System Kekayaan : Ibu Yang Baik Hati

System Kekayaan : Ibu Yang Baik Hati
BAB 16


__ADS_3

Setelah keluar dari rumah itu, aku memutuskan untuk berbelanja terlebih dahulu. Aku ingin mencari bekal untuk besok pagi.


Di saat menyeberang aku melihat sekelompok anak muda. Aku menatapnya dan berpikiran itu robot. Namun anak muda itu mendekatiku sambil menyapa, "Halo Kakak."


"Mau ke mana kalian semua? Kalian tidak pergi sekolah?" tanyaku.


"Maaf Kak, kami hari ini membolos sekolah," jawab salah satu dari mereka.


"Kenapa kamu kalian ingin membolos? Bukankah sekolah itu penting bagi kalian? Apakah kalian ingin menjadi orang yang tidak berguna bagi kedua orang tuamu?" tanyaku.


Mereka menunduk langsung terdiam. Mereka memang sengaja untuk membolos. Mereka akhirnya menatap wajahku dengan penuh jawaban.


"Kami tidak masuk sekolah karena ada pelajaran yang tidak kami suka," ucapnya.


"Nama kalian siapa sih?" tanyaku


"Oh namaku Brandon. Ini temanku yang agak kurus namanya Indra. Yang satu lagi orangnya agak gemuk namanya Koji. Kami hari ini sengaja membolos hanya untuk menghindari pelajaran matematika," jawabnya.


"Tapi kalian harus masuk sekolah. Nggak boleh bolos begini. Apakah kalian mau kalau pekerjaan diambil alih oleh robot?" tanyaku.


''Diambil alih sama robot," ucap Indra.


"Iya itu benar. Memangnya kamu mau semua pekerjaan ditangani oleh robot?" tanyaku lagi.


Mereka menggelengkan kepalanya lalu menunduk sedih. Memang benar apa yang kukatakan itu. Tidak semua pekerjaan akan diambil oleh robot. Jujur saja aku terkejut. Tidak di duniaku maupun dunia sekarang, masih ada sajak anak yang membolos untuk pergi ke sekolah.


"Ya sudah kalau begitu. Aku akan mengantar kalian untuk pergi ke sekolah," ucapku yang mendorong mereka untuk kembali semangat ke sekolah.


"Tapi Kak? Jam pelajaran sudah dimulai. Kami takut dimarahi oleh guru matematika," jawabnya.


"Nggak ada tapi-tapian titik kalian harus pergi ke sekolah. Demi meraih cita-citamu!'' perintahku.

__ADS_1


Mereka menganggukkan kepalanya dan sambil tersenyum. Akhirnya aku memesan sebuah mobil Untuk mengantarkan mereka. Jujur ini sangat mirip sekali buat aku. Di zaman sekarang masih ada aja yang membolos untuk pergi ke sekolah. Jika mereka ditolak oleh pihak sekolah. Akulah orang yang menghadapinya.


Di dalam perjalanan kami mengobrol dengan santai. Mereka sebenarnya adalah anak yang baik. Aku tidak ingin mereka terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak berguna sama sekali.


Sesampainya di sekolah aku mengantarkan mereka masuk ke dalam. Aku menceritakan kalau mereka masuk ke dalam sekolah. Untung saja salah satu guru di sana mempercayainya. Akhirnya mereka dapat bersekolah lagi.


Hatiku sangat tegas sekali telah mengantarkan mereka ke sekolah. Aku tidak ingin mereka ketinggalan pelajaran sedikitpun. Aku berharap mereka menjadi anak yang berguna bagi kedua orang tuanya. Sebelum pergi mereka meminta nomor teleponku. Aku Pun memberikannya. Menurut mereka bisa bertemu lagi di suatu hari nanti. 


Beberapa saat kemudian datang mobil mewah yang turun tepat di hadapanku. Pintu mobil itu terbuka sendiri dan aku masuk ke dalam. Ternyata Tejo berada di hadapanku sebagai sopir. 


Sebelum Tejo menaikkan mobilnya, aku ingin berdiskusi. Aku ingin memiliki mobil sendiri. Namun Tejo melarangku. Jawabannya sama saja dengan Linda. 


"Bisakah aku memiliki mobil sendiri? Sedangkan aku sering berada di luar rumah," tanyaku.


"Kamu nggak bisa memiliki mobil terlebih dahulu. Kamu sekarang sedang dihukum selama dua tahun ke depan. Sebab negara ini telah memberlakukan sistem skorsing bagi orang tabrakan yang masih hidup. Kamu sudah, selama setahun lebih. Pengadilan memutuskan Kalau kamu tidak boleh memiliki mobil selama dua tahun ke depan," jawabnya.


