SYURGA Yang Terkhianti

SYURGA Yang Terkhianti
Capture 09


__ADS_3

Bastian pun sangat bahagia melihat putri kecilnya yang ternyata sangat lucu,Bastian melihat ke arah Gyta yang sedang duduk di atas tempat tidurnya.


"Terima kasih ya sayang kamu telah memberikan Mas seorang anak yang sangat cantik kamu adalah calon bidadari-bidadari syurganya Allah."ucap Bastian lirih...


Gyta pun hanya tersenyum namun hatinya terasa pedih dia merasa telah menjadi wanita paling jahat untuk Bastian yang begitu tulus mencintainya...


Bastian pun berdiri dan menghampiri Gyta yang nampak terdiam tatapannya kosong seperti sedang memikirkan sesuatu.


Bastian duduk di sebelah Gyta sembari memegang tangan Gyta dengan lembut...


"Hei kamu kenapa diam? Apakah kamu baik baik saja apa perlu Mas panggilkan Dokter?"Bastian pun merasa khawatir karena melihat wajah Gyta yang nampak pucat.


Gyta pun menggelengkan kepalanya dan kemudian tersenyum..


"Gak apa apa aku baik baik saja."ucap Gyta lirih.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Di lain tempat.....


Ivan pun mendengar kabar bahwa Gyta telah melahirkan dan entah kenapa rasa bersalah begitu menghimpit hatinya.


"Ya Allah apakah benar bayi itu adalah anakku?"pekik Ivan yang terpaksa menyelinap ke rumah sakit demi melihat anak yang telah dilahirkan oleh Gyta.


Airmatanya tak terasa menetes begitu derasnya di ruang bayi Ivan melihat seorang bayi yang cantik..


"Apakah benar kamu adalah putriku?"pekik Ivan dalam hatinya..


Ivan pun menatap sejenak wajah Lusi bayi mungil yang kini sedang ada di hadapannya.


Namun itu tak berselang lama setelah seorang Suster tiba tiba masuk untuk memeriksa ruangan, secepat kilat Ivan pun langsung bersembunyi.


Ivan pun langsung menyelinap keluar sesaat setelah Suster itu keluar dari dalam ruangannya.


Ivan pun semakin di hantui rasa yang tak dia mengerti banyak hal yang ingin dia perjelas benarkah Lusi adalah putri kandungnya anak dari hasil hubungan gelapnya dengan Gyta....


Di tempat yang berbeda Naura sedang mengajar anak anak di sekolahnya ketika itu ada seorang guru yang tiba tiba saja mendekatinya...


"Bu Naura di tunggu Bapak Kepsek di ruangannya."ucap salah seorang guru..

__ADS_1


Naura pun langsung berpamitan pada murid muridnya kemudian Naura pergi menemui Kepala Sekolah.


"Assalamualaikum Pak apakah benar Bapak mencari saya?"tanya Naura dengan lembut..


Pak Kepala sekolah itu pun menganggukan kepalanya.


"Iya Bu silahkan masuk."jawab Pak Kepala sekolah yang bernama Bapak Supeno.


Naura pun duduk di depan lelaki paruh baya itu sembari tersenyum..


Ternyata Naura ingin di pindahkan ke sekolah lain yang lebih membutuhkan. Naura pun menyetujui penawaran Bapak Supeno untuk pindah..


"Baiklah Pak jika itu yang terbaik kenapa tidak."jawab Naura lirih.


Pak Kepala sekolah pun tersenyum..


"Baiklah kalau begitu biar Bapak urus semuanya.."ucap Pak Kepala sekolah dengan sorak gembira..


Naura pun langsung pamit untuk keluar dari dalam ruangan pak kepala sekolah setalah itu Naura kembali merenungkan keputusannya karena akan sangat sulit untuk menyakinkan Umi dan Abinya untuk mengizinkannya jauh dari mereka.


"Ya Allah mudahkanlah segalanya karena aku ingin mengabdikan diriku untuk pendidikan dan aku juga gak mau jika Umi dan Abi gak meridhoi semua keputusan yang telah aku ambil."pekik Naura dalam hati..


Tiba tiba saja Pak Rizal muncul di hadapan Naura sehingga membuat Naura kaget di buatnya.


