
Bastian pun merasa canggung berbincang dengan Pak Husein,bukan karena dia merasa malu tapi karena Bastian takut jika Pak Husein akan berfikir buruk tentang dirinya terutama tentang hubungannya dengan Naura...
Bastian hanya bisa tersenyum dalam hatinya menatap wajah laki laki paruh baya itu yang terlihat sangat berkarismatik entah karena apa??
"Maaf kalau Om boleh tahu di manakah Bunda'nya Lusi?"tanya Pak Husein secara tiba tiba hal itu membuat Bastian sedikit kaget.
"Kami sudah bercerai Om semenjak Lusi masih berusia empat bulan."jawab Bastian tanpa ragu..
Pak Husein pun kaget setelah mendengar bahwa Bastian telah bercerai.
"Maaf Om gak tahu."ucap Pak Husein lirih.
suasana pun seketika menjadi canggung Pak Husein merasa tak enak hati terhadap Bastian begitupun pastian yang mengira bahwa keluarga Naura akan menolak dirinya dan juga Lusi jika mereka tahu akan kebenarannya....
Suasana terlihat semakin sunyi pada saat yang bersamaan tiba-tiba saja Lusi keluar dari dalam kamar Naura bersama ibu Husein dan tak lama setelah itu suasana pun kembali mencair dengan kedatangan Lusi...
"Ayah Lusi merindukan Ayah padahal Ayah baru pergi sebentar."ucap Lusi dengan begitu polosnya membuat suasana sekitar menjadi mencair...
Pak Husein pun langsung mengalihkan pembicaraan kemudian menarik tangan Lusi dengan lembut...
"Cucu kesayangan Kakek kenapa merindukan Ayah? padahal Ayah hanya pergi untuk bekerja bukankah seharian ini Lusi bermain bersama Bu guru cantik?"ucap pak Husein yang seketika membuat Bastian tercengang setelah mendengar sebutan Kakek...
Sementara itu Naura yang melihat kedekatan Abinya dengan Lusi pun tersenyum. karena sejauh ini Pak Husein terkenal seorang yang begitu alim dan pendiam membuat Naura dan juga Bu Husein pun bingung dengan kedekatan Pak Husein pada Lusi..
Bastian pun tersenyum terlebih lagi saat Bastian melihat keceriaan di wajah Lusi keceriaan yang selama ini tak pernah dia lihat bagaimana tidak selama beberapa tahun mereka hanya hidup berdua...
Karena Bastian seorang anak yatim piatu membuat Lusi tidak pernah diperhatikan oleh kakek dan neneknya hal itu membuat Bastian terharu melihat kedua orang tua Naura yang begitu menyayangi Lusi..
Lusi pun senang kemudian memeluk Pak gusion kesan pertama bertemu kedua orang tua Naura membuat Bastian dan juga Lusi merasa seperti memiliki keluarga baru. kedua orang tua Naura juga sangat penyayang dan juga lemah lembut dalam bertutur kata membuat Bastian merasa nyaman...
Jam telah menunjukkan pukul 07.00 malam setelah selesai menikmati makan malam bersama kini Bastian dan juga Lusi berpamitan untuk segera pulang..
"Terima kasih Bu Naura telah menemani Lusi seharian ini maaf jika Lusi merepotkanmu dan kami mohon pamit. Om,Tante terima kasih untuk makan malamnya dan terima kasih juga karena telah menerima kami di sini dan saya minta maaf jika Lusi merepotkan kalian semua."ucap Bastian sembari tersenyum.
__ADS_1
Pak Husein pun tersenyum kemudian menepuk bahu Bastian pelan...
"Baiklah kalau begitu lain kali kami akan mengundangmu untuk makan malam di rumah kamu dan jangan lupa bahwa Lusi karena kami telah menyayangi dia seperti kami menyayangi cucu kami sendiri."ucap Pak Husein dengan lembut hal itu membuat Naura tersipu malu..
