
Bastian pun kini tengah dalam perjalanan untuk menjemput Naura ke apartemennya,hati Bastian juga merasakan hal yang sama Bastian takut jika Naura akan menolak dirinya.
"Tapi jika aku mengutarakan isi hatiku apakah Naura akan menolak ku?"ucap Bastian dalam hatinya..
Bastian pun semakin tidak percaya diri dia masih merasa takut jika rasanya ternyata bertepuk sebelah tangan..
"Ah sudahlah Bastian jika kamu sungguh sungguh Allah pasti akan memberikan jalannya dan percayalah jika Naura adalah jodohmu maka Allah akan menyatukan kalian lewat jalannya."Bastian mencoba untuk berserah diri kepada Allah.
Sementara di apartemennya Naura sedang dilema Naura sungguh penasaran dengan apa yang ingin di ucapkan laki laki beranak satu itu.
"Sebenarnya apa yang Mas Bastian ingin sampaikan kenapa aku begitu gelisah dan takut? Apakah dia akan menyatakan perasaannya ataukah ah sudahlah Naura kamu hanya terlalu berharap."pekik Naura dalam hatinya...
Naura pun merias dirinya dengan make up yang tak terlalu mencolok namun riasan itu justru membuat Naura selain terlihat anggun sehingga siapapun mata yang menatapnya akan terpesona...
Satu jam kemudian Bastian sampai di apartemen Naura dan Bastian langsung menghubungi Naura mengatakan bahwa dirinya telah berada di depan apartemennya.
__ADS_1
Naura pun keluar dengan mengenakan setelan gamis berwarna hijau muda dipadukan dengan warna hijab yang senada membuat mata Bastian tak bisa berkedip lagi..
"Maaf Mas kamu menunggu lama?"tanya Naura lirih.
Bastian masih terpesona dengan kecantikan Naura sehingga dia pun tak menjawab ucapan Naura matanya fokus kepada penampilan wanita yang kini telah merebut hatinya.
"Mas kamu kenapa?"tanya Naura sembari mencoba memanggil nama Bastian lagi..
Bastian tertegun dan kemudian tersenyum..
Naura napak sangat malu setelah mendengar ucapan Bastian itu terlihat dari Naura mulai menundukkan wajahnya..
"Kenapa kok menunduk?"tanya Bastian sembari menatap wanita yang ada di depannya itu.
"Aku malu Mas."jawab Naura singkat dan jelas..
__ADS_1
Hal itu membuat Bastian tersenyum bahkan sampai tertawa.
"Kamu itu kenapa Na? Di bilang cantik kok malah malu?"Bastian pun tak berhenti tertawa hal itu membuat Naura merasa semakin malu..
"Mas bisa gak jangan ngeledek Naura terus? Naura kan jadi malu. Terus kita mau disini aja atau kita jadi pergi?"ucap Naura membuat Bastian menyadari bahwa mereka akan pergi bersama..
Bastian pun tersenyum dan kemudian menggaruk kepalanya tak merasa gatal..
"Maaf Na aku lupa,ya sudah kita berangkat sekarang masa kita disini aja buat apa??"ucap Bastian sembari ketawa...
Bastian dan Naura pun pergi bersama kali ini Bastian tak berhenti menatap Naura yang terlihat sangat berbeda mungkinkah Naura berpenampilan berbeda untuknya ah mana mungkin Bastian pun menjadi sedikit ciut nyalinya namun Bastian tak bisa memungkiri bahwa penampilan Naura sangat berbeda.
Tiga puluh menit kemudian Bastian dan Naura sampai sebuah tempat yang Bastian sengaja siapkan untuk mereka,Naura merasa sangat bahagia dimana Bastian membawa Naura kesebuah taman yang di hiasi lampu lampu yang nampak begitu indah..
Tak jauh dari tempat mereka berdiri tiba tiba saja sebuah kembang api berterbangan membentuk sebuah kata "Will you marry me" sebuah kata yang Bastian tunjukan kepada Naura hal itu membuat airmata Naura meleleh tanpa sebab..
__ADS_1