System Kekayaan : Ibu Yang Baik Hati

System Kekayaan : Ibu Yang Baik Hati
BAB 18


__ADS_3

Bukankah kamu hanya menjagaku?" tanyaku balik. 


"Aku memang ditugaskan untuk menjagamu. Tapi aku harus bolak-balik ke atas ke bawah ke atas ke bawah hingga seribu kali," jawabnya. 


"Mana ada bolak-balik hingga sebanyak itu? Kamu ini sangat aneh sekali. Aku baru tahu kalau kamu menjagaku sangat protect sekali," ucapku.


"Nggak kamu saja. Setiap manusia hidup di muka bumi ini pasti ada penjaganya. Semuanya itu tergantung pada manusianya sendiri. Apakah manusia itu bisa peka terhadap kehadiran penjaganya itu. Setelah kamu mengalami kecelakaan, aku terkena sidang habis-habisan. Maka dari itu aku mendapatkan tugas seperti ini," ujarnya. 


"Memangnya aku kecelakaan apa?" tanyaku yang sangat penasaran sekali. 


"Kamu tertabrak kereta saat itu. Pada waktu itu aku ingin menarikmu tapi nggak bisa. Inilah rasa bersalah aku kepadamu," jawabnya. 


"Kamu itu nggak boleh bersedih. Yang namanya takdir tetap takdir yang harus dijalankan," sahutku. 


"Saat itu kamu belum waktunya untuk pergi dari dunia ini. Jadi terpaksa kamu harus melalui banyak dan reinkarnasi. Saat reinkarnasi kamu selalu sial terus," sambungnya.


"Sial kenapa?" tanyaku. 


"Kamu itu selalu terkena masalah yang aneh-aneh. Aku bingung sama kamu," jawabnya.


"Kamu itu sangat aneh sekali. Bagaimana bisa seorang malaikat bingung ketika menjaga manusia?" ucapku.


"Kamu mau ke mana?" tanyanya.


"Aku sengaja ke sini hanya untuk mencari keperluan barang-barang yang akan dibawa oleh Giska besok. Sepertinya aku harus ikut dengannya," jawabku.


"Pergilah. Aku pastikan seharian tidak ada orderan yang masuk ke dalam aplikasi ajaib itu," suruhnya.


Aku tidak menjawab maupun berkata apapun kepada Tejo. Menurutku Tejo ini sangat aneh sekali. Bagaimana bisa seorang malaikat mengendalikan barang-barang teknologi sendirian? Jawabku hanya entahlah. Hanya Tejo yang tahu.


Aku langsung masuk ke dalam supermarket. Saat masuk Aku langsung mengambil keranjang. Di sana aku membaca lagi apa saja yang diminta oleh pihak sekolah.

__ADS_1


Aku sangat terkejut sekali ketika melihat barang-barang di rak. Barang-barang itu sangat aneh sekali. Aku sendiri tidak tahu apa fungsinya.


Beberapa saat kemudian datang SPG. Ia menyapaku sambil melemparkan senyum manisnya. Akan tetapi ia menjelaskan barang-barang tersebut. Ternyata satu paket barang itu jika dirakit akan menjadi robot. Ini sungguh sangat aneh sekali bagiku. Sepertinya aku harus membeli robot itu.


Setelah mendapatkan penjelasan, SPG itu memutuskan untuk meninggalkanku. Ketika tanganku meraih satu box besar, Tejo datang sambil melihatku, "Apakah kamu ingin membeli robot itu?"


"Ya Aku ingin membelinya. Lumayan bisa buat bersih-bersih rumah jika aku tidak ada," jawabku.


Tejo menganggukan kepalanya dan paham atas jawabanku. Akhirnya ia mengalah dan mengizinkan aku membeli dua robot sekaligus. Aku pun tersenyum lalu mengambil satu box lagi.


Seperti yang perjalanan menuju ke sini, aku sempat berpikir sedikit. Jika tanganku sudah jadi, para anak-anak akan tinggal di sana bersama Jujur saja aku tidak sempat untuk merawat rumahku. Aku harus mencari cara agar rumah tetap bersih. Lalu aku putuskan untuk membeli robot. Itulah keinginanku sebenarnya.


Kalau di zaman ku dulu, bersih-bersih rumah adalah tugas dari manusia. Bahkan kedua orang tuaku memiliki rumah yang super besar sekali. Yang di mana rumah besar itu memiliki banyak tenaga manusia untuk membersihkannya. Kalau dipikir-pikir, jika memakai tenaga robot aku akan mengirit pengeluaran. Semoga saja robot itu tidak nakal dan bisa disuruh bersih-bersih rumah.


