System Kekayaan : Ibu Yang Baik Hati

System Kekayaan : Ibu Yang Baik Hati
BAB 4


__ADS_3

“Ibu,” panggil Giska.


“Apa sayang?” sahutku.


“Aku lapar bu,” jawab Giska yang wajahnya memelas.


Aku pun terdiam dan melihat Giska . Jujur aku menatap Giska karena


bingung. Aku tidak tahu apa makanan favorit Giska.


“Kamu mau makan apa sayang?’ tanyaku yang duduk di hadapan Giska.


“Masa ibu enggak tahu makanan favoritku?” tanyanya.


“Mungkin saja ibu lupa. Ibu baru saja sadar hari ini. Kemungkinan


besar ibu lupa,” kilahku.


“Aku hanya ingin memakan nasi putih dan telur ayam rebus ditambah


kecap,” ucapnya yang memelas.


Akupun menganggukan kepala dan berdiri. Aku mulai membuka kulkas


dan mencari bahan-bahan makanan.


“Baiklah. Kamu akan mendapatkan makanan enak. Aku ridak akan


membuat kamu menderita,” ucapku dalam hati.


Aku mulai menyiapkan bahan makanan. Aku  akan membuat makanan yang enak buat gadis


kecil itu.


Tidak butuh waktu sejam aku membuat menu yaitu nasi putih dan sosis


tumis. Kemungkinan besar anak kecil pasti banyak menyukainya. Setelah jadi aku


menyiapkan makanan buat Giska. Aku juga ikutan makan siang sekalian mengisi


perutku.


Aku harus mencari cara untuk mengetahui kebiasaan Giska dan apa


yang meenjadi favoritnya. Tidak lucu buatku, jika aku tidak mengetahui apa saja


kegemaran anak kecil.


Sungguh ini sangat aneh sekali bagi tubuhku. Dahulu aku tidak


mengetahui apa-apa soal anak. Padahal aku saat itu sudah berusia tiga puluh


tahunan. Menikah aku sangat menghindarinya. Aku sendiri juga tidak ingin


menikah. Menurut pandanganku sendiri pria itu sama saja dan sering membuat aku


kecewa. Akankah aku akan menikah di tahun ini? Mengingat aku memiliki seorang


gadis kecil dan tidak lupa juga dengan isi tabungan wanita ini.


Beberapa hari ini sangat ama bagiku.Aku belum keluar rumah sama


sekali. Aku harus memebersihkan seluruh rumah ini. Aku juga tidak boleh menjadi


kaum rebahan. Soal Giska, Giska sudah dijemput sama Fillian. Aku mmerasa tenang


karena sudah menjadi tanggung jawabnya.


Sempat aku berpikir bagaimana aku sendiri aku yang mengantarkannya

__ADS_1


ke sekolah. Kata Fillian tidak perlu. Sebab aku sendiri sering sekali


membantunya. Ditambah lagi aku bekum pulih dari sakit. Aku harus rehat selama


sebulan. Ya sudah aku memilih tidak melakukannya.


Tiba-tiba saja aku teringat pada tabungan wanita ini. Aku harus


mencarinya dan menemukan buku tabungannya. Aku harus menghitung beberapa uang


yang dimilikinya. Jika ia tidak memiliki uang sama sekali, aku harus melakukan


apapun agar Giska bisa makan. Kasihan gadis kecil itu. Ia harus menjalani hidup


tanpa siapapun.


Sempat bertanya pada Fillian tentang buku tabunganku. Fillian


bercerita kalau buku tabungan milik wanita ini tersimpan di tumpukan-tumpukan


baju. Mataku membulat sempurna. Orang ini kok sama seperti orang di zamanku.


Suka menyimpan barang-barang penting di bawah baju. Ini sangat aneh sekali.


Hingga akhirnya aku menemukan buku tabungan itu di bawah tumpukan


baju. Aku mengambilnya dan melihat banyaknya buku tabungan. Aku tidak sengaja


melihat nominalnya yang sedikit. Jujur aku bekum survey pasar tentang bahan


makanan apapun. Aku tidak tahu beberapa harga makanan pada tahun ini dan


selanjuttnya.


Menjadi ibu dadakan itu tidak muda melakukannya. Aku harus mencari


Giska. Fillian hanya bertanya, kok kamu tidak tahu tentang putrimu sendiiri?


