
Lusi tersenyum menatap wajah guru cantik yang kini sedang menggandeng tangannya dia tersenyum dan kemudian memalingkan wajahnya.. Naura yang menyadari akan hal itu pun langsung menatap ke arah Lusi...
"Gadis cantik yang satu ini kenapa? kok menatap Bu guru seperti itu?"tanya Naura dengan lembut.
Lusi hanya menggelengkan kepalanya tanpa bicara sepatah katapun...
"Ya sudah kita ke kelas untuk berkenalan dengan temen teman kamu yang baru?"ucap Bu Naura hal itu di sambut baik oleh Lusi yang tiba tiba saja mengangguk-angguk kepalanya...
Naura pun tersenyum dan kemudian memegang pipi chubby milik Lusi.
"Good girl."ucapnya kemudian.
Sesampainya di ruang kelas Bu Naura memperkenalkan Lusi kepada teman teman sebayanya hal itu membuat Lusi senang karena sejauh ini Lusi tak pernah bermain dengan siapapun karena Lusi selalu saja mengikuti Ayahnya Bastian untuk bekerja.
Naura menatap Lusi yang terlihat senang dan dia sempat berfikir mungkinkah jika Lusi tak pernah tersenyum sebahagia itu?
Naura pun memperkenalkan Lusi pada teman sebangkunya yang bernama Intan,mereka cepat sekali akrab hal itu membuat Naura tersenyum...
Hari berganti bulan kini Lusi sudah semakin cerdas hal itu tentu saja membuat Bastian senang..
"Anak Ayah pinter sekali membacanya?"tanya Bastian yang selalu setia mendampingi Lusi ketika belajar..
Lusi pun tersenyum..
"Iya Lusi senang belajar apalagi kalau yang mengajari Ayah dan juga Bu guru cantik."jawab Lusi dengan polosnya..
Bastian kembali teringat tentang jawab Bu guru yang mengajar Lusi di sekolah sepintas bayangan gadis itu muncul di benaknya..
__ADS_1
"Emang Bu guru baik ya sama Lusi?"tanya Bastian mencoba mencari tahu...
Lusi yang masih polos pun hanya menganggukkan kepalanya...
"Iya Bu guru sangat baik dan juga sayang sama Lusi,setiap hari Bu Naura selalu menjaga Lusi,Ayah apakah Lusi tak punya Bunda? Lusi ingin sekali punya Bunda."ucap Lusi yang menatap kearah Bastian..
Bagaikan di sambar petir di siang hari Bastian sangat terkejut mendengar ucapan putrinya yang menanyakan tentang Bundanya...
"Bunda kamu sudah pergi ke surga, kan masih ada Ayah yang bisa jadi Ayah sekaligus Bunda buat Lusi?"ucap Bastian mencoba memberikan sebuah pengertian kepada Lusi.
Lusi pun menatap kearah Bastian dan kemudian kembali menatap kearah buku yang sedang dia pegang.
"Tapi Lusi mau punya Bunda,Lusi mau punya Bunda yang seperti Bu guru cantik Lusi mau Bu guru cantik jadi Bunda Lusi."ucap Lusi sembari pergi meninggalkan Bastian yang masih syok mendengar ucapan Lusi.
Bastian masih tidak berpikir tentang apa yang disampaikan oleh putrinya Lusi namun dalam hati kecilnya tahu bahwa Lusi juga membutuhkan sosok seorang Bunda untuk kehidupannya,walaupun kasih sayang Bastian bbegitu luas kepada Lusi namun sosok Ibu adalah hal yang terpenting untuk Lusi...
Semenjak itu membuat Bastian berfikir bahwa mungkin sudah saatnya Bastian membuka hati dan mencari sosok Ibu pengganti yang baik untuk Lusi setidaknya walaupun dirinya tidak bisa mencintai wanita itu sepenuhnya,namun wanita itu bisa memberikan Lusi kasih sayang yang sama seperti kasih sayang yang dia berikan kepada Lusi.
Bastian kini tak lagi memikirkan tentang masa lalunya yang begitu buruk untuknya,namun Bastian tengah mencoba untuk membuka hati entah kepada siapa nanti dia akan melabuhkan hatinya hanya Allah yang tahu...
Bastian pun seperti biasa mengantar Lusi ke sekolah. Di depan sekolah Bastian bertemu dengan Naura,dan seketika saja Lusi langsung berlari mengejar Bu Naura.
"Bu guru cantik selamat pagi?"ucap Naura dengan lembut..
Naura pun tersenyum hal itu menjadi pusat perhatian Bastian yang tanpa sengaja menatap Naura yang sedang tersenyum kearah sang putri..
"Selamat pagi juga sayang Ibu, bagaimana hari ini apakah Lusi sudah sarapan? Tadi Lusi makan apa?"tanya Naura dengan lembut.
__ADS_1
Tanpa di sadari Bastian tersenyum mendengar ucapan Naura yang terdengar begitu lembut di telinganya tak hayal jika Lusi merasa nyaman berada di dekat Naura..
Naura pun menatap kearah Bastian dan menundukkan sedikit kepalanya...
"Selamat pagi Pak,maaf saya mau mengajak Lusi masuk."ucap Naura dengan lembut..
Bastian pun tersenyum kemudian mengangguk..
"Pagi juga Bu Naura,silahkan kalau begitu saya titip Lusi."jawab Bastian sembari mencium pipi Lusi.
Naura pun mengangguk dan kemudian tersenyum..
"Baik Pak silahkan,dan saya pasti akan menjaga Lusi dengan sangat baik."ucap Naura dengan lembut.
Sebuah rasa tiba tiba saja di rasakan oleh Bastian,namun dia masih bingung tentang perasaannya. Bastian pun tersenyum sembari pergi meninggalkan sekolah Lusi dan kemudian melanjutkan perjalanannya menuju bengkel..
Dalam perjalananya Bastian juga tak bisa fokus dalam mengemudi, pikirannya kacau entah kemana??
"Ada apa dengan aku? kenapa aku begitu kacau hari ini?Apakah karena ucapan Lusi semalam sehingga membuat aku tak konsen dalam hal apapun."pekik Bastian dalam hatinya.
Bastian pun langsung mencoba untuk fokus mengemudi namun lagi lagi bayangan Naura menghiasi matanya.
"Mungkinkah dia wanita yang baik untuk Lusi? Namun apakah dia mau menikah dengan laki laki miskin sepertiku?"pekik Bastian dalam hatinya.
Sesampainya di bengkel kini Bastian langsung fokus pada pekerjaannya dia tak mau fikirannya terganggu dan terus saja terganggu.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
Di kehidupan lain pun di alami oleh Ivan semenjak mendonorkan sumsum tulang belakang miliknya kini konsisi Ivan kurang setabil hal itu membuat sang Bunda khawatir aku sebab Ivan tak pernah bercerita tentang apapun.