Tak Ingin Menjadi Madu

Tak Ingin Menjadi Madu
part14 malam pertama


__ADS_3

setelah membaca undangan yang tadi di berikan oleh Ardi menejer pribadinya depan pun langsung menghubungi istri pertamanya, siapa lagi dia adalah Laura,


"siang sayang"


ucap depan di telpon itu


"siang juga sayang ada apa, kmu telpon aku sedang sibuk syuting"


jawaban Laura seakan bertanya, mengapa depan memanggilnya, padahal Laura sedang sibuk syuting,


depan pun langsung terdiam jawaban istrinya seakan tidak mau untuk depan menghubunginya, padahal depan sangat ingin mengajak sang istri untuk ke acara rekan bisnisnya itu, namun perkataan sang istri seolah membuat depan dapat jawaban, belom bicara juga sepertinya sudah di tolak apa lagi depan berbicara, tak mau souzon depan pun langsung menjawab lagi,


"sayang malam ini kamu ada acara tidak, mas ingin mengajak dirimu untuk ke acara rekan bisnis mas di gedung, apakah kamu tidak sibuk sayang"


tutur kata ucapan depan dengan lembut, kepada istri pertamannya, namun sang istri Laura justru langsung kaget ketika depan berkata seperti itu,


"aku tidak bisa mas, aku bilang aku sibuk, aku sedang syuting dan malam nanti aku ada pemotretan, aku tidak bisa ikut acara itu, kamu saja sendiri pergi, ingat aku tidak ikut bukan berarti dirimu bisa bersama dirah istri keduamu perginya, kalo itu terjadi siap-siap, besok malam kamu tidak boleh tidur di kamarku"


ucapan anceman dari sang istri pertama membuat depan tersenyum, memangnya siapa juga yang mau mengajak dirah, lebih baik depan sendiri ke acara itu dari pada mengajak dirah pergi"


"haha... kamu lucu sayang, lagian siapa juga yang mau ajak dia pergi ke acara tersebut, bisa-bisa dia memalu-malukan aku saja, kamu tenang saja sayang aku tidak akan membawa dia pergi, aku akan pergi ke acara tersebut sendiri atau mungkin bersama dengan Ardi, yasudah jika kamu sibuk aku mengerti kan sayang, aku akhiri dulu ya Beby"


"baiklah mas terima kasih kamu mau menuruti kemauan aku, love you tou my husband"


ucapan Laura sambil mengakhiri sambungan telepon dengan sang suami, sementara depan menarik nafasnya, padahal ia belom niat mengakhiri ia hanya mengatakan hal tersebut, agar istrinya paham namun balasanya, yasudah depan hanya bisa sabar,


sedang di tempat lain di waktu yang sama, namun tempat yang berbeda, dirah istri kedua dari depan itu sedang menatap bingkai potonya,



perempuan cantik ini sedang menatap potonya, dan ia bertekat akan mengubah kehidupannya dulu, ia sudah bersuami sekarang meskipun ia menjadi istri kedua dan tak banyak orang yang tau ia sudah menikah, hanya pihak keluarga saja yang tau, ia pun bertekat akan mengubah penampilannya,


dia sudah nyaman saat acara pernikahannya pake gamis dan bercadar akhirnya dia pun memilih untuk mengubah penampilannya, menjadi lebih baik dari sebelomnya,


"bismillah dengan ijin Allah, niatku ingin berubah ingin hijrah ke jalan yang lebih baik, semoga kedepanya aku bisa sabar dan ikhlas menghadapi semua ujian ini, dan juga semoga aku akan selaluh Istiqomah amin"


ucap batin dirah sambil meneteskan air mata, dirah memilih ingin berhijrah Karena dia sudah menikah ingin menutupi auratnya hanya untuk suaminya saja, dan sudah ada niat dari dulu namun belom terkesan,


dirah pun langsung bergegas pergi untuk sholat ashar,


waktu berlalu Alex pun langsung memakai kemejanya, untuk menghadiri acara tersebut, tanpa pulang lagi ke rumahnya, karena ia pun tidak mau untuk mengajak istri keduanya pergi jadi ia pergi sendiri, untung ia di ruang kerjannya juga punya baju cadangan banyak, jadi dia tidak usah repot-repot pulang lagi



dengan menggunakan jas berwarna hitam, nampak Alex seperti pangeran ketampanannya bisa membuat semua kaum hawa menginginkannya menjadi suaminya, Alex tampan tidak seperti yang sudah menikah, bahkan tidak terlihat jika Alex sudah mempunyai istri sekaligus dua istri, Masi terlihat seperti lajang saja, Alex pun menatap cermin yang ada di dekat ruangannya sambil tersenyum melihat bayangan dirinya,

