
dirah sedang membantu para pembantu di rumah depan keluarga nonah Amora, yang sekarang menjadi ibu mertuannya, bahkan dirah sekarang, sudah tidak boleh lagi memanggil dengan sebutan nonah ke nonah Amora, karena sekarang ia adalah ibu mertuanya, dan dirah sudah di suruh memanggil dengan sebutan mama dengan nonah amora,
hari ini di pagi hari, tepat jam 9 pagi hidangan di meja makan sudah jadi, makanan menu menu masakan sudah siap untuk di makan,
menu hidangan yang banyak, membuat semua yang berada, di meja makan itu pun langsung menyantap menu makanan itu, semua sibuk dengan kesibukannya itu semua sibuk menikmati menu masakan lezat ini, tiba-tiba nonah Amora pun membuka suara, merasa sangat asing dengan menu hidangan ini sangat nikmat di santapnya,
"Marni ini siapa yang buat, masakannya sangat nikmat"
unjar nonah Amora yang langsung menanyakan kepada sang pembantu itu, pun langsung menjawab,
"ini yang masak bukan Marni nonah, tetapi neng dirah yang masak menu pagi ini nonah"
ucap perkataan sang art pun langsung membuat depan dan Laura menyudahi makanannya,
"kami berdua sudah kenyang mah, dan depan dan juga istri depan mau pamit"
ucap depan dengan jelas membuat nonah Amora menatap mata depan dengan penuh kemarahan,
"kenapa? kenapa kalian memilih pergi, padahal dirah istrimu depan dia telah, membuat masakan ini dengan begituh enak?"
tanya nonah Amora kepada depan yang menyudahi makanannya,
__ADS_1
depan pun langsung membuka suara,
"depan harus ke kantor saat ini juga mah, dan Laura juga harus shooting di hari ini juga, bukan depan tidak menghargai masakan yang di buat oleh dirah, tetapi depan sudah di telpon oleh Ardi mah, karena jam 10 depan ada miring dengan perusahaan luar negri"
ucap depan dengan jelas kepada sang mama, di anggukan oleh Laura saat melihat tatapan penuh tanya nonah amora, Laura pun langsung buka suara,
"iya mah, depan dan Laura hari ini banyak kesibukan"
unjar jawaban dari Laura pun membuat mama depan langsung membuka suara kembali,
"sadar depan, kamu baru menikah dengan dirah kemaren, apa sangat pantes seorang pria yang baru menikah satu hari, langsung masuk kerja, kamu bos di perusahaan itu depan, apa tidak bisa kamu libur dulu, pasti Ardi pun mengerti, harusnya kamu kasih tau Ardi bahwa kamu sudah menikah kembali, apa perlu mama yang harus memberitahu Ardi tentang ini, agar kamu sadar depan, mama ingin segerah memiliki cucu, tak ada titik tidak ada koma, mama sudah memesenkan tiket untuk kalian berdua, siang ini kalian berdua harus honeymoon ke Paris"
ucapan perkataan mama depan pun membuat, depan serta Laura terkejut, dan dirah juga sama halnya dengan kedua pasang suami istri itu,
ucapan depan memohon untuk mengerti situasi dia saat ini, yang masi menghargai Laura sang istri pertamanya, dirah yang mendengar ucapan demi ucapan dari depan suaminya itu, dirah pun langsung bersuara,
"mah kali ini dirah mohon, tolong mama jangan menekan mas depan, bagaimana pun dirah juga sangat menghargai istri pertama mas depan nonah Laura, dirah mohon mah kali ini saja, masalah rumah tangga dirah dengan mas depan, biarkan kami berdua yang menyelesaikannya, dirah mohon mama jangan ikut campur, sudah cukup mas depan sudah menuruti kemauan mama ini"
tutur kata dirah pun langsung membuat nonah Amora terdiam, memang ibu dari depan ini pun mengakui ialah yang salah di sini, dia yang menekan anaknya tetapi ini semua, juga ia lakukan sekedar ingin memiliki cucu seperti teman-temannya itu,
"yasudah mama tidak akan ikut campur lagi urusan rumah tangga kalian, tetapi mama mohon dalam dua bulan kedepan, dirah sudah di nyatakan hamil, mama mau dua bulan ini, ada kabar baik, jika tidak mama akan terus ikut campur masalah rumah tanggamu dengan Laura"
ucapan mama depan pun seketika membuat depan kaget, tetapi mau bagaimana lagi, depan harus menuruti kemauan sang mama, jika tidak rumah tanggalnya dengan istri tercintanya Laura bisa hancur, depan tidak mau itu terjadi, akhirnya ia menyetujui semua kemauan mamanya itu,
__ADS_1
"baiklah depan akan menyetujui kemauan mama itu, tapi jangan salahkan depan jika nanti tidak bisa berbuat adil kepadanya, karena prioritas utama depan adalah Laura bukan dirah"
tutur kata depan dengan jelas dan dirah pun mendengar, mama depan mau tidak mau menyetuinya,
"baiklah mama akan menyetujuinya, dan tidak akan mengganggu rumah tanggamu dengan Laura lagi, tapi jika kamu memperlakukan dirah dengan sesuka hati kamu, mama tetap ikut campur titik tidak ada koma"
depan pun menarik nafasnya, dan langsung menjawab sambil berpamitan pergi kekantor,
"baiklah mah, sudah ya depan dan Laura sudah telat ini, depan dan Laura pamit pergi"
ucap pamit depan tanpa menoleh ke arah dirah,
mama depan yang melihat anaknya dan menantunya sudah pergi pun langsung memeluk dirah,
"maafkan mama ya, kamu jadi masuk ke keluarga mama sayang, kamu yang sabar ya nak, pelahan pasti depan juga akan mencintaimu, malah lebih dari pada cintanya ke Laura"
tutur kata mama depan sambil memeluk dirah, dirah yang di peluk pun langsung bersuara,
"iyya mah amin doakan saja ya, agar mas depan bisa berubah"
tutur kata jawaban dari dirah, sambil menghapus air mata di pipinya mamah depan,
**bersambung......
__ADS_1
jangan lupa komentarnya dan likenya ya,biar aku lebih semangat lagi nulisnya**