System Kekayaan : Ibu Yang Baik Hati

System Kekayaan : Ibu Yang Baik Hati
BAB 15


__ADS_3

"Tenang saja nyonya. Selama Nyonya belum diizinkan untuk membawa mobil, saya akan mengantarkan Nyonya ke mana saja," jawabnya.


"Kalau boleh tahu nama kamu siapa?" tanyaku.


"Perkenalkan nama saya adalah Linda. Panggil saya sebanyak tiga kali, jika Nyonya membutuhkan bantuan saya," jawabnya.


Aku pun bingung dengan pernyataan Linda. Bagaimana bisa Linda menyuruhku memanggilnya sebanyak tiga kali? Menurutku ini adalah hal yang konyol. Bahkan memanggilnya tiga kali seperti di film-film kolosal yang sering aku lihat zaman dahulu.


Dalam waktu lima menit saja, Aku sudah sampai di tempat tujuanku. Aku langsung keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih. Aku berjalan dengan hati yang riang. 


Sebelum masuk ke dalam, aku melihat ada seorang penjaga dengan mata yang sangat aneh. Aku pun bingung dan menceritakan tujuanku ke sini. Akhirnya penjaga itu membukakan pintu dan menyuruhku masuk ke dalam. Untung saja sang penjaga tidak menerkamku. Memang agak horor ternyata. Karena penjaga itu orangnya sangat kaku sekali.


Sesudah masuk ke dalam, aku disambut oleh wanita muda. Yang di mana wanita muda itu sedang menggendong bayinya. Dengan basa-basi, aku langsung menyapanya.


"Selamat pagi nyonya," sapaku.


"Selamat pagi Mila," sapanya kembali. "Tolong kamu jaga ini anak hingga aku kembali."


"Anaknya sudah makan nyonya?" tanyaku.


"Sudah.aku pergi ke Manado hanya untuk mengunjungi kedua orang tuaku. Aku kesana hanya satu jam saja. Aku janji tidak akan lama-lama di sana," jawabnya.


*Tidak apa-apa nyonya. Saya akan menjaga anak ini dengan baik," ucapku.


"Oh ya, kamu bisa membawanya ke taman belakang rumah ini. Tapi ingatlah satu hal yang penting buat kamu.Jika bertemu dengan robot segitiga berwarna kuning. Kamu langsung masuk ke dalam. Karena robot itu adalah seorang penculik anak," ujarnya.


"Baik nyonya," balasku.

__ADS_1


Setelah kami berbincang sebentar, Nyonya Andini akhirnya meninggalkan rumah. Aku teringat pada ucapan Tejo. Yang di mana ada robot segitiga berwarna kuning. Aku tidak menyangka kalau ucapan Tejo akhirnya menjadi kenyataan. Berhubungan dahulu aku pernah dinobatkan sebagai Ratu bar-bar, maka aku akan menjadi bar-bar Jika ketemu sama robot kuning itu.


Aku pun mengajak anak bayi itu pergi ke taman. Di sana Aku merasakan hawa yang sangat sejuk sekali. Matahari mulai bersinar dengan indah. Ditambah lagi dengan langit yang sangat cerah sekali.


Ketika mengajaknya bercanda, sang bayi itu tertawa terbahak-bahak. Jujur rasanya aku ingin memiliki bayi yang sesungguhnya. Sedari dulu aku merasakan tidak ingin memiliki anak sama sekali. Ternyata aku salah.jika aku memiliki anak kemungkinan besar hidupku akan berwarna seperti ini.


Nasi sudah menjadi bubur. Aku sudah tidak bisa kembali ke masa laluku. Aku harus berjalan lurus ke depan agar bisa berkonsentrasi untuk merawat anak. Ya…aku akan mengabdikan diriku untuk menjadi ibu yang baik buat anakku dan anak-anak lainnya.


Tak lama ada seorang wanita dengan memakai baju pelayan mendekatiku. Pelayan itu membungkukkan badannya dan berkata, "Selamat pagi nyonya."


"Oh iya, Aku kira di sini tidak ada orang sama sekali," ucapku. "Selamat pagi juga."


Dalam hatiku Aku berusaha untuk menatap wajah sang pelayan itu. Aku mengerutkan keningku sambil bertanya, "Apakah kamu robot?"


"Ya saya adalah robot. Saya sudah dipekerjakan di sini selama tiga tahun belakangan ini," jawabnya.