__ADS_1


"tampan sekali diriku, pantas saja Laura sangat takut kehilangan aku, tidak seperti seorang suami yang mempunyai dua istri, aku seperti Masi lajang, pantas saja aku selalu di cemburu oleh Laura, haha... memang aku tampan, aku pun tidak bisa menolak ini sudah menjadi kodratku terlahir sebagai laki-laki tampan, dan banyak wanita yang menyukaiku"


perkataan Alex sambil senyum gumah memuji dirinya, tampan dan berwibawa, sungguh Alex beruntung manusia yang di ciptakan oleh tuhan dengan ke tampananya, dan kekayaanya, Alex pun langsung pergi meninggalkan ruangannya,


waktu berlalu sekarang sudah memasuki malam jam sudah 19:49 dan depan pun sudah sampai di pesta tersebut, berjalan sendirian tanpa membawa pasangan, membuat banyak pasang mata para perempuan memuji ketampanannya, depan pun berjalan, tak lama ia bertemu dengan Ardi dan juga pak Bayu, sekaligus yang mempunyai acara ini, pak Bayu pun langsung menyambut depan dengan hormat,


"wah akhirnya dirimu datang juga nak, lalu mengapa kau sendiri di mana istrimu"


ucap pak Bayu bertanya karena melihat depan, berjalan ke arahnya sendiri tanpa membawa gandengan yaitu istrinya yang biasanya, kalo ada acara istri depan pasti selalu ikut,


"terimakasih atas undangannya pak Bayu, dan maaf istri saya tidak bisa hadir, karena ada kesibukan"


ucapan depan pun meminta maaf kepada pak Bayu membuat pak Bayu senyum,


"tidak apa-apa nak, terimakasih juga kamu sudah memberikan waktumu untuk hadir di acara ini"


"terimakasih juga atas undangannya pak"


ucap depan tersenyum, dan pak Bayu pun langsung bersuara,


"silakan nak depan dan juga nak Ardi, di nikmati hidangannya, saya mau ke sana dulu ya saya tinggal, ingat jangan sungkan"


ucapan pak Bayu pun membuat keduanya mengangguk kepala, seakan mengerti karena pak Bayu, adalah bapak kedua dari mereka berdua, yang sudah membimbing mereka,


"depan dirimu sangat keterlaluan, harunya kamu mengajak istri keduamu ke acara ini, hitung-hitung, memperkenalkan dirinya kepada aku dan juga pak Bayu"


"tidak dan tidak, sampai kapan pun aku, tidak akan memperkenalkan dirinya kepadamu ataupun kepada pak Bayu, apa lagi dengan rekan Bisnisku"


jawaban depan pun membuat Ardi langsung terdiam,


"alah sekarang bisa berkata seperti itu, tapi liat ajah suatu saat nanti, dia yang akan kemakan omongannya sendiri"


ucap batin Ardi, Ardi pun Ardi langsung mengambil minuman di berikan ke depan, Ardi tidak tau minuman, yang ia berikan ke depan ada banyak mengandung obatnya,


"yaudah dari pada marah-marah terus mending kita minum ajah, ni minuman buat kmu depan"


ucapan Ardi kepada depan dan depan pun menerimanya, mereka pun minum minuman tersebut, tanpa mereka sadari minuman yang di munum depan ternyata sudah di campuri obat perangsang, dari seseorang yang tak suka kepada depan,


"haha... rasakan minuman tersebut tuan depan, kan ku pastikan istrimu Laura akan membencimu karena kau tidur dengan istri keduamu, tanpa mempersetujui kesepakatan awal kau menikahi istri keduamu, dan kalian berdua merencanakan untuk dirah hamil bayi tabung, tapi kali ini aku yang akan menghancurkan kesepakatan kalian berdua itu, kau telah merebut Laura dariku, dan akan ku pastikan istrimu Laura akan menjadi milikku dan istri keduamu akan kau sakiti, yang tak tau apa-apa haha..."


