
setelah berkata ia akan siap untuk menikah kembali' Devan pun pergi meninggalkan kedua orang tuannya, dan menyusul sang istri yang pergi meninggalkannya,
mama dan papa Devan, yang melihat sang anak pergi pun tersenyum, akhirnya setelah sekian lama mereka menunggu, akhirnya sekarang Devan mau untuk menuruti kemauan sang mama, demi ingin memiliki cucu, dia rela mengeluarkan uang untuk orang lain, yang mungkin dulu sempat ia kenal, dan dengan imbalan anak perempuan dari orang tersebut, menjadi korbannya, bukannya dia jahat, tetapi dia juga ingin memiliki seorang cucu, dengan cara apa lagi, jika bukan dengan cara ini,
seorang perempuan yang dari tadi, dia pun langsung bersuara,
"maafkan saya nonah, saya juga tidak ingin merusak rumah tangga mereka, saya mohon nonah, ijinkan saya mencicil, biaya operasi jantung papa saya, saya rela kerja di rumah nonah dan tuan, tidak di gajipun saya rela, asalkan saya tidak di nikahkan dengan anak nonah dan tuan, saya tidak ingin di benci oleh mereka, saya bukan pelakor, saya ada di sini pun dengan terpaksa"
ucap dirah sambil memohon kepada dua orang tua tersebut, namun raut wajah nonah amora langsung berubah, dan suaminnya pun langsung bersuara,
"nak saya minta maaf, jika permintaanmu yang satu ini saya tidak setuju, begitupun dengan istri saya, kamu liat sendiri istri saya nampak kecewa dengan permintaanmu itu, tolong saya nak, saya ingin memiliki cucu, saya ingin di masa tua saya mengurus cucu-cucu saya, dan kamu tau, istri saya sedang sakit, dia ingin memiliki cucu, saya sedih nak setiap dia bilang ingin menggendong seorang bayi, sampai penyakitnya selaluh kambuh, namun karena keegoisan menantu dan anak saya, istri saya memendem semua ini, merekapun tidak tau jika istri saya sedang sakit, terlebih lagi anak saya, yang notebenenya tidak pernah mementingkan orang tuannya, malah mementingkan rumah tangganya, dengan berat hati saya mohon nak, demi kesehatan istri saya, apa perlu saya bersujud di kaki kamu"
ucap lelaki paru baya, yang langsung bersujud di depan dirah, seorang wanita yang masi muda, dirah yang melihat itu pun terkejut,
"hentikan tuan, saya setuju dengan kemauan kalian, tidak sepantasnya tuan bersujud di kaki saya, harusnya saya yang bersujud di kaki tuan, karena saya hutang Budi dengan kalian, terutama dengan istri tuan, yaa saya bersedia untuk menikah dengan anak dari tuan dan nonah"
ucap dirah, yang tak tega untuk berkata demi kian, karena dirah pun tau, rasannya sakit melihat orang yang di sayang terbaring sakit, seperti apa yang papannya alami, dirah pun merasakan sakitnnya, jangan sampai ada lagi orang yang merasakan sakitnnya,
dua orang tua itu pun tersenyum, nonah amora, yang tadinya marah pun jadi tersenyum,
__ADS_1
"terimakasih dirah, kamu memang orang yang di kirim Allah untuk kita, dan satu lagi, jangan panggil saya nonah dan tuan, saya dengan suami saya, meminta kamu panggil mama dan papa saja, seperti kamu memanggil orang tuamu, karena sebentar lagi kamu pun akan menjadi menantu saya, akan menikah dengan anak saya, kamu pun akan kami anggap anak sendiri, tolong rubah panggilan itu ya sayang"
unjar nonah amora, kepada dirah sambil memeluk dirah, dan di anggukan oleh suaminnya, suaminya setuju karena melihat dirah anak yang baik,
"ia mama dan papa, dirah setuju dengan permintaan kalian, dirah juga sudah menganggap kalian seperti orang tua kandung dirah"
ucap dirah, sambil sembales pelukan sang mama dan papa, yang akan menjadi mertuannya,
