Tak Ingin Menjadi Madu

Tak Ingin Menjadi Madu
part13


__ADS_3

depan sudah sampai di perusahaannya, depan pun berjalan menuju meja kerjanya yang tertulis CEO, sedang asik-asiknya mengerjakan kerjaanya di komputer, kini ada suara ketukan depan pun langsung bersuara,


"masuk saja"


ujap depan yang langsung menyuruh orang itu masuk, orang itu pun langsung membuka pintu ruangan depan,


"ckrek"


bunyi pintu di buka, nampaklah seorang pria berjalan ke arah depan siapa lagi dia adalah Ardi menejernya depan sekaligus sahabatnya,


"ada apa Ardi, mengapa kau terlihat tergesa-gesa, untuk menemui ku"


ucap tanya depan kepada Ardi sang menejer, Ardi pun langsung bersuara,


"depan jawab aku apa bener kau telah menikah? dengan dirah"


pertanyaan Ardi membuat depan terkejut pasalnya, dari mana Ardi bisa tau depan menikah dengan dirah, depan tak ingin sahabatnya itu tau semua tentangnya, lagian dirah menurut depan cuma sebagai istri sementara saja agar ia bisa memiliki anak,


"dari mana kau tau semua ini Ardi?"


tanya depan kepada Ardi, sontak saja Ardi pun langsung bersuara,


"dari mama dan papamu depan, aku kira kau menganggap aku sebagai sahabat yang sesungguhnya, tapi pernikahan keduamu saja sampai kau tidak memberitahukan kepadaku, apa ini yang di namakan sahabat, susah senang sama aku, giliran nikah kembali aku tidak tau"


perkataan Ardi pun membuat depan seketika, menundukan kepalannya memang depan akui depan salah di sini, menyembunyikan status pernikahnya yang kedua dari sahabat sekaligus mengejarnya itu,


"maafkan aku Ardi, aku hanya saja malu untuk mengatakannya, aku sesungguhnya tidak ingin menikah kembali, tetapi ini demi kemauan mamaku yang ingin segerah, memiliki cucu aku terpaksa menikah lagi, Laura tidak mau hamil dia takut kariernya sebagai model dan artis hancur karena hamil anakku, tidak ada jalan lain aku pun menuruti kemauan mamaku"

__ADS_1


jawaban depan pun seketika membuat Ardi sang sahabat membulatkan matanya, terheran dengan pikiran sahabatnya itu,


"sesungguhnya aku tidak marah jika kau menikah kembali, aku malah senang, tapi aku mohon jangan kau sakiti istri keduamu itu depan, aku sudah mendengar cerita dari mama dan papamu, ia juga tidak sepenuhnya salah di sini, dia melakukan semua ini untuk kesembuhan orang tuanya, jika aku pun jadi dirah aku sudah pasti mengambil jalan ini walaupun salah"


depan yang mendengar perkataan Ardi sang sahabat itu pun, langsung menarik nafasnya,


"tidak ada wanita yang baik di dunia ini Ardi, jika wanita itu mau menjadi duri di dalam rumah tangga orang lain, karena sesungguhnya sebanyak-banyaknya air mata yang mengalir pada istri kedua, tetapi lebih banyak air mata yang mengalir pada istri pertama"


ucapan depan pun membuat Ardi terdiam, memang pribahasa itu ada, dan memang istri pertama jauh lebih luas poinya di bandingkan istri kedua,


"aku tau depan, dan aku juga paham, Laura memang istri pertamamu tetapi apakah dia memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri? itu tidak kan, air mata istri pertama memang banyak mengalir, tetapi bukan Juga kau mengabaikan air mata istri keduamu, pribahasa memang mengatakan seperti itu, tetapi menurutku tidak akan ada air mata jika seorang imam bisa bersifat adil terhadap keduanya"


ucapan Ardi pun membuat depan terdiam, memang depan baru saja menikah pun tidak bisa berbuat adil terhadap istri keduanya, bahkan dirah pun tidur di lantai saat malam pertama mereka semalam, sungguh kejamnya depan baru saja menikah tetapi sudah tidak bisa adil, apa lagi nanti"


"kamu diam kan? aku pikir semalam pun, malam pertama kamu dengan dia kamu tidak tidur seranjang kan? iyya kan, aku sangat tau kamu depan"


"iyya memang semalam aku tidak tidur satu ranjang dengan dia, bahkan dia pun aku suruh tidur di lantai, tanpa pakai alas tidur hanya bantal saja, yang sudah lama aku berikan kepadanya, memang aku suami yang tidak bisa adil, karena aku tidak mencintainya"


"tidak mencintainya, akan ku pastikan kau akan jatuh cinta lebih kepada dirah, dari pada Laura istri pertamamu, dan kau akan termakan ucapanmu sendiri, percaya sama aku cepat atau lambat, kau akan jatuh cinta kepadanya"


unjar Ardi pun sambil menepuk pundak depan,


"sudah ada sesuatu juga yang harus aku bahas di sini, tidak untuk rumah tanggamu itu hakmu, aku ke sini karena mau menyampaikan sesuatu"


"sesuatu apa Ardi katakanlah, apakah ada urusan penting sehingga kau menemuiku selain masalah aku menyembunyikan pernikahan keduaku ini"


tanya depan yang langsung tudepoin kepada Ardi sahabatnya, sekaligus menejernya itu,

__ADS_1


"nanti malam kamu dapat undangan di acara


ulang tahun perusahaan pak Bayu, tadi pak Bayu ingin menemuimu namun aku tau kamu sedang sibuk, akhirnya aku bilang dengannya jika kamu tidak bisa di ganggu, dia pun langsung memberikan undangan ini, aku pun ikut di undang di acara tersebut, apakah kamu akan datang depan"


ucap Ardi sambil memberikan selembar undangan bagus acara ulang tahun perusahaan rekanya itu, depan pun menerimannya,



"iyya terimakasih Ardi, aku akan datang bersama dengan laura jika ia tidak sibuk, namun jika ia sibuk aku akan datang sendiri mungkin kita bertemu di tempat tersebut Ardi"


tutur kata ucapan depan pun membuat Ardi langsung bersuara,


"jika Laura ada acara, kenapa tidak sebaiknya dirimu membawa istri keduamu depan, bagaimana pun ia juga istrimu, perkenalkan lah ia dengan rekan kerjamu, bukan cuma Laura saja yang selalu kamu bawa"


perkataan Ardi membuat depan pun langsung terdiam, tak lama menjawab perkataan Ardi itu,


"tidak dan tidak Ardi, Laura sudah pernah memberikan syarat kepadaku, bahwa ia tidak mau jika orang lain tau aku telah menikah kembali, bahkan kamu saja sahabatku baru tau ketika orang tuaku memberitahukan kamu"


Ardi pun langsung menarik nafasnya, susah berbicara dengan sahabatnya ini, yang terlaluh kebucinan terhadap istri pertamanya,


"baiklah terserah kau saja cape aku mengingatkanmu, gimana baiknya saja, di dengar syukur ngga juga terserah, yasudah aku mau balik lagi ke ruangan aku dulu bay..."


ucap Ardi yang pergi meninggalkan depan, depan menatap kepergian Ardi seketika langsung terdiam, ada benarnya perkataan Ardi, memang Laura istri pertamannya namun, Laura tidak pernah memberikan kewajibanya sebagai seorang istri, depan sadar memang yang Ardi katakan benar, tetapi hatinya Masi sangat tidak bisa menerima dirah sebagai istri keduanya,


"aahhhhkkkk ... memang Ardi tidak salah, tetapi di sini hatiku pun Masi tidak bisa menerima dirah sebagai istriku, aku tidak salah juga di sini yang memaksakan, aku menikahinya adalah mamaku, dan dia pun menyetujuinya jadi tidak ada salahnya bukan, jika aku tidak bisa menghargainya dan menerimannya"


ucapan depan sambil menggebrak meja di ruangannya itu, dalam keadaan emosi, dan suasana hatinya Masi terlaluh sakit dan belom bisa menerimanya,

__ADS_1


**bersambung......


yuk ka dukung cerita aku, bismilah insyaallah Kaka Kaka suka ya, sama jalan cerita ini, jangan lupa komentarnya dan likenya**,


__ADS_2