Bastian pun tersenyum dan kemudian mengganggu setelah itu Bastian dan Lusi pun berlalu pergi meninggalkan apartemen milik Naura.
Setelah Bastian dan Lusi pulang Pak Husein dan Bu Husein menatap Naura seolah mereka memiliki banyak pertanyaan namun belum sempat mereka bertanya Naura pun merasa sedikit malu terhadap kedua orang tuanya...
"Bastian itu laki-laki yang baik tapi bisa melihatnya terlebih lagi dia juga seorang laki-laki yang penyayang lihatlah buktinya dia begitu sangat menyayangi putri kecilnya dan juga Abi tahu dia bukanlah tipe laki-laki yang egois."ucapan Pak Husein membuat Naura merasa ada sesuatu...
Bu Husein pun tersenyum setelah mendengar apa yang suaminya katakan karena Ibu Husen juga melihat bahwa Bastian adalah lelaki yang baik dan sikap Allah menjodohkan Naura dan Bastian tentu saja mereka akan merestui dan akan menerima Bastian dan Lusi dengan lapang dada...
"Abi benar sekali Umi pun senang bertemu dengan lelaki sebaik dia terlebih lagi kesan pertama kita bertemu dengannya dia adalah lelaki yang sopan dan Umi sangat menyukainya."ucap Ibu Husein menimpali ucapan sang suami.
Naura pun tak bisa berkata apa-apa Naura sangat mengerti arah dan tujuan dari ucapan kedua orang tuanya...
"Umi,Abi kami tidak mempunyai hubungan apapun jadi Naura mohon Abi sama Umi Jangan berpikiran yang tidak tidak tentang kami. Kami hanya menjalin pertemanan dan itu kami lakukan demi Lusi. Jujur Naura sangat menyayangi Lusi semenjak Naura melihat Lusi pertama kali."Naura pun tersipu malu menghadapi kedua orang tuanya...
Pak Husein pun langsung bangun dari duduknya dan kemudian mendekati sang putri..
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Di lain tempat...
Selama dalam perjalanan pulang Bastian selalu teringat akan kedua orang tua Naura Bastian merasa malu karena pertemuan pertamanya dengan keluarga Naura tidak berkesan apapun Bastian yang takut jika kedua orang tua Naura akan melarang Naura untuk bertemu dengan Lusi.
"Bagaimana jika setelah ini kedua orang tua Naura akan melarang Lusi untuk menemui Naura. dan bagaimana juga jika nanti kedua orang tua Naura berpikir tentang hal-hal yang tidak seharusnya?tapi jujur hati ini sudah mulai merasa nyaman ketika berada di samping Naura terlebih saat aku melihat senyuman Naura yang begitu membuat hatiku merasa tenang apakah ini yang dinamakan dengan cinta?"Bastian pun berbicara sendiri hal itu membuat Lusi menjadi bingung.
Lusi pun tersenyum melihat sang Ayah yang terlihat frustasi memikirkan hal-hal yang belum pasti kebenarannya...
"Ayah kenapa apakah Ayah sedang memikirkan Bu guru cantik ataukah Ayah sedang memikirkan kakek dan nenek?"tanya Lusi dengan begitu polosnya hal itu membuat Bastian langsung tertawa dan baru menyadari bahwa di sampingnya ada putri kecilnya..
Bastian pun langsung menoleh ke arah Lusi dan kemudian tersenyum...
__ADS_1
"tidak sayang Ayah tidak memikirkan apa-apa Ayah hanya sedang sedikit bingung saat ini. sudah sekarang Lusi bobo dulu nanti setelah sampai Ayah akan bangunkan maafkan Ayah ya jika Ayah membuat Lusi terganggu."ucap Bastian lirih sembari memegang pipi chubby milik Lusi....
Lusi pun mengangguk dan kemudian tersenyum menatap sang Ayah yang terlihat sedikit canggung...
