
"Sial, apakah kita harus tidur di pinggir jalan raya?" Tanya Tatsumi Dengan eskpresi sakit kepala karena kenyataan hidup di ibukota tidak sesuai dengan mimpi nya.
"Itu juga boleh," jawab Shuyi dengan sedikit ragu.
Ia juga tidak menyangka bahwa di ibukota yang sebesar ini tidak memiliki penginapan atau hotel yang baik. Ada sih beberapa hotel disini tetapi hanya untuk orang dewasa saja.
Di luar kereta kuda tersebut dikelilingi oleh penjaga dengan armor besi yang kuat.
Kereta kuda itu melaju dengan cepat dan tiba di depan mereka, kereta itu tiba-tiba berhenti.
Sebelum Tatsumi bertanya, pintu kereta itu terbuka. Terlihat seorang gadis dengan gaun bangsawan sedang menatapnya.
Ekspresi yang dimiliki gadis tersebut sangat lah lembut dan membuat hati tatsumi meleleh seketika.
__ADS_1
Gadis itu turun dari kereta dan berjalan hingga sampai didepan mereka berdua.
" Salam, nama ku adalah Aria. Apakah kalian berdua perlu bantuan? Karena ini sudah hampir tengah malam dan apakah kalian adalah orang luar ibukota?" Tanya Aria Dengan pelan dan penuh kelembutan menatap mereka berdua.
Tanpa ragu, Tatsumi berbicara dengan sangat jujur. " Aku dan teman ku tidak menemukan penginapan sama sekali dan sekarang kami bingung mau tidur dimana."
" Kalau Bingung, kenapa tidak menginap di mansion ayah ku terlebih dahulu," jawah Aria Dengan tersenyum diwajahnya.
" Boleh kah? Terima kasih banyak," Tatsumi menundukkan kepalanya kepada Aria.
Sedangkan Shuyi , ia seperti tidak memiliki hawa keberadaan sama sekali. Ia juga tidak mempermasalahkan hal ini karena menurutnya beroperasi di mansion Aria juga memiliki kelebihan karena organisasi Night Raid akan menyerang besok malam.
Mereka berdua masuk ke dalam kereta nya dan pergi menuju mansion. Saat masuk ke mansion, mereka disambut oleh orang tua Aria.
Di sana, mereka dijamu dan berbicara tentang berbagai hal sambil menunggu pelayan menyiapkan kamar.
Tatsumi juga menceritakan bagaimana dia kehilangan kedua temannya saat menuju ibukota.
Beberapa saat setelah bercerita, pelayan mengabarkan bahwa kamarnya telah siap. Mereka segera beranjak ke kamar untuk istirahat karena waktu sudah hampir mencapai tengah malam.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG...