
seorang wanita cantik mungil, yang masi berumur 19 tahun, terpaksa harus menerima kenyataan pahit,
ayahnya sakit parah dia dan ibunnya harus mencari uang untuk, operasi sang ayah agar bisa bertahan hidup, serta bisa sembuh dari sakitnya, ayahnnya sakit jantung, gara gara perusahaan yang di bangun yang sedari nol, itu bangkrut dia, jadi mempunyai hutang pinjam kepada rekan bisnisnya,
gadis itu bingung harus bagaimana, mencari uang kesana kesini, untuk pengobatan sang ayah, serta yang menagih hutang pun banyak, ternyata juga ibunya pun punya hutang kepada teman temannya, untuk membantu pengobatan suaminya, tapi sang teman pun tidak mau uangnnya tidak menjadi uang lagi, dia membungkan uang yang di pinjam ibunnya gadis tersebut, mau tak mau ibu gadis tersebut menerimanya karena dia pun tak tega, jika melihat sang suami terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit,
"hiks...hiks... ayah kapan bangunnya bunda"
tangis seorang wanita cantik, menangisi ayahnnya yang terbaring lemah kritisi, sang bunda yang mendengar sang anak menangis pun ikut menangis,
"bunda juga tidak tau nak hiks...hiks... bunda juga sangat sedih, melihat ayahmu seperti ini"
ucap sang bunda sambil memeluk sang anak, sang anak pun menangis di dekapan pelukan sang bunda, tak lama dokter pun datang memeriksa pasien tersebut yang terbaring lemah, sang dokter pun bersuara,
"ibu saya mau menyampaikan, mungkin saya menyampaikan ini, ibu dan anak ibu harus kuat dan sabar"
__ADS_1
ucap sang dokter kepada dua pasang ibu dan anak ini, sang ibu yang mendengar pun menjawab,
"iya dokter bilang saja, insyaallah saya dan anak saya kuat"
unjar sang ibu sang dokter pun memulai pembicaraannya,
"maaf buu sebelomnnya, saya harus menyampaikan ini, karena pasien sangat kritis, Pasien harus segerah di operasi agar biasa kembali pulih lagi, jika lama lama terus seperti ini, itu akan membuat patal keadaan pasien"
ucap sang dokter kepada ibu dan anak itu, hal itu pun membuat ibu dan anak itu langsung lemas seketika,
ucap sang ibu sambil memohon kepada sang dokter, sang dokter yang melihat pun langsung menjawab,
"insyaallah buu, selagi saya bisa bantu saya akan bantu, tapi saya juga hanyalah manusia biasa, ibu dan adek juga harus berusaha dan berdoa, untuk kesembuhan bapak"
ucap sang dokter kepada ibu tersebut, sang dokter pun tak tega menyampaikan ini, apa lagi mihat anaknnya menangis di pelukan sang ibu, dulu mereka tidak terkurang apapun seperti sekarang, uang pun tercukupi tapi sekarang mereka jatuh miskin, bahkan dokter ini pun dulu adalah dokter kepercayaan mereka, jadi dokter ini adalah sahabat dari pasien yang sakit,
__ADS_1
sang dokter pun, melihat sahabatnya seperti ini sering menangis, tapi apa daya semua sudah dia bantu, dari segi ruang rawat perawatannya meskipun gaji dokter tidak cukup untuk, membantu sahabatnnya, dan saat dokter lain menyarankan untuk operasi, sang dokter pun mau membantunya tapi, pihak istri sahabatnnya tidak mau untuk di bantu lagi, masalahnnya mereka pun sudah bersyukur semua biaya di tanggung dokter tersebut, tapi istri dari sahabatnnya pun merasa tak enak, karena istri dokter tersebut sempat menegurnya, agar menolak permintaan suaminnya, karena dia juga mempunyai kebutuhan untuk anak anaknnya pun, istri dokter itu pun sering berantem dengan sang suami, karena terlalu mementingkan sahabatnya dari pada dia dan anak anaknnya, memang sewaktu sahabat suaminnya kaya, dulu dia juga selaluh di bantu, tapi bukannya dia kejam tapi dia juga mempunyai anak anaknnya, yang masi membutuhkan biaya"
**dulu keluarga,Sanjaya itu keluarga terpandang, terkenal di seluruh dunia, di hormati oleh orang orang, mempunyai perusahaan bernama, Sanjaya grup,
"CEO pemimpi perusahaan bernama
"Muhamad Ar arffah Sanjaya,
dia pun menikah dengan seorang gadis yang miskin dari desa yang bernama,
"arisa Marbella"
dan mereka pun menikah, tiga tahun menikah mereka pun di karuniai anak cantik bernama,
"Marbella ardilah Sanjaya"
__ADS_1
"bersambung**....