
Ivan kini terlihat jauh lebih kurus dari biasanya semenjak hari itu kondisi Ivan sedikit menurun membuat Ibu Rita sedikit khawatir..
"Van sebenarnya ada apa denganmu? kenapa kondisi kamu akhir akhir ini seperti ini? Apa gak sebaiknya kita ke rumah sakit saja?"ucap Ibu Rita yang terlihat sangat khawatir..
Ivan hanya menggelengkan kepalanya.
"Ivan tak apa apa Bunda,mungkin Ivan hanya kecapean saja."ucap Ivan sedikit berbohong.
Ivan tak pernah mau jika Bundanya sampai tahu tentang kondisinya bukan apa itu karena Ivan takut jika sang Bunda akan sangat khawatir jika tahu tentang kebenaran yang Ivan sembunyikan selama ini...
"Tapi Van lihatlah kondisimu sekarang sekarang?kamu sering sakit-sakitan dan kamu juga sering melamun sebenarnya ada apa denganmu Van jujurlah sama Bunda,Bunda ingin tak ada yang kamu tutup-tutupi dari bunda lagi Bunda tak mau tahu apapun itu insyaallah Bunda akan bisa membantumu katakanlah."Ibu Rita pun memaksa Ivan untuk berbicara jujur namun Ivan hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada apa-apa Bunda Ivan baik-baik saja Bunda jangan khawatirkan Ivan yang terpenting adalah kesehatan Bunda. Bunda Apakah aku masih pantas untuk bahagia? apakah aku masih bisa memperbaiki semuanya?"ucapkan secara tiba-tiba membuat Ibu Rita langsung menatapnya curiga.
Ibu Rita pun melihat ada yang tak biasa dari Ivan nurani seorang Ibu tidak pernah salah Ivan sedang menyembunyikan sesuatu...
"Apa maksud kamu Van apakah ada masalah ataukah kamu sedang memikirkan sesuatu?katakanlah sama Bunda apapun yang kamu katakan dan apapun kejujuran yang kamu ceritakan sama Bunda,Bunda tidak akan memaksamu ataupun menyalahkanmu?"Ibu Rita pun mencoba memberikan pengertian terhadap Ivan..
dalam hati kecil Ivan ingin sekali berbicara jujur kepada Bundanya tentang Lusi putri kandungnya tentang kebenaran mengenai Bastian yang ternyata tidak pernah salah, dan tentang kejadian yang menimpa Ambar sehingga membuat Ambar melakukan bunuh diri hal itu benar-benar mengganggu pikiran Ivan selama ini namun bukan masih berpikir dua kali untuk menceritakan hal itu kepada Bundanya itu dikarenakan Ibu Rita memiliki riwayat penyakit jantung.
Ivan pun terdiam tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya namun tiba-tiba saja Ivan menitipkan airmata dan tidak sanggup untuk menahan semuanya...
__ADS_1
"Van katakanlah kenapa kamu tiba-tiba menangis Jangan membuat Bunda bingung dan khawatir kamu adalah satu-satunya harta yang Bunda miliki apapun yang kamu rasakan dan apapun yang sedang kamu alami saat ini kamu harus menceritakan semuanya kepada Bunda."Bunda Rita pun memegang erat tangan Ivan kemudian memeluknya dengan erat..
Sementara itu Ivan masih enggan untuk berbicara Yang sejujurnya kepada Bundanya, Ivan lebih memilih memendamnya lagi dan lagi..
"Ivan masih belum bisa menceritakannya sekarang Bunda Ivan masih butuh waktu dan Ivan mohon sama Bunda apapun yang Ivan katakan nanti jangan sampai membuat Bunda menjadi sakit karena itu akan membuat Ivan jauh merasakan sakit melebihi yang dirasakan oleh Bunda."Ivan pun mencoba memberikan sebuah kode kepada sang Bunda bahwa apapun yang akan dia katakan suatu hari nanti adalah sesuatu hal yang menyakitkan...
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
di tempat lain tepat jam 11.00 siang Bastian datang ke sekolah untuk menjemput Lusi, saat itu Lusi sedang berada di taman bersama Naura,Bastian menatap keduanya kemudian tersenyum..
