
Sesampainya di rumah milik Bastian,Bastian mempersilahkan Naura untuk masuk ke dalam awalnya Naura ragu karena bagaimanapun mereka bukanlah mahram..
"Tapi Mas sebaiknya aku tunggu di luar saja,gak baik juga jika kita berdua di dalam karena kita bukan Mahram."ucap Naura dengan polosnya.
Bastian pun tersenyum setelah mendengar ucapan Naura, karena sebenarnya Bastian memiliki dua orang yang membantunya mengurus rumah dan juga mengurus Lusi selama Bastian sedang bekerja..
"Kamu gak perlu khawatir didalam ada dua orang yang membantuku menjaga Lusi dan juga membersihkan rumah jadi tak akan ada yang menduga yang tak baik di antara kita. Masuklah dan maaf keadaanku sederhana."ucap Bastian membuat Naura merasa malu...
Setelah itu Bastian mengajak Naura masuk ke dalam rumahnya di sana Naura melihat rumah yang begitu sederhana namun begitu tenang hal itu membuat Naura tersenyum dalam hatinya...
"Alangkah beruntungnya wanita yang bisa memiliki suami seperti mas Bastian, dia lelaki baik sederhana namun penyayang aku bisa melihat bagaimana dia begitu menyayangi Lusi putrinya. Semoga suatu saat nanti aku bisa menemukan lelaki yang baik seperti mas Bastian."ucap Naura dalam hatinya.
Bastian yang melihat Naura sedang tersenyum sendiri pun menatapnya namun sebelum Naura menyadari bahwa Bastian menatapnya Bastian pun langsung mengalihkan pandangannya kepada putri kecilnya..
"Lusi sayang Ayo cepetan mandi setelah itu kita sholat Maghrib berjamaah."Bastian selalu mengajari Lusi tentang agama walaupun pastian bukan orang yang pandai akan hal agama namun setidaknya Bastian bisa membekali Lusi dengan sesuatu yang bisa berguna untuk kehidupannya....
Lusi pun mengangguk dan kemudian mengajak seorang pekerja di rumahnya untuk membantunya membersihkan diri...
"Bi Atun ayo temani Lusi mandi?"ucap lu sih kepada Bi Atun salah seorang pekerja yang membantu Bastian setiap harinya.
Setelah melihat Lusi memasuki kamarnya kini Bastian pun meminta izin kepada Naura untuk membersihkan diri terlebih dahulu setelah sebelumnya Bastian mempersilakan Naura untuk beristirahat di kamar tamu sembari menunggu waktu azan maghrib berkumandang..
__ADS_1
"Bu Naura saya mau membersihkan diri terlebih dahulu sebaiknya Anda istirahat sejenak sembari menunggu waktu azan maghrib setelah itu baru saya akan mengantarkan anda pulang ke rumah."Bastian pun tersenyum kemudian pergi meninggalkan Naura yang masih agak sedikit canggung...
waktu berlalu begitu cepat setelah mereka melaksanakan salat magrib secara berjamaah seperti yang Bastian ucapkan kini Bastian pun bersiap untuk mengantar Naura pulang..
"Mariah saya antar Ibu pulang dan jangan khawatir saya akan mengajak salah satu pekerja di rumah saya untuk menemani kita."ucap Bastian lirih...
Naura pun hanya mengganggu dan kemudian tersenyum setelah itu Naura pun mengikuti Bastian memasuki mobil miliknya bersamaan dengan Bi Sumi salah seorang yang selalu membantu Bastian di setiap saat...
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit ini Bastian dan Naura pun sampai di sebuah apartemen tempat di mana Naura tinggal...
Setelah Naura turun kini Bastian pun kembali pulang ke rumahnya karena meninggalkan Lusi berdua dengan Bi Atun...
Setelah sampai di apartemen miliknya kini Naura pun langsung membersihkan diri dan kemudian menyiapkan makanan untuk makan malam namun hatinya masih sedikit bingung dengan semua yang telah terjadi hari ini bagaimana bisa Pak Rizal orang yang sengaja dia tinggalkan justru ingin menyakitinya...
Naura pun tak pernah menyangka akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan lelaki sebaik Bastian..
dalam ingatannya terlintas wajah Bastian Naura sendiri bingung tentang apa yang sedang dia rasakan saat ini...
"Naura kamu ini kenapa kenapa kamu tiba-tiba memikirkan Bastian laki-laki yang telah memiliki seorang anak perempuan yang begitu cantik namun kamu harus tahu Naura mungkin kalian hanya bisa mengenal bukan saling memiliki sadar Naura sadar..."ucap Naura dalam hatinya Naura bernafas panjang kemudian membuangnya secara perlahan dan setelah itu Naura mulai menyibukkan diri dengan pekerjaan-pekerjaan yang sengaja dia bawa dari sekolah...