"Baiklah," sahutku. 


"Ingatlah, suatu Hari nanti kamu akan lepas dari hukumanmu. Kamu bisa membeli mobil apapun jenisnya," jelasnya.


"Kamu itu sangat aneh sekali.Kamu adalah seorang malaikat. Kenapa juga kamu diturunkan ke sini begitu saja?" tanyaku.


"Aku memang ditugaskan untuk menjagamu dan Giska. Memang kedengaran konyol. Tapi itu adalah tugasku. Jadi aku tidak boleh menolaknya sama sekali," jawabnya.


"Mana ada zaman sekarang malaikat turun ke bawah hanya demi menjaga manusia?" tanyaku lagi.


"Setiap manusia pasti dijaga oleh malaikat. Namun mereka tidak menyadarinya. Jika malaikat itu berada di sekitaran orang tersebut. Mereka sibuk dengan pekerjaan dan mencari uang sebanyak-banyaknya. Maka dari itu penjaga mereka akan tetap bersamanya. Hingga akhir nanti," jawabnya. 


"Besok aku ke Thailand. Jangan bilang kamu ikut denganku," celetukku. 


"Di manapun kamu berada. Di situ ada aku. Kamu itu nggak boleh keras kepala untuk menolakku. Kamu tahu kalau aku adalah seorang malaikat sangat kece sekali. Aku bisa berubah diriku menjadi manusia. Aku juga bisa merubah apa yang kamu inginkan," ucapnya dengan senyum sumringah. 

__ADS_1


"Terserah apa katamu. Aku sendiri nggak minta apa-apa darimu. Sekarang aku sudah baik-baik saja. Tidak mengalami trauma apapun setelah kecelakaan itu," jelasku. 


"Syukurlah kalau begitu. aku sangka kamu mengalami trauma yang sangat berat sekali. Di kehidupan ini kamu menjadi orang yang baik. Ditambah lagi kamu sekarang sangat menyukai anak-anak," pujinya. 


"Entah kenapa aku sangat menyukai mereka. Bisakah aku menikah lagi?" tanyaku. 


"Tanyakan saja pada Giska. Apakah dia mau memiliki Ayah baru?" tanyanya balik. 


Mataku membulat sempurna. Apakah kau harus mengatakan pada Giska? Sepertinya aku harus mengatakannya terlebih dahulu. Jujur saja aku belum paham dengan kata hati Giska. Selama aku memberikannya yang terbaik. Giska tidak rewel sama sekali. Malahan Giska sangat asik sekali menjadi anak yang baik. 


"Aku belum tahu karakter anak itu," ucapku. 


"Seharusnya kamu mengetahuinya. Agar kamu bisa berkenalan lebih dekat lagi. Aku tahu Giska itu adalah anak yang baik dan penurut," ujarnya. 


"Kalau begitu akan aku diskusikan ini dengan Giska. Aku ingin tahu sifat-sifat mendiang ibunya," jawabku. 


"Kamu sama Mila memiliki sifat yang sama. Tapi bedanya Mila sangat menyukai anak kecil kamu tidak," tambahnya. 


"Apakah Mila suka bekerja keras?" tanyaku. 


"Ya. Dia adalah wanita yang modern. Yang di mana Mila adalah seorang pekerja keras. Meskipun pekerja keras, bila selalu memperhatikan putrinya itu," jawabnya. 


"Aku harus bagaimana? Apakah kau harus menjadi Mila seutuhnya?" tanyaku. 


"Kamu nggak bisa menjadi Mila seutuhnya. Kamu bisanya menjadi pengganti Mila," jawabnya.


"Terserahlah apa katamu. Aku hanya bisa pasrah saja," ujarku. 


"Kamu itu jadi orang jangan pasrah saja. Jadi orang itu harus usaha kuat. Di zaman ini kalau kamu pasrah akan tergerus waktu. Sebab zaman ini, zaman modern. Jika kamu begitu terus, maka kamu tidak bisa apa-apa," jelasnya. 


Apa yang dikatakan oleh Tejo memang benar. Aku tidak boleh menjadi wanita lemah sedikitpun. Karena hidup di dunia baru ini menurutku itu sangat aneh sekali. Jika ada waktu senggang maka aku harus mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mengenal dunia ini.

__ADS_1


"Ingatlah! Banyak-banyak belajar. Jangan pernah berputus asa untuk menghadapi dunia ini," tambahnya.


__ADS_2