"Bagaimana bisa kamu diciptakan sebagai robot yang sempurna seperti manusia?" tanyaku yang benar-benar penasaran sekali. "Kenapa juga kamu bisa memakai bahasa Indonesia baik dan benar?" 


"Seorang profesor dari Jepang sengaja menciptakanku. Aku tidak hanya satu saja. Melainkan beratus ratus ribu yang sudah menyebar ke penjuru dunia ini. Selain itu juga aku diprogram untuk mengenal berbagai macam bahasa. Contohnya saat ini aku memakai bahasa Indonesia," jelasnya.


"Sepertinya ini sangat menarik sekali. Bagaimana aku akan membeli robot untuk membersihkan rumahku," ucapku dalam hati.


Tak lama kemudian Tejo berteriak agar aku tidak membeli robot. Jika aku membeli robot, aku yang akan menjadi kerepotan. Aku menatap wanita itu sambil bertanya, "Apakah kamu bisa makan?" 


"Maaf nyonya. Saya tidak bisa memakan apapun. Saya hanya ditugaskan untuk memasak. Jika memasak Nyonya Andini selalu berada di samping saya. Nyonya Andini lah yang memberikan segala macam bumbu ke dalamnya. Selain itu juga saya memiliki tugas lainnya. Selain memasak tugas saya adalah membersihkan rumah," jelasnya.


"Apakah kamu tidak diciptakan untuk menjaga anak?" tanyaku.

__ADS_1


"Tidak semuanya robot bisa menjaga anak dengan baik. Suatu hari nanti, robot itu bisa terkena konsleting. Cepat atau lambat kami bisa mati yang tidak terduga. Maka dari itu robot tidak diizinkan untuk merawat anak-anak dan menjaganya," jawabnya.


Aku pun mengangguk paham. Apakah ini yang dikatakan oleh Tejo jika aku merawat robot suatu hari nanti? Tejo pun berteriak kalau jawaban robot itu benar. Maka dari itu Tejo menghimbau untukku tidak boleh membeli robot.


"Ya aku sekarang paham. Kenapa si Tejo itu selalu melarangku untuk tidak membeli robot satupun. Jika suatu hari nanti kalau ada apa-apa aku tidak bisa melakukannya. Dengan terpaksa aku akan mengurungkan niatku untuk tidak membeli robot satupun. Lagian juga rumahku sangat kecil dan bisa kubersihkan sendiri. Ditambah lagi aku adalah wanita yang giat bekerja," ucapku dalam hati.


Dalam waktu sejam, aku mengajaknya berjalan-jalan mengelilingi taman. Jujur taman ini memiliki banyak bunga-bunga yang indah. Aroma bunga itu sangat menusuk ke dalam hidung. 


Tak lupa juga aku memperkenalkan kepada sang bayi berbagai macam bunga di taman. Ketika aku menyebutkan namanya sang bayi malah tertawa. Entah kenapa sang bayi itu rasanya sangat bahagia sekali. 


Selain itu juga banyaknya hewan-hewan yang terbang. Aku juga mengenalkan pada anak itu. Namun yang lucunya, anak itu meminta kupu-kupu. Ternyata di zaman ini kupu-kupu berevolusi menjadi sangat besar. Sejenak berpikir, Kenapa kupu-kupu itu sangat besar sekali? Padahal di zamanku kupu-kupu itu sangat kecil dan indah.


Aku terpaksa menangkap kupu-kupu yang berwarna kuning cerah. Lalu aku berikan pada anak bayi itu. Anak bayi itu hanya tersenyum dan memegangnya sejenak. Kemudian aku mengatakan, kalau kupu-kupu itu harus dilepaskan. Anak bayi itu pun menurutiku dan aku lepaskan begitu saja.


Beberapa saat kemudian, Nyonya Andini kembali. Nyonya Andini segera mendekatiku dan menyapaku kembali.


"Bagaimana? Apakah baby El baik-baik saja?" tanyanya. 


"Oh sangat baik sekali. Bahkan baby El mulai belajar mengenal banyak tumbuhan dan hewan-hewan," jawabku. 


Sontak saja Nyonya Andini terkejut. Namun dirinya sangat bahagia sekali. Ia menatapku sambil berkata, "Kamu memang bisa diandalkan."


"Terima kasih nyonya," ucapku sambil memberikan baby El kepada Nyonya Andini. 


"Kapan-kapan kamu ke sini lagi ya," pintanya. 


"Baik nyonya," ucapku.

__ADS_1


"Terima kasih banyak. Nanti aku kirimkan uang tipsnya," ucapnya.


__ADS_2