waktu pun berlalu, sekarang sudah malam, semua nampak sudah di meja makan, acara makan sudah selesai, di lanjutkan oleh percakapan, kedua orang tua dari depan nonah Amora dan suaminya, yang akan membicarakan tentang pernikahan kedua putranya itu,
"jadi Devan dan Laura papa dan mama harap, kalian sudah menyetujuinya terutama kamu Laura, kamu sebagai istri dari putra papa, papa serta mama mohon dengan sangat besar hati, kamu mau jika Devan harus menikah kembali, itu pun jika kamu tidak mau untuk hamil, namun jika kamu mau untuk hamil, papa serta mama akan membatalkan rencana ini, bagaimana menurutmu Laura, bersediakah kau untuk mengandung cucuku, darah daging dari suamimu Devan dari putraku"
unjar perkataan sang papa Devan, dengan penuh hati, ia pun sesungguhnya tidak tega untuk egois seperti ini, tetapi jika tidak seperti ini, istri dari anaknnya ini, tidak bisa untuk di bicarakan baik-baik,
"mohon maaf papa dan mama, Laura menolak jika untuk hamil, dan untukmu Devan kamu pasti sudah tau kan aku menolak itu, maafkan Laura pah mah"
ucap Laura di depan kedua orang tua Devan, nampak penuh kecewaan dari kedua orang tua Devan, sang mama pun langsung bersuara,
"lalu apakah kamu setuju dengan keinginan mama serta papa, suamimu Devan menikah kembali"
__ADS_1
perkataan itu lolos dari bibir nonah amora, dan depan pun tegang saat mendengar perkataan mamannya, bukankah tadi siang sudah Devan menyetujuinya, sekarang mamannya meminta ijin kembali, dari istri Devan, sungguh Devan ingin pergi dari tempat tersebut, tak ingin mendengar persetujuan sang istri untuk ia menikah kembali,
"ia mah pah, aku menyetujuinya, aku sudah memikirkan ini, dan aku Siap untuk di madu, aku ikhlas suamiku Devan menikah kembali"
unjar jawaban dari istri Devan pun membuat, sang mama mengucapkan Alhamdulillah, tetapi tidak bagi Devan ia langsung melemas, ia pikir istrinnya akan melarangnya, tetapi salah, justru istrinnya pun menyetujuinya, devan pun pergi meninggalkan tempat tersebut, tetapi baru tiga langkah dia pun di berhentikan oleh ucapan sang papa,
"Devan nak, dua hari lagi kamu akan menikah dengan dirah, dan kamu harus siap untuk bersikap adil kepada kedua istrimu"
ucap sang papa pun membuat depan terkejut, dua hari lagi, bukan sebulan tetapi dia hari lagi, dia harus menikah kembali, tanpa mau banyak tanya dengan rasa kecewa, Devan kepada sang istri dia pun menyetujuinya,
"baiklah pah mah, atur saja, bagaimana kalian saja, bukankah ini keinginan kalian, aku nurut saja, istriku pun sendiri tidak melarang ku untuk tidak menikah kembali, lalu apa? aku harus menghentikannya, jika dia pun tidak keberatan aku pun tidak keberatan"
ucapan Devan pun membuat Laura melemas, bagaimana pun Laura juga tidak mau untuk Devan menyetujuinya, tetapi jika harus hamil Laura memikir dua kali, Laura melihat Devan pergi dari hadapannya pun ikut pergi menemui Devan, dan meminta maaf, karena keegoisannya, ia tidak mau hamil, sampai Devan harus berkorban,
sementara dirah gadis itu, melihat semuanya ia pun hatinnya sakit, ingin menolak tetapi sudah telanjur menyetujuinya,
"maafkan saya tuan Devan dan nyonya Laura, karena gara-gara saya rumah tangga kalian hancur, jika saya bisa menolak sudah dari tadi saya tolak, tapi ini juga demi kesembuhan orang tuamu tuan Devan"
ucap batin hati dirah, sambil meneteskan air mata,
__ADS_1
**bersambung.......
jangan lupa dukungannya, serta komentarnya terimakasih**