"Tapi Lusi mau jika aku dulu cantik menjadi Bunda Lucy dan Lusi juga mau jika Kakek dan Nenek bisa selalu bersama Lusi."Lusi pun tersenyum kemudian berbalik badan untuk menutup matanya..
Bastian pun tersenyum tanpa dia sadari kepastian pun mengaminkan ucapan putri kecilnya itu...
"Semoga saja Bu guru cantikmu adalah wanita yang dipilihkan Allah untuk menjadi Bundamu dan ayah berjanji jika itu menjadi sebuah kenyataan bahwa Ayah akan menjaga kalian berdua dengan sebaik baiknya."ucap Bastian dalam hatinya..
Beberapa bulan kemudian setelah hari pertemuan Bastian dengan kedua orang tua Naura kini pasti Bastian pun telah berani mendekati Naura dengan terang-terangan sesekali Bastian mencoba mengajak Naura untuk berbicara..
"Naura apakah kamu ada waktu aku ingin mengajakmu untuk makan malam berdua ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadamu?"tanya Bastian ketika bertemu dengan Naura di sekolah Lusi...
Naura pun hanya mengangguk dan kemudian tersenyum..
"Bisa Mas memangnya kenapa apa ada hal penting yang ingin Mas sampaikan kepada Naura kalau gitu katakanlah sekarang?"jawab Naura yang sudah tak sabar ingin mendengar apa yang sebenarnya Bastian ingin katakan kepadanya...
Bastian pun tersenyum senang setelah mendengar jawaban dari Naura jawaban yang dia tunggu terlebih lagi saat pasti yang melihat laut wajah bahagia terpancar jelas di wajah Naura.
"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang yang pasti ada yang sangat penting yang ingin aku sampaikan kepadamu baiklah kalau begitu nanti malam saya akan menjemputmu saya permisi dulu."ucap Bastian sembelih pergi meninggalkan Naura yang masih menatapnya bingung...
Jam menunjukkan pukul 07.00 malam kini Bastian tengah bersiap untuk menjemput Naura Bastian terlihat sangat berbeda malam ini dia mengenakan kemeja putih penambah ketampanan Bastian semakin terlihat...
Lusi yang melihat sang ayah berdandan begitu tampan membuatnya langsung tersenyum seolah Lusi tahu bahwa malam ini adalah malam yang paling spesial untuk sang Ayah dan juga Bu guru cantiknya..
"Ayah terlihat begitu tampan dan Ayah pasti akan bisa mendapatkan putri cantik."ucap Lusi sesekali mencoba untuk menggoda sang Ayah..
Bastian pun merasa malu setelah mendengar ucapan Lusi bagaimana bisa gadis sekecil Lusi bisa menebak dan mengira bahwa malam ini adalah malam yang paling spesial untuk dirinya dimana malam ini Bastian akan mengungkapkan kejujuran hatinya bahwa selama ini pasti yang telah menaruh hati kepada Naura dan Bastian juga ingin meminta Naura untuk menjadi Ibu pengganti untuk Lusi..
Bastian pun memeluk Putri kecilnya sembari berkata.."doakan Ayah ya sayang semoga saja Bu guru cantik akan menerima kita dan setelah itu kita akan menjadi satu keluarga yang paling bahagia."ucap Bastian membuat Lusi pun tersenyum bahagia karena pada akhirnya apa yang Lusi inginkan akan segera diwujudkan oleh sang Ayah...
Sementara itu Naura sedang memilih beberapa pakaian untuk dikenakannya malam ini entah kenapa hati dan jantung Naura berdetak begitu kencang Naura masih sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya Bastian ingin katakan kepadanya...
__ADS_1
"Ya Allah apa hati Naura begitu gelisah sebenarnya apa yang ingin disampaikan oleh Mas Bastian kepadaku ya Allah jika memang Mas Bastian yang terbaik menurutmu maka mudahkanlah jalan kami namun jika Mas Bastian bukanlah yang terbaik untukku maka jauhkanlah dia dari kehidupanku."ucap Naura dalam hatinya...