
seorang gadis Masi terus menangis, melihat dari luar ruang rawat, melihat dari kaca yang sedikit terbuka dengan seorang wanita yang usianya sudah lumayan, dia adalah ibu dari gadis tersebut, dia pun menangis meneteskan air matanya saat menyaksikan secara langsung dokter terus terus menekan alat medisnya ke arah jantung sang suaminya, betapah sakit hati sang istri saat menyaksikan melihat dengan mata kepalanya sendiri, suaminya sedang berjuang melawan nyawa, dan dokter pun sedang berjuang mempertahankan nyawa seseorang pasien, lebih tepatnya sahabatnya sendiri, dokter itu terus terus menekan alat meski sudah berkali kali gagal, dia tidak akan menyerah, melihat anak dan istri dari sang sahabat membuatnya harus melanggar profesinya sebagai dokter,
di bantu dengan para dokter dan perawat juga, meskipun, dokter yang melihat rekanya itu melanggar profesinya sebagai dokter, dia diam pasalnya rekanya sudah dia bilang bahwa pasien sudah meninggal tapi, rekanya itu tetap memaksa untuk bisa menolong sahabatnya itu, di saat dia susah sang sahabat lah yang selaluh ada dan menolongnnya, dia pun tidak mau berhenti sampai bunyi alat itu berjalan kembali' ya detak jantung sahabatnya kembali' berdetak, dokter itu langsung sujud syukur,
sementara itu yang berada di luar Langsung tersenyum dan bersujud juga siapa lagi dia adalah sang istri dari pasien yang sedang berjuang, dan sang dokter pun keluar
"bagaimana keadaan papa saya om dokter hiks..."
tangis dirih yang tadir sudah tau saat detak jantung papanya berhenti, dirah sudah tau dia pun menangis langsung meninggalkan mamanya dan berdoa di mushola dekat rumah sakit itu, dia berdoa kepada Allah agar papanya yang dia sayangi, jangan di ambil terlebih dahulu karena dirah belom bisa membahagiakan papa dan mamanya, serta dia belom bisa mengabulkan cita cita dari papanya, dia berdoa kepada Allah sambil menangis,
dan dokter tersebut pun langsung memeluk gadis tersebut,
__ADS_1
"Alhamdulillah nak papamu, selamat Allah Masi mengijinkan papamu berjuang, dan buat mu Raisa tolong segera urus biyaya Operasi suamimu, karena suamimu mungkin jika dalam waktu 5 hari dari sekarang, saya serta dokter lainnya tidak bisa menolong nya lagi, karena penyakit nya sudah menyebar, jika mau suamimu sadar maka kamu harus mencari uang untuk biyaya Operasinya, kasihan suamimu Raisa jika kamu terus egois seperti ini, segerah putuskan apa kamu mau mencabut alat di badan suamimu, atau kamu mau melanjutkan tindakan operasi keputusan ada di tanganmu"
ucap sang dokter kepada istri dari sahabatnya itu, sementara Raisa sebagai seorang istri mendengar kabar tersebut, sudah menangis air mata berjatuhan membasahi pipinya,
"tidak om dokter tolong jangan cabut alat di badan papaku, mama dirah mau papa hidup kembali mah hiks...hiks..."
tangis gadis itu yang sudah berganti pelukan kepada mamanya sang dokter pun pergi meninggalkan ibu dan anak itu, Raisa sebagai orang tua pun bingung,
"mama juga tidak mau alat itu di cabut nak, tetapi bagaimana mama tidak punya uang untuk, membayar biyaya operasi tersebut nak hiks...hiks..."
"mah dirah siap jadi istri kedua dari anak wanita yang tadi berbicara dengan mama, dirah ikhlas mah asalkan papa sembuh"
ucap dirah kepada sang mama, Raisa sebagai ibu pun kaget mengapa anaknnya bisa tau tentang semua ini, tentang tawaran Jonah Amora kepadanya,
__ADS_1
"kamu tau sayang"
ucap Raisa yang mengusap rambut sang putri, sang putri pun menganggutkan dan langsung menceritakan semua yang dia lihat, Raissa pun menangis anaknnya ternyata ada saat itu,
"tapi nak mama tidak rela kamu menjadi istri kedua, dari anak nonah Amora kamu putri mama satu satunya sayang hiks...hiks..."
ucap Raisa menangis memeluk sang anak,
"dirah mohon mah ini demi keselamatan papa, dirah tidak mau kehilangan papa dirah, sayang mama dan papa mohon ijinkan dirah mah, membalas jasa kalian yang telah merawat dirah dari kecil, sampai besar seperti sekarang, hari ini dirah memohon kepada mama, tolong kabulkan permohonan dirah ini mah hiks...hiks.."
ucap dirah sambil menangis, sang mama pun menghapus air mata Dirah sambil berkata,
"baiklah nak jika ini keinginan mu, mama bisa apa mama akan ijinkanmu, dan berbicara dengan nonah Amora"
__ADS_1
ucap Raisa kepada putrinya,
bersambung....