Naura terlihat kurang konsentrasi karena pikirannya terbagi di satu sisi Naura masih belum percaya bahwa dirinya hampir saja mengalami pelecehan yang disebabkan oleh Pak Rizal. Namun di sisi lain ketika dirinya hendak mendapatkan musibah Allah justru menghadirkan sosok lelaki baik di dalam kehidupannya lelaki baik yang memiliki sikap seperti malaikat....
__ADS_1
Di lain tempat, setelah sampai di rumahnya Bastian pun tak bisa melupakan sosok aura guru cantik yang telah berhasil membuat hatinya bergetar apakah mungkin dia jatuh cinta lagi ataukah mungkin Bastian hanya sekedar mengagumi ataukah mungkin ini sudah menjadi jalan dari kehidupan yang dia alami...
"Kenapa aku selalu memikirkan dia mengapa dengan aku apakah ini sebuah pertanda bahwa wanita itu layak untuk diperjuangkan namun aku pun sadar aku hanya seorang duda sedangkan dia masih perawan mana mungkin dia atau pun orang tuanya mau untuk menerima keadaanku yang seperti ini terlebih lagi ada Lusi di dalam kehidupanku."Bastian pun merasa pesimis dia merasa gagal sebelum berjuang...
Di kehidupan lain yang dialami oleh Gyta,Gyta berfikir ingin melarikan diri dari Hendrawan yang selalu membuatnya seperti sebuah pajangan yang bisa seenaknya dia perlakukan namun Gyta tak pernah bisa untuk lari ataupun menjauh dari Hendrawan itu bukan karena Gyta tidak mampu namun Hendrawan bukanlah orang yang sembarangan yang akan begitu saja membiarkan Gyta meninggalkannya...
"Sudahlah Gyta kamu memikirkan apa?bukankah ini jalan yang kamu pilih lalu kenapa kamu sekarang ingin lari dari Hendrawan bukankah dia bisa memberikanmu segalanya lantas jika kamu lari meninggalkannya kamu mau ke mana? sedangkan kamu sendiri sudah tidak ada siapapun dalam kehidupan kamu apakah kamu ingin kembali pada Bastian lelaki yang telah kau tinggalkan dan kau campakkan begitu saja ataukah kamu ingin mencari lelaki kaya di luar sana. Namun apakah kamu sadar bahwa semua ini adalah balasan yang telah kamu dapatkan setelah kamu menyakiti hati Bastian dan juga kamu dengan tega'nya meninggalkan putri kamu putri kandungmu bersama Bastian lelaki yang jelas-jelas telah kamu sakiti seharusnya kamu itu malu Gyta."kita pun tak berhenti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri setelah apa yang dia lalui di dalam kehidupannya...
ketika sedang diam tiba-tiba saja Hendrawan datang menemuinya. melihat Gyta yang sepertinya habis menangis hal itu membuat Hendrawan merasa kesal karena sejatinya Hendrawan tahu apa yang dipikirkan oleh Gyta yaitu Gyta ingin lari menjauh darinya dan meninggalkan dirinya begitu saja...
"Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini untuk apa kamu menangis apa yang kamu sedihkan apakah yang aku berikan selama ini masih kurang apakah kamu masih memikirkan putrimu seharusnya kamu itu sadar diri kita kamu telah membuangnya dan mana mungkin dia akan menerimamu kembali."Hendrawan pun semakin terlihat kesal...
Kali ini Gyta memberikan suaranya Gyta sudah sangat kesal mendapati sikap Hendrawan yang selalu berubah-ubah terhadapnya..
"Apa yang sebenarnya kamu mau dariku Mas bukankah selama ini aku selalu mengikuti apa yang kamu katakan bukankah selama ini aku selalu mengikuti apa yang kamu mau aku hanya ingin melihat putriku itu saja aku merindukanmu Mas apakah kamu tidak pernah mengerti."Gyta pun kini menitikan airmata...
Hendrawan pun menatap Gyta dengan tajam mata Hendrawan terlihat seperti sepasang pedang yang sangat tajam yang siap melukai Gyta kapanpun...
"kamu bilang kamu ingin melihat putrimu?Putri yang mana?apakah selama ini kamu merasa kamu memiliki anak apakah selama ini kamu pernah memberikan kasih sayangmu terhadap anakmu seharusnya kamu itu malu kita kamu telah membuangnya dan mana mungkin dia akan menerimamu sebagai Ibunya? nggak mungkin kita nggak mungkin.
Gyta pun tak bisa menjawab apa-apa namun air matanya mewakili isi hatinya Gyta sangat tahu apa yang diucapkan oleh Hendrawan ada benarnya bahwa selama ini Gyta tidak pernah satu kali pun melihat atau mencari tahu tentang putri kandungnya dan juga Bastian mantan suaminya....
__ADS_1