SYURGA Yang Terkhianti

SYURGA Yang Terkhianti
Capture 20


__ADS_3

Gyta pun menangis meluapkan segala emosi yang menyelimuti hati dan jiwanya selama ini sedangkan Hendrawan hanya tersenyum melihat Gyta menangis dalam kesakitannya....


"Menangislah sesuka hatimu setelah itu aku tidak akan mau melihat air matamu lagi kamu milikku dan selamanya tetap akan menjadi milikku dan aku minta ini terakhir kalinya kamu memikirkan putri kandungmu."Hendrawan pun kembali meninggalkan Gyta yang masih terisak...


Sementara itu Gyta kini sedang menyesali semuanya menyesali keputusannya beberapa tahun lalu seandainya saja dia tidak mengikuti kata hatinya mungkin semuanya akan tetap baik-baik saja mungkin kini dirinya dan Bastian akan bahagia selamanya namun semua itu tinggallah cerita yang ada kini hanyalah penyesalan yang tak ada ujungnya....


Jika Gyta masih bisa memutar waktu mungkin Gyta tidak akan pernah mengambil keputusan sebodoh itu keputusan yang pada akhirnya membuat dirinya terluka kecewa bahkan ini dirinya hanya ibaratkan boneka bagi Hendrawan....


Selang beberapa bulan kemudian kini hubungan Bastian dan Naura terlihat lebih dekat itu bukan karena mereka tengah menjalin sebuah hubungan namun lebih mengarah kepada ikatan persahabatan di antara keduanya hal itu membuat Lusi ingin sekali menyatukan Ayah dan Bu guru cantiknya untuk bersatu...


Pada saat yang bersamaan kini Pak Husein dan Ibu Husein pun mengunjungi Naura di apartemennya....


pada saat itu Lusi yang sedang berkunjung di rumah Naura pun menjadi pusat perhatian bagi Ibu Husein dan Pak Husein..


"Assalamualaikum.."ucap dua orang paruh baya itu secara bersamaan...


Naura yang sedang bermain dengan musik pun menoleh ke arah sumber suara dan alangkah terkejutnya Naura melihat Umi dan Abinya mengunjungi dirinya...


"Waalaikumsalam Umi waalaikumsalam Abi, kenapa kalian datang tidak memberitahu Naura jika kalian memberitahu anda bisa menjemput kalian di bawah."Naura pun mencium tangan secara bergantian..


Ibu Husen pun tersenyum dan kemudian memeluk Naura dengan sangat indah karena sudah hampir 3 bulan Naura tidak pernah mengunjungi mereka karena kini Naura terlihat lebih sibuk....


"Umi dan Abi tahu kamu pasti sibuk untuk itu Umi dan Abi sengaja tidak memberitahumu jika Umi dan Abi akan datang kemari. Oh iya nak siapakah gadis cantik ini apakah dia anak tetanggamu?"tanya ibu Husein sembari menatap Lusi yang terlihat sedang mengamati keduanya...


Naura pun tersenyum kemudian memperkenalkan Lusi kepada Umi dan Abinya..


"Umi Abi kenalin ini namanya Lusi dia adalah salah satu siswa di sekolah tempat Naura mengajar. dan dan saat ini Lusi sedang bermain di sini Naura yang mengundangnya tapi jangan khawatir Naura sudah meminta izin kepada Ayahnya."ucap Naura dengan polosnya.


Umi dan abinya pun saling melempar pandangan ada sesuatu yang berbeda dari putrinya saat ini.


"oh iya apakah dia tidak dicariin orang tuanya dia gadis yang begitu manis."Ibu hujan pun mendekati Lusi dan kemudian memeluknya dengan erat...


Lusi yang masih polos pun bingung dengan pemandangan yang ada di hadapannya karena selama ini Lusi hanya memiliki Bastian Ayahnya dan beberapa orang yang membantu mereka di rumah...

__ADS_1


Lusi pun hanya mengangguk dan kemudian tersenyum ke arah Ibu Husein dan Pak Husein..


"Mereka siapa Bu guru cantik?"tanya Lusi dengan begitu polosnya..


Naura pun langsung mendekati Lusi dan memegang tangan Lusi dengan sangat erat...


"sayang kenalin mereka adalah orang tua Bu guru cantik dan Lusi boleh memanggil mereka dengan panggilan kakek dan nenek."jawab Naura dengan sangat lembut.


Pak Husein dan Bu fusion pun tersenyum dan kemudian menghampiri Lusi yang masih sedikit bingung...


