SYURGA Yang Terkhianti

SYURGA Yang Terkhianti
Capture 12


__ADS_3

Bastian pun menjadi sedikit cemas berada di ruangan Dokter Graha..


"Pak Bastian saya ingin memberitahukan bahwa kondisi Lusi saat ini sedang tak baik baik saja, dia mengalami kanker darah."ucap Dokter Graha lirih.


Bastian pun langsung lemas seketika setelah mendengar bahwa Lusi sakit.


"Dok apakah putriku bisa di sembuhkan?"tanya Bastian lirih.


Dokter Graha menundukkan wajahmu kemudian berkata.


"Kemungkinan besar masih bisa asalkan dia harus rutin melakukan cuci darah dan jika bisa dia harus segera mungkin mendapatkan sumsum tulang belakang. untuk itu saya berharap Bapak bisa mendonorkan sumsum tulang belakang Bapak untuk putri Bapak karena kecocokan sumsum tulang belakang anak seringkali sama persis dengan sumsum tulang belakang sang Ayah."Dokter Graha pun menasehati agar sesegera mungkin Bastian melakukan serangkaian tes untuk melihat kecocokan tulang sumsum Bastian dengan Lusi.


Bastian pun semakin bingung dan tanpa berpikir panjang Bastian langsung menyetujui ucapan dokter Graha untuk segera melakukan tes demi menyelamatkan nyawa sang Lusi..


"Baiklah kalau begitu dok saya akan melakukannya sesegera mungkin dan saya menginginkan yang terbaik untuk putri saya walaupun saya harus menukar nyawa saya saya pun rela."Bastian pun kini tak kuasa lagi menahan air matanya dan hal itu membuat Dokter Graha ikut bersedih.


dokter Graha sendiri mengerti apa yang sedang dialami Bastian saat ini itu sama persis dengan apa yang dialami oleh Dokter Graha di kala itu di mana di saat dia diuji dengan berbagai macam cobaan dari meninggalnya sang Opa hingga kecelakaan sang istri hal itu berhasil menghancurkan mental Dokter Graha namun semangat untuk melanjutkan hidupnya terlihat pada putrinya Cahaya.

__ADS_1


Dokter Graha pun ikut merasakan penderitaan yang sedang dialami Bastian saat ini bagaimana frustasinya Bastian di saat harus menerima kenyataan bahwa putrinya menderita kanker darah belum lagi kepastian adalah orang tua tunggal bagi Lusi tentu sangat berat untuknya namun Dokter Graha salut akan ketegaran Bastian.


Setelah itu Bastian pun melakukan serangkaian tes untuk melihat kecocokan di antara keduanya namun kenyataan pahit justru harus dialami oleh Bastian di mana kini Bastian tahu bahwa Lusi bukanlah anak kandungnya melainkan anak dari hasil perselingkuhan Gyta dan Ivan kala itu.


"Itu nggak mungkin Suster tes ini pasti salah tidak mungkin sikap golongan darah saya dengan anak saya berbeda? Lusi adalah anak kandung saya mana mungkin ini semua bisa terjadi tolong Suster harus memeriksanya lagi aku hanya ingin yang terbaik untuk putri saya."Bastian pun seolah tak percaya kenyataan yang ada di depan matanya,semuanya sungguh membuatnya terluka bukan hanya mentalnya yang kena namun hati juga ikut merasakan betapa pedihnya kenyataan yang harus dia lalui. namun kasih sayang pasti yang terhadap Lusi jauh lebih besar daripada apa yang dia rasakan.


Suster itu pun hanya bisa terdiam sudah beberapa kali dilakukan tes kecocokan namun golongan darah mereka memang berbeda.


"maaf Pak kami sudah melakukan tes ulang beberapa kali namun hasilnya tetap sama golongan darah Bapak dengan putri Bapak berbeda dan hal itu bisa membuktikan bahwa Lusi bukan anak kandung Bapak maaf jika saya salah namun menurut saya alangkah baiknya jika Bapak melakukan tes DNA."Suster itu pun memberikan nasehat kepada Bastian namun Bastian tak mau mempercayai apa yang diucapkan Suster itu.


