SYURGA Yang Terkhianti

SYURGA Yang Terkhianti
Capture 14


__ADS_3

Ivan pun tersenyum setelah tahu bahwa sumsum tulang belakangnya 100% cocok dengan Lusi.


"Walaupun aku tak bisa memelukmu sebagai seorang Ayah tapi setidaknya aku bisa memberikan kamu kehidupan yang lebih lama lagi dan aku yakin Bastian akan menjadi Ayah yang terbaik untukmu Nak."pekik Ivan dalam hatinya....


Beberapa hari kemudian Ivan pun siap untuk mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk Lusi,namun Ivan telah memberitahukan kepada Dokter Graha untuk merahasiakan tentang dirinya.


"Baiklah saya mengerti."jawab Dokter Graha lirih.


Bastian pun sangat senang karena pada akhirnya dia bisa mendapatkan pendonor yang cocok untuk Lusi putrinya..


"Sayang akhirnya Allah menjawab doa Ayah, kamu akan segera sembuh dan kita bisa bersama lagi."ucap Bastian sembari menatap Lusi yang sedang terlelap..


Sesuai waktu yang telah di tentukan kini Lusi sedang berada di ruang operasi untuk menerima transplantasi sumsum tulang belakang, Bastian menjadi sedikit cemas namun Bastian selalu berdoa yang terbaik untuk Lusi..

__ADS_1


"Ayah yakin kamu pasti kuat dan Ayah juga yakin kamu akan sembuh kembali dan kamu akan selalu ada di samping Ayah. Ayah percaya itu dan Lusi harus kuat untuk Ayah."ucap Bastian yang terlihat mondar mandir di depan ruang operasi..


Sebelum Dokter Graha melakukan tindakan terhadap Lusi, Ivan menatap wajah putrinya untuk beberapa saat,wajahnya sangat mirip dengannya waktu kecil..


"Kamu pasti akan segera sembuh Lusi."pekik Ivan dalam hatinya.


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


Di kehidupan berbeda kini dirasakan oleh Gyta, Gyta mengalami kehidupan yang kurang baik setelah dia meninggalkan Bastian dan juga Lusi anaknya..


"Ya Allah apakah ini balasan yang harus aku terima inikah yang harus aku jalani karena aku telah membuang anakku?"ucap Gyta dalam hati...


Gyta pun semakin tersedu karena kehidupannya berantakannya dan juga kini dirinya terlihat sangat memperihatinkan..

__ADS_1


Hendrawan yang baru saja pulang dari bekerja melihat Gyta istrinya yang sedang menangis dia pun langsung marah bahkan memberinya sebuah hadiah berupa tamparan di kedua sudut pipinya.


"Untuk apa kamu menangis? bukankah ini kehidupan yang kamu mau? Bukankah kamu ingin harta? dan sekarang kamu sudah mendapatkannya bukan? jadi kamu jangan berulah atau kamu akan tahu sendiri akibatnya?"jelas Hendrawan yang sangat muak melihat sikap Gyta.


"Untung kamu cantik?Jadi aku masih bisa memberimu kesempatan."ucap Hendrawan kemudian..


Gyta pun hanya terdiam mendengar ocehan Hendrawan yang sudah biasa di dengar olehnya selama setahun belakangan ini...


Gyta pun hanya membuang muka tak berani menatap mata Hendrawan yang seperti ingin menerkam dirinya...


Perlakuan kasar sering kali di alami oleh Gyta sehingga dirinya sudah tak kaget lagi dengan apa yang di alaminya bahkan hampir setiap hari...


"Nikmati dan jalani saja bukankah ini kehidupan yang aku inginkan?Dulu aku mempunyai suami seperti malaikat dia begitu baik tapi aku tak pernah bersyukur dan kini aku pun menjalani kehidupan yang tak baik baik saja apakah aku masih pantas untuk berharap lagi kepada Mas Bastian?"Gyta pun menangis di dalam hatinya....

__ADS_1


Pada saat yang bersamaan kini Lusi sudah selesai di operasi dan semuanya berjalan sangat lancar. Setelah tindakan selesai Ivan meminta kepada Dokter Graha untuk lebih dulu di pindahkan keruang rawat yang jauh dari kamar Lusi. Dokter Graha hanya bisa menyanggupi apa yang di minta oleh Ivan....


__ADS_2