SYURGA Yang Terkhianti

SYURGA Yang Terkhianti
Capture 18


__ADS_3

pak Rizal merencanakan sesuatu untuk mencelakai Naura namun sayang sekali niat buruk yang direncanakan oleh pak Rizal diketahui oleh Naura...


"Sebenarnya apa yang Pak Rizal mau dari saya kenapa Pak Rizal saya selalu mengganggu saya apakah saya memiliki sebuah kesalahan ataukah saya menyakiti hati anda?"tanya Naura ketika melihat Pak Rizal menghadang motor miliknya...


Pak Rizal pun tersenyum licik kemudian menatap Naura dengan tatapan yang tak biasa hal itu membuat Naura ketakutan karena posisi Naura saat ini berada di jalanan yang sepi...


"Jangan macam-macam Pak atau saya akan teriak.!"ucap Naura ketakutan..


Pak Rizal pun hanya tertawa sembari menaikkan satu alisnya dan kemudian pak Rizal mencengkram lengan Naura...


"Berteriaklah sesuka kamu di sini jalanan yang sepi jadi tidak ada satu orang pun yang akan menolongmu. Aku mau membuat perhitungan denganmu karenamu keluargaku menjadi hancur,karena kamu yang telah mematahkan hatiku dan aku tidak bisa menerima semua itu jika aku tidak bisa memilikimu maka tidak ada satu orang pun yang berhak untuk memilikimu."ucapan Rizal membuat Naura ketakutan setengah mati...


Naura menatap Rizal dengan tatapan yang tak biasa hatinya berkecamuk antara cemas dan jatuh takut di tempat yang sepi di suasana yang sunyi membuat Naura semakin merasa tak nyaman dan juga ketakutan...


sedangkan Pak Rizal semakin merajalela kini tak hanya tangan Naura yang terluka namun juga sebuah tamparan mengenai pipinya...


"Awwww sakit."pekik Naura..


pak Rizal semakin membuat Naura ketakutan tak hanya pipi Naura yang menjadi sasaran namun di saat yang bersamaan Pak Rizal yang memang sangat mendambakan Naura melihat Naura yang tak berdaya sehingga timbulnya dan jahat dalam benak paksa untuk menggagahi tubuh Naura...


Naura pun berteriak dan kemudian berlari namun pak Rizal masih mampu untuk mengejarnya, hal itu semakin membuat pak Rizal merasa tertantang dengan sikap Naura..


Tak lama setelah itu terlihat sebuah mobil sedan berwarna hitam melintas mobil itu berhenti sesaat setelah melihat seorang wanita ditarik oleh seorang pria..


"Lepaskan wanita itu...,"ucap seorang lelaki tampan yang turun dari dalam mobil dan ternyata lelaki itu adalah Bastian yang kebetulan sedang melintas bersama Lusi.


Alangkah kaget dan terkejutnya Bastian melihat wanita yang sedang ditarik-tarik itu adalah Naura guru yang mengajar Lusi di sekolahnya...


Rizal pun menatap ke arah Bastian dengan tatapan yang tak suka karena bagi Rizal Bastian terlalu ikut campur dalam urusan...

__ADS_1


"Siapa kamu kamu nggak usah ikut campur dengan urusanku dia adalah istriku jadi mau aku apakan itu urusanku jadi tolong ada pergi sekarang.."ucap Rizal dengan nada yang cukup tinggi..


Sedangkan Naura mulai menitipkan air mata dan kemudian memberikan isyarat kepada Bastian untuk menolong dirinya...


"Bohong dia bukan suamiku aku sendiri saja belum menikah tolong aku dia ingin menyakitiku."teriak Naura dengan tiba-tiba membuat Bastian dan juga Rizal terkejut...


Bastian yang sedikit meradang setelah mendengar ucapan Naura langsung memberikan sebuah pukulan di pipi Rizal...


"Aku bilang jangan sentuh dia apakah anda tidak mendengar apa yang saya ucapkan?Hargailah wanita bukankah kamu juga terlahir dari seorang wanita."ucap Bastian sembari mendorong jatuh tubuh Rizal..


Naura yang ketakutan langsung berlari membelakangi Bastian baju Naura pun terlihat sobek di bagian belakang hal itu membuat Bastian merasa iba dan kemudian melepaskan jaket yang dikenakan untuk menutupi sebagian tubuh Naura...


Bastian langsung memakaikan jaket yang dia punya kepada Naura kemudian menatap Rizal yang terkapar di tanah, laki-laki yang hampir saja melecehkan Naura hal itu membuat Bastian emosi dan kemudian kembali memberikan sebuah hadiah di kedua pipi Rizal...


"Apa yang nyaris kamu lakukan terhadapnya Apakah kamu tidak pernah berpikir bahwa dia adalah seorang wanita dan apakah kamu tega untuk melecehkannya apakah kamu juga tidak pernah berpikir jika suatu saat nanti kamu mempunyai seorang anak perempuan dan anak perempuan kamu hampir saja dilecehkan oleh seseorang apakah kamu akan bisa diam apakah kamu akan menerimanya begitu saja."Bastian pun terlihat semakin emosi namun ketika Bastian hendak melukai Rizal kini Naura mencegahnya...


