
Pagi telah tiba, sinar matahari mulai memasuki kamar yang gelap. Di kasur empuk terlihat Shuyi yang tertidur lelap.
Tok~tok~tok.
Merasa ada yang mengetuk pintu, Shuyi membuka matanya. Ia bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu.
Membuka pintu, terlihat Tatsumi dengan wajah riang memandang nya.
"Ada apa Tatsumi, apakah sudah pagi?" Ujar Shuyi dengan menguap karena masih ngantuk.
"Tentu saja, ngomong-ngomong aku dan Aria ingin pergi keluar. Apakah kamu mau ikut dengan kami berdua?" Tanya Tatsumi.
"Tidak, aku masih mengantuk," Shuyi kembali menutup pintu dan pergi ke tempat tidur. Ia berbaring dan menutup matanya lagi tanpa mempedulikan Tatsumi di luar kamar.
Moto hidup shuyi adalah beraktifitas lah setelah tidur cukup. Jika tidak cukup, maka kembali tidur.
.
.
.
Siang hari, kereta kuda telah kembali ke mansion. Tatsumi dan Aria turun, mereka membawa banyak sekali barang hingga dibantu oleh pelayan serta prajurit yang menjaga.
Saat melewati kamar Shuyi, Tatsumi tidak melihat nya. Ia segera bertanya kemana perginya ke pelayan terdekat.
Kata pelayan tersebut, Shuyi sedang berada di lapangan yang berada di belakang mansion. Ia segera berjalan kesana untuk melihat.
Disana, ia melihat Shuyi yang sedang membawa pedang kayu bertarung dengan seorang prajurit.
Swushhh.
__ADS_1
Suara tebasan pedang yang bergesekan dengan udara sedang menyerang shuyi.
Shuyi yang melihat itu langsung menundukkan kepalanya, ia segera membalas nya dengan memukul perut prajurit tersebut.
Prajurit terpukul mundur, ia memegang perutnya yang sakit dan tersenyum memandang Shuyi. " Kau curang, ini adalah pertarungan pedang. Bagaimana kamu menggunakan tangan mu menyerang ku."
" Ahh, maaf. Aku tidak terbiasa menggunakan pedang, tadi hanyalah reflek ku saja," jawab Shuyi dengan agak canggung.
"Baiklah, tidak apa-apa. Aku juga sudah melihat kamu menggunakan pedang dengan baik, latihan nya mungkin cukup sampai disini," ujar prajurit itu yang menyeret pedang nya sanbil memegang perut menuju mansion.
Melihat prajurit itu pergi, shuyi mengaruk kepala nya. Ia kemudian mendengar suara tepuk tangan dari sekitar, ia menoleh dan melihat ternyata itu Tatsumi.
"Sudah pulang?" Tanya Shuyi, ia berjalan menuju Tatsumi.
" Kalau belum, aku tidak ada disini," jawah Tatsumi, ia melempar botol minum ke Shuyi.
Menangkap botol minum yang dilempar Tatsumi, ia membuka dan meminum nya. "Oh, saat keluar ada berita apa?"
" Bagaimana membunuh, kita aja tidak memiliki barang berharga. Lagian mungkin mereka hanya dapat membunuh setelah mendapatkan bayaran cukup dari klien. Jadi jangan takut," ucap Shuyi yang melempar botol minum nya ke tong sampah terdekat.
" Iya juga, ya," ucap Tatsumi.
"Ayo temani aku belajar pedang," Shuyi menyeret tangan Tatsumi dan pergi menuju tengah lapangan.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
" Status."
[ Status ini hanya berlaku di dunia ini. ]
Nama : Kazuya ( Shuyi di dunia nyata )
__ADS_1
Identitas : anak pedagang keliling.
Garis keturunan : klan uchiha.
Senjata : katana 'murasame'.
Keahlian : pembuat kartu, Teknik pedang(E)
Kartu : cakra api, angin×2, shuriken, Katon: Gōkakyū no Jutsu, fuuton: rasenggan, fuuton : kagebunshin.
Kesempatan membuat kartu hari ini : 3 ]
Melihat ada yang baru di kolom keahlian nya membuat Shuyi tersenyum senang, kerja kerasnya untuk berlatih pedang akhirnya terbayar kan walaupun hanya di peringkat E.
Ia menutup statusnya dan berjalan menuju jendela, dengan membuka jendela ia melihat bulan yang berwarna merah darah.
malam yang hening dengan suasana menyeramkan mulai merembes ke sela-sela mansion.
Mata shuyi kemudian menatap sebuah bayangan gelap yang berada di depan bulan, Tidak hanya satu tetapi tujuh bayangan.
Melihat itu, Shuyi tersenyum aneh. Sebuah kartu tiba-tiba muncul di tangan kanan nya, ia kemudian berbalik dan pergi dari kamar.
" misi dimulai!!"
.
.
.
BERSAMBUNG...
__ADS_1