"Gadis cantik mulai sekarang kamu boleh panggil dengan sebutan Kakek dan kamu juga boleh memanggil dia dengan sebutan nenek."ucap Pak Husein sembari menjabat tangan Lusi..


Lusi pun mengangguk dan kemudian tersenyum hal itu membuat Ibu fusion langsung menyayangi Lusi seperti cucu kandungnya sendiri...


"Bolehkah nenek memelukmu kamu terlihat sangat menggemaskan pasti kedua orang tuamu sangat bahagia memiliki anak sepandai dan secerdas kamu."ucap Ibu Husein sembari memeluk Lusi..


Tepat jam 05.00 sore Bastian pun datang ke apartemen milik Naura untuk menjemput Lusi.


Bastian sangat terkejut melihat kedua orang tua Naura dan hal itu membuat Bastian sedikit canggung...


"Waalaikumsalam."jawab semua orang secara bersamaan... ucapan Husein sembari


Bastian pun merasa malu karena bertamu ke tempat seorang wanita apalagi wanita itu masih sendiri...


sedangkan Pak Husein dan fusion pun melihat ada sesuatu yang berbeda bagaimana bisa Bastian yang seorang lelaki datang berkunjung ke apartemen milik putrinya...


Pak Husein pun mendekati Bastian...


"waalaikumsalam mari silakan masuk kita bisa bicara di dalam."ucap Pak Husein sembari tersenyum...


Bastian pun mengikuti laki laki paruh baya itu sembari membungkukkan badannya.


"Baik Om terima kasih."jawab Bastian dengan sopan..

__ADS_1


Naura pun menjadi sedikit gugup ketika melihat Abi'nya menemui Bastian karena selama ini Naura tak pernah dekat dengan laki laki manapun hal itu membuat Naura menjadi sedikit dilema...


"Abi mau bicara apa sama Mas Bastian? jangan jangan nanti Abi salah berfikir Abi akan mengira bahwa aku dan Mas Bastian ada hubungan?" ucap Naura ketakutan di dalam hatinya.


Setelah di persilahkan duduk,Pak Husein langsung menatap kearah laki laki yang kini ada di hadapannya. Beliau menodong Bastian dengan banyak pertanyaan hal itu membuat Bastian sedikit bingung untuk menjawabnya.


Bastian pun jujur dengan keadaan yang dia alami bahwa dirinya hanya seorang duda beranak satu dan hubungannya dengan Naura hanya sebatas teman karana Naura merupakan guru sekolah Lusi sehingga membuat mereka terlihat sedikit akrab.


Pak Husein pun langsung suka melihat sikap yang Bastian cerminkan,Bastian tak menutupi apapun tentang kenyataan yang mereka sedang jalani saat ini..


"Bukan itu yang Om maksud tapi Om hanya ingin mengajak kamu berbincang itu saja."ucap Pak Husein membuat Bastian sedikit bingung...


Sedangkan Naura telihat sedikit gugup hal itu membuat sang Umi mendekatinya..


"Kamu kenapa Na kenapa kamu telihat sangat gugup?" tanya Ibu Husein sembari memegang bahu Naura..


Naura pun menoleh kearah sang Umi dan menggelengkan kepalanya...


"Gak ada apa apa Umi,Naura hanya sedang memikirkan sesuatu."jawab Naura lirih.


Ibu Husein sepetinya mengerti akan sesuatu namun Ibu Husein lebih memilih untuk pura pura tak tahu tentang apa yang sedang sang putri rasakan...


"Baiklah kalau begitu,Umi mau menemani Lusi bermain dulu kamu buatkan Abi dan Mas Tian teh sana."perintah Ibu Husein kepada Naura..


Naura pun hanya mengangguk saja dan kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuat dua cangkir teh dan beberapa cemilan yang ada di kulkas miliknya...


Tak lama kemudian Naura pun keluar dengan dua cangkir teh dan beberapa cemilan..


Setelah menaruhnya di meja Naura pun langsung kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


Tak terasa kini adzan magrib pun telah berkumandang dan Pak Husein mengajak semua orang untuk sholat Magrib berjamaah..


Pak Husein sengaja menyuruh Bastian untuk menjadi imam,awalnya Bastian sangat ragu namun Bastian juga tak enak untuk menolaknya..

__ADS_1


Ibu Husein dan Pak Husein sangat terpana mendengar lantunan ayat ayat Alquran dari mulut Bastian yang terdengar sangatlah merdu.


Bastian yang awalnya ragu ragu pun memberanikan diri untuk memberikan kesan yang baik untuk keluarga Naura.


__ADS_2