
Bastian pun langsung mendekati wanita cantik itu..
"Maaf MBK ada yang bisa saya bantu?" Bastian pun menawarkan bantuan kepada Naura.
Naura pun menatap kearah laki laki yang ada di hadapannya.
"Mas bisa bantu saya,motor saya mogok dan ini sudah mau larut malam saya harus sampai di rumah sebelum Magrib."ucap Naura yang terlihat bingung.
Bastian pun tersenyum dan kemudian meminta izin untuk memeriksa motor milik wanita itu,dan tak perlu waktu lama motor itu pun sudah bisa di kendarai lagi tanpa masalah...
"Sudah beres MBK ini hanya ada kabel yang terlepas saja."ucap Bastian dengan tersenyum sangat ramah.
Naura pun menatap takjub Bastian laki laki yang tak dia kenal namun terlihat sangat tampan di matanya.
"Terima kasih banyak oh ya berapa yang harus saya bayar?"tanya Naura lembut.
Bastian pun tersenyum..
"Tidak perlu saya hanya membantu saja."jawab Bastian sembari pergi meninggalkan Naura yang masih menatapnya...
"Lelaki yang sangat baik dan juga ramah."gumam Naura dalam hatinya.
Bastian pun langsung kembali kedalam bengkelnya dan meninggalkan Naura yang masih menatapnya.
Bastian pun buru buru menutup bengkelnya karena hari sudah semakin sore..
Setelah menaiki motornya Naura pun langsung pulang menuju rumahnya pas sebelum adzan Maghrib berkumandang rasa lega pun terlihat di wajah gadis cantik itu..
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga sebelum Magrib."ucap Naura dalam hatinya.
Naura pun memberikan salam kepada kedua orang tuanya yang kebetulan sedang menunggunya.
"Assalamualaikum Umi, Assalamualaikum Abi."ucap Naura memberikan salam kepada kedua orang tuanya.
Ibu dan Bapak Husein pun menjawab salam dari putri mereka dengan penuh bahagia.
"Waalaikkumsalam nak akhirnya kamu sampai rumah juga Umi dan Abi sampai khawatir karena kamu pulangnya telat."ucap Ibu Husein dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
Naura pun menceritakan bahwa di jalan dia mengalami sebuah insiden tiba tiba motornya mogok hal itu tentu saja membuat Ibu dan Bapak Husein khawatir..
"Tapi kamu gak apa apa kan nak?"tanya Pak Husein lirih beliau terlihat sedikit khawatir.
Naura pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Alhamdulillah enggak Abi untung tadi ada orang baik yang membantu Naura sehingga motor Naura bisa di gunakan lagi."jawab Naura dengan penuh semangat.
Pak Husein dan Ibu Husein pun bernafas lega karena tenyata ada orang baik yang mau membantu putrinya ketika mengalami masalah.
"Alhamdulillah kalau begitu nak lain kali kamu harus berhati hati ingat pesan Umi dan Abi."ucap Ibu Husein mengingatkan Naura untuk selalu berhati hati.
Naura pun senang memiliki kedua orang tua yang begitu tulus menyayangi dirinya walaupun Naura anak tunggal namun kedua orang tuanya tak pernah memanjakannya.
"Iya Umi, Naura janji Naura akan selalu berhati hati terimakasih karana Umi dan Abi selalu mengingatkan Naura."Naura pun merasa terharu melihat ketulusan kedua orang tuanya...
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Di lain tempat Ivan sedang memikirkan sesuatu Ivan sedang memikirkan Gyta biar bagaimanapun bayi yang ada di kandungan Gyta adalah darah dagingnya namun Ivan enggan untuk mengakuinya karena suatu hal yang membuat Ivan tak mau perduli..
"Am maafkan Mas, Am kembali Am kembali."Ivan pun mengigau sampai setengah berteriak..
Ibu Rita yang mendengar itu pun langsung masuk kedalam kamar sang putra yang ternyata tengah bermimpi buruk.
Ibu Rita langsung membangunkan Ivan dengan menggoyangkan tubuh putranya.
"Ivan bangun nak kamu kenapa?"tanya Ibu Rita dengan sedikit panik..
