SYURGA Yang Terkhianti

SYURGA Yang Terkhianti
Capture 15


__ADS_3

rasa senang pun dialami oleh Bastian bagaimana tidak operasi Lusi kini berjalan dengan sangat lancar dan itu berarti bahwa Lusi akan baik-baik saja.


Bastian tersenyum melihat putri kecilnya yang kini masih terlelap dalam tidurnya.


"Kamu akan baik-baik saja sayang Ayah tidak akan membiarkan sesuatu hal terjadi padamu karena Ayah sangat menyayangimu melebihi Ayah menyayangi diri ayah sendiri bagi Ayah kamu adalah segalanya."pekik Bastian dalam hatinya.


Bastian pun terus menatap wajah Lusi sebagainya menatap wajah Lusi adalah kebahagiaan tersendiri dia sudah tidak memikirkan lagi tentang Gyta yang tega meninggalkan mereka begitu saja.


Bagi Bastian Gyta sudah tidak ada lagi dalam memori kehidupannya dan hidupnya kini hanya untuk Lusi walaupun pada kenyataannya Lusi bukanlah Putri kandungnya namun kasih sayang Bastian terhadap Lusi jauh lebih besar dari apapun..


kini Bastian pun semakin bahagia melihat kondisi yang semakin membaik paskah operasi pencangkokan sumsum tulang belakang Bastian melihat Lusi lebih baik hal itu membuat Bastian sangat bahagia.


"Kamu pasti akan baik-baik saja sayang,Ayah berjanji akan menjaga dan merawatmu hingga kamu tumbuh dewasa walaupun Ayah harus banting tulang untuk menghidupimu dan juga untuk pengobatanmu Ayah ikhlas karena bagi Ayah kamu di atas segalanya."Bastian pun membelai rambut Lusi dengan lembut.


sementara itu kondisi Ivan kini pun semakin membaik setelah dia berhasil mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk Lusi kini Ivan pun bisa bernafas lega walaupun Ivan tidak bisa memeluk Lusi sebagai seorang ayah namun baginya memberikan Lusi kehidupan baru sudah lebih dari segalanya..


"Maafkan Ayah Lusi, kamu memang putri kandungku dan kamu juga darah dagingku namun kamu hanya tahu kamu hanya memiliki satu Ayah yaitu Bastian,Ayah ikhlas karena Ayah yakin Bastian akan mampu membesarkanmu dengan kasih sayang yang begitu besar sehingga Ayah tidak perlu khawatir bahwa kamu tidak akan disia-siakan olehnya."Ivan pun tersenyum dalam diam.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Di tempat yang berbeda....


hari ini adalah hari pertama Naura mengajar di sekolah yang baru Naura tersenyum setelah dia sampai di sekolah begitu banyak guru-guru yang menyambutnya dengan sorak gembira..

__ADS_1


dan hal yang lebih membuat Naura bahagia adalah dia bisa jauh dari Pak Rizal yang selalu mengganggunya bahkan sampai banyak terdengar gosip bahwa Naura yang menggoda Pak Rizal..


"Selamat pagi Bu Naura?"sapa seorang guru yang bernama Andini.


Naura pun tersenyum sembari menundukkan kepalanya kemudian menjawab salam dari sahabat barunya..


"Selamat pagi Bu Andini senang bisa berkenalan dengan anda mohon bimbingannya untuk selalu berkenan membantu saya dalam hal apapun setidaknya kita bisa menjadi partner dan juga sahabat bukan."ucap Naura dengan senyuman yang selalu menghiasi bibirnya..


Ibu Andini pun tersenyum kemudian tertawa melihat tingkah Naura yang begitu menggemaskan, Naura adalah sosok gadis yang begitu ramah tamah dan dia juga seorang guru teladan yang selalu mementingkan pendidikan hal itu menjadikan motivasi bagi Ibu Andini untuk belajar banyak dari Naura..


"Ibu Naura ini bisa saja saya yang harusnya berterima kasih karena Ibu mau berteman dengan saya jujur saya bukanlah seperti yang anda katakan masih banyak kekurangan yang saya miliki untuk itu mari kita sama-sama belajar untuk memperbaiki diri kita dan kemudian kita juga sama-sama saling mengingatkan jika kita melakukan kesalahan dan mari kita sama-sama saling membantu di saat kita membutuhkan bantuan."Ibu Andini pun tersenyum menatap wajah Naura yang begitu ceria...


Naura pun tersenyum kemudian menganggukan kepalanya...


