
sang ibu yang terus di paksa pun luluh, akhirnya dia menghubungi nonah amora, yang akan membantunya, demi suaminya serta anaknnya ikhlas tidak ikhlas pun dia, harus ikhlas mengikhlaskan sang putri untuk menjadi istri kedua, dari anak nonah amora,
dia pun menelpon nonah amora, dan membuat jangji dia tidak punya waktu banyak, Uang sudah di transfer ke rekening nya dengan jumbah 300ratua juta, lebih dari yang dokter minta, itu uang muka untuk pengobatan operasi jantung sang suami,
dan oprasi pun di lakukan oleh dokter, namun sang anak sudah mau di bawa oleh nonah amora, yang akan menggelar pernikahan kedua putranya, mau tak mau pun Raisa harus mau, demi putrinnya dan juga suaminya, putrinnya rela menuker dirinnya dengan uang asal sang papa bisa kembali pulih, dan putrinnya pun akan memberitahukan menikah ketika sang papa sudah sadar, Raisa pun akan membantu menjelaskannya
"mama jangan menangis dirah akan bahagia, tolong mama nanti bantu jelaskan ke papa, bahwa dirah sudah akan menikah, dirah tidak ingin menyembunyikannya karena pernikahan dirah juga ingin di saksikan papa, ketika sudah sembuh, dan ijinkan dirah pergi bersama ke rumah nonah amorah mah, ketika papa sadar, kabari dirah, karena nonah amora memberi ijin untuk papa juga jadi saksi nikah dirah dengan anaknnya"
ucap dirah sang anak yang, tumbuh dewasa, meskipun usiannya Masi sangat muda, Raisa menghapus air matannya karena perkataan putrinnya yang menyentuh hatinnya,
"Putri papa dan mama sudah dewasa, mama akan menjelaskannya nak, kamu juga nanti ketika sudah menikah harus nurut dengan suami ya, maafkan mama tidak bisa mempertahankan mu nak, sesungguhnya mama sangat sakit merelakan putri mamah, harus menikah dengan orang yang tidak kamu cintai, apa lagi menjadi istri kedua, hiks...hiks... hancur hati mama sayang"
ucap tangis Raisa seorang ibu, yang menangis karena sang anak mau pergi meninggalkannya,.
"jangan bersedih mama aku sayang mama dan papa, semua akan aku lakukan untuk kalian"
ucapannya sambil memeluk sang mamah,
__ADS_1
dia pun pergi dari rumah sakit tersebut, sambil di anter dua orang yang akan mengantarkannya ke tempat tujuannya,
"hiks.... hiks.... tak apalah aku menderita mah pah, asalkan kalian bahagia, tak apa aku yang akan di pandang jelek oleh semua orang, asalkan kalian bahagia bisa kembali, hidup bersama"
ucap batin dirah, menangis meratapi nasibnnya yang akan menikah dengan suami dari orang lain, tidak bisa dia bayangkan betapah sakitnya istri pertamannya, ketika sang mertua membawa calon madunnya ke rumahnnya,
beberapah jam berlalu, dirah yang berasal dari Cianjur ke Jakarta, pun sudah sampai, di depan rumah yang mewah,
bahkan dirah sadah sudah ter engah-engah baru melihat rumah semewah ini, luarnnya saja sudah besar apa lagi dalamnya, dirah pun di bawa masuk oleh dua orang tersebut, dan bertemu nonah amora,
ucap hangat nonah amora kepada dirah, membawanya masuk, dan memperkenalkannya kepada anaknnya serta mantu dan suaminya,
"wah mama bawa siapa"
ucap sang papa yang menanyakan sang istri, tiba-tiba membawa seorang gadis cantik, hal itu pun tak lupuk dari perhatian dua orang suami istri itu,
__ADS_1
"mama bawa calon istri untukmu Devan"
ucap sang mama membuat, wajah keduanya kaget, apa lagi sang istri dari depan, depan pun bersuara,
"mama jangan bercanda jangan prank, devan ngga suka mama prank ya"
ucap depan kepada sang mama,
"mamamu sedang becanda nak"
ucapan sang papa pun membuat depan tersenyum, namun tidak dengan nonah amora,
"mama tidak becanda Devan, Minggu depan kamu akan menikah denganya, dan dia akan menjadi istri keduamu"
ucap sang mama membuat depan sang anak terkejut, dan sang papa pun sama halnnya ikut terkejut, apa lagi sang wanita yang lebih tepatnya istri pertama dari depan, langsung angkat suara,
"depan ini ngga bener kan"
__ADS_1
ucap istri dari depan sambil meneteskan air mata"
bersambung....