ucapan laki-laki jahat itu, yang mengetahui rencana awal kedua suami istri itu, padahal Laura dengan laki-laki itu sangat dekat, tanpa Laura sadari laki-laki itu mencintai dirinya,


lima belas menit kemudian tubuh depan mulai berbeda, terasa panas depan pun sangat tidak kuat menahannya, dia pun langsung pamit kepada Ardi,


"Ardi aku sepertinya tidak enak badan, aku pamit pulang dulu ya, tolong sampaikan kepada pak Bayu, bahwa maaf aku tidak bisa sampai selesai memenuhi undangannya"

__ADS_1


ucapan depan kepada Ardi pun membuat Ardi bertanya-tanya, tadi depan terlihat seperti biasa saja mengapa sekarang seperti berbeda, akankah ada yang tak beres kepada depan,


"mengapa bukankah kau tadi baik-baik saja depan, setelah aku memberikan minuman ini kepadamu sikap dan tubuhmu seperti berbeda"


perkataan ardi pun membuat depan. langsung menjawab pertanyaan,


"aku juga tidak tau Ardi, setelah meminum minuman ini, tubuhku seperti panas, aku merasakan badanku tidak enak aku ingin istirahat"


nada jawaban depan pun membuat Ardi terkejut, sepertinya ada yang tidak beres Ardi pun yang tak mau sahabatnya kenapa-kenapa ia pun mengijinkan sahabat untuk pulang ke rumahnya,


"yasudah kau pulang saja, biar nanti akan aku sampaikan ke pak Bayu, hati-hati di jalannya depan"


ucapan Ardi yang mengingatkan untuk sahabatnya hati-hati, depan pun langsung tersenyum,


"terimakasih Ardi aku pulang dulu"


ucap pamit depan dan depan pun langsung menuju mobilnya, siapa sangka ada orang yang tersenyum penuh kemenangan, karena rencanannya telah berhasil,


"dirah- dirah, sebentar lagi dirimu akan di benci oleh suamimu sendiri"


tutur kata batin orang tersebut,


depan yang di dalam mobil pun mengendarai mobil dengan kecepatan yang tidak biasa, membawa seperti pembalap, dengan kecepatan yang kencang akhirnya ia sampai di rumah tepat pukul 10:35, wib, dan dia pun mulai keluar dari mobilnya berjalan menuju pintu, di pencetlah Bella rumah nya itu, tak lama ada seseorang yang membukakan pintu, seorang wanita cantik, siapa lagi dia adalah dirah sang istri kedua dari depan,


dirah yang awalnya kaget karena depan langsung menarik dirinya tanpa bertanya Lagi, dirah pun di bawa masuk ke Manar depan,


dan depan membanting kan dirah ke atas ranjang,


"bruk....


bunyi bantingan tubuh dirah yang di lempar ke tepi ranjang, dirah pun kaget, merasakan seluruh tubuhnya sakit akibat lemparan suaminya itu,


melihat depan yang sudah mulai membuka baju satu persatu dirah pun ketakutan, dan akhirnya bersuara,


"mas depan, kmu apa-apa an buka baju di sini, di sini Masi ada dirah mas"


ucap dirah mengingatkan depan, namun depan tetaplah depan, depan pun menuju dirah dan mulai mencium b*birnya,


"maaf tapi kamu harus membantuku terlebih dahulu, tubuhku panas seperti ada yang sengaja memasukan sesuatu ke dalam minumanku, dan aku butuh kamu, jika Laura ada aku pun pasti tidak akan meminta bantuan kepadamu, dan aku mau malam ini aku mau hakku sebagai suamimu"


perkataan depan membuat dirah terkejut, tetapi dirah pun hanyalah seorang istri, yang harus menuruti apa perkataan suaminya, dan ini memang hak milik depan, karena ia telah menjadi istri dari depan,


"baiklah aku akan memberikan hak untukmu mas"


ucap perkataan dirah pun membuat depan tersenyum, dan setelah itu hanya mereka berdua yang tau, author hanya bisa sampai di sini saja"

__ADS_1


**bersambung....


jangan lupa komentarnya dan likenya ya ka biar aku semangat lagi dalam menulis cerita ini**,


__ADS_2