
usai sudah pernikahan yang mewah, seperti yang seperti putri di negri dongeng kini dirah dan Devan pun memasuki kamar mereka,
kamar penganten di taburi bunga, membuat penganten manapun betah menikmati malam pengantin ini, namun berbeda dengan depan, melihat kamar pengantin yang di taburi bunga langsung menghancurkanya, pelahan pasti bunga pun berjatuhan ke lantai,
bisa di katakan malam pengantin ini, bukan kemauan depan tapi kemauan orang tuanya, ia menikah lagi pun karena permintaan orang tuanya,
"kau perempuan ti*ak tau diri, sangat mu*ah sekali kau, sebagai wanita hingga mau untuk menjadi istri kedua dariku, kau pikir aku akan memperlakukanmu seperti istri pertamaku, tidak? jawabannya tidak, aku akan menghancurkan mu dan membuat kau menderita camkan itu wanita ti*ak tau diri"
perkataan depan jelas di depan dirah, dirah sebagai istri kedua pun hanya bisa menangis mendengarkan perkataan hinaan dari suaminya itu, namun dirah bisa apa ia hanyalah orang ketiga yang memang benar apa yang, di katakan depan tadi bahwa ia memang tidak tau diri, sehingga mau untuk menikah dengan suami orang lain,
__ADS_1
"maafkan saya tuan Devan, saya tidak bermaksud ada di antara kalian berdua, ini juga bukan kemauan saya, saya seperti ini demi papa saya"
ucap jawaban dari dirah sambil meneteskan air matanya, bukan bermaksud melawan suaminya Devan, tetapi dirah Ingan meluruskan semuannya, namun apa yang dirah sampaikan bukan membuat depan luluh, Devan malah menampar pipi dirah,
"prak....
"prak.....
"prak....
"tidak usah Banyak bicara kau, aku sekarang suamimu, aku tidak suka ada yang membantah ucapanku, sekarang kau tidur di lantai, tak sudih aku tidur seranjang denganmu"
ucap depan kepada dirah, dirah pun langsung membawa bantal yang depan berikan itu, dirah tidur di lantai,
__ADS_1
dengan di kasih dua bantal tanpa ada karpet ataupun selimut untuk tidur di lantai, hanya di kasih bantal saja, itu pun bantal sudah lama di simpan di lemarinya,
dirah pun akhirnya tidur di bawah lantai, tanpa selimut padahal cuaca malam ini sedang dingin akibat hujan, mungkin bagi mereka yang merasakan malam pengantin dengan situasi seperti ini, akan sangat bahagia karna cuacahpun mendukung, namun kali ini berbeda dengan dua pasang pengantin ini, mereka tidak sama, apa lagi si laki-laki yang notebenenya benci dengan pengantin wanita, hingga melukai pisiknya,
"ya Allah tabahkanlah hatiku ini, dalam menghadapi semua ujianmu ini, aku tak apa ya Allah pisikku boleh terluka batinku boleh sakit, asalkan kedua orang tuaku bisa hidup bahagia, papaku asal bisa sehat seperti sedia kalah lagi, dan bukalah mata hati suamiku ini ya Allah amin"
ucap tangis dirah sambil menghapus Air matanya, dirah bukan tidur, tapi ia menangis, dia kedinginan, tidur baru kali ini ia, tidur di lantai, meskipun orang tuanya bangkrut tetapi untuk tidur, ia masi bisa tidur di ranjang meskipun kecil,
"dingin papa mamah, hiks....hiks.... dirah tidak kuat, tapi dirah harus kuat demi kalian berdua, kalian berdua adalah penyemangat dirah, kalian berdua adalah segalanya bagi dirah"
ucap hati dirah sambil menggigil kedinginan, melihat ke arah Devan, sang suami sudah tertidur begituh nyenyak sekali sangat berbeda dengan dirinya,
__ADS_1
bersambung.......