"Kenapa kalian terlihat begitu akrab apakah ini suatu pertanda bahwa wanita itu adalah calon Ibu yang baik untuk Lusi?"Bastian kini terlihat tersenyum tak seperti biasanya...
pada saat yang bersamaan tiba-tiba saja Naura melihat Bastian yang sedang mengamati dirinya dan untuk Lusi putrinya hal itu membuat Naura menjadi salah tingkah dan sedikit malu...
tiba-tiba saja Lusi melihat ayahnya yang sedang menatap dirinya dan juga menatap ibu guru cantik yang sedang menemaninya hal itu membuat Lusi langsung berlari menghampiri sang ayah yang saat itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri...
"Ayah di sini apakah Ayah mau menjemput Lusi lihatlah di sana ada Ibu guru cantik yang sedang menemani Lusi bermain ayah Apakah Lusi boleh meminta sesuatu Lusi ingin Ibu guru cantik menjadi Bunda Lusi."ucapan Lusi membuat Bastian langsung menatap putrinya dan kemudian tersenyum menahan geli..
Bastian berpikir bagaimana bisa Lusi gadis kecil yang berusia 4 tahun bisa berpikir bahwa Naura Ibu guru cantiknya bisa menjadi Bundanya hal itu membuat Bastian tertawa dalam hatinya namun Bastian tahu tidak ada yang tidak mungkin jika Allah telah berkehendak...
Lusi menarik kangen Bastian dan kemudian membawanya mendekati Naura yang masih duduk di bangku taman. hal itu membuat keduanya menjadi salah tingkah terutama Naura wanita itu terlihat canggung dan juga malu-malu saat Bastian mulai mendekatinya...
__ADS_1
Bastian pun bingung harus berkata apa tahap di satu sisi pastian pun merasa ragu namun di sisi lain hati Bastian menjadi tak menentu berada di dekat Naura wanita yang terlihat sangat cantik dengan mengenakan seragam berwarna abu-abu dengan kerudung berwarna senada.
Bastian pun tersenyum kemudian menyapa Naura...
"selamat siang Bu Naura terima kasih telah menemani Lusi hari ini maaf jika Lusi merepotkan anda."ucap Bastian sembari tersipu malu..
Naura pun hanya mengangguk kemudian tersenyum hal itu membuat Bastian tak berhenti menatapnya senyumannya sungguh indah dan hal itu membuat Bastian menjadi sedikit gugup...
berbeda dengan Lucy yang nampak senang melihat ayahnya berbincang dengan ibu guru cantiknya gadis kecil berusia 4 tahun itu sungguhlah anak yang cerdas dia tahu bahwa sudah saatnya untuk sang Ayah melanjutkan kehidupannya dan Lusi juga ingin mendapatkan sosok Bunda yang baik seperti Naura...
"Ayah sama Bu guru cantik kenapa? kenapa ayah tersenyum sendiri dan kenapa juga Bu guru cantik memalingkan wajahnya dari Ayah?"Lusi pun kini meledak Ayah dan Bu guru cantiknya dan seketika keduanya pun menatap Lusi secara bersamaan...
Bastian menahan senyumannya kemudian mencubit pipi Lusi dengan lembut..
"Putri Ayah sekarang nakal ya kenapa sekarang berani meledek Ayah seperti itu? ayo nanti ayah nggak beliin Lusi es krim."ucap Bastian berbalik menggoda Lusi..
suasana seketika mencair sesaat setelah Bastian mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka dan kemudian tanpa disadari ketiganya terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia...
Lusi menjadi magnet bagi Bastian dan juga Naura untuk berdekatan hal itu menimbulkan pemikiran buruk tentang Naura. sepasang mata dari arah kejauhan sedang mengamati Naura dan juga Bastian siapa lagi kalau bukan Pak Rizal laki-laki beristri yang selalu memuja-muja Naura namun Naura selalu saja menolaknya berulang-ulang kali....
"Jadi karena lelaki itu kamu pindah ke sini awas aja ya Naura aku akan membuat perhitungan denganmu jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka tidak ada satu orang pun yang akan bisa memilikimu."ucap Pak Rizal dengan mata melotot penuh dengan kebencian...
__ADS_1
Pak Rizal membuat rencana untuk membuat Naura celaka hal itu dilakukannya karena dia selalu saja ditolak oleh Naura bahkan tak sekali ataupun dua kali Naura dengan sengaja menolaknya di depan umum hal itu membuat Pak Rizal merasa malu sehingga saat ini keluarganya di ambang kehancuran....