
Kepergian Gyta membawa motivasi baru buat Bastian untuk bisa kembali sukses demi membesarkan buah hatinya Bastian kini semakin giat untuk bekerja walupun harus membawa Lusi bekerja.
"Maafkan Ayah ya sayang kamu harus ikut Ayah ke bengkel."ucap Bastian sembari memegang dagu putri kecilnya itu.
Bastian pun tersenyum dan kini dia enggan memikirkan wanita yang telah meninggalkannya Bastian lebih memilih untuk menjadi Ayah sekaligus Ibu untuk putrinya.
Bastian enggan memikirkan dirinya sendiri yang menjadi tujuannya adalah putrinya agar bisa mendapatkan kehidupan yang layak.
Semenjak di tinggal oleh Gyta usaha Bastian semakin berkembang kini bengkel miliknya juga terlihat ramai dan Bastian juga mendapatkan tawaran kerja sama dari salah seorang sahabatnya.
Di tempat berbeda...
Naura sedang duduk bersama kedua orang tuanya Naura meminta izin kepada keduanya untuk berpindah tempat tinggal karena Naura harus hidup sendiri di tempat yang luamyan jauh dari rumahnya demi mengabdikan dirinya untuk masyarakat.
"Naura harap Umi dan Abi bisa mengerti dan mengizinkan Naura untuk mengabdikan diri Naura pada masyarakat."ucap Naura lirih.
Pak Husein dan Ibu Husein pun hanya bisa mengikhlaskan kepindahan Naura karana itu adalah cita cita Naura semenjak kecil untuk menjadi seorang guru.
"Baiklah Nak kalau begitu Abi dan Umi akan mendukung apapun keputusan kamu tapi kamu harus selalu ingat pesan Umi untuk selalu menjaga sholat kamu dan juga kamu harus jaga kesehatan kamu."ucap Pak Husein lirih.
Ibu Husein juga mengangguk menandakan bahwa dirinya juga setuju dengan apa yang di inginkan sang putri.
"Iya nak Umi juga gak keberatan jika itu demi kebaikan kamu dan masa depan kamu. Tapi Umi minta kamu selalu ingat akan nasihat dari kami."imbuh Ibu Husein sembari menggenggam tangan Naura.
Naura pun merasa lega karena kedua orang tuanya pun mengizinkan dirinya untuk mengambil pekerjaan yang luamayan jauh dari rumahnya hal itu membuat Naura sangat bahagia..
__ADS_1
"Pasti Umi,Umi dan Abi gak usah khawatir Naura akan selalu ingat kok nasihat yang Umi dan Abi sampaikan. Terima kasih Umi,Abi sekarang Naura sangat lega."Naura pun tersenyum sembari memeluk Umi'nya.
Hari berganti bulan dan bulan pun berganti tahun kini kehidupan penuh rasa bersalah pun di alami oleh Gyta di negara Singapura selepas dia mengirimkan surat gugatan cerianya kepada sang mantan suaminya Bastian kini hidupnya bagai di dalam neraka terlebih lagi laki laki yang dia pilih adalah tipe laki laki yang hobby main tangan dan juga kasar..
Gyta pun selalu di hantui rasa bersalahnya telah meninggalkan Bastian laki laki baik bak malaikat yang selalu memperlakukan dirinya seperti layaknya seorang ratu namun justru dia mencampakkannya.
"Mas Tian seandianya aku tak egois mungkin aku tak akan merasakan penderitaannya ini. Seandainya laki laki yang bersamaku selembut dirimu mungkin aku akan sangat bahagia.."pekik Gyta dalam hatinya.
Bastian kini tersenyum melihat sang Putri yang telah tertidur pulas kini usia Lusi telah menginjak satu tahun dan Bastian pun sangat menyayangi Lusi melebihi dirinya Sendiri.
"Tidurlah yang nyenyak sayang Ayah akan selalu menjagamu disini."ucap Bastian sembari merebahkan tubuhnya di sebelah tubuh mungil Lusi..
Bastian pun tersenyum dan kemudian memejamkan matanya sembari memeluk Lusi.
Kehidupan pahit pun di alami oleh Ivan dia terbayang bayang akan kesalahannya di masa lalu dimana dia telah menghamili Gyta namun dia melepas tangan begitu saja hanya untuk membalaskan dendamnya pada Bastian..
Ketika sedang berada di sebuah cafe tiba tiba saja Ivan bertemu dengan salah seorang sahabat baik Ambar waktu kuliah.
Pinkan adalah sahabat dekat Ambar mereka berpisah sesaat setelah insiden yang menimpa Ambar.
Dulu pada saat itu Bastian dan Pinkan juga salah satu sahabatnya yang lain melihat Ambar di sebuah hotel bersama seorang laki laki dan kemudian mereka mengrebek tempat yang di jadikan ajang maksiat oleh Ambar dan kekasihnya...
Pada saat itu Bastian sangat terpukul bahkan sangat syok Bastian tak pernah menyangka jika Ambar akan mengkhianatinya..
Semenjak saat itu Pinkan memutuskan hubungannya dengan Ambar dan lebih memilih untuk melanjutkan studinya keluar negri tepat satu bulan lalu Pinkan baru saja kembali dari London..
__ADS_1
"Mas Ivan..."panggil Pinkan yang tenyata masih mengingat wajah kakak dari sahabatnya itu..
Ivan pun menoleh kearah sumber suara dan menatap seorang wanita cantik berkulit putih sedang berdiri menatapnya.
"Maaf siapa ya?" tanya Ivan sedikit penasaran.
Pinkan pun langsung duduk dan menjabat tangan Ivan.
"Mas Ivan lupa aku Pinkan sahabat Ambar."jawab Pinkan dengan senyumannya yang khas.
Ivan mencoba mengingat kembali siapa Pinkan dan setelah itu Ivan ingat bahwa Pinkan adalah sahabat terbaik Ambar namun Pinkan mendadak pergi tanpa kabar berita..
"Pinkan iya Mas Ivan ingat sekarang. Kamu apa kabar dan kamu kemana aja?"tanya Ivan sembari tersenyum...
Pinkan pun langsung ketawa...
"Aku baik Mas,Mas sendiri gimana? Oh iya bagaimana kabar Ambar apakah dia jadi menikahi Bastian? Beruntung banget ya Ambar mendapatkan laki laki yang sebaik Bastian laki laki yang mau menerima apapun keadaan Ambar walaupun dia telah berselingkuh di belakang Bastian bahkan sampai dia hamil tapi Bastian masih mau bertanggung jawab pada anak yang ada di kandungan Ambar aku salut bahkan kadang aku iri.."Pinkan pun berkata yang sejujurnya hal itu membuat Ivan tercengang.
Ivan seperti salah mendengar namun itu semua nyata jadi selama ini Bastian gak salah dan dia telah menghancurkan kehidupan orang yang begitu baik..
"Apa kamu gak salah mengingat Pinkan?Apa kamu tahu sendiri akan kebenarannya?"tanya Ivan masih sedikit ragu.
Pinkan pun menarik nafasnya dan membuangnya secara berlahan.
"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri."jawab Pinkan hal itu membuat Ivan merasa syok...
__ADS_1