SYURGA Yang Terkhianti

SYURGA Yang Terkhianti
Capture 13


__ADS_3

setelah Ivan mengetahui semuanya kini Ivan terlihat murung terlebih lagi setalah tahu bahwa sebenarnya Bastian tidaklah bersalah.


"Tenyata aku yang terlalu berperasangka buruk selama ini. Ternyata benar ucapan Bunda bahwa aku yang salah selama ini dan alangkah bodohnya aku telah menghancurkan kehidupan seorang laki laki yang nyatanya sangat baik kepada keluargaku."Ivan pun semakin meratapi kesalahannya..


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari arah pintu kamarnya.


Ivan pun tertegun dan kemudian berdiri untuk membukakan pintu.


"Iya Bunda ada apa?"tanya Ivan ketika melihat sang Bunda yang berada di depan pintu kamarnya.


Ibu Rita pun tersenyum kemudian mencubit perut sang putra karena nyatanya Ibu Rita tak tahu apa apa..


"Putra Bunda kenapa kok murung?lihat wajah kamu kusut kayak baju gak di setrika."Ibu Rita pun mencoba menggoda Ivan..


Ivan pun hanya tersenyum sembari menatap sang Bunda yang menatap dirinya Ivan pun memalingkan wajahnya kemudian kembali melupakan tubuhnya di atas pembaringan.


Ivan terlihat sangat kusut dan juga seperti memikirkan sesuatu sang Bunda hanya bisa menatapnya dan kemudian bertanya?


"Ivan Sayang kenapa dengan dirimu belakangan ini Bunda lihat kamu begitu kacau? Apakah kamu sedang mempunyai masalah jika benar begitu ceritakanlah kepada Bunda siapa tahu bunda bisa membantumu sekarang yang Bunda punya hanya kamu dan Bunda mau apapun yang kamu rasakan dan apapun yang sedang kamu hadapi kamu kasih tahu Bunda,Bunda adalah orang tua dan Bunda juga satu-satunya yang kamu miliki saat ini."Ibu Rita pun memeluk Ivan dari belakang.


Ivan masih terdiam dan enggan untuk bercerita dengan bundanya karena Ivan tahu semua yang terjadi adalah buah dari kesalahannya hidupnya hancur dan juga karirnya diambang kebangkrutan.


Apa yang dia tanam itulah yang sedang dia petik.

__ADS_1


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


di tempat yang berbeda kini Bastian sedang bingung memikirkan bagaimana cara mendapatkan sumsum tulang belakang yang cocok untuk sedangkan Bastian sendiri sudah lama tak pernah mendengar kabar Gyta mantan istrinya..


"Kemanakah aku harus mendapatkan sumsum tulang belakang untuk menyelamatkan Lusi Aku begitu sangat menyayanginya dan aku tidak sanggup jika harus kehilangan dia bagiku Lusi adalah nyawaku aku tidak pernah peduli walaupun pada kenyataannya Lusi bukanlah darah dagingku tapi bagiku Lusi tetaplah putriku."Bastian pun terlihat sangat kacau.


Tak lama kemudian Dokter Graha menghampiri Bastian yang sedang duduk termenung di depan ruangan Lusi,Dokter Graha mengatakan bahwa Lusi hanya bisa bertahan untuk beberapa tahun saja hal itu tentu saja membuat Bastian semakin terpukul.


"Itu tidak mungkin Dokter?aku sangat yakin jika Lusi bisa diselamatkan dan aku juga sangat yakin Lusi tidak akan semudah itu meninggalkan aku tolong Dokter bantu saya untuk mendapatkan sumsum tulang belakang demi kelangsungan hidup Lusi berapapun biayanya dan berapapun yang harus saya keluarkan saya akan melakukannya yang terpenting untuk saya adalah keselamatan dan kesehatan Lusi?"Bastian pun terlihat semakin dilema..


dokter Graha hanya bisa menarik nafas dan kemudian membuangnya secara perlahan Dokter Graha sendiri bisa merasakan apa yang sedang Bastian rasakan saat ini bagaimana tidak dulu Dokter Graha harus merasakan kehilangan yang begitu saat ini kehilangan anak ketiganya yang masih berusia 2 tahun.


