
dengan niat hati yang sudah di ujung keinginan, akhirnya Laura pun langsung bertekad untuk mencari keberadaaan sang mantan kekasih pujaaanya, tidak perduli hujan, kehujanan panas kepadasan, sehabis pemotretan biar cape pun Laura rela mencari kekasih pujaannya,
"Laura kamu mau kemana setelah pemotretan ini"
ucap perkataan tanya salsa sahabat Laura, kepada Laura, Laura yang di tanya seperti itu pun tersenyum dan langsung bersuara,
"seperti apa yang tadi aku bilang kepadamu salsa, bahwa aku mau mencari rian kekasih hatiku, setelah pemotretan ini aku ingin mencari dirinya aku sudah kangen kepadanya, sudah lama aku tak jumpa dengan dia"
perkataan jujur Laura kepada salsa sang sahabat, jujur dari Lubuk hati yang paling dalam, salsa pun tersenyum namun dengan raut yang memaksa,
"hmmmsss... yasudah terserah dirimu, cuma aku mau bilang bahwa kamu harusnya sadar Laura, kamu sudah menjadi istri dari orang lain, tidak sepantasnya kamu mengharapkan orang lain, yang lebih tepatnya adalah masa lalumu, hargailah suamimu Laura suamimu Masi mencintaimu dan belom tau jati dirimu yang asli, aku takut ketika dia sudah tau dia kecewa dan menyesal menikahi kamu, dan ia meninggalkan kamu karena dia di bohongi sedari dulu"
unjar perkataan peringatan dari salsa sang sahabat, menasehati Laura harus sadar diri bahwa dia sudah memiliki suami, namun bukan Laura sadar justru dia malah tersenyum tertawa kesenangan,
"hahaha... justru bagus jika depan tau semua kejelekanku kepadanya, bagus juga dia jika mau menceraikan aku, karena sedari dulu itu hal yang selalu aku tunggu-tunggu aku ingin bersama kekasih pujaan hatiku, bukan dengan dirinya, pria yang aku cintai cuma Rian dari dulu maupun sekarang, dan tidak ada depan di hatiku ini"
perkataan laura kepada sahabatnya, membuat sahabatnya langsung bersuara,
"jika depan tau kamu seperti ini, aku tidak yakin kamu akan hidup enak seperti sekarang Laura, harusnya kamu sadar diri, hidup kamu sudah enak, terjamin saat bersama depan, di bandingkan dengan Rian, Laura buka mata kamu lebar-lebar, sebelum penyesalan datang"
ungkapan perkataan sang sahabat, menasehati sahabatnya sendiri yaitu Laura, salsa mengingatkan seperti itu, karena dia takut suatu saat nanti sahabatnya itu menyesal, karena rian menurut salsa tidak sepenuhnya cinta kepada Laura,
"hentikan nasehatmu itu, perkataanmu itu membuatku sakit salsa, kamu tau aku sudah sedari dulu cinta dengan Rian, jauh sebelum depan menjadi suamiku, Rian adalah kekasihku, cintaku, hanyalah untuknya, aku menikah dengan depan karena aku butuh uang untuk kedua orang tuaku, jika kamu masi membahas tentang itu, aku tidak mau mendengarnya sal.."
salsa sang sahabat, yang menasehati hanya bisa menarik nafasnya, karena sahabatnya susah sekali di kasih tau,
"baiklah aku tidak akan ikut campur tentangmu, dan juga hubunganmu dengan dia, namun jika kau mau curhat silakan curhat kepadaku, percuma aku memberi tahukan juga, kamu tidak akan mendengarkan nasehatku, yasudah terserah kamu sekarang mah, hidup-hidup kamu, mau kamu jungkir balik pun aku tidak perduli Laura"
__ADS_1
unjar salsa sambil pergi dari hadapan Laura, sementara Laura, Laura hanya bisa diam, dia tidak perduli atas perkataan salsa barusan,
"lagian depan tidak akan mungkin menceraikan aku, secara aku cantik dan body bagus, dia cinta mati kepadaku, mau aku selingkuh sekalipun dia tidak akan menceraikan aku, memang aku sejak dengan depan, semua kebutuhanku tercukupi, namun tidak dengan hatiku"
ucap batin Laura, sambil meneteskan air mata, jika saja mungkin depan tau Laura istri tercintanya, berselingkuh, apakah depan tetap akan mempertahankan Laura, seperti apa yang Laura bilang, atau tidak,
...di tempat lain, seorang laki-laki tampan CEO perusahaan yang bernama: Muhammad devandra altaricik baihaqi basmatra,...
