Tak Ingin Menjadi Madu

Tak Ingin Menjadi Madu
part18


__ADS_3

sesudah bangun dari tidur Depan pukul 06:20, dan dia langsung mandi langsung mandi dan mengambil air hidup untuk sholat magrib, yang waktu Masi ada,


setelah menjalankan kewajibannya sholat ia, pun baru bahwa jam 20:00 dia sudah ada jangji dengan pak Bayu, menghadiri acaranya dengan pak Bayu, ia, pun langsung mencari istri pertamanya Laura, guma untuk mengajak istrinya itu untuk pergi bersama ke acara tersebut,


"Laura sayang."


ucap depan sambil menuruni anak tangga, mencari sang istri, namun justru ia, bukan malah bertemu dengan istri pertamanya malah bertabrakan dengan istri keduanya,


Dirah yang sedang mau naik ke tangga demi di suruh oleh Laura, Kaka madunya itu, untuk membangunkan suaminya yaituh Depan, tanpa sengaja bertabrakan dengan Depan saat turun ke bawah posisi dirah yang sudah naik ke atas tangga, dirah terjatuh karena menginjak lantai tangga yang licin,


"aaaaahhhhhhkkkkk"


Dirah berteriak kaget hambir sajah, terjatuh ke bawah dari tangga atas, Depan yang berada tak jauh dari Dirah pun, langsung menyelamatkan istri keduanya itu, Depan pun langsung memeluk Dirah usai terselamatkan, Dirah pun langsung terdiam karena Soak, dan kaget,


"hati-hati jika menaiki tangga, lantai, PP hu tangga baru saja di pel, oleh bi marni, lagian mau apa kamu ke lantai atas'?"

__ADS_1


pertanyaan Devan kepada Dirah, Dirah pun langsung menjawab,


"maaf mas, tadi Dirah di suruh oleh kak Laura, untuk membangunkan mas yang sedang tidur, maaf jika Dirah lancang, tapi Dirah juga sudah di beri ijin, oleh istri pertama mas kak Laura"


guma dirah sambil menunduk karena takut di marahi Devan, sementara itu Devan yang melihat dirah seperti itu jadi tertawa,


"apakah aku semakutkan itu dirah, hingga kau berbicara bukan denganku tapi dengan lantai"


perkataan Devan pun membuat dirah


yang tadinya melihat lantai menunduk langsung melihat ke arah Devan,


ucap dirah, namun siapa sangka justru Devan malah bukan marah dengan dirah, malah langsung menc*um bibirnya,


"cup... tak apa sayang, terimakasih sudah membangunkan ku"

__ADS_1


ucap depan lalu berlangsung pergi dari hadapan dirah, seketika takut dirah malah tersadar dari terkejutnya langsung, marah dengan Devan, dari itu Devan memilih pergi, dari hadapan dirah, sambil tersenyum-senyum,


sementara dirah, dirah baru tersadar dari terkejutnya karena ulah depan, suaminya, yang menc*umnya begituh saja,


"oohh ya Allah, kenapa dengan hatiku ini, kenapa juga aku jadi baper, dengan mas Devan, aku harus ingat dia adalah suami kak Laura, kakak, maduku istri pertama mas depan, meskipun suamiku juga, tapi aku harus sadar diri, aku hanya di butuhkan untuk alat produksi anak-anak nya"


ucap batin hati dirah, menyadarkan dirinya sendiri, agar ia, tak mudah untuk terbawa perasaan dengan Devan, meskipun Devan adalah suaminya juga,


dirah pun langsung turun dari atas tangga, dirah tau depan akan pergi bersama istri pertamanya, menghadiri perayaan pesta rekan kerjanya, dirah bukan sedih tidak di ajak, justru senang, karena melihat Laura bahagia itu kemauan dirah, karena dirah adalah perusak rumah tangganya,"


"justru aku bahagia, mas Devan pergi dengan kak Laura, karenaku, mereka jadi jarang keluar bersama, aku merasa bersalah kepada kak Laura,


berbeda dengan dirah, justru depan senyum ceria malam ini, karena membayangkan ci*man tadi dengan dirah sang istri keduanya,


Devan dan Laura pun pergi ke acara tersebut, dengan Laura yang tampil menarik perhatian, ples cantik, bahkan Devan pun mengakui bahwa Laura memang cantik, ia, beruntung bisa memiliki Laura seutuhnya, menjadikan istrinya untuk hidup selamanya dengan dia,

__ADS_1


**bersambung.....


maaf ya kak, baru up lagi, insyaallah sekarang akan mulai aktif kembali**,


__ADS_2