Untung saja saat itu aku bisa berkilah dan mengingat kejadian tentang kronologi


tentang kecelakaan itu. Aku bisa bilang kepada Fillian yaitu “KEMUNGKINAN BESAR


AKU TERKENA AMNESIA.”  Syukurlah, Fillian


paham dengan aku.


Buku tabungan aku sudah diambil. Aku melihat isi tabungannya hanya


sedikit. Kemungkinan besar uangnya dipakai untuk perawatan selama di rumah


sakit. Aku mulai inisiatif untuk bekerja. Aku memulai membuat surat lamaran.


Akan tetapi aku mengingat ini kan zaman canggih. Seharusnya membuat surat


lamaran itu melalui digital dan menyebarkan ke sejumlah perusahaan. Lantas aku


teringat dengan beberapa benda elektronik yang berada di rumah ini. Akankah


semua benda elektronik bisa tersambung ke internet? Jawabannya belum tentu. Aku


hanya menemukan hanya sedikit benda eletronik. Palingan hanya tiga saja.


Sekesai membuat lamaran aku lemparkan ke sejumlah perussahaan di


kota ini. Mau jauh mau dekat aku pun menitipkan ke perusahaan. Untung saja


wanita ini sudah memiliki beberapa ijazah jenjang perkuliahan. Jadi aman buatku


agar tidak susah-susah mengambil atau meminta semesta alam mengambilkan ijazah

__ADS_1


di masa lalu.


Beberapa hari tidak ada panggilan satupun perusahaan. Aku sudah


keluar mengecek dan beberapa bahan makanan yang ternyata lebih mahal pada


zamanku dahulu. Contohnya saja harga beras yang harganya mahal banget. Yang


harganya dua belas ribu perkilo. Ini malah delapan ratus ribu. Aku sangat


terkejut dengan harga tersebut. Maklumlah zaman aku dahulu bisa dikatakan masih


murah. Zaman sekarang beda lagi harganya. Ya... sudahlah aku mulai berputus asa


untuk mencari uang. Tidak mungkin aku mengandalkan tabungan dari wanita ini.Aku


harus mencari uang untuk menghidupi Giska.


Saat Giska keluar dari sekolah, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan


di kafe dan restoran. Mereka menolakku mentah-mentah karena merekaa sendiri


sudah memakai tenaaga robot. Mereka lebih megirit pengeluaran yang digunakan


untuk masa depan. Aku sendiri tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada Giska


saat itu. Aku harus menjadi wanita super sekaligus menjadi seorang ayah.


Aku mulai berputus asa karena tidak ada pekerjaan buatku. Padahal


aku sendiri saat ini membutuhkan pekerjaan.  Aku tidak bisa menggunakan uang tabungan itu sampai habis. Aku tidak mau


melakukannya. Aku harus mencari uang.


Malam ini aku melihat Giska sudah tidur pulas. Jiwaku mulai merasa


iba terhadap Giska. Bagaimana caranya aku jatuh pada bocah kecil ini. Senyumnya


yang merekah, tutur lembut dari mulut mungilnya, bahkan pangggilan ibu yang


tidak pernah aku dengar dari anak manapun. Rasanya aku bahagia saat ini. Apakah


aku akan terjebak di tubuh ini hingga selamanya? Lalu apakah aku harus kembali


ke masa lalu. Dengan cara terlahir kembali namun beda tubuh. Ah... entahlah.


Aku mulai teringat dengan hidupku yang dulu. Aku mulai bangun dan


mencari berita di masa lalu. Yaitu tepatnya di tahun 2022. Yang di mana


peristiwa itu mengantarkan aku ke tubuh ini. Aku mulaai mencari informasi


tentang Sonia Barata. Tentu aku sangat penasaran sekali dengan tubuh asliku.


Beberapa saat kemudian aku menemukan berita tentang kematian atas


nama Sonia Barata. Aku membaca artikel itu dan membacanya. Jujur aku sangat


terkejut membaca berita itu. Ternyata aku beneran mati tertabrak kereta. ‘


Lalu aku menscroll hingga ke bawah dan melihat ada video kejadian


masa lalu itu. Jantungku berdegup kencang dan takut melihat kejadian tersebut.


Aku ragu ingin melihat kejadian itu. Namun aku penasaran sekali. Dengan tekad


yang kuat akhirnya aku buka.


Lalu.....

__ADS_1


__ADS_2