seorang pria tampan yang sudah memiliki dua istri itu sedang melamun, karena ucapan orang tuanya yang membuatnya dilema, dirinya Masi belum ingin memiliki anak namun, mamanya terus memaksanya, bukan depan tidak mau memiliki anak, namun depan ingin anak yang di kandung oleh Laura, bukan dengan dirah istri keduanya itu, tetapi Laura tidak mau terus menerus,
"andai saja Laura mau hamil anakku, sudah pasti aku pastikan aku orang pertama yang paling bahagia, ini yang sedari dulu aku inginkan, aku impikan, tetapi Laura yang menghancurkan mimpiku ini, sementara sekarang mamaku, terus saja menuntutku untuk segerah membuat dirah hamil, bagaimana caranya agar membuat dia hamil, aku tidak mencintainya,"
ucap perkataan batin depan sambil menatap Poto pernikahannya dengan Laura, yang terpajang rapih di ruangannya, tak lama Pintu terbuka tanpa Kedokan, atau mungkin depan sendiri tidak mendengarnya,
ckrek...
ia pun langsung berjalan ke arah depan, dan langsung bersuara,
"depan...."
dengan suara yang lumayan keras, akhirnya depan tersadar dari lamunannya itu, depan pun kaget denger suara seseorang, ia pun langsung membalikan badannya,
"astaga... kau Azmi, jika saja aku punya penyakit jantung, sudah pasti aku mati saat ini juga, tidak bisakah kau, mengetuk pintu masuk terlebih dahulu, sebelum kau masuk ke ruangan ku, jangan kau pikir aku adalah sahabatmu, jadi kau bebas masuk ke ruangan ku"
ucapan depan dengan tegas, karena depan kaget setengah mati, karena ulah Azmi sahabatnya itu,
"mengetuk, kau bilang?
__ADS_1
sedari tadi pun aku mengetuk, pintu masuk, tetapi tidak kau bukakan, jangankan bukakan mendengarpun kau tidak, akhirnya aku memberanikan masuk ke ruanganmu, memabga aku salah lancang memasuki ruangan bosku sendiri, tanpa ijin darinya, yasudah aku meminta maaf, karena sudah lancang masuk ke ruanganmu tuan depan"
perkataan Azmi tegas. karena depan setengah marah tadi bersuaranya, depan yang menyadari atas ucapannya pun langsung bersuara,
"maafkan aku, aku hanya kaget, aku tidak bermaksud seperti itu Azmi, maaf atas ucapannya barusan, aku terkesima karena kaget oleh panggilanmu tadi,"
"iyya kaget lah, orang kamu sedang bengong, melamun sambil melihat Bungai Poto itu, aku tidak mau ikut campur dengan rumah tangganya, jika di kantor, namun jika kau mau curhat aku bisa mendengarkanya"
ucapan azmi pun langsung membuat depan menganggukkan kepalanya, depan pun akhirnya menceritakan semuanya, unik-unik nya, kepada sahabatnya, air mata tidak bisa di bendung lagi, setelah menceritakan semuanya, depan menangis, Azmi yang melihat itu pun langsung bersuara,
"jangan menangis hanya karena satu wanita, yang tidak bisa menghargaimu, karena air matamu sangat mahal untuk menangisinya, jadilah laki-laki sejatih, bersikap adilah kepada kedua istrimu, jangan istri pertamamu yang terus kau pikirkan, ikuti perkataan orang tuamu, bagaimana pun mama, Amora adalah ibu kandungmu, bahagia dia, sudah sepatunya kamu mengikuti ucapannya depan, karena dulu kamu selaluh, membangka perkataanya, ibumu sudah tua, biarkan ia, bahagia di sisa hidupnya, jika kau mengikuti ucapan Laura istrimu, sampai kapan?? mau sampai ibumu menemui panggilan dari Allah, baru kamu menyesalinya"
perkataan Azmi, kepada depan pun, langsung menyadarkan depan, karena ulahnya juga semua ini terjadi,
"tetapi bagaimana Azmi, aku tidak mencintainya, bagaimana aku bisa menyentuhnya, sementara belum ada perasaan cinta dariku untuknya, ini bisa membuatku sakit, aku menerima dirinya pun karena terpaksa, lalu jika menyentuhnya, bagaimana aku bisa Azmi, aku membencinya"
tatapan depan kepada Azmi, penuh kesedihan,
"tanyakan pada dirimu, sampai kapan kau seperti ini, apa kau tidak ingin, melihat ibumu bahagia, masalah cinta itu bisa datang belakangan, dengan seiring berjalannya waktu,!!!"
Azmi pun langsung undur diri, usai memberi nasehat kepada depan, dan depan pun langsung menemui rekan kerjanya,
**bersambung......,
tinggalkan komentar di sini, agar aku semangat nulisnya like juga ya, terima kasih,, jangan lupa dukungannya,
bersambung.....
__ADS_1