Pak Rizal pun hanya tersenyum namun senyumannya terlihat sangat menakutkan.


"De Naura tadi di panggil kepala sekolah ya kenapa?" tanya Pak Rizal sedikit penasaran.


Sebenarnya Naura sangat kesal ketika di ganggu oleh Pak Rizal karena tak sekali dua kali Pak Rizal selalu saja mengganggunya.


"Gak ada yang penting kok Pak."ucap Naura sembari tersenyum Naura pun memilih untuk pergi meninggalkan Pak Rizal yang masih menatapnya.


Bagi Naura bertemu Pak Rizal adalah sebuah kesialan karena setiap Pak Rizal menemuinya pasti akan ada yang berfikir buruk tentang dirinya...


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


Setelah itu Naura pun pergi ke perpustakaan untuk mengambil beberapa buku dan tak lama kemudian seorang guru wanita pun datang menemuinya.


"Bu Naura tadi di panggil pak kepsek kenapa?"tanya seorang guru yang bernama Irma.

__ADS_1


Naura pun menatap kearah Irma yang kini sedang ada di dekatnya.


"Aku akan pindah dari sini soalnya kata pak kepsek ada sekolah yang membutuhkan guru."jawab Naura dengan lembut.


Irma pun hanya bisa menganggukan kepalanya tanda dia mengerti...


"Pasti aku akan sangat merindukanmu Na?"ucap Irma sembari memeluk Naura.


Naura dan Irma pun saling berpelukan dan tak lama kemudian keduanya kembali melanjutkan pekerjaannya masing masing.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Beberapa bulan kemudian setelah melahirkan sikap Gyta kembali seperti semula dia kembali bersikap seenaknya bahkan putrinya pun tak dia urus...


"Gy lihatlah Lusi dari tadi nangis terus kamu kasih dia asi dulu,Mas harus ke bengkel."Bastian pun meminta Gyta untuk menjaga putrinya.


Gyta pun tak perduli malah Gyta memilih pergi meninggalkan rumah dan membiarkan Lusi menangis dengan sangat kencang.


Bastian pun terpaksa mengalah dan membawa Lusi ke bengkel bersama dengannya.


Setelah Bastian membawa Lusi kini Gyta pun kembali ke rumahnya dan tak lama setelah itu Gyta pergi meninggalkan rumah dengan membawa koper besar iya Gyta kabur dari rumah dan meninggalkan Bastian dan Lusi berdua.


Pada sore harinya Bastian pun baru pulang bersama Lusi dia kaget melihat rumah dalam keadaan kosong dan Bastian menemukan sepucuk surat mengatakan bahwa Gyta pergi.


"Kamu kemana Gy? Apa kamu gak kasihan sama Lusi dia masih sangat kecil."ucap Bastian lirih.


Bastian pun menatap Lusi yang tengah tertidur pulas dan tak menyangka airmatanya menetes melihat kesengsaraan yang harus di hadapi oleh sang putri yang masih sangat kecil...


"Kasihan sekali kamu nak tapi Ayah janji Ayah akan membesarkan kamu walaupun sendiri."Bastian pun memeluk Lusi dengan sangat erat.


Dari kejauhan telihat Gyta sedang berada di bandara Gyta ingin pergi dan menetap di Singapura bersama seorang laki laki yang di kenalnya di sosial media.


Gyta pun melupakan suaminya dan juga buah hatinya yang masih sangat kecil entah dimana letak hati nurani seorang Ibu yang tega meninggalkan putri kandungnya sendiri.


Gyta pun melangkahkan kaki dengan penuh kebahagiaan dan Gyta ingin melupakan Bastian dan Lusi di dalam kehidupannya.


"Selamat tinggal Mas Tian aku akan segera mengurus gugatan perceraian kita di pengadilan."ucap Gyta sebelum meninggalkan Indonesia.


Bastian tak pernah menyangka jika dia akan terluka dengan sangat dalam bagaimana tidak dia di tinggalkan begitu saja oleh Gyta hanya karena dia miskin..

__ADS_1


Bastian pun terus menatap bayi mungil yang ada di depan matanya dan tersenyum..


"Kamulah masa depan Ayah dan Ayah janji Ayah akan melakukan yang tebaik untukmu dan untuk masa depan kita."pekik Bastian dalam keheningan.


__ADS_2