"Bilang kek dari kemarin-kemarin kalau kamu ingin memiliki robot," celetuk Tejo.


"Beberapa hari lalu aku memang menginginkan robot. Cepat atau lambat aku akan sibuk untuk mengurusi anak-anak. Jika aku sibuk, siapa yang mau mengurus rumahku ini? Kalau di zamanku, aku langsung membuka lowongan kerja dan menyebarkannya ke seluruh negara ini. Nanti orang-orang itu yang akan membersihkan rumahku yang super besar itu," jelasku.


"Yang kamu katakan itu benar. Di zaman dahulu tenaga manusia memang benar-benar dibutuhkan. Di zaman ini seluruh manusia mempekerjakan robot. Bahkan segala urusan apapun, mereka memberdayakan semuanya kepada robot. Jadi kamu jangan terkejut soal masalah ini," sambungnya yang menghilang entah ke mana.


"Ada apa? Kamu memanggilku seperti itu," jawabnya.


"Begini Jo. Halaman belakang rumah dan kosong. Tapi sayangnya di sana tumbuh-tumbuhan banyak yang subur. Bagaimana kalau aku jadikan saung di sana? Aku ingin menciptakan suasana yang indah dan sejuk di belakang rumah," tanyaku.


"Kenapa kamu tidak membuat taman terlebih dahulu? Setelah itu kamu membuat bangunan kecil untuk mereka. Yang di mana bangunan kecil itu bisa membuat mereka berteduh dari panas maupun hujan," jawabnya.


"Tapi disana banyak sekali tumbuh-tumbuhan," ujarku. 


"Lebih baik kamu membuat taman maupun kebun binatang kecil," sarannya.


"Kenapa aku harus membuat kebun binatang kecil? Sepertinya aku tidak memerlukan itu," ucapku.

__ADS_1


"Kamu harus memiliki kebun binatang kecil. Belilah robot-robotan yang berbentuk hewan-hewan yang mirip sekali di kebun binatang. Nanti anak-anak akan betah di saung sambil  belajar dari kebun binatang itu dan juga taman," jelasnya.


"Memangnya ada ya? Robot yang mirip sekali dengan hewan berpenghuni di kebun binatang?" tanyaku.


"Ada. Nanti aku kirimkan dari langit," jawabnya sambil tersenyum manis.


"Mana ada di langit hewan-hewan yang berupa robot?"


"Ada. Kami pada malaikat yang berusia muda ditugaskan untuk membuat aplikasi-aplikasi yang kamu gunakan itu. Kami juga para malaikat yang menyukai teknologi. Teknologi Kami lebih canggih setimbang teknologi yang berada di bumi ini. Kami memang sengaja diperintahkan untuk mengembangkan banyak teknologi. Jika teknologi itu berguna, maka kami akan lempar ke bumi untuk dikerjakan para manusia."


"Oh jadi begitu ya? Kok aku baru tahu?"


"Nggak semuanya orang memiliki keistimewaan untuk berhubungan dengan langit."


"Kenapa nggak semuanya?"


"Aku tidak akan memberikan jawaban sekarang. Nanti kamu tahu sendiri seiring berjalannya waktu."


"Baiklah kalau begitu. Aku tidak jadi masalah."


"Bukannya aku marah. Aku memang sengaja membuatmu untuk mencari jawabannya sendiri. Seiring berjalannya waktu kamu akan mengerti apa yang menjadi pertanyaanmu itu."


"Di sini aku tidak memiliki siapa-siapa."


"Aku tahu itu. Kamu memang ditakdirkan untuk sendiri. Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Perawat lagi dan sebaik mungkin dan jadikanlah gadis pemberani."


Mendengar nama Giska, aku langsung melihat jam di tanganku. Untung saja waktu menunjukkan masih pagi. Aku melihat Tejo yang sedang memilih bahan-bahan makanan. 


"Apakah malaikat butuh makanan?" tanyaku lagi.


"Malaikat memang tidak butuh makan. Aku sebagai malaikat harus menyediakan bahan-bahan makanan asli buatan manusia. Ketika kami turun dari langit. Kami biasanya ke tempat langsung dituju. Setelah itu aku bersama lainnya selalu berjalan-jalan di bumi terlebih dahulu. Ketika kami melihat ada orang kelaparan. Kami sengaja membagikan makanan itu kepada mereka," jawabnya sambil menjelaskan kegiatan dirinya.

__ADS_1


"Menurutku kamu ini aneh."


"Memang terdengar aneh bagi manusia. Jika kamu paham apa yang terjadi di masa lalumu tentang orang-orang kelaparan, pasti kamu akan menemukan jawabannya."


__ADS_2