Ivan pun langsung membuka matanya dia tak dapat berkata apa apa dia merasa sedih karena dalam mimpinya Ambar kecewa kepadanya.
"Bunda aku mimpi bertemu dengan Ambar dia sangat kecewa sama Ivan,Ivan takut Ambar gak tenang di sana."Ivan pun terlihat sangat bersedih.
Ibu Rita pun menepuk bahu sang putra.
"Kamu harus ikhlaskan Ambar kamu gak boleh seperti ini apalagi kamu terlihat begitu membenci Tian kita gak pernah tahu apakah meninggalnya Ambar itu karena Bastian?"Ibu Rita selalu memberitahu sang putra untuk mencari tahu kebenarannya namun kebencian Ivan terlalu dalam kepada Bastian.
Ivan pun telihat sangat kesal setiap kali melihat sang Bunda membicarakan Bastian..
__ADS_1
"Sudahlah Bunda aku tak mau Bunda membicarakan dia lagi karena dia kita kehilangan Ambar."ucap Ivan sembari membanting tubuhnya di atas tempat tidurnya..
Ibu Rita pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena itu bukan kali pertamanya sang putra begitu..
"Kamu terlalu keras kepala dan Bunda hanya mau kasih tahu supaya kamu jangan sampai menyesal di kemudian hari."
Setelah itu Ibu Rita memilih untuk meninggalkan kamar sang putra yang terlihat masih kesal..
Selepas sang Bunda keluar Ivan kembali duduk dan mengingat semua ucapan sang Bunda namun rasa bencinya kepada Bastian jauh lebih besar daripada rasa simpatinya.
Aaaaaaaaaaaaaa kini Ivan berteriak untuk melepaskan semuanya, Ibu Rita hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat Ivan yang berubah menjadi sosok laki laki yang keras semenjak kepergian Ambar.
Pada keesokan harinya Gyta pun bangun pagi pagi sekali dia ragu untuk menemui Bastian untuk mengatakan bahwa dirinya tengah hamil namun Gyta takut jika Bastian akan mengusirnya belum lagi Ivan menghilang begitu saja.
Bastian pun melihat ada yang aneh pada diri Gyta wanita yang dulu sangat dia cintai namun setelah semua penghianatan yang Gyta lakukan Bastian hanya menganggap Gyta sebagai orang asing yang hidup dalam satu atap..
"Mas aku mau bicara?"ucap Gyta mencoba memberanikan diri..
Bastian yang sedang membuat secangkir kopi hanya menatapnya masam..
"Kalau mau bicara bicaralah."jawab Bastian acuh tak acuh.
Gyta pun menelan silvanya mendengar ucapan Bastian yang menurutnya sedikit berubah.
"Mas aku minta maaf untuk semuanya aku tahu jika selama ini aku telah menyakitimu. Aku berjanji untuk berubah aku janji Mas berikan aku satu kesempatan lagi."Gyta pun merangkul pundak Bastian hal itu membuat Bastian terkejut..
Gyta terpaksa melunak di hadapan Bastian karena kini dia sedang mengandung karana tak mungkin jika dia akan menghadapi semuanya sendiri..
Bastian hanya tersenyum Bastian menganggap bahwa Gyta telah berubah sehingga dengan begitu mudahnya Bastian percaya dengan semua ucapan manis Gyta.
"Apa kamu serius Gy? kamu gak sedang bercanda bukan?"tanya Bastian dengan antusias.
Gyta pun hanya mengangguk dan kemudian Bastian memeluknya dengan erat. Bastian tak perduli dengan penghianatan yang telah Gyta lakukan baginya semuanya telah berlalu saat ini.
"Aku bahagia akhirnya istriku kembali lagi istri yang begitu aku cintai telah kembali."Bastian pun telihat sangat bahagia..
Dalam hati kecil Gyta merasa kasihan melihat sang suami yang begitu tulus mencintainya itu bahagia padahal Gyta hanya ingin melindungi dirinya sendiri dari ucapan orang orang yang tak menyukainya karena Gyta kini tengah berbadan dua.
__ADS_1