Tak Ingin Menjadi Madu

Tak Ingin Menjadi Madu
part15 semua berubah


__ADS_3

setelah malam panjang pun mereka lalui, tibalah di mana hari ini sudah pagi, kedua pasang suami istri ini, saling memeluk satu sama lain, mungkin bagi pasangan pengantin baru, akan terlihat indah, begituh pun dengan mereka berdua,


namun siapa sangka, ketika mereka berdua bangun semua berubah, yang awalnya manis menjadi pahit, malam pertama yang awalnya lembut menjadi derasan air mata,


"depan laki-laki itu pun langsung terbangun dari tidurnya, dan betapah kagetnya dia ketika bangun tidur, dia cuma di selimuti selimut tebal dan di sampingnya ternyata dia tidak sendiri dia bersama istri keduanya dirah,


dengan hati yang cukup kaget dia pun langsung menghampar pipi istri keduanya itu, padahal istrinya itu sedang tidur hingga berbunyi cukup kencang sampai berdarah,


"prak....


kencangnya tampara depan kepada dirah hingga berdarah dan membuat dirah Bagun teriak kesakitan akibat ulahnya itu,


"aahhhh.. hiks...hiks.... sakit"


ucap tangis dan teriakan dirah pun membuat depan tersadar akan kesalahnya, depan pun langsung memeluk dirah, sesalah apapun dirah ini juga karena dirinya, jika saja ia ingat malam itu dia di pengaruhi obat entah siapa yang memberikan obat tersebut hingga ia seperti ini,


"maafkan saya, saya hilaf dan tidak sadar melakukan itu semalam, dan kali ini ketika saya sadar pun saya kaget hingga membuatmu seperti ini, saya bener-bener minta maaf"


unjar depan yang langsung meminta maaf kepada dirah dan depan pun langsung menghapus noda darah di pipi dirah, depan sangat yakin pasti rasanya sakit hingga berdarah banyak, tamparannya begituh kasar hingga membuat wajah yang cantik itu menjadi mememar,


dirah cuma bisa diam dan meneteskan air mata, sungguh sakit sekali perkataan suaminya itu, meskipun ia tidak sadar melakukannya, setidanya depan tak harus mengucapkan kata-kata itu, padahal malam itu ia juga menikmatinya, dirah yakin depan tidak selupa itu, dirah yakin depan pun sadar saat melakukan itu hanya saja dia pura-pura lupa,


"aku yakin kamu sadar mas di saat melakukan semua itu, namun kamu pura-pura lupa agar terkesannya di sini kamu tidaklah salah, jika kau lupa lantas mengapa semalam kau memohon untuk meminta hakmu kepadaku, dan kau menikmatinya, jika kau lupa kau tidak akan mengingat namaku mas"


ucap batin hati dirah, sambil meneteskan air mata, melihat ke arah depan yang sedang mengobati luka di pipinya itu,

__ADS_1


depan yang melihat dirah menangis sejujurnya hatinya merasa kasihan melihatnya,


"jujur maafkan aku dirah, semalam aku memang tidak lupa bahkan aku menikmatinya, tetapi aku pura-pura lupa aku gengsi, aku tidak mungkin mengatakan semuanya, jujur aku menikmatinya, bahkan jika di bandingkan dengan istri pertamaku kaulah yang paling menakjubkan, aku sungguh sangat berterima kasih, karena aku menjadi orang pertama yang menyentuhmu"


ucap batin delan namun depan tidak berani berkata langsung kepada dirah, sesungguhnya depan Masi sangat membenci dirah, mengapa dia harus mau menjadi istri kedua dari dirinya, padahal dengan jelas depan tidak menginginkan itu, depan Masi sangat mencintai istrinya yaitu Laura,


di tempat yang berbeda Laura istri dari depan sedang menjalani pemotretan,





model sekaligus artis papan atas, ini sedang menjalani pemotretan di Bali,


ucap sang asisten Laura dia adalah sahabat Laura kemanapun Laura pergi dia selalu ikut,


