Tak Ingin Menjadi Madu

Tak Ingin Menjadi Madu
part9


__ADS_3

Masi di nuasa pernikahan, malam hari pun tiba, suasana pesta semakin ramai banyak yang datang, para tamu kolomerat dan juga rekan kerja Devan, karena Devan adalah seorang CEO di perusahaan basmatra group, tak jarang yang hadir pun bukan dari kalangan biasa-biasa saja, akad nikah tadi siang di dalam, sekarang acara di luar,



cahaya bulan purnama menyinari bumi, padahal sudah jam 8 malam tapi serasa Masi sore, karena bulan purnama menyinari bumi, jadi memberikan cahaya indah, seakan mendukung untuk dua pasangan penganten ini menikah,


sahabat-sahabat dari Devan pun langsung menghampiri Devan,


"hy mas bro, ngga kerasa ya udah nikah lagi, padahal baru juga belom lama kayannya nikah, ehh udah punya bini lgi, enak kayannya yaaa"


ucap sahabat Devan yang menggoda, pasangan penganten itu, padahal dia tau Devan menikah sudah lama dengan istri pertamannya, emang dasar si kampret selaluh membuat mood Devan jadi tidak enak,


hal itu pun di dengar oleh istri dari sahabat Devan, bahwa suaminya ingin menambah istri lagi,


"apa kamu bilang mas, kamu iri ya sama Devan, sampai bilang gituh? jangan di turutin Devan itu udah ngga bener, istri satu ajah belom di bahagiakan eehh malah nambah lagi, dan lagian perempuan itu mau ajah jadi pelakor"


ucap istri dari sahabat salah satu Devan, sontak saja perkataan istri dari sahabatnyaa sangat membuat Devan kesel, memang istri dari sahabatnya itu adalah sahabat dari istri pertamannya,


"emang kampret susah klo punya sahabat satu kaya gini, m*ulut tidak bisa di rem"


ucap batin Devan, lalu menatap mata sang sahabatnya itu,


"matilah aku, m*ulutku tidak bisa di rem, dan istriku ini pake acara merusak suasana"


ucap batin sahabat dari Devan sementara dirah istri baru Devan itu langsung menunduk, merasa tidak enak atas ucapan yang di berikan istri dari sahabat suaminya itu,

__ADS_1


"Devan pun langsung menatap mata sahabatnya, merasa Devan menatapnnya ia pun menunduk, dan menatap mata kakannya demi untuk meminta bantuan agar sang Kaka mau menolongnnya,


"hmmmss... maafkan Kevin, kerena Dev. maafkan adikku ini yang, memang selaluh salah bicara, dan juga maafkan istri dari adikku mungkin ia reflek bicara seperti itu, karena ucapan adikku seperti itu"


akhirnya kakanyalah, yang bernama azmi, yang meminta maaf emang dasar si kampret selaluh membuat ulah ucap kakannya dalam batinnya, sang istri pun langsung meminta maaf karena dia pun salah, sudah membuat semua kacawa,


"maaafkan saya Devan dan juga dirah sudah membuat kalian kesel, maksud saya bukan seperti itu, memang lidah saya tidak bertulang sehingga saya bisa berkata seperti itu"


ucap istri dari sahabatnya devan, memang ia sahabat dengan istri dari Devan, tetapi masalah rumah tangga dia tidak ikut campur,


"Kevin pun langsung membenerkan perkataan sang istri, akhirnya Devan dan dirah memaafkan istri dari Devan, meskipun di hati keduanya tidak lah sama,


"ia dirah memaafkan Kaka, dirah juga tidak mau ka jika saja dirah bisa menolak, maka sudah dirah tolak, tetapi bagaimana ini sudah menjadi garis takdir, dirah cuma bisa mengikuti apa kata takdir saja"


"sudah dirah, Raras, saya juga sudah memaafkanmu, saya juga tidak ingin berada di sini, jika saja saya boleh memilih tetapi ini pilihan dari Tuhan, mau tidak mau saya harus menerimannya"


ucap Devan kepada istri dari sahabatnya itu,


"yasudah aku tidak mau menggganggu momen kalian, ku doakan agar semoga kalian segerah memilikki anak yang lucu, itu yang selaluh aku inginkan, semoga nanti anak kita bisa tumbuh dewasa bersama Devan"


ucap Kevin kepada Devan, Devan pun tersenyum,


"ia terimakasih Kevin, dan juga istri seta Kaka mau meluangkan waktu untuk datang di acaraku ini, dan silakan di nikmati hidangannya"


ucap Devan langsung tudepoin kepada sahabatnya itu, di karenakan moodnya kurang baik, sejak istrinya pergi meninggalkannya, Devan dan istri serta kakannya pun langsung menikmati hidangan itu,

__ADS_1


kini berganti sekarang waktunya memasangkan cincin ke jari sang istri,



cincin berlian yang begituh cantik, di pilih langsung oleh Devan, meskipun bukan kemauannya menikah kembali, tetapi melihat cincin ini, Devan seketika langsung jatuh hati, dan di pasangkanlah cincin tersebut di jari manis sang istri



dirah sang istri tau sangat tau, saat ini Devan sedang memasangkan cincin di jarinya, tetapi dari tatapan Devan kosong, ia dirah tidak sengaja melirik mata Devan, tapi mata dan pikiran Devan bukan di sini, melainkan di istri pertamannya,


"ragaku pun di sini, tetapi hati dan pikiranku tidak di sini"


ucap batin Devan sambil memasangkan cincin,


di lanjut dengan dirah mencium tangan sang suami,



dirah pun mencium tangan Devan, tetapi tangan Devan sangat dingin, seakan dirah sedang memegang es batu,


"maafkan aku mas, jika saja aku bisa menolak ini semua, pasti kamu tidak akan tersakiti, maafkan aku yang berada di tengah-tengah rumah tangga kalian, sesungguhnya aku pun tidak ingin berada di sini, tetapi takdirku ada pada kamu, sejauh apapun aku melangkah, jika rumahku itu kamu, aku bisa apa selain menerima, ku harap kamu tidak membenciku mas, karena aku pun tidak ingin ada di sini, tetapi takdir yang menyatukan kita,


sesungguhnya tidak ada satupun di antaran para wanita, yang ingin berada di tengah-tengah rumah tangga orang lain, tetapi ini adalah garis takdir dari Allah, mau sejauh apapun kamu melangkah jika takdirmu menikah kembali, tidak ada yang bisa mencegahnya, kamu bisa berkata tetapi takdirpun yang akan menentukannya, tidak ada manusia yang mau menikah kembali, merekapun ingin rumah tangganya berjalan sampai kakek nenek, tetapi karena takdirpun mereka di pisahkan, sebelom keinginannya terhujud, itu adalah takdir dari Allah, kamu bisa berlari sejauh mungkin, tetapi jika garis takdirmu dengan dia, kemanapun kamu berlari, pada akhirnya kamu pun di pertemukan kembali denganya,


...bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2