Dokter Graha dulu kehilangan anak ketiganya bersama Berlian istrinya dan di saat Dokter Graha kehilangan Putri ketiganya itu membuat Dokter Graha begitu syok dan juga tertekan sehingga Dokter Graha bisa merasakan apa yang sedang Bastian rasakan saat ini.


"Saya pasti akan membantu sebisa saya saya akan pasang iklan di media sosial untuk mencari sumsum tulang belakang yang pas untuk Lusi.Saya pun pernah merasakan apa yang sedang Pak Bastian rasakan saat ini dan saya janji saya akan menemukan pendonor yang cocok untuk putri Bapak."dokter rahap begitu antusias untuk membantu Bastian mendapatkan pendonor untuk Lusi.


"Benarkah Lusi membutuhkan sumsum tulang belakang dan apakah itu benar Lusi adalah Putri kandungku?"Ivan pun bertanya-tanya dalam hatinya ada sedikit keraguan di dalam benaknya namun semua hal mengarah kepada kecocokan DNA mereka di mana dulu waktu Ivan masih kecil dia pun mengidap kanker darah sama seperti yang sedang dialami oleh Lusi putrinya saat ini.


Ivan menjadi semakin yakin jika besi adalah Putri kandungnya dan rasa bersalah semakin menggerogoti hati dan jiwanya. Dengan langkah penuh dengan pertimbangan Ivan pun pergi menuju rumah sakit tempat Lusi di rawat.


Sesampainya di rumah sakit,Ivan langsung pergi menuju ruangan Dokter Graha...


"Selamat siang Dokter,saya Ivan saya berencana untuk mendonorkan sumsum tulang belakang saya untuk pasien yang bernama Lusi."jelas Ivan tanpa basa basi lagi .

__ADS_1


Dokter Graha sedikit bingung sebab Bastian yang ternyata Ayah kandungannya saja tidak memiliki kecocokan dengan Lusi bagaimana dengan laki laki yang ada di hadapannya saat ini?


"Baiklah kalau boleh tahu Bapak sama pasien mempunyai hubungan apa ya?"tanya Dokter Graha sedikit bingung..


Ivan menjadi sedikit bingung harus menjawab apa tidak mungkin jika Ivan mengaku sebagi Ayah biologis Lusi karana semua orang tahu Lusi adalah putri Bastian..


"Saya adalah saudara dari Ibunya Lusi Dokter, dan saya ingin membantu beliau untuk melihat kecocokan sumsum tulang belakang saya dengan Lusi."Ivan pun terpaksa berbohong...


Dokter Graha pun percaya dengan apa yang di ucapakan oleh Ivan karena itu cukup masuk akal..


"Baiklah kalau begitu kita bisa melakukan pengecekan semoga saja sumsum tulang belakang kalian cocok."ucap Dokter Graha sembari tersenyum...


Ivan pun senang karena pada akhirnya Dokter Graha itu tak mencurigainya.


"Baiklah Dokter lebih cepat lebih baik?"ucap Ivan yang tak sabar ingin menebus kesalahannya kepada Bastian yaitu dengan cara menyelamatkan darah dagingnya sendiri..


"Aku tahu kamu sangat menyayangi Lusi,dan aku tahu Lusi akan aman berada di sampingmu berada di bawah asuhan kamu."pekik Ivan dalam hatinya...


Setalah itu Ivan pun ikut bersama Dokter Graha untuk segera melakukan tes kecocokan sumsum tulang belakang untuk Lusi.


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


Setelah melakukan serangkaian tes ternyata kecocokan sumsum tulang belakang keduanya cocok dan hal itu tentu saja membuat hati Ivan senang.

__ADS_1


"Alhamdulillah akhirnya cocok juga itu berarti bahwa Lusi memang benar darah dagingku.."pekik Ivan dalam hatinya.


Kabar yang baik juga terdengar di telinga Bastian dan hal itu tentu saja membuat hati Bastian sangat senang namun Ivan meminta Dokter Graha untuk merahasiakan identitas Ivan sebagi seorang pendonor..


__ADS_2