"Mas sudahlah hentikan jangan lukai dia lagi sebaiknya kita melaporkannya ke pihak yang berwajib supaya dia bisa jera dan berpikir apa yang telah dilakukan itu salah."Naura pun mencoba untuk membuat Bastian mengerti...


"Apa kamu yakin tapi apakah kamu tidak apa-apa apakah kamu ada yang terluka?"tanya pasti yang sedikit cemas melihat kondisi Naura yang terlihat begitu terpukul...


Naura hanya mengangguk namun tatapannya terlihat begitu kosong setelah peristiwa yang dialami hari ini membuat Naura benar-benar merasa syok, Naura tak pernah menyangka jika Rizal akan setega itu memperlakukannya seperti selayaknya binatang..


"Aku baik-baik saja mas tidak perlu dikhawatirkan sebaiknya saya akan pulang sekarang terima kasih besok jaketnya saya kembalikan."ucap Naura dingin.


Bastian tak tega melihat Naura yang masih terlihat sangat terpukul dan syok harus pulang seorang diri, hal itu mendorong Bastian untuk mengajak Naura pulang bersama..


"Biarkan aku mengantarmu aku tidak tega jika melihatmu seperti ini apa kata orang-orang nanti melihat kondisi kamu yang begitu buruk."ucap Bastian sembari menatap Naura..


Awalnya Naura menolak karena Naura takut akan timbul fitnah jika Naura pulang berdua dengan Bastian.

__ADS_1


"Maaf Mas aku nggak bisa aku takut jika nanti mas mengantar saya pulang Mas akan mendapatkan masalah."jawab Naura lirih...


Bastian pun tersenyum dan mengerti tentang apa yang dirasakan oleh Naura mungkin Naura takut jika mereka hanya pulang berdua pasti yang tidak menyalahkan karena pasien sendiri tahulah cukup syuk dengan kejadian yang hampir saja menimpanya....


"Kamu nggak perlu khawatir di dalam mobil ada Lusi walaupun dia masih berusia 4 tahun tapi dia tahu bahwa dia juga mengkhawatirkannya ikutlah dengan kami dan kami akan mengantarmu pulang."Bastian pun bersikap untuk tetap mengantarkan Naura pulang...


Mendengar nama Lusi Naura sedikit lega karena setidaknya ada seseorang yang bisa menghiburnya karena Naura sangat menyayangi Lusi entah mungkin karena kasihan ataupun mungkin mereka memiliki ikatan..


Naura pun mengangguk menandakan dirinya setuju untuk diantarkan pulang setelah itu Bastian pun membukakan pintu mobil untuk Naura..


"Masuklah dan duduk aku akan mengantarkan kamu."ucapBastian lirih..


Lusi yang melihat bu guru cantiknya sedikit terluka pun langsung menangis dan memeluknya dengan erat...


"Bu guru cantik kenapa siapa yang telah melukai Bu guru cantik Ayah Bu guru cantik kenapa?"Lusi pun terdengar semakin terisak hal itu membuat Naura pun ikut menitikan airmata..


Bastian pun tak kuasa melihat dua orang yang sedang bersedih terutama Lusi putrinya sejauh ini harusnya tidak pernah menangis karena sejatinya dia bukanlah gadis kecil yang senyum Dan juga manja hal itu membuat Bastian merasakan kesedihan yang sama seperti yang kini dialami oleh Lusi...


"Bu guru cantik tidak apa-apa Lia? Tadi ada sesuatu hal yang terjadi dan Lusi belum saatnya tahu, sekarang tugas Lusi adalah menghibur Bu guru cantik agar Bu guru cantik bisa tersenyum kembali."ucapan Bastian berhasil mencuri perhatian Naura hal itu membuat jantung Naura sedikit bergetar..


Lusi pun langsung memeluk Naura dengan erat dan kini Lusi pun tersenyum dan sesekali membuat sesuatu hal yang lucu sehingga Naura pun sedikit demi sedikit mulai tersenyum...


Hari menunjukkan sudah semakin sore dan Bastian pun tidak tahu di mana tempat tinggal Naura..


"Na di mana tempat tinggal kamu apakah masih jauh dari sini?"tanya Bastian secara tiba-tiba hal itu membuat sedikit terkejut karena jalan menuju rumahnya telah terlewat begitu jauh...


"Mas jalanan ke rumahku terlewat, apakah kita bisa putar balik?"ucap Naura lirih hal itu membuat Bastian mengangguk kemudian tanpa sengaja mencuri pandangan dari arah spion..


wajah Naura terlihat begitu cantik walaupun ada sedikit memar di bagian pipi kanannya hal itu membuat Bastian merasa kasihan dan iba terhadap Naura..

__ADS_1


Bastian berinisiatif untuk membawa Naura pulang ke rumahnya terlebih dahulu karena hari telah menunjukkan jam 06.00 sore untuk itu Bastian memutuskan untuk mengajak Naura ke rumahnya..


"Na,kita pulang ke rumahku terlebih dahulu setelah habis Magrib aku akan mengantarkanmu pulang ke rumah."ucap Bastian meminta izin kepada Naura Naura pun hanya mengganggu menandakan setuju dengan apa yang diucapkan oleh Bastian...


__ADS_2