"Baiklah Bu kalau begitu terima kasih untuk sambutannya dan maafkan Naura jika Naura bersikap kurang sopan ataupun tidak pantas terhadap ibu, Naura benar-benar minta maaf."ucap Naura lirih.


Akan tetapi Naura sangat membatasi pergaulannya dengan lawan jenis terutama laki-laki yang bukan mahramnya..


♥️Tiga tahun kemudian.♥️


Usaha Bastian kini semakin maju dia memiliki beberapa cabang bengkel yang dia buka di beberapa daerah hal itu tak lepas dari niat dan usaha Bastian yang selalu saja berusaha dan terus berusaha...


Dan kini usia Lusi telah menginjak 4 tahun Bastian memutuskan untuk memasukkan Lusi ke sekolah dikarenakan pasien sibuk dalam urusan pekerjaan dan juga Lusi sudah harus belajar untuk mandiri..

__ADS_1


"Wah anak Ayah cantik sekali kini sudah mempunyai seragam dan siapa yang akan segera masuk ke sekolah?"Bastian pun berbicara dengan Lusi menggunakan kata yang begitu lembut sehingga anak itu selalu merasa disayang dan juga diperhatikan oleh Bastian..


Sementara itu Lusi hanya tersenyum menatap wajah ayahnya yang begitu bahagia Lusi pun memeluk Bastian dengan pelukan hangat..


"Terima kasih Ayah Lusi sayang Ayah.."ucap bocah kecil itu dan gini Lusi pun memeluk Bastian...


Bastian terharu mendengar ucapan Lusi dan Bastian berjanji pada dirinya sendiri akan menutup rapat-rapat tentang kebenaran yang ada di depan matanya,bahwa Lusi bukanlah anak kandungnya, walaupun begitu Lusi tetap menjadi putrinya. Masalah Ayah biologi Lusi tidaklah penting karena untuk Bastian, Lusi tetap putri kesayangannya..


Pagi itu Bastian mengantarkan Lusi ke sekolah-sekolah tempat Naura mengajar Naura yang begitu sangat menyayangi anak-anak langsung terpana ketika melihat Lusi.


"Selamat pagi adik cantik siapa nama kamu?"Naura pun bertanya dengan lembut hal itu mengundang perhatian Bastian dan kemudian Bastian mengingat-ingat wajah Naura yang begitu familiar baginya...


Bastian mencoba mengingat-ingat tentang siapa wanita yang ada di hadapannya namun ingatannya begitu kosong sehingga pasien hanya bisa melemparkan senyumannya...


"Selamat pagi Bu guru."ucap Naura lirih..


Naura pun tersenyum dan tanpa sadar menatap Bastian tatapan keduanya pun bertemu hal itu membuat keduanya merasakan sesuatu..


Dengan cepat Naura memalingkan wajahnya sembari membimbing tangan Lusi dan membawanya memasuki ruangan kelas...


"Maaf Pak bolehkah saya membawa Lusi ke dalam kelas karena sebentar lagi kelas akan segera dimulai."ucap Naura dengan lembut hal itu dijawab hanya dengan sebuah anggukan oleh Bastian..


setelah melihat Lusi masuk ke dalam kelasnya kini Bastian pun berbalik badan dan segera meninggalkan sekolah. Bastian masih penasaran dengan wajah Bu guru cantik yang mengajar di sekolah Lusi sepertinya dia pernah melihat atau bertemu namun di mana dan kapan Bastian sendiri lupa...

__ADS_1


"Siapakah wanita itu kenapa wajahnya begitu familiar di pikiran Apakah aku pernah mengenalnya sebelumnya ah sudahlah Bastian kamu mikir apa ingat tujuan kamu adalah Lusi kebahagiaan Lusi dan juga masa depanmu sih tak usah memikirkan hal-hal lain yang hanya akan menyakitimu di kemudian hari."Bastian pun tersenyum dan kemudian membuang semua yang ada dalam pikirannya Bastian lebih memilih untuk fokus mengemudi kemudian pergi menuju bengkel tempat di mana dia mencari nafkah...


Di dalam ruangan kelas Bu Naura mengajak Lusi untuk berkenalan dengan teman-teman barunya Bu Naura begitu lembut sehingga membuat Lusi terkesan. Anak berusia 4 tahun yang tak pernah tahu siapa dan di mana ibu kandungnya,kini Lusi mendapatkan perhatian tulus dari Naura hal itu membuatnya menjadi bahagia....


__ADS_2