
Hari hari di lalui dengan indah oleh Bastian dan Gyta,Bastian senang melihat Gyta yang banyak berubah.
"Sayang kamu sarapan dulu?"Bastian pun membuatkan sarapan kesukaan Gyta.
Gyta pun mengangguk dan kemudian tersenyum..
"Terima kasih ya Mas."ucap Gyta lirih tiba tiba saja Gyta merasakan mual yang luar biasa hal itu tentu saja membuat Bastian panik.
Bastian pun langsung mencari minyak angin untuk menghilangkan mual yang sedang Gyta rasakan saat ini...
"Sayang kamu kenapa?"tanya Bastian lirih.
Gyta pun menggelengkan kepalanya dan berpura pura gak tahu apa apa..
"Aku gak tahu Mas tiba tiba saja aku mual dan aku ingin makan sesuatu yang asam?"Gyta pun berhasil membodohi Bastian.
Bastian yang tak tahu apa apa pun bersorak gembira karena tahu jika Gyta kini tengah mengandung buah hatinya.
"Sayang katakan kapan kamu terahir datang bulan? Mas yakin kamu hamil terima kasih sayang kamu harus janji kamu akan menjaga anak kita dengan baik."Bastian pun memeluk Gyta dengan sangat erat.
__ADS_1
Gyta tak kuasa menahan kesedihannya dia tak menyangka bahwa Bastian akan sebahagia itu dan hal itu membuatnya merasa bersalah.
"Maafkan aku Mas aku memang mengandung tapi ini bukan anakmu? Kamu tahu jika selama ini aku selalu melakukan pencegahan ini anak Mas Ivan maafkan Mas Tian maafkan aku."Gyta pun menangis dalam hatinya.
Gyta tak pernah menyangka jika respon Bastian begitu membuatnya terharu Bastian tak pernah tahu bahwa anak yang ada di dalam kandungannya bukalah anak Bastian..
"Maafkan aku Mas aku terpaksa aku gak mau terlunta lunta di jalan jika kamu tahu yang sebenarnya."pekik Gyta dalam hatinya..
Gyta pun hanya bisa tersenyum sembari menatap wajah laki laki yang begitu tulus kepadanya.
"Kenapa kamu menatap Mas seperti itu? Apa ada yang aneh sama Mas?" Bastian pun bertanya kepada Gyta.
"Hei kamu kenapa? Kenapa kamu menangis?Ayo katakan sama Mas kamu kenapa?"tanya Bastian dengan lembut.
Gyta pun langsung memeluk Bastian dengan sangat erat.
"Terima kasih ya Mas dan maafkan aku yang telah membuat Mas kecewa dan maafkan aku yang tak bisa menjadi istri yang baik untuk kamu Mas."Gyta pun menangis semakin tersedu..
Bastian pun memeluk Gyta dengan sangat erat.
__ADS_1
"Sudahlah lupakan saja apa yang seharusnya kita lupakan aku tahu mungkin kamu waktu itu hanya khilaf.Udah sekarang kamu harus jaga baik-baik kandunganmu dan ingat kamu jangan stres."ucap Bastian sembari membelai rambut Gyta dengan lembut.
Gyta pun tak berdaya melihat ketulusan yang di berikan oleh Bastian hal itu membuatnya merasa sangatlah bersalah.
"Iya Mas aku janji aku gak akan stress dan aku juga janji aku akan menjaga baik baik anak ini."jawab Gyta lirih.
"Anak kita."ucap Bastian kemudian.
waktu bergulir begitu cepat tak terasa kehamilan Gyta sudah memasuki sembilan bulan dan kini Gyta bersiap untuk memberikan kehidupan bagi anak yang ada di dalam rahimnya.
"Maafkan Ibu nak mungkin selamanya kamu akan menjadi anak dari Mas Tian biarlah hanya ibu yang tahu siapa Ayah kandungmu yang sebenarnya."pekik Gyta dalam hatinya.
Gyta pun mengusap perutnya dan kemudian keajaiban pun terjadi Gyta melahirkan seorang bayi mungil yang sangat cantik.
Bastian tak kuasa menahan tangisnya setelah melihat bayi yang dilahirkan oleh Gyta,Bastian pun tak berhentinya mengucapkan syukur atas karunia yang dia dapatkan hari itu..
"Terima kasih ya Allah karena engkau telah memberikan kami seorang bayi yang cantik,berikanlah kami selalu kesehatan untuk menjaga dan membesarkan amanah yang Engkau berikan."Bastian pun tak berhenti berdoa dalam hatinya.
Bastian menjadi seorang laki laki yang begitu bahagia karena kini dia telah memiliki seorang putri yang sangat cantik yang dia beri nama " Devita Lusiana Caroline" nama yang cantik seperti sang Ibu.
__ADS_1