"Sudahlah suster apapun itu aku nggak akan mempercayainya hasil DNA hanyalah sebuah kertas dan bagi saya selamanya Lusi tetaplah putri saya walaupun kenyataannya berbeda terima kasih saya akan mencari cara apapun untuk putri saya."Bastian pun terlihat sedikit kesal dengan apa yang diucapkan oleh Suster itu namun Bastian juga sadar bahwa hal itu ada benarnya namun Bastian tak mau tahu akan kebenarannya biarlah dia akan tutup mata dan telinga dan menganggap Lusi tetap sebagai putri kandungnya.


"Maafkan saya pak saya hanya berniat untuk membantu tapi jika itu membuat Bapak tersinggung saya benar-benar meminta maaf."Suster itu pun minta maaf sembari menundukkan wajahnya.


Bastian merasa bersalah melihat wajah Suster itu yang nampak pucat Bastian mah nggak bernafas panjang dan membuangnya secara perlahan.


"Saya yang seharusnya meminta maaf Suster, tak seharusnya saya marah kepada anda saya tahu anda hanya ingin membantu saya dan jujur hal ini sangat berat untuk saya saat ini. Saya minta maaf terima kasih saya permisi."Bastian pun pergi meninggalkan Suster itu dengan nafas berat Bastian mencoba untuk menenangkan dirinya dan Bastian mencoba mencari bantuan kepada sahabatnya yaitu Dokter Andika.

__ADS_1


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Di tempat yang berbeda kini Naura sedang bersiap untuk berpindah ke tempat di mana dia akan mengajar yaitu di sebuah sekolah di mana di sana hanya ada beberapa guru saja.


Naura pun pergi diantar oleh Umi dan Abi mereka begitu menyayangi Naura walaupun mereka tahu jika Naura akan jauh dari mereka namun Pak Husein selalu mengingatkan Naura agar sering-sering memberinya kabar walaupun jarak mereka kini lumayan jauh.


"nak ingat pesan Abi kamu harus selalu memberi Abi dan Umi kabar dan kamu harus menjaga kesehatan dan juga salat lima waktunya kamu harus ingat sesibuk apapun kamu urusan kamu dengan Allah tidak boleh kamu tinggalkan."Pak Husein pun menepuk pundak sang Putri dengan penuh kasih dan sayang.


Naura tersenyum dan kemudian memeluk Abinya dengan pelukan hangat..


"Abi jangan khawatir insyaAllah Naura akan selalu ingat pesan-pesan Abi dan Umi dan Naura juga janji akan sering-sering memberi Abi dan Umi kabar."ucap Naura lirih..


Ibu Husein pun ikut memeluk sang putri berat untuknya harus hidup jauh terpisah dari putri kesayangan namun Ibu Husein sadar bahwa Naura hanya pergi untuk mengejar cita-citanya belum lagi jika kelak Naura menikah tentu saja Naura akan ikut dengan suaminya.


"Sayang Umi dan Abi pasti akan sangat merindukannya kamu harus jaga diri baik-baik dan kamu harus janji sama Umi kamu akan selalu sehat dan juga jangan terlalu sibuk kamu harus utamakan kesehatan kamu yang paling penting kamu jangan sampai telat makan."Ibu Husein terlihat sangat mengkhawatirkan Naura.


Naura pun menganggukkan kepalanya kemudian memeluk Umi dan Abinya secara bergantian..

__ADS_1


"Insyaallah Umi..Abi.. Naura akan selalu ingat akan pesan-pesan Umi dan Abi terima kasih karena Umi dan Abi telah mendukung apa yang Naura lakukan minta Naura hanya satu doakan Maura agar Naura bisa sukses dan juga Naura bisa membanggakan Umi dan Abi di suatu hari nanti."Naura pun mencium tangan kedua orang tuanya dengan lembut..


sesampainya di apartemen Naura dan kedua orang tuanya langsung melihat-lihat apartemen yang disewakan untuk Naura dan ternyata tempatnya sangat bagus dan juga nyaman hal itu membuat hati Umi dan Abi menjadi lebih tenang untuk meninggalkan Naura sendiri jauh dari mereka.


__ADS_2