"aahh kamu bisa ajah Salsa"


ucap Laura sambil senyum,


"la, kamu tau tidak, hari ini ada kabar mungkin akan membuat bahagia atau malah sedih"


ucap salsa pun membuat Laura yang sedang minum itu pun langsung menatap ke arah salsa, tanda minta di jelaskan,

__ADS_1


"jelaskan sekarang sa, agar aku tidak penasaran"


ucap Laura kepada salsa sang sahabat, salsa yang mendengar pun langsung bersuara,


"Laura, sebenernya Rian sudah kembali, aku juga baru tau kemaren aku bertemu dengan dia di bandara, pada saat itu juga dia menanyakan kabarmu, aku tidak memberitahukanmu karena aku takut kamu sudah bersuami, aku takut Devan marah kepadamu karena aku tau kau Masi mencintai dia mantanmu di bandingkan dengan Devan suamimu itu"


ucapan salsa kepada Laura dengan jelas, Laura yang di beritahukan kabar itu pun seketika langsung perasaanya berbeda, berubah hatinya kini menjadi teringat oleh sang mantan Rian,


"kenapa kamu tidak memberitahukan aku, kamu tau sudah lama aku menunggu Rian kembali, kamu tau aku tidak pernah ada rasa cinta kepada Devan, aku masi mencintai Rian, aku bahagia bersama Rian bukan dengan depan, kamu tau betapah tersiksannya batinku saat di paksa hidup bersama orang yang tak pernah aku cintai, rasannya sakit, aku melakukan semua ini demi orang tuaku, jika saja orang tuaku tidak akan bangkrut pada saat itu aku pastikan aku akan mengejar Rian pergi kuliah ke luar negeri dengannya, namun aku terancam oleh kedua orang tuaku, dan aku mohon jangan beritahukan tentang aku sudah menikah kepada Rian"


perkataan Laura sambil memohon agar tidak di kasih tau kepada mantan pacarnya jika ia sudah menikah, akhirnya salsa yang kasihan kepada sahabatnya itu pun menyetujuinya,


"baiklah aku tidak akan memberitahukan semua tentang kau sudah menikah dengan Devan kepada Rian, sungguh aku baru tau ternyata selama ini kau tidak pernah mencintai suamimu Devan, kau Masi mencintai Rian mantan pacarmu, aku tau pasti jadi Devan sakit sekali, istri yang ia cintai ternyata cuma berekting selama ini, diam diam Masi menyimpan rasa kepada mantan pacarnya"


ucapan salsa pun membuat Laura terdiam, pasalnya memang Laura yang salah, dan tak lama Laura pun melanjutkan pemotretannya itu,


"Aku lanjut pemotretan dulu, tapi sesudah pemotretan kamu bantu aku cari tempat tinggal Rian ya salsa"


ucap Laura pun di anggukan oleh salsa, tanda salsa mau membantunya, sahabat yang baik kan salsa permirsah,


"laura-laura, kamu tidak bersyukur sudah mendapat suami kaya raya, dan juga gantang tapi kamu sia-siakan malah kamu tidak mencintainya, pantesan ibu depan ngotot ingin anaknya menikah lagi, karena pirasat seorang ibu itu sangat kuat, anaknya cuma di manfaatkan oleh dirimu, namun depan tidak lah sadar, ia malah menyakiti istri keduanya yang tidak tau apa-apa, jika saja kau bukan sahabatku sudah ku pastikan aku akan memberitahukan semuanya kepada depan, namun aku masi mempunyai hati nurani, kau adalah sahabatku seburuk apapun aibmu aku sahabatmu harus menutupinya, dan biarkan depan tau sendiri jika ia tau, itu murni bukan campur tangan dariku, jangan pernah menyesal jika pilihanmu tidaklah sama seperti yang sekarang, karena setiap karekter manusia itu berbeda-beda sipatnya, bisa saja yang menurutmu baik belom tentu menurut Allah baik"


unjar perkataan batin salsa, dia sesungguhnya sudah geregat dengan tingkah Laura sahabatnya itu, tapi harus bagaimana di kasih tau ya sudah, namun bukan malah benar, Laura justru tak terima yasudah salsa memilih diam saja,


**bersambung.....

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya, agar aku lebih semangat lagi dalam menulis cerita ini